
Party Orion sebenarnya tidak takut dengan sekumpulan goblin.
Bagaimanapun ini adalah party yang anggota berplat platinum dengan ketuanya berplat orichalcum.
Sekumpulan goblin ini tidak lebih dari cemilan bagi mereka.
Setidaknya terdapat 50 hingga 100 mayat goblin yang berserakan di bawah tanah.
Kondisi semua mayat ini bervariasi. Ada yang mengalami luka robek akibat pedang, luka tusuk akibat panah, hingga luka bakar akibat serangan sihir.
Bahkan walaupun party ini telah bertempur dengan setidaknya seratus goblin, mereka sama sekali tidak menunjukkan lelah.
"Huh, ini tidak cukup untuk mengeluarkan keringat."
Barnard menusuk pedangnya di tanah.
Dia tidak menggunakan pedang raksasanya saat ini. Itu karena langit-langit goa yang tidak terlalu tinggi.
Barnard adalah seorang pria dengan tinggi 1,8 m ditambah dengan pedang raksasa 130cm sudah pasti akan menyebabkan masalah jika dia mengayunkannya di tempat sempit ini.
Itu sebabnya dia menggunakan pedang pendek.
"Segel."
Dengan menggunakan tiga kertas, Lilac berhasil membungkus seluruh mayat yang ada.
"Wow, kemampuanmu semakin meningkat!" puji Barnard.
Lilac tidak terlalu peduli dengan pujian itu.
Keenam orang tersebut memasuki gua lebih dalam.
Tentunya semakin dalam mereka masuk, semakin banyak goblin yang mereka serang.
Bahkan kini mereka mulai menghadapi makhluk selain goblin.
Mightnetric Wolves
Mereka adalah magic beast yang berbentuk serigala yang dikategorikan sebagai Middle Class. Makhluk-makhluk tersebut adalah pengguna elemen petir.
Hal yang paling berbahaya ketika melawan Mightnetric Wolves adalah ketika magic beast itu sedang bergerombol.
Mereka akan menyerang secara terus menerus layaknya petasan.
Salah satu Mightnetric Wolf bercahaya kemudian berlari ke arah Liloc dengan kecepatan kilat.
Barnard yang berada paling depan menangkis dengan pedangnya.
Bunga api dalam skala besar muncul.
Mengetahui serangannya gagal, para Mightnetric Wolves lainnya melakukan serangan yang serupa.
Kali ini giliran Arlenne yang menahan.
Sebagai seorang martial artist, Arlenne menggunakan tinjunya untuk memukul mundur Mightnetric Wolf yang melompat ingin menggigit mereka.
Martial artist adalah salah satu dari tiga kelas utama dalam role yang dimiliki warrior. Berbeda dengan kelas lainnya yang mengandalkan senjata, kelas martial art lebih mengutamakan teknik bela diri.
Itu sebabnya seorang martial artist memiliki tubuh yang sangat kuat, bahkan tak jarang seorang martial artist wanita dapat dengan mudah mematahkan lengan pria ketika sedang adu panco.
Mightnetric Wolf lain datang melompat, dengan cepat Arlenne menghindar lalu mengangkat kanannya dan memberi tendangan kuat di perut Mightnetric Wolf itu.
Cilvy tidak mau kalah. Sebagai satu-satunya ranger dengan kelas marksman-nya, dia menggunakan skill [Archery Art: Wings Arrow]
Setiap panah yang dia tembakan menghasilkan gelombang aura.
Hal itu menyebabkan panah yang hanya dapat menyerang satu target, kini menghasilkan destruksi layaknya serangan AoE.
Keenamnya menebas semua serigala itu tanpa menyisakan satu pun yang kabur.
Walaupun Mightnetric Wolf adalah magic beast dengan peringkat middle class tetapi sebagai petualang platinum dan orichalcum, itu bukanlah hal yang sulit.
"Apa ini saja? Huh, ini hanya mengotori pedangku" ucap Urien.
"Apa aku harus membungkus mereka?"
__ADS_1
Lilac bertanya kepada Barnard sambil menunjuk semua mayat serigala di tanah.
