
Pada hari kedua, latihan terlihat jauh lebih intens dari sebelumnya.
di siang hari yang cerah ini, Rain berdiri tegak. Dia menarik napas melalui hidung kemudian menghembuskannya melalui mulut. Dia terus mengulanginya berulang-ulang.
Kali ini Alex melatihnya untuk mengendalikan emosi yang dia miliki.
Selama pelatihan sebelumnya, Rain tidak dapat mengendalikan emosinya. Sepertinya dia mengalami trauma ringan akibat pelatihan sebelumnya.
Ketika Alex mentransmisikan mana maupun aura ke tubuh Rain, justru membuat Rain merinding.
Memang Rain masih merasakan sakit tetapi tubuhnya yang menggigil itu lebih disebabkan akibat pikirannya yang justru mengingat rasa sakit pada pelatihan sebelumnya.
Itu sebabnya, sepanjang siang dia hanya disuruh melakukan gerakan yoga dan meditasi.
Fun Fact, apa yang sedang dilakukan oleh Rain sebenarnya bukanlah hal baru.
Meditasi yang dilakukan untuk menenangkan pikiran telah lama menjadi bagian bagi kehidupan para pengendali energi yang bermazhab Oriental.
Ini bukan tanpa alasan. Pengguna mazhab Oriental yang disebut sebagai kultivator lebih mengandalkan harmoni yang tercipta dari secara alami sementara pengguna mazhab Babylonial memiliki pandangan yang jauh lebih kompleks. Tidak hanya mengenai ekuilibrium yang tercipta secara alami tetapi juga bagaimana mengintervensi agar ekuilibrium baru tercipta.
Jadi pada intinya, meditasi Rain merupakan hal lama bagi para kultivator tetapi merupakan produk baru bagi para pengikut mazhab babylonial.
Tentunya, meditasi yang dilakukan Rain merupakan arahan yang dilakukan oleh Alex.
Alex sendiri adalah archdeus yang maha tahu jadi dia tidak terpaku pada satu mazhab saja. Dia akan mengambil suatu konsep dari mazhab tertentu dan membuang konsep lainnya jika itu salah.
Jadi dia bukanlah seorang yang fanatik. Lagian dia adalah seorang archdeus, dia tidak punya alasan untuk terpaku pada satu pemikiran orang lain.
Setelah lebih dari dua jam, Alex memanggil Rain.
"Bagaimana? Lebih baik?" tanya Alex.
"Iya Tuan."
"Hmm bagus. Sekarang kita akan melatih gerakan pedangmu."
"Tuan ..."
"Hmm ...."
Alex menunggu pertanyaan Rain dengan sabar.
"Tuan, saya merasa tidak ada perubahan di tubuh saya."
"...."
Alex merasa sedikit kesal. Dia memegang dahinya sendiri.
"Tentu saja. Kamu baru latihan sehari. Apa yang kamu harapkan bisa membuat bola api hanya dengan hembusan napas?"
Rain hanya menggaruk kepalanya dan membuat tawa konyol.
"Sekarang ambil bawaanmu. Kita akan masuk lebih dalam."
Rain patuh.
Dia mengambil tas bawaannya kemudian berjalan di belakang Alex.
Mereka berjalan sekitar sejam.
Rain melihat tuannya hanya berjalan tidak menentu seolah tersesat. Jadi dia pun bertanya dengan berani.
"Tuan, apa yang akan kita lakukan?"
Alex berhenti. Dia melihat ke belakang yang merupakan tempat Rain berada.
"Aku hanya berpikir untuk mencari lawan yang sempurna untukmu. Kamu tahu, kita berada di hutan jadi rasanya akan sangat sia-sia jika kita tidak menguji kemampuan berpedang kepada makhluk di sini."
Alex sebenarnya tidak terlalu berharap akan menemukan sesuatu yang wow. Bagaimanapun ini bukanlah hutan yang tidak pernah dikunjungi. Walaupun hutan ini dianggap memiliki makhluk yang lebih berbahaya dari hutan kecil sekitarnya dan jauh dari perkotaan, tetapi karena Alex belum pernah mendapat berita kerusakan di desa sekitar akibat serangan dari hutan sudah menunjukkan seberapa rendahnya menemukan magic beast ataupun demihuman di sini.
