
Kekaisaran Manchuria, sebuah kekaisaran besar yang terletak jauh di wilayah Laurentia Timur. Kekaisaran ini merupakan kekaisaran manusia dengan jumlah populasi terbanyak di dunia dan tentunya sejalan dengan populasinya, kekaisaran ini memiliki perekonomian terbesar dibanding negara lain di muka bumi.
Sayangnya kegemilangan dan kejayaan negara ini perlahan meredup. Berbagai masalah berkepanjangan saat ini menerpa kekaisaran. Entah itu kerugian akibat perang tiga arah antara Kekaisaran Manchuria, Kekaisaran Muramachi. dan Negara Serikat Avargia.
Selain itu konflik internal kekaisaran turut mengambil peran dalam membuat kemerosotan terjadi. Konflik antar etnis terjadi di kekaisaran ini. Secara demografi, kekaisaran ini terpecah menjadi beberapa etnik dengan tiga etnik utama yakni Etnik San, Chu, dan Ino dengan etnik San sebagai etnik mayoritas disusul oleh Ino. Sayangnya adanya dominasi minoritas Chu telah menimbulkan masalah berkepanjangan. Etnik San secara luas tidak mengiktiraf Kaisar Manchuria saat ini Zhou Han sebagai kaisar dan putra langit. Hal itu pula mempengaruhi arah pandangan para penguasa sekte-sekte beladiri dalam dunia kultivasi yang mereka sebut murim. Dimana sebagian penguasa sekte-sekte tersebut enggan untuk bersujud ke haribaan sang kaisar.
Sebagian besar orang-orang san lebih menerima penguasa dari dinasti sebelumnya, Qiang untuk kembali di atas takhta mereka.
Blue Emerald Palace, istana utama kekaisaran saat ini telah menjadi lautan api.
Orang-orang Qiang terlihat memasuki istana dengan paksa. Mereka menerobos blokade para penjaga istana. Sementara orang-orang Qiang itu bertarung dengan para penjaga, para cultivator dari seluruh murim terlihat ikut membantu dengan mengalahkan para kultivator yang menjaga istana.
Tuduhan bahwa kaisar saat ini merupakan mengikut Sekte Heavenly Demon, sudah lebih dari cukup menyatukan pendapat seluruh murim untuk menurunkankan kaisar dari takhtanya.
Sebentar lagi mereka akan melihat sang kaisar akan melepaskan dirinya dari takhta temporalnya dan bersujud di hadapan sang putra langit baru yang dipilih oleh restu para dewa.
Qiang Ziyun, satu-satunya pewaris mahkota yang sah dari dinasti Qiang akhirnya bisa kembali ke Blue Emerald Palace.
Selama lebih dari dua ratus tahun dinasti Qiang terasing dari istana mereka sendiri.
Pada awalnya, Kekaisaran Manchuria yang agung adalah sebuah kekaisaran yang dibuat oleh orang-orang nomaden yang berhasil menghancurkan Dinasti Yang, sebuah dinasti raksasa yang menguasai seluruh peradaban manusia timur.
Dengan jatuhnya Dinasti Yang yang digantikan oleh Dinasti Qiang, maka kekaisaran Manchuria pun terlahir dan menjadi simbol dan harapan dari peradaban timur yang akan terus maju.
Sebuah fakta kecil yang menarik. Menurut orang tua Ziyun, sejak dahulu, Ziyun kecil adalah anak yang sangat cerdas dan stabil. Orang-orang desa yang mengenalnya memanggilnya sebagai 'si dewasa kecil'.
Kini Ziyun berada tak jauh dari gerbang dengan para pengikutnya. Ia mengenakan armor emas dengan dengan sebuah pedang berkualitas tinggi di lengannya. Ia saat ini sedang menunggangi seekor magic beast yang dikenal sebagai shenlong, seekor naga ular raksasa yang sangat ditakuti oleh semua orang. Naga ini adalah jenis spiritual dragon dan menurut legenda, naga ini sering dijadikan legitimasi oleh para kaisar dari negeri-negeri timur bahwa mereka adalah sang putra langit yang dipilih oleh para dewa. Itu sebabnya shenlong sering disebut pula sebagai imperial dragon.
Ziyun dan para pengikutnya melihat Istana Blue Emerald yang melegenda. Istana itu sedang terbakar oleh api yang membara tetapi keindahan dari istana itu tidak lenyap sedikitpun.
"Yang Mulia, selamat Anda kini telah menjadi kaisar baru!"
Salah seorang bawahan Ziyun yang merupakan penatua dari Sekte White Lotus memberikan hormat kepada Ziyun. Penatua ini bernama Xiang Mi, seorang kakek tua dengan rambut dan jenggot panjangnya yang berwarna putih. Meskipun penampilannya seperti kakek tua renta tetapi ia adalah salah satu legenda yang hidup, salah satu dari sepuluh Heavenly Sword Master dengan julukan the invisible swordly.
"Tidak, bukanlah 'kini' tetapi aku kembali menjadi sang kaisar," gumam Ziyun.
"Ah! Benar sekali yang mulia!" balas Xiang Mi.
__ADS_1
Meskipun istana telah jatuh tetapi ia tidaklah masuk ke dalam. Seolah hanya diam sambil menonton pertunjukkan yang ada. Sampai, sekelompok orang perlahan keluar dari gerbang istana. Beberapa memiliki luka di tubuhnya tetapi sebagian lain terlihat sangat energik.
