THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
LISTEN HERE(1)


__ADS_3

Ryana, Lacey, dan Francess tidak bisa berlama-lama di tempat Alex. Ryana dan Lacey saat ini berada di penghujung pendidikan kependetaan sehingga kesibukan mereka banyak. Begitu Pula dengan Francess yang sedang melakukan program magang.


Sebelum hari menjadi gelap, ketiga wanita itu pergi dengan sebuah kereta kuda. Itu tidak terlalu mewah, tetapi lapang dan nyaman selama perjalanan.


Pagi harinya Alex pergi menyirami tanaman yang mereka tanam. Karena tanaman-tanaman tersebut telah disiram dengan ramuan sihir, pada hari ini dia hanya menyirami dengan air.


Setelahnya, Alex melakukan aktivitas normalnya pada pagi hari.


Dia mulai berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Alex tidak tahu bagaimana dia bisa berubah seekstrim ini. Ketika dia datang ke dunia ini, Alex sudah berkomitmen untuk menjadi pemalas tetapi setelah apa yang terjadi dengan produk investasinya (Merry dan Alven), Alex sadar bahwa dia sekarang tidak lebih dari mortal.


Alex menyadari satu hal, apabila dia lemah, dia akan terus diganggu. Entah oleh orang tuanya, saudaranya, atau bahkan orang luar.


Misalnya pada beberapa tahun sebelumnya, Alex akan terus dihantui oleh Harol untuk berlatih, menyuruhnya berburu, dan sparing dengan saudara-saudaranya.


Itu tidak lebih karena dia lemah sehingga Harol selalu berusaha untuk melatihnya agar lebih kuat.


Selain itu jika bicara soal kenyamanan, jujur dia lebih suka dengan kondisi tubuhnya yang sekarang. Tubuh yang kuat secara fisik menyebabkan dia mampu meningkatkan kemampuannya dalam mengendalikan kekuatan adikodratinya.


Ini berbeda dengan tubuh lemah setahun lalu yang bahkan dengan kondisi tubuh itu dia hanya bisa melempar beberapa kekuatan aura.


Selain itu, kondisi tubuhnya yang kuat ini membuatnya teringat dengan tubuh utamanya.


Yah, tubuh utama Alex atau Sheol sebagai archdeus bukanlah seperti yang dibayangkan banyak orang.


Tubuh Sheol sang Maharaja Kematian dan Penjaga Pengetahuan tidak dapat dikatakan indah.


Sebaliknya itu terkesan menyeramkan.


Dengan tanduk di kepala, sayap di punggung, dua pasang tangan, dan warna kulit gelap kasar seperti batu bara membuatnya menjadi archdeus paling menyeramkan. Ditambah dengan ukuran tubuh para archdeus yang luar biasa agung. Sebagai Yang Maha Besar, para archdeus secara literal memiliki tubuh jauh lebih besar dari semua yang pernah mereka ciptakan.


Bahkan semakin besarnya, tubuhnya tidak bisa memasuki ruang dan waktu yang  mereka ciptakan. Artinya walaupun sering disebutkan bahwa archdeus tinggal pada alam tertinggi mereka masing-masing, misalnya Sheol yang ada di Ardha, Neraka tingkat ke-7 atau God Emperor yang bertakhta di Singgasana Surgawi di Olympus, Surga tingkat ke-7. Itu semata-mata hanya kiasan.


Jika lebih jelas,  mereka tidak ada di sana. Sebaliknya dunia-dunia tinggi itu hanyalah 'gerbang' yang memisahkan antara alam para ciptaan dan alam sang Khalik. Itu sebabnya ketika Sheol terbangun di singgasananya di Ardha, dia bukan berarti tidur di singgasananya. Namun lebih tepatnya, penglihatannya untuk melihat semua dunia yang diciptakan oleh archdeus kembali aktif.


Itu sebabnya para immortal yang tinggal di Neraka membutuhkan rasi bintang untuk menafsirkan kapan tuan mereka, sang pencipta mereka 'terbangun'. Itu karena mereka tidak punya kemampuan untuk melihat sang pencipta mereka.


Ketika mereka para immortal tersebut berkumpul di Ardha untuk menemui pencipta mereka, sebenarnya mereka tidak bisa melihat apa pun. Satu-satunya perantara antara mereka dan pencipta mereka adalah sebuah api hitam yang berkobar di sebuah singgasana. Dari api itulah mereka dapat  mendengar dan merasakan kehadiran tuan mereka.


Adapun para archdeus memiliki alam tersendiri. Mereka bersemayam di alam yang tidak dikenal, tidak terdefinisi, dan tidak terbayangkan.


Namun yang jelas, jika immortal entah itu dewa, angel, hingga demon ditanya dimana tuan mereka bersemayam, mereka akan menunjuk langit, sambil berkata: 'Dia bersemayam di atas kami, dan dunia kami  berada di genggaman-Nya.'

__ADS_1


Ketika kembali, Justin telah menyediakan sarapan di meja. Sarapan hari ini tidak terlalu istimewa. Ini hanya roti gandum yang diisi daging dan extra putih telur. Sementara untuk minumnya, itu adalah air susu segar dari peternakan di sekitar desa.


Alex duduk dan makan dengan diam. Sementara Justin  berdiri di sebelahnya.


Sambil melihat tuannya makan, Justin teringat bahwa pada waktu normal ketika tuannya masih seorang pemalas, dia selalu memiliki tugas untuk membangunkan tuannya itu. Namun kini terkadang tuannya malah sering bangun lebih dahulu darinya.