***
Kota Fertihall, County of Fertiphile
__ADS_1
Guild Adventurer merupakan sebuah serikat pekerja yang dibentuk untuk mengayomi para petualang.
Petualang atau adventurer merupakan orang yang menggantungkan pendapatan mereka berdasarkan misi yang dijalankan.
Baik itu Guild dan para petualang, mereka umumnya tidak terikat pada lingkup nasional. Hal ini karena mereka merupakan organisasi multinasional sehingga latar belakang kebangsaan dan ras tidak menjadi hambatan bagi mereka.
Sama seperti halnya kota besar lainnya, kota ini memiliki cabang guild yang dibangun kokoh di pusat kota.
Di dalam bangunan itu, banyak petualang dengan aneka magic equipment dan tingkat petualang mereka.
Untuk magic equipment atau magic item memiliki beberapa tingkat dimulai dari yang tertinggi ke terendah adalah:
-Divine Class Item
-Legendary Class Item
-Relic Class Item
-Legacy Class Item
-High Class Item
-Middle Class Item
-Low Class Item
(Sumber: Archpedia: Introduce Levels/Ranks/Tiers)
Namun kebanyakan para petualang disini hanya memiliki perlengkapan low s/d high class.
Adapun untuk tingkat atau level petualang adalah Copper, Iron, Silver, Gold, Platinum, Mythrill, Oricahlcum, dan yang tertinggi adalah Adamantite.
Lilac Trowbridge, dia adalah seorang wanita anggun dengan rambutnya yang berwarna purple dan wajahnya yang sangat cantik sering menjadikannya sebagai pusat perhatian. Namun lebih dari itu, ukuran oppai-nya yang di atas rata-rata dapat dikatakan sebagai senjata utama untuk mencari perhatian.
Entah itu pada hari kerja ataupun tidak, Lilac akal selalu tampil cantik. Namun apa yang membuatnya jauh lebih menarik adalah dia memiliki profesi sebagai seorang adventurer.
Bukan adventurer biasa. Di usia yang baru 22 tahun, dia telah menjadi seorang petualang berperingkat Platinum. Jika disetarakan, kekuatannya sekarang setara dengan royal knight yang berada langsung di bawah perintah raja. Jadi bahkan berada di atas rata-rata knight.
"Lilac."
"Paman!"
Lilac berdiri dari kursinya ketika melihat pamannya dan anggota party yang lain mendekat.
Sama halnya dengan Lilac, pamannya yaitu Barnard Trowbridge juga adalah seorang adventurer. Namun berbeda dengan dia yang masih tingkat Platinum, Barnard memiliki tingkat Oricahlcum. Namun sebenarnya baik Lilac maupun anggota party lain tahu kekuatan sebenarnya dari orang tua ini setara dengan Adamantite.
"Lilac, lihat ini."
Pamannya menyerahkan selembar kertas quest. Kertas yang digunakan tentu saja adalah kertas kualitas rendah yang berwarna kekuningan. Hal itu untuk menghemat pengeluaran guild. Lagian kertas itu hanya sekali pakai.
"Ini!!"
Mata Lilac melotot ketika melihat isi dari kertas ini. Dia kaget ketika membacanya.
"Bagaimana? Ini pasti quest yang menguntungkan kan?"
Pamannya adalah orang yang kasar sehingga suaranya sangat lah keras bahkan jika dia berbisik. Itu sebabnya perhatian kepada mereka semakin banyak. Lagian sebenarnya petualang berplat platinum sangat jarang ada di kota ini sehingga secara mereka pasti akan diperhatikan.
...QUEST...
Deskripsi: Menaklukkan Unknown False Dungeon
Peringkat: Unknown
Syarat:
1) Tingkat Gold, Platinum, dan Orichalcum
2) 5 s/d 20 orang
Lokasi: Hutan Besar Roth, County of Fertiphile
Reward:
__ADS_1
1) Guild: 50.000G
2) Klien:
a. 450.000G
b. 60% profit penjualan raid dan non-komoditas tambang lainnya
c. 10% profit penjualan perdana komoditas tambang
Bonus:
Klien:
a) 100% kepemilikan drop item
b) biaya transportasi, makanan, penginapan dan utilitas ditanggung oleh klien.
