
Seorang anak laki-laki sedang tertidur lelap di sebuah ranjang luas. Kamar tidur itu sebenarnya terlalu luas bagi anak itu. Ia memiliki rambut hitam dengan kulitnya yang pucat.
Anak laki-laki itu masih terlelap dalam tidurnya yang damai. Ia tidak sadar bahwa dua orang sedang membicarakan dirinya.
Feodora yang telah keluar dari kamar anak laki-laki. Ia memakai jubah putih dan disertai motif-motif religi.
Justin yang menunggu di luar kamar bertanya kepada Feodora. Tidak ada perasaan cemas berarti di wajahnya. Dia hanya bertanya seperti biasa.
"Your Eminence High Priestess Feodora apa anak itu memiliki sihir kutukan? Atau mungkin parasit?"
"Tidak ada Nak Justin. Aku sudah memeriksanya menggunakan [Holy Senses] dan [Heresy Being]. Tidak ada tanda-tanda bahwa anak itu membawa sihir kutukan ataupun memiliki hubungan dengan makhluk-makhluk jahat."
[Holy Senses] merupakan sihir tingkat 5 dan salah satu mantra tipe divine yang digunakan untuk mendeteksi sihir-sihir kutukan dan kegelapan dari suatu objek. Mantra ini berfungsi sebagai mantra pendeteksi, analisis, dan diagnosis yang cukup kuat. Walau bukan sihir serangan, tetapi sihir yang sangat berguna untuk mengantisipasi infeksi dari sihir-sihir kutukan yang bersifat menular.
[Heresy Being] merupakan sihir tingkat 4 berjenis divine. Apabila [Holy Senses] berfungsi untuk mendeteksi sihir kutukan, maka [Heresy Being] berfungsi untuk mendeteksi makhluk-makhluk yang memiliki potensi untuk menggunakan sihir kutukan ataupun kegelapan. Sihir ini sangat sering diandalkan untuk mencari demonoid ataupun undead yang menyamar di antara manusia atau makhluk humanoid lainnya.
"Kamu tidak perlu khawatir, Nak Justin. Anak itu adalah manusia yang terluka parah. Namun demikian, aku bisa merasakan ledakan mana yang tidak stabil di tubuhnya," ucap Feodora.
"Apa itu berbahaya?"
Justin menjadi ngeri ketika memikirkan seseorang akan mengalami kondisi ketidakstabilan mana. Bukan tidak mungkin seorang pengguna mana mengalami ketidakstabilan mana yang berujung pada hancurnya sirkulasi mana internal tubuh yang pada akhirnya menghasilkan kecacatan permanen bahkan hingga kematian. Namun kondisi itu sangat jarang bagi para penyihir bermazhab babylonial. Seingat Justin, para pengguna sihir bermazhab Oriental yang disebut sebagai kultivator adalah orang-orang yang sering mengalami kondisi mengerikan itu. Biasanya orang dari timur menyebutnya sebagai penyimpangan qi/deviasi qi (走火入魔).
"Tidak terlalu, selain aku menyembuhkan lukanya menggunakan [Halo Heal], aku menggunakan [Galeniom] untuk mengunci beberapa jalur mana-nya. Dengan begitu dia bisa tenang tetapi dia harus mengonsumsi beberapa obat untuk memperbaiki sirkulasi mana di tubuhnya."
[Halo Heal] adalah mantra tingkat 4 yang mampu menyembuhkan semua jenis luka dan pendarahan sedang. Namun mantra ini tidak dapat memperbaiki organ tubuh yang telah hilang.
[Galeniom] adalah mantra tingkat 4 yang melumpuhkan peredaran mana. Mantra ini sebenarnya adalah mantra serangan tetapi dapat digunakan sebagai mantra penenang apabila dibutuhkan.
Justin mengangguk. Dia berpikir, sebelum merawat lebih jauh, lebih baik menunggu tuannya kembali. Bagaimanapun count dan tuan mudanya masih di hutan.
"Terimakasih Your Eminence High Priestess Feodora."
