THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
ALEX THE PIOUS(2)


__ADS_3

Barony of Alexandreia


Alexandreia Investment, sebuah perusahaan yang dibentuk oleh Baron Alexander of Alexandreia untuk mengelola aset yang dimiliki oleh House of Alexandreia. Perusahaan ini telah tumbuh secara signifikan dengan mencatatkan kinerja yang baik selama dua periode laporan keuangan mereka.


Walaupun Alex tidak dapat mengawasi kinerja perusahaan ini karena tugasnya di Canadia, tetapi perusahaan ini tumbuh lebih dari harapan Alex.


Salah satu penyebab dari baiknya kinerja perusahaan ini adalah para eksekutif perusahaan merupakan orang-orang profesional. Selama Alex di Canadia, ia telah memberikan surat kepada Justin melalui Rain sebagai perantara. Isi surat itu mengenai perintah kepada Justin untuk meminta bantuan kepada Regis.


Regis telah lama berkecimpung dalam dunia bisnis. Ia memiliki lebih banyak relasi dengan lingkaran korporat sehingga diharapkan Regis dapat memberikan rekomendasi tentang orang-orang yang kompeten.


Seperti yang diharapkan, orang-orang pilihan Regis memang menunjukkan kinerja yang tidak bisa dianggap sepele.


Perusahaan ini berhasil mencetak laba yang tidak sedikit. Jika kinerjanya dapat dipertahankan. tidak mustahil perusahaan ini akan balik modal kurang dari lima tahun.


Saat ini Justin Halbert Chanstel sedang bertemu dengan Clark Edgar Glouchria sang presiden direktur dari Alexandreia Investment. Dia adalah salah satu orang yang direkomendasikan oleh Regis. Saat ini ia telah berusia lebih dari 58 tahun dan merupakan salah satu anggota keluarga dari Viscount of Gluchria.


Clark sama seperti Justin. Dia tidak berbakat menggunakan sihir tetapi ia sangat mahir dalam manajemen. Dalam karirnya ia pernah menjadi seorang eksekutif di Pertambangan Skavian dan sekarang ini adalah masa puncaknya karena ia akhirnya bisa menjadi seorang presiden direktur.


Justin saat ini sudah berada di ruang kerja milik Clark. Itu terletak di sebuah bangunan megah yang mirip seperti bangunan-bangunan mewah di ibukota. Sulit dipercaya terdapat bangunan seperti itu di tengah barony kecil seperti Alexandreia.


Kedua orang ini saling menyapa dengan formal. Walaupun Justin saat ini baru berumur 19 tahun, tetapi kemampuannya dalam  manajemen dan negosiasi sudah seperti seorang veteran. Itu karena sebelumnya ia sudah lama mendapat pendidikan langsung dari Alen selaku Kepala Pelayan Fertiphile.

__ADS_1


"Tuan Presdir, maaf mengganggu Anda di waktu seperti ini," ucap Justin.


"Tidak masalah Tuan Chanstel. Saya yakin kedatangan Anda akan selalu disambut oleh saya dan para bawahan saya," balas Clark.


"Terima kasih, Tuan Presdir. Kalau begitu saya akan langsung ke inti pembicaraan. Sebentar lagi Tuanku Baron akan kembali ke wilayahnya. Oleh sebab itu sebagaimana perintah Tuanku terakhir kali, ia mengharapkan  Alexandreia Investment melebarkan segmen pasarnya."


Clark untuk beberapa saat tidak langsung membalas perkataan Justin tetapi wajahnya yang masam cukup menggambarkan keraguan yang ia miliki.


Ia menghela napas sebelum berbicara.


"Tuan Chanstel, saya harap Anda telah mengirim ucapan saya kepada Tuanku Baron pada surat sebelumnya. Namun akan kembali saya ingatkan. Sangat beresiko bagi kita untuk mengikuti saran dari Tuanku Baron. Ide itu masih terlalu asing dalam dunia bisnis dan kita juga tidak memiliki data untuk melihat respon pasar. Saya harap Anda mempertimbangkan saran dari orang tua ini."


"Tuan Presdir, saya mengerti Anda cukup khawatir dengan perintah Tuanku Baron. Namun ini bukan masalah saran dari Anda ataupun pandangan saya semata. Tugas saya hanya sebatas membacakan pesan, saya harap Anda mengikuti perintah Tuanku Baron sebagaimana Tuanku Baron ucapkan."


"...."


Justin merasa lelah dengan semua ini. Dia sudah beberapa kali bertemu dan berbicara kepada Clark mengenai topik ini tetapi selalu berakhir dengan jalan buntu.