Klien: Nightorb Corporation
"Ini ..."
Lilac bergumam. Dia terkejut melihat nilai reward yang akan didapat.
"Yah aku rasa ini wajar, lagian kliennya adalah perusahaan besar. Mereka sudah tentu memberi hadiah yang tidak sedikit," ucap Barnard.
"Kamu tahu, aku setengah mati harus rebutan kertas ini dengan kelompok lain. Jadi bagaimana? Selagi kita masih ada di kota ini kenapa kita tidak mengambil quest-nya?" lanjutnya.
Tentu baik Lilac maupun anggota lainnya tidak menolak.
Mereka berenam pergi ke tempat resepsionis untuk konfirmasi penerimaan quest.
Proses itu tidak berlangsung lama. Apalagi bisa dibilang adalah quest dengan hadiah tertinggi yang pernah ada dalam 10 tahun terakhir.
Mereka memutuskan untuk berangkat tiga hari kemudian. Pada hari ini juga mereka mulai mengumpulkan perbekalan.
Hari ketiga
Keenam orang itu naik ke sebuah kereta kuda besar yang tidak memiliki pintu. Kereta ini tidak mewah, ini adalah kereta umum yang sering digunakan masyarakat untuk membawa barang ataupun bepergian.
Selain Lilac dan Barnard, terdapat empat orang lagi yang berada di party. Mereka semua adalah teman lama. Diantaranya adalah:
Urien Northwrads, seorang pria muda yang berusia 18 tahun. Memiliki penampilan bersemangat, rambut pirang, bermata emas, kulit putih, tinggi 165 cm dan mempunyai tubuh kurus layaknya remaja.
Arlenne Darolyn, seorang gadis 22 tahun. Memiliki penampilan agak tomboi, rambut merah pendek, berkulit putih, tinggi 160cm dan sayangnya agak flat.
Cilvy Kaena, gadis berusia 20 tahun dengan rambut keriting kecoklatan, beberapa jerawat kecil di hidung dan pipi, berkulit pucat, dan memiliki tinggi 170cm.
Terakhir adalah Atlya Rothvale, gadis berusia 24 tahun. Merupakan kekasih dari Barnard. Memiliki rambut biru dan mata hijau safir serta memiliki tinggi 145 cm.
Untuk Barnard sendiri, dia berusia 46 tahun sekarang.
Jarak dari Kota Fertihall ke lokasi quest adalah dua hari. Ketika mereka sampai, tentu mereka tidak langsung pergi ke hutan.
Terlebih dahulu keenam orang itu akan pergi ke desa yang terdekat dari lokasi misi yaitu Desa Michbeaux.
Barnard sebagai ketua kelompok akan pergi menyapa kepala desa terlebih dahulu sementara anggota lainnya akan pergi berjalan-jalan disekitar desa.
Lilac tidak terlalu menyukai tempat ini.
"Lilac, kelihatan sangat bosan," ucap Atlya
"Kakak, kamu seperti tidak tahu dia saja. Aku yakin karena tidak ada pria yang bisa membuatnya gatal di tempat seperti ini, jadi tentu saja dia seperti zombie yang berjalan," balas Arlenne dengan nada mengejek.
"Len ..., " tegur Atlya.
Walaupun Atlya adalah istri dari paman Lilac, karena perbedaan usia yang tidak terlalu jauh, selain itu karena penampilan Atlya yang seperti remaja membuat anggota party lain memanggilnya kakak daripada bibi.
Lilac sendiri tidak terlalu memperdulikan provokasi yang dilakukan temannya karena yang diucapkan oleh Arlenne tidaklah salah.
Lilac memang terkenal sebagai seorang ratu ghosting. Dia sangat sering berganti pacar layaknya mengganti baju. Bahkan teman-temannya akan bercanda dengan menyebutkan minuman sehari-hari Lilac adalah Man Tears.
Tentu saja frasa itu bisa diartikan secara harfiah ataupun metafora (IUKWIM).
__ADS_1
Note:
1G (Gold) \= Rp 100.000