
.
.
Seperti perkiraan, mansion itu sangat besar, terlihat mewah dan juga indah karena banyak terdapat pepohonan rindang, dan juga taman yang terawat.
Saat mereka sampai, mereka sudah disambut oleh beberapa pelayan. Ada empat pelayan wanita, tiga pelayan pria dan juga satu tukang kebun. Rupanya mereka dipimpin oleh salah satu pelayan pria yang terlihat lebih tua dari yang lain, Fano pikir umurnya kira-kira tiga puluh tahunan.
Pria itu bernama John, dia memiliki pembawaan yang bagus, dia juga menjelaskan beberapa hal tentang mansion pada Fano dan yang lainnya.
Oh iya, seperti wisata anak sekolah, ada banyak yang ikut untuk melihat mansion. Seperti Noa bersama anggota grupnya serta manager, Wonhi dan anggota grupnya serta manager, stylist dan staff yang akan membantu pemotretan Wonhi dan kawan-kawan. Semuanya adalah orang yang dapat dipercaya untuk tidak membocorkan rahasia tentang pemilik mansion.
Fano juga sudah mengatakan hal itu pada para pelayan dan mereka mengerti.
Kemudian, mereka diantar oleh para pelayan untuk tur di sekitar mansion. Karena mansionnya juga sangat besar, jadi ada banyak sekali ruangan. Mansion memiliki beberapa kamar utama yang besar, ada juga kamar sedang untuk para tamu. Ada ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, dapur, kolam renang di luar, ruang bar, ruang olah raga besar, kolam renang di dalam, bioskop dan lain-lain.
Oh iya, maksud ruang olah raga besar itu mencakup gym, tempat sepak bola mini, basket mini, meja ping pong, meja tenis, billyard, dan juga bowling.
Benar-benar lengkap, semuanya canggih.
Rumah itu juga dilengkapi dengan cctv di setiap sudutnya, ada juga ruangan untuk mengontrol cctv. Oh aku lupa menyebutkan, selain pelayan dan tukang kebun, ada pula tiga satpam. Mereka bergantian berjaga di gerbang dan juga ruang kontrol.
Rumah itu memiliki tiga lantai dan selain tangga manual juga ada lift untuk naik ke lantai berikutnya. Lalu ada juga atap yang di atasnya dapat melihat pemandangan indah kota.
Saat ini Fano sudah ada di atap bersama Queen, Angel, Raja, Jungyu dan Jehyuk yang sedang memegang kamera. Udara di atas atap sangat sejuk, angin sepoi-sepoi menerpa tubuh mereka.
Saat ini, grupnya Noa dan Wonhi sedang bersiap-siap pemotretan dan juga syuting konten, jadi Fano, Jungyu dan Jehyuk sedang menunggu mereka. Pemotretannya nanti ada di taman dan kolam.
“Jehyuk, berhenti merekam dan potret aku” perintah Queen.
Jehyuk menurunkan kameranya dan menoleh pada Queen “untuk apa?”
“Untuk di posting di sosmed lah, apa lagi” sahut Queen.
“Tidak perlu, biar aku saja” Fano merebut ponsel Queen lalu mulai memotretnya, kemudian Queen berfoto juga dengan Angel, lalu tiba-tiba Raja ikutan.
Fano menatap Raja malas.
“Kenapa sih? Aku mau ikut foto juga” protes Raja.
“Minggir, kau menghalangi pemandangan saja” Fano.
__ADS_1
“Wajah tampanku tidak menghalangi pemandangan tuh” Raja.
“Kalian ini ribut terus kenapa sih?” tanya Jungyu yang mulai capek mendengar Fano dan Raja sepanjang pagi ini tidak berhenti ribut, mereka selalu meributkan hal kecil yang tidak penting.
“Fano duluan yang terlalu sensitif, udah kayak cewek aja” Raja.
“Kau terlalu menyebalkan sampai ingin ku lempar ke bintang UY Scutti” Fano
“Melemparku ke matahari saja kau tidak bisa” Raja.
Angel sudah ingin membuka mulunya untuk menghentikan mereka, namun sesok bidadari – eh, bukan... seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang dicat merah muda datang mendekati mereka.
Kalau tidak salah dia ini visual sekaligus main vocal di grupnya Wonhi, namanya Cherin.
Cherin terlihat sangat cantik memakai gaun chiffon warna krem, pemotretan untuk grup mereka temanya fairytale, karena itu Cherin juga terlihat seperti sosok peri, kulitnya yang seputih susu juga begitu bersinar tertimpa cahaya matahari.
Dugh.