"Apa kertasmu cukup?" tanya Barnard.
"Jangan khawatir, untuk membungkus mayat aku hanya menggunakan kertas murahan."
Barnard hanya mengangguk paham.
Setelah semua mayat dibungkus, mereka melanjutkan perjalanan.
Ketika mereka sampai pada salah satu titik terdalam dari dungeon, mereka menginjakkan kakinya di sebuah ruangan luas yang dipenuhi mana stone yang telah membentuk stalaktit dan stalagmit. Pada sisi-sisi dinding, terlihat banyak lubang lorong. Selain itu, di dalam ruangan yang luas itu, terdapat danau yang mengeluarkan cahaya hijau kebiruan. Ini membuat ruangan tersebut tidak terlalu gelap.
Mereka mencoba mendekati danau tetapi hanya berselang beberapa meter melangkah, Cilvy tiba-tiba berteriak.
"Berhenti! Aku mendengar suara."
Semua sembunyi di balik dinding gua tidak rata.
Para vanguard bersembunyi di balik stalagmit mana stone yang berada di depan sementara para magic caster dan ranger bersembunyi di sisi lainnya.
"Ciii ciii ciii"
Suara mencicit semakin dekat dan bahkan kini bisa didengar oleh yang lain.
"Ratfolk!" gumam Atlya.
Dari lubang-lubang di dinding, makhluk yang bernama ratfolk muncul.
Ratfolk adalah demihuman berjenis tikus yang mampu berjalan dengan dua kaki. Mereka memiliki tinggi 4 kaki dan senang berada di tempat yang gelap. Karena kemampuannya sebagai hewan pengerat, Ratfolk dapat mengetahui tempat persembunyian party Orion.
ratusan ratfolk itu berlari dan menyerang party Orion dari arah berlawanan. Dengan cepat Cilvy meregangkan busurnya dan menembakkan satu per satu anak panahnya. Barnard juga dengan sigap mengangangkat short swordnya. Sementara Atlya mengaktifkan sihir tingkat 3, [Magical Shield], sehingga muncul semacam perisai transparan raksasa yang menyelimuti party orion.
Satu per satu ratfolk terpotong oleh Barnard dan Urien.
Semua makhluk itu juga dibabat habis oleh pukulan dan tendangan Arlenne. Sementara Lilac terkesan tidak mengambil serius pertarungan ini. Ia tidak mengaktifkan sihir AoE , ia justru hanya melempar kertas seukuran jari telunjuk yang berubah menjadi runcing dan tajam kemudian kertas runcing itu terbang dengan cepat menuju para ratfolk. Itu bukanlah serangan yang berbahaya, kecuali jika kertas itu tertancap di mata atau leher makhluk itu.
Para ratfolk ini berjumlah ratusan dan terus berdatangan. Untunglah kuantitas mereka tidak didukung oleh kualitas, sehingga setiap ada yang datang, maka setiap itu pula ada yang mati.
Setidaknya butuh 15 menit untuk membunuh sekitar 200 ratfolk.
Setelah para ratfolk itu mati, Cilvy mengambil panah-panahnya yang tertancap di tubuh demihuman itu untuk kembali digunakan.
"Ini cuma makhluk murahan. Bahkan goblin jauh lebih mahal dari mereka. Aku tidak mau membungkusnya," ucap Lilac.
Para anggota lain tidak terlalu memikirkannya. Seperti perkataan Lilac, mayat ratfolk sangat murah. Itu karena mereka tidak lebih dari tikus besar yang bisa berjalan dengan kedua kaki.
Mereka tidak memiliki keistimewaan apa pun.
"Huh, ketua, dungeon ini membosankan," ucap Arlenne.
"Yah, kamu benar. Semua hanya demihuman dan magic beast tingkat menengah," balas Barnard.
"Apa menurutmu false dungeon ini di peringkat middle class juga?" tanya Arlenne.
Barnard tidak menjawab, dia mengalihkan pandangannya kepada Atlya.
"Jangan mengambil kesimpulan seperti itu. Kamu tahu ini dungeon yang belum dimasuki sebelumnya. Kita tidak tahu makhluk