Justin sebenarnya tidak mengerti sama sekali dengan dunia bisnis dan apa yang ia sampaikan tidak lebih dari perintah tuannya. Namun presiden direktur dari Alexandreia Investment terus saja menolak perintah itu. Tentu Justin mengerti bahwa orang ini berusaha menolak perintah itu karena berbagai hal. Berdasarkan ucapan Clark, apa yang Justin tangkap yakni mengenai perintah yang diberikan Alex memiliki berbagai dampak. Pertama, produk yang dijual oleh Alex sama sekali belum dikenal oleh pasar artinya tuannya ingin menciptakan segmentasi pasar baru. Kedua, terdapat resiko yang sangat besar yang mungkin saja terjadi. Hal itu karena mereka sama sekali tidak memiliki data pembanding dari perusahaan lain untuk melihat apakah produk mereka akan laris dipasar atau tidak.


Bagaimanapun Justin menghormati saran dari Clark. Sebagai seorang senior dalam dunia bisnis, jelas sekali Clark memiliki banyak pertimbangan. Tidak hanya masalah profitabilitas perusahaan tetapi juga mencakup image-nya. Saran dari Alex secara tidak langsung akan memberikan dampak bagi image Clark sebagai seorang top manajemen. Apabila perusahaan yang ia kelola bangkrut, ini bisa merusak reputasinya sebagai seorang businessman.

__ADS_1


"Tuan Presdir, sejujurnya kita tidak lagi mempunyai waktu untuk perdebatan yang tidak berguna ini. Tuanku Baron akan segera kembali. Bahkan jika pun Anda berhasil meyakinkan saya, itu tidak akan mempengaruhi pemikiran Tuanku Baron. Satu-satunya cara untuk mengubah pendirian Tuanku adalah dengan berbicara kepada Tuanku secara langsung. Saya harap Anda mengerti posisi saya dan juga batasan yang tidak bisa Anda langkahi."


"...."


Clark memegang kepalanya seakan sedang sakit kepala. Ia berpikir lama dengan mata terpejam. Ia sebenarnya memahami ucapan dari Justin, Intinya ucapan pemuda di depannya tidak lebih dari sebuah saran dan peringatan.


Jadi kau ingin bilang lakukan saja apa yang diperintahkan Tuanmu? pikir Clark.


Masalahnya Clark juga memikirkan karirnya. Ia tidak mau berakhir dengan riwayat karirnya harus tercoreng karena sebuah perusahaan kecil yang bangkrut di bawah manajemennya.


Bagaimana dia bisa menghadapi seluruh lingkaran sosialnya jika mereka mendengar kejadian seperti itu?


Namun tentu ia juga menyadari bahwa orang yang memberikannya perintah yakni penguasa daerah ini bukanlah orang sembarangan. Setidaknya orang itu memiliki relasi dengan pemerintah pusat hingga mendapat mandat misi di Canadia.


Walaupun Clark adalah bagian dari aristokrat tetapi ia sebenarnya sangat tidak menyukai tipikal bangsawan yang keras kepala dan hanya mementingkan ego semata. Perintah orang-orang seperti itu dapat membuat orang lain terkena getahnya.


Pada akhirnya Clark menghela napas pasrah lalu berbicara kepada Justin dengan putus asa.


"Seperti ucapan Anda, Tuan. Saya tidak lebih adalah karyawan dari Tuanku Alexandreia. Ucapannya adalah perintah bagi saya. Saya akan membuat rencana bisnis seperti yang Tuanku perintah kan tetapi saya memohon kepada Anda, Tuan Chanstel. Saya harap Anda dapat meyakinkan Tuanku untuk bisa mengadakan pertemuan dengan seluruh eksekutif perusahaan terlebih dahulu sebelum kita melakukan eksekusi. Bagaimanapun ini adalah saran dari Tuanku sehingga hanya Tuanku lah yang lebih mengetahui maksud dari rencana tersebut," ucap Clark dengan pelan.


Pada akhirnya Justin menyadari ia tidak bisa mendorong lebih jauh lagi, Ini adalah batas yang bisa diterima seorang profesional dalam mentolerir perintah dari pemimpin mereka yang autokrat. Pada akhirnya Justin mengiyakan ucapan Clark dan pamit untuk undur diri.

__ADS_1


Sementara kedua orang ini sedang mengadakan pertemuan, jauh di Archentioch, Ibukota  Kerajaan Artchania, Alex dan rombongan militernya baru saja sampai di gerbang kota.


__ADS_2