"Yang Mulia! Kami berhasil menemukan pengkhianat umat manusia!"
Salah seorang bawahan lainnya yang berasal dari gerbang memberikan hormat kepada Ziyun. Setelah diizinkan, bawahan itu segera memerintahkan untuk menunjukkan orang yang mereka tangkap di depan Ziyun.
Dengan kedua tangannya terikat oleh sebuah tali biasa. Sepertinya orang yang dibawa ke hadapan Ziyun hanyalah orang biasa.
Namun apa yang dikenakan oleh orang itu yang tidak biasa.
Dia mengenakan pakaian mewah, sebuah jubah yang disulam oleh kain emas dan motif naga ular dengan berbagai motif rumit lainnya. Tidak hanya itu, di kepalanya, ia mengenakan sebuah mahkota yang penuh dengan batu giok halus dan indah.
Pria itu tidak terlihat terlalu tua. Mungkin berusia sekitar 30-an. Dia adalah kaisar yang sedang bertakhta, Zhou Han yang ditangkap dan dipaksa keluar dari istananya.
Dia dan dayang-dayangnya diseret lalu dipaksa berlutut oleh para bawahan Ziyun.
"S-siapa kamu?"
Kaisar Zhou Han bertanya dengan penuh ketakutan. Ia yang telah hidup dibalik dinding istana dan selalu mendapat pujian serta dimanja oleh orang-orang semenjak dia kecil tidak pernah mendapat perlakuan seperti ini. Kini, dia tiba-tiba diseret dengan kasar dan dibawa ke hadapan seseorang yang menunggangi seekor naga yang menakutkan.
"Hahahaha ...."
Tawa Ziyun seolah bergema. Padahal mereka saat ini berada di luar ruangan.
"Tidak bisa dipercaya! Diriku yang agung disingkirkan oleh keturunan sampah seperti ini!"
Ziyun tidak bisa berhenti bergumam pada dirinya sendiri. Namun mereka yang mendengarnya dapat merasakan kebencian di balik suaranya itu.
Para kultivator yang sangat sensitif dengan energi mana atau orang timur menyebutnya sebagai qi tidak bisa tidak bergetar ketakutan.
Bahkan para ketua sekte seperti Xiang Mi menelan ludah mereka karena merasakan kekuatan qi yang melonjak keluar dari tubuh Ziyan.
Mungkin Kaisar Zhou Han tidak bisa merasakan apa pun karena dia hanyalah manusia biasa, tetapi saat ini Ziyan telah melepas energi qi dalam jumlah besar yang bahkan membuat seekor shenlong terdiam.
Darimana Yang Mulia mendapat kekuatan sebesar ini! pikir Xiang Mi.
Xiang Mi ingat ketika ia pertama kali bertemu Ziyan. Saat itu keduanya adalah musuh dimana Ziyan datang dan menghancurkan sektenya. Tentu saja Xiang Mi kalah dan semenjak itu dia menjadi bawahan Ziyan. Namun ia menyadari bahwa kekuatan Ziyan kali ini berkali-kali lebih kuat dari daripada ketika ia pertama kali bertemu dengannya.
__ADS_1
"Hah ... benar, aku seharusnya tidak mengharapkan banyak padamu, Yang Mulia!" ucap Ziyan dengan nada menghina.
Ziyan turun dari naganya lalu berjalan ke arah Zhou Han yang berlutut.
"J-jangan mendekat! Menjauh dariku!"
Zhou Han berusaha kabur tetapi salah satu bawahan Ziyan menekannya ke tanah untuk tetap berlutut.
Para pelayan dan kasim istana yang juga ditangkap juga berteriak ketakutan tetapi Ziyan berjalan mulus hingga akhirnya Zhou Han tepat berada di hadapannya.
"Kamu tahu sudah berapa lama aku menunggu ini?"
Ziyan menghunus pedang yang berada di pinggangnya. Lalu mengangkat bilah pedangnya ke arah sang kaisar.
"Tidak! Tunggu, jangan lakukan ini! Aku mohon ampuni aku. Aku akan melakukan apa pun yang kamu minta, kumohon!"
Kaisar Zhou Han berteriak panik. Air mata ketakutan mengalir di wajah tetapi itu justru membuat Ziyan semakin tertawa senang.
Ia lalu mendekat lalu berbisik ke telinga Zhou Han.
"Lakukan apa pun? Kalau begitu, katakan kepada leluhurmu di alam baka sana. Katakan kepada Zhou Xiang bahwa Qiang Gu telah kembali dari neraka dan mengambil kembali apa yang menjadi miliknya," bisik Qiang Ziyan.
*Slash!
Sebelum Kaisar Zhou Han mengatakan sesuatu, bilah pedang telah melayang ke lehernya membuat dia tewas begitu saja.
Kepala sang mantan kaisar kini telah puntung dan diangkat oleh Ziyan.
"Dengar! Kaisar telah mati! Atas perintah kaisar langit, aku, Qiang Ziyan akan menjadi putra langit berikutnya!" teriak Ziyan.
"Hidup Yang Mulia!"
"Hidup Yang Mulia!"
Semua orang bersorak atas kehadiran kaisar baru.
Kini Qiang Ziyan- tidak, kini Qiang Gu sang kaisar yang ke-37 dari Dinasti Qiang yang telah dibunuh akhirnya kembali menjadi Kaisar Manchuria ke- 44 setelah melakukan perjalanan waktu yang panjang.
__ADS_1