"Tidak masalah Nak Justin. Namun anak itu cukup menarik, walau usianya masih muda, dia memiliki jumlah mana yang sengat berlimpah. Aku yakin dia bisa menjadi penyihir besar ke depannya. Baiklah kalau begitu aku pergi."
Feodora tersenyum kemudian dia pergi. Jika ini adalah orang lain mungkin dia akan memberi biaya pengobatan yang tidak sedikit tetapi ia mengecualikan untuk House of Fertiphile. Tepatnya karena itu disebabkan oleh hubungannya yang baik dengan Clara. Belum lagi orang yang disembuhkan merupakan seorang anak yang entah dari mana. Jadi lebih baik menganggapnya sebagai sedekah.
Bagaimanapun penggunaan mantra tingkat 4 ke atas tidaklah murah. Apalagi dengan tubuhnya yang tidak lagi muda. Hanya menggunakan 4 mantra, dia sudah mulai pening.
Justin kembali ke tempat Merry. Sebentar lagi waktu berburu akan selesai. Semua orang yang tidak berpartisipasi dalam perburuan telah berkumpul di halaman untuk menunggu kedatangan para pemburu.
Merry dengan sabar menunggu dan ia bahkan sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berada.
__ADS_1
Justin yang kembali memberitahukan kondisi anak itu.
"Nona Muda, kondisi anak itu baik-baik saja sekarang. Dia sedang tidur."
"Apa aku boleh menemuinya?"
"Iya Nona. High Priestess telah menjamin keamanan bahwa anak itu tidak akan membawa penyakit. Saya sarankan Nona menemuinya bersama dengan tuan muda."
"Baiklah!"
Merry menjawab dengan antusias.
"Hoh! Mereka kembali!"
Salah satu tamu berteriak bersemangat kemudian di balas dengan sahutan dan tepuk tangan.
Plok ... plok ... plok ....
Kelompok pertama yang kembali adalah kelompok berburu count. Mereka menangkap lima ekor buruan. Salah satunya adalah Red Urours. Selain itu terdapat beberapa hewan lain seperti Tavey Monkey, Phantom Snake, Canis Ulpio, dan Green Ostrich. Tentu saja semua buruan ini tidak dapat dibawa hanya oleh lima orang.
Untuk mempermudah pengangkutan, para pemburu telah membawa alat sihir tingkat rendah yang berfungsi seperti suar. Terdapat dua jenis warna suar. Apabila bila berwarna merah, maka artinya mereka membutuhkan bantuan sehingga para pemburu terdekat diharapkan membantu. Kemudian untuk warna hijau, mereka membutuhkan sekelompok porter yang bisa membantu mengangkut buruan. Biasanya para porter ada di dekat pos-pos kemanan yang tersedia. Biasanya setiap satu suar hijau akan menandakan 5 porter untuk datang.
Kelompok kedua adalah kelompok dari seorang viscount. Satu per satu semua orang datang. Rata-rata mereka memburu magic beast kategori middle class. Hanya 3 orang yang bisa mendapat buruan Red Urours. Bahkan Jared hanya mendapat Thunder Bull yang merupakan magic beast tingkat middle class.
"Itu Ayah! Ayah!"
Dari kejauhan, Merry dapat melihat sosok yang paling dia nantikan. Sesosok pria putih dan tinggi yang sedang menaiki kuda coklat yang sehat. Sosok itu adalah Alex dan di belakangnya, lima orang lainnya yang tak kalah gagah muncul. Mereka bersama sekitar 10 porter yang sedang mengangkut dua sosok magic beast. Tidak ada luka yang terlihat di tubuh Alex, alasannya semua pemburu disedikan masing-masing setidaknya satu potion tingkat menengah yang memiliki penyembuhan setara dengan mantra tingkat 3, [Heal].
"Wow!"
Merry langsung berlari dengan kaki kecilnya menuju Alex. Kedatangan rudal kecil itu hanya bisa membuat Alex tersenyum.
Alex turun dari kudanya dan langsung menyambut Merry ke pelukannya.
