
Alex saat ini sedang melakukan pembersihan besar-besaran daerahnya.
Ia ditemani dengan beberapa bawahannya dan juga para petualang sedang berpatroli di sekitar hutan untuk mencari keberadaan para demihuman.
Keberadaan demi human yang hidup terlalu dekat dengan pemukiman manusia sangat berbahaya karena itu dapat menjadi keberadaan yang berbahaya bagi keselamatan semua orang.
Alex saat ini menaiki kudanya. Kuda yang ia gunakan adalah kuda hitam legam yang ia bawa saat melakukan perang feodal di Otilia.
Selain itu, ia juga menggendong salah satu anak adopsinya, yaitu Alven.
Alven dan Rain ikut dalam raid ini untuk mencari pengalaman.
Saat ini Alven telah mampu menggunakan mantra tingkat 1 utamanya adalah [Spark]. Sementara Rain sudah dapat mengaliri pedangnya dengan keberadaan aura dan mana.
Di depan mereka, sekelompok kabold sedang berjalan di sekitar hutan.
Kabold adalah demihuman yang berbentuk seperti anjing dengan postur tegap dan berjalan dengan dua kaki. Mereka memiliki tinggi sama dengan goblin dan juga umumnya hidup berkelompok. Ada hipotesis yang cukup terkenal di kalangan penyihir tipe arcane yang mengatakan bahwa bangsa werewolves merupakan hasil evolusi dari kabold tetapi hipotesis itu ditolak oleh banyak penyihir utamanya adalah penyihir tipe spiritual seperti shaman dan tamer.
Terdapat dua puluh kabold yang mereka temui.
Dengan sigap, Alex memberikan aba-aba untuk bersiap menyerang.
Walaupun Kabold adalah makhluk lemah tetapi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga.
Cylvy mengikuti arahan Alex dan membidik kabold yang terlihat paling besar dan kuat di antara yang lain. Sepertinya itu adalah pemimpin mereka.
Shot!
Sebuah tembakan lurus anak panah mengenai kepala kabold itu. Serangan itu langsung menewaskannya.
Para kabold yang menyadari serangan mendadak menjadi panik terutama ketika ketua mereka telah tewas.
Kemudian para petualang tipe melee yakni Urien dan Arlenne maju dan membantai para kabold.
Urien, seorang warrior yang menggunakan pedang dan kekuatan aura untuk menyerang terus menebas kepala kabold.
Sementara Arlenne, seorang martial artist yang menggunakan kemampuan kekuatan tubuh dan aura-nya terus memukul para kabold dengan keras.
Adapun Barnard, Cylvy, Lilac, dan Atlya tetap duduk di kuda masing-masing sambil mengamati keadaan. Mereka merasa membunuh sekumpulan kabold tidak terlalu menantang.
"Apa kalian tidak ikutan?"
Alex tiba-tiba bertanya kepada Rain dan Alven yang masih diam di posisi masing-masing.
"Ah iya!"
Alven segera turun dari kuda Alex. Begitu pula Rain yang juga turun dari kudanya.
Kedua orang itu segera bergabung dalam pertempuran.
Rain mengaliri aura di pedangnya sementara beberapa bola mana terlihat muncul dan memutari Rain seolah membuat pelindung kasat mata.
"Hoh?"
Alex terkejut dengan apa yang dilakukan Rain.
Ia melirik Barnard, orang yang merupakan guru bagi Rain.
__ADS_1
"Hahaha ... dia sendiri yang memikirkan itu," ucap Barnard.
Sementara Alven berada di belakangnya.
Sebagai seorang calon penyihir, Alven harus belajar bagaimana seorang penyihir menyerang, Ia tidak boleh terlalu dekat dengan lawan dan jika bisa, dia harus selalu berada di belakang seorang warrior.
Rain melesat maju.
Ia menghunuskan pedangnya kepada salah satu kabold.
Kabold memiliki pedang kecil di tangan menahan serangan itu..
Walau demikian, pedang kecil itu mengalami kerusakan yang tidak kecil terlebih karena ia baru saja menahan serangan dari magic sword yang dialiri aura.
Kemudian pada serangan kedua, karena senjata sang kabold rusak, ia tidak dapat menahan serangan Rain. Di detik itu pula magic sword-nya menusuk perut kabold itu.
Itu adalah magic sword dikategorikan sebagai middle class item. Item itu diberikan oleh Alex untuk mempermudah latihan Rain. Selain Rain, Alven juga mendapat item dengan class yang sama. Namun berbeda dengan Rain yang diberikan pedang, Alven diberikan sebuah tongkat sihir oleh Alex. Tentu saja hal itu untuk mempermudah pelatihannya sebagai penyihir.
Rain kembali melakukan serangan kepada kabold lain. Ia bergabung dengan Urien dan Arlenne di barisan depan.
"[Spark]!"
Sementara itu dari belakang, Alven menyerang para kabold dengan mantra api tingkat 1, [Spark].
Serangan itu memang tidak langsung membunuh kabold tetapi lebih dari cukup untuk memberikan waktu kepada para penyerang melee untuk melakukan serangan dadakan.