Angel menyenggol rusuk Fano yang sempat terpana dengan sosok Cherin, setelah itu Fano hanya bisa tersenyum canggung melihat Queen dan Angel yang sedang memelototinya.
“Hai cantik, ada yang bisa dibantu? Kalau kau ingin jalan denganku saat ini, aku bisa mengabulkannya” kata Raja.
“Mulus banget ya gombalannya kayak mentega” sahut Fano, Raja melirik kesal padanya, tapi kemudian kembali tersenyum pada Cherin.
Lagipula siapa yang tidak baper jika buaya daratnya seganteng Raja? Bahkan banyak gadis yang rela antri demi mendapatkan hatinya. Gadis normal macam Cherin tentu saja bisa luluh kapan saja.
“Baiklah, kami akan turun” kata Fano.
“Ayo kita duluan aja, namanya siapa cantik?” Raja
“Namaku Cherin”
“Cantik banget, kayak orangnya, namaku Raja dan aku yakin kamu adalah ratu – aduh!”
Raja berhenti dan berbalik, menatap Fano yang tadi menendang betisnya.
“Eh, aku kira lebah tadi, berisik banget sih” Fano.
Untung aja ada Cherin, jadi Raja tidak membalas Fano, kan dia lagi jaim.
“Kak Raja kenapa?” tanya Cherin yang tidak tau menahu tentang perbuatan Fano di belakang. Raja hanya tersenyum pada Cherin “Gak apa-apa, tadi ada nyamuk lewat, ayo lanjut jalan”
__ADS_1
***
Akhirnya Fano bisa merebahkan diri di ranjang besar ukuran kingsize juga, ranjangnya sangat nyaman seakan tidur di atas awan.
Seharian ini dia banyak bekerja, karena ada banyak sesi pemotretan. Bukan cuma grupnya Wonhi, tapi juga grupnya Noa. Angel tidak ikut pemotretan, karena dia sudah sering, mungkin nanti lagi jika ingin berganti iklan.
Oh iya, ranjang yang Fano tiduri ini masih ada di mansion.
Dia tidak pulang ke apartemen karena sudah nyaman di tempat ini, mansion ini bahkan lebih mewah dari mansion Fano yang ada di Indonesia. Saat ini Fano memiliki banyak properti, dua mansion, beberapa unit apartemen, tiga villa, tiga gedung perkantoran – oh, empat karena dia sudah akan membeli gedung milik keluarga Yohan yang sedang dijual, karena mereka bangkrut.
Fano tidak terlalu peduli dengan keluarga jahat macam keluarganya Yohan, itu kan salah mereka sendiri. Dulu Fano – bukan, Albert juga seperti itu, dia pernah mengalaminya, jadi sudah tidak kaget.
Sama seperti Yohan, Albert dulu juga kehilangan banyak properti, jadi harta yang saat ini sudah menjadi milik Alfred, anaknya Albert, itu hanya sepertiga atau setengahnya saja.
“Fano!”
Queen dan Angel masuk ke kamar yang Fano tempati, mereka sudah mengenakan piyama lucu yang entah dapat dari mana, padahal mereka tidak membawa piyama ke mansion ini.
Fano bangkit duduk lalu bertanya “piyama siapa yang kalian pakai?” tanya Fano.
Angel naik ke ranjang lalu memeluk Fano, tidak mau kalah, Queen juga ikutan naik dan memeluk Fano kemudian Angel menjawab “dapat dari sini, pelayan wanita membawa kami ke salah satu ruangan yang penuh dengan baju-baju baru. Semua baju disana merek terkenal”
“Iya, jadi katanya baju-baju itu satu paket juga dengan pembelian mansion, ada baju perempuan, laki-laki... yang ukurannya katanya sudah disesuaikan dengan ukuranmu, kalau baju yang perempuan semuanya seukuran denganku dan Angel” kata Queen.
“Kalian kan seukuran – tunggu! Dari mana mereka tau ukuranku?” tanya Fano.
“Jangan bodoh Fano, kita ini sangat terkenal, semua orang tau ukuran kita” jawab Queen.
Angel menghela nafas berat “Benar, bahkan pernah ada penggemar memberiku hadiah berupa bra, dan itu pas dengan ukuranku”
“Memang apa ukuranmu? B? C?” tanya Queen sambil melirik pada Angel.
“Aku ukuran D ya!” sahut Angel.
“Jangan bohong! Kau terlihat kecil” Queen.
“Aku gak kecil ya!” Angel.
“Stop! Kalian debatin apa sih? ABCD gitu? Ngeja abjad apa gimana?” tanya Fano yang tidak mengerti arah pembicaraan mereka.
.
__ADS_1
.