Perubahan tuannya bukan tanpa sebab. Justin memahami bagaimana tuannya kini telah berubah. Dengan pelatihan di barak dan  perjanjian pelatihan yang tercipta antara tuannya dan Harol  beberapa bulan lalu, ditambah tekad tuannya untuk lebih kuat setelah kejadian penculikan Merry, telah merubah kebiasaan selama bertahun-tahun.


"Justin, apa semua sudah siap?"


Alex  bertanya tanpa menolehkan wajahnya.


"Izin melapor Tuanku. Semua perbekalan dan kebutuhan lainnya telah saya siapkan."


Alex mengangguk. Ketika Alex mendengar bahwa Ryana akan membawa temannya yang ahli dalam bidang pertanian sihir, Alex menjadi semangat. Untuk itu, dia sampai tidak bisa tidur sehingga berefek pada performa pelatihan yang ia berikan kepada anak buahnya.


Kelelahan yang menimpa Alex akibat insomnia bukan bersifat mental tetapi fisik. Bagaimanapun tubuhnya di dunia ini masihlah tubuh fana yang memiliki batas.


Sehingga untuk menebus jadwal pelatihan yang sempat longgar, Alex berdiskusi kepada Rain untuk membuat jadwal pelatihan intensif. Tentu saja Rain mengangguk dengan gembira.


Karena Alex telah mendesain jenis pelatihan yang berat, ini hanya bisa dilakukan oleh Rain. Adapun Alven, lebih baik difokuskan pada penguasaan teori untuk saat ini.


"Setelah Rain telah siap, kami akan langsung pergi. Jadi aku mempercayakan kedua anakku kepadamu, terutama Merry."


Dia mengamati pundak tuannya yang ditutupi oleh pakaian. Dikarenakan tuannya memakai pakaian tipis selama olahraga  dan basah akibat keringat sehingga membuatnya lengket di kulit, Justin melihat bekas luka gigitan di sana.


Bagaimanapun taring anak-anak berumur 7 tahun  masih cukup besar belum lagi kondisi Merry yang bukanlah vampire murni menyebabkan taringnya tidak setajam vampire biasanya. Hal itu menyebabkan luka yang diberikan memiliki diameter yang lebih luas.


"Baik Tuanku. Jika tidak keberatan berapa hari Anda akan keluar?" tanya Justin


"Mungkin tiga atau lima hari. Bagaimanapun aku harus mengawasi pertumbuhan magic plant kita jadi kami tidak akan sampai seminggu."


"Ayah mau pergi?"


Suara kekanak-kanakan memotong pembicaraan mereka.


Di depan pintu, Merry berdiri dengan mengusap mata mengantuk. Dia masih mengenakan piyama.


"Selamat pagi Sayang. Duduklah," sapa Alex dengan tersenyum.


Merry duduk di kursinya.

__ADS_1


Justin mendorong lebih dekat sarapan untuk Merry di atas meja.


Walaupun Merry menjadi vampire, untunglah tidak ada perubahan pola makannya.


Dia masih dapat memakan makanan nabati atau pun non-hewani lainnya.


Normalnya, vampire hanya mau memakan daging. Tentu itu berlaku bagi vampire dengan kelas common ke bawah. Sementara untuk noble vampire ke atas dapat memakan makanan normal. Namun demikian, darah menjadi favorit dan sumber kekuatan mereka.


Seperti saat ini. Merry sedang memakan omeletnya tetapi untuk minumannya, itu adalah sebuah cairan merah tua yang berada di dalam botol ramuan sihir.


Cairan itu adalah darah. Bukan darah biasa, itu adalah darah Alex yang disimpan di dalam botol ramuan sihir.


Botol ramuan sihir memiliki fungsi untuk mengawetkan. Itu sebabnya ramuan-ramuan sihir seperti ramuan penyembuh selalu ditempatkan di botol ramuan sihir yang telah diberikan rune atau mantra sihir. Namun tentu saja, harga botol ini sangat mahal, sehingga alih-alih membeli botol sekali pakai, untuk memaksimalkan utilitas mereka harus membeli botol yang dapat diisi ulang.


"Ayah mau pergi?"


Karena tidak mendapat jawaban, Merry mengulangi pertanyaannya sebelumnya.


"Iya. Bukankah ayah sudah bilang sebelumnya? Apa kamu lupa?" ucap Alex dengan lembut.


Merry menggelengkan kepalanya.


"Merry ingat. Tapi ...."


Merry mengambil tangan Alex dan menggenggam telapak tangannya dengan erat.


Merry dapat merasakan tangan ayahnya tidak lagi lembut seperti sebelumnya.


Ini penuh dengan kapalan dan bekas luka.


Merry tahu ayahnya semakin sering berlatih semenjak dia diculik. Merry tahu ayahnya  selalu berlatih karena ingin melindunginya.


"Ayah ...."


"Sayang, ayah janji akan kembali secepatnya. Kamu bisa kan percaya kepada ayah?"


Merry menahan napas ketika ayahnya melontarkan pertanyaan itu.


Ayahnya selalu seperti ini. Ketika ayahnya pergi ke tambang bersama dengan tuan muda dari County of Morhust, dia juga mengatakan ini padanya.


Walaupun mereka baru bertemu kurang dari setahun tetapi Merry tahu, ayahnya adalah seorang pria dengan pendirian kuat. Walaupun ayahnya selalu membujuknya dengan suara lembut tetapi ayahnya selalu memiliki ketegasan yang tidak akan pernah rubuh.

__ADS_1


Dia dan ayahnya saling menatap selama beberapa detik sebelum akhirnya Merry mengecup lengan ayahnya. Kemudian tersenyum.


"Ayah, tolong kembalilah dengan selamat."


__ADS_2