Namun apa yang tidak mereka sadari adalah seekor kabold baru saja mengambil jalan memutar.
Ia melewati para penyerang jarak dekat dan saat ini bergerak mendekati Alven secara diam-diam,
Tiba-tiba kabold itu melompat ke arah Alven.
Slash!
Sebuah anak panah melesat dan langsung tertancap ke kepala kabold itu.
Kabold itu segera terjatuh tak bernyawa di tanah.
Alven menghadap ke belakang. Ia melihat Alex baru saja menggunakan busur panah untuk menyelamatkannya.
Busur panah itu adalah magic item yang berasal dari Harol yang diberikan kepada Alex untuk mengikuti event berburu dalam menyambut dies natalis aliansi Fertiphile. Selain busur, Alex juga mendapat sebuah magic sword idari Harol.
Pada akhirnya dua puluh kabold itu akhirnya tewas.
"Mayat kabold tidak terlalu berharga, aku tidak mau membungkusnya," ucap Lilac.
Lilac adalah seorang talisman user yang biasanya akan membungkus mayat magic beast yang berharga untuk mencegahnya membusuk.
Pada akhirnya semua mayat itu dikumpulkan oleh prajurit Alex yang menjadi porter. Semua mayat itu nantinya akan dijual ke beberapa serikat seperti serikat petualang atau serikat penyihir.
Alex menyadari para demi human di sekitar daerah ini tidak terlalu kuat tetapi jumlahnya cukup banyak dan itu menjadi menyusahkan.
"Sebaiknya kita berpencar," ucap Alex.
"Ide bagus, Tuanku," balas Barnard.
Barnard memiliki pemikiran yang sama dengan Alex. Para demi human itu menyebar dan akan memakan waktu lama jika metode pembersihan mereka seperti ini.
__ADS_1
Pada akhirnya kelompok raid ini dipecah menjadi tiga grup kecil.
Barnard dan Atlya akan menjadi satu kelompok.
Lilac, Urien, Cylvy, dan Arlenne akan membentuk satu kelompok.
Sementari Alex akan bersama dengan Rain dan Alven.
Ini juga kesempatan bagi Alex untuk melatih kekuatannya.
Ngomong-ngomong, sekarang kuantitas mana Alex sudah bisa mengeluarkan mantra sihir tingkat 6 Dia memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Tentu saja, itu karena Alex tidak perlu melatih apa pun kecuali meningkatkan jumlah mana-nya.
Alex dan anggota kembali berpapasan dengan dengan sekelompok kabold. Namun kali ini jumlahnya lebih sedikit yakni sebanyak 15 ekor.
Sebelum menyerang, Alex telah menyusun formasi. Ia akan menjadi penyerang paling depan yang berarti dia menjadi seorang tank yang melindungi party. Sementara Rain akan menjadi seorang penyerang damage dealer[1]. Adapun Alven akan menjadi supporter karena penguasaan sihirnya yang masih rendah.
Setelah Alex menyelesaikan raid-nya, sebagaimana kebiasaannya dia pergi mandi.
Setelah itu, Alex pergi ke kamarnya untuk beristirahat sejenak. Di kasurnya, ia melihat Merry masih tertidur lelap. Sampai sekarang Merry dan Alven masih tidur di kamar Alex. Padahal kedua bocah itu telah memiliki kamar sendiri.
Alex tidak ingin mengganggu tidur siang Merry. Sehingga ia memilih untuk memeriksa peliharaan barunya.
Di atas meja kecil terdapat sebuah pot mini. Di pot itu ternyata sebuah tanaman kecil tumbuh dengan baik. Itu adalah tanaman Venus Flytrap. Namun tanaman ini adalah magic plant yang dikenal sebagai Catastrophe Venus.
Sekarang ukurannya hanya sebesar jari kelingking orang dewasa.
Alex memberi nama tanaman ini sebagai Venus. Yah, memang bukan nama yang kreatif.
Alex menyirami tanaman itu dengan menggunakan ramuan yang telah ia ramu untuk magic plant.
Berbeda dengan tanaman lain yang ia rawat, tanaman ini bisa bergerak dengan baik seperti memiliki organ gerak layaknya milik manusia atau hewan.
"Venus-ku sayang, cepatlah besar."
Agar kau bisa melindungi tuanmu, pikir Alex sambil tersenyum.
Tok … tok …
Pintu kamar Alex diketuk.
"Tuan, saya Justin ingin memberikan surat kepada Anda."
"Masuklah Justin, pintu tidak dikunci."
Justin membuka pintu lalu membungkuk hormat kepada Alex.
"Ada keperluan apa?" tanya Alex.
"Tuanku, Anda mendapat surat dari parlemen?"
Justin menyerahkan sebuah surat kepada Alex. Segel lembaga House of Parliament tertera di amplop surat itu.
Alex mengambil surat itu, membukanya lalu membaca dengan seksama.
"Apa? Pembukaan parlemen lagi?" ucap Alex dengan nada kaget.
Note:
__ADS_1
Damage dealer: karakter yang berperan sebagai pemberi damage utama dalam party.