"Apa Merry sangat merindukan Ayah?"
"Iya! Merry sangat rindu Ayah! Merry senang Ayah kembali!"
Merry memeluk ayahnya dengan sangat erat seolah menyatakan hak kepemilikannya terhadap orang ini.
Clara yang datang terlambat memberi tatapan cemburu.
__ADS_1
Seharusnya aku yang mendapat pelukan pertama itu.
Clara merasa bahwa mungkin keberadaan Merry telah membuatnya menjadi orang nomor dua di hati putranya.
Hah ... padahal ini baru satu orang, bagaimana jika Alex nantinya menikah? Apa aku semakin diicampakkan?
"Ada apa Ibu?" tanya Alex.
"Tidak ada Anakku, apa kamu baik-baik saja? Tidak ada yang terluka kan?"
Clara baru teringat masa saat ia baru menikah dengan Harol dan pertama kali melihat suaminya itu berburu. Pria bodoh itu akan kembali dengan darah binatang di sekujur tubuhnya. Clara sangat bersyukur bahwa Alex tidak sebarbar Harol.
"Tidak, Ibu."
Alex mengalihkan perhatiannya, dia melihat Justin dan Ryana yang berdiri diam di belakang Clara. Alex merasa bahwa dua orang ini juga ingin berbicara padanya.
"Apa ada yang ingin kalian katakan?"
"Tuan Alex, saya senang Anda kembali. Anda masih terlihat rapi seperti sebelumnya."
Dan tentu saja tampannya maksimal! Ohh ... memikirkan tubuhnya yang berkeringat, ah ... tidak, tidak! Apa yang kupikirkan.
Ryana menggelengkan kepalanya dengan panik. Memikirkan sesuatu seperti itu kepada sosok yang ia cintai sangatlah tidak masuk akal. Dia mungkin bisa melakukan hal mesum kepada orang lain tetapi kepada sosok yang masih bersih dan menjadi objek cintanya jelas Ryana tidak akan melakukan itu. Namun wajahnya masih memerah memikirkan semua hal itu.
"Terimakasih Nona Ryana," ucap Alex.
"Tuanku, saya senang Anda kembali."
Kali ini Justin menyapa Alex dengan kaku seperti biasanya.
"Hmm ... aku juga, Justin."
Kelompok Alex mendapat hasil buruan yang cukup memuaskan. Mereka adalah orang keempat yang berhasil memburu Red Urours dan ditambah dengan Rangifer Snowalker jelas menambah poin kemenangan mereka. Walau mereka bukan yang menduduki peringkat pertama tetapi dengan hasil buruang yang sebagus ini, mereka bisa sombong dan membanggakan diri.
Banyak orang yang tidak percaya dengan prestasi yang diraih anak pertama dari Count Harol. Kabar yang mengatakan bahwa anak pertama adalah orang lemah jelas sangat terdengar di County of Fertiphile dan sekitarnya. Bahkan mereka semakin tidak percaya ketika membandingkan hasil buruan Jared dan Alex. Jared sebagai anak yang berbakat hanya mendapat satu middle class magic beast. Namun Alex yang merupakan sosok sampah berhasil memburu dua magic beast dan yang lebih mengejutkan bahwa salah satu buruan itu adalah Red Urours, seekor high class magic beast.
Itu jelas mustahil!
Jared merasa kesal dengan pemburuan kali ini. Ia sudah lama memiliki pengalaman berburu. Setiap kali ayahnya mengajak berburu dia akan ikut. Namun kakaknya yang lemah ini, yang bahkan belum pernah berburu sebelumnya malah mendapat buruan yang lebih baik darinya.
Bukankah itu suatu penghinaan terhadap semua usaha yang ia lakukan? Jared tidak bisa menerima hasil ini! Dia jauh lebih baik dari kakaknya.
__ADS_1
"Cih! Cuma beruntung."
Jared menggertakan giginya dan memendam kemarahannya. Mungkin dia harus lebih mengawasi kakaknya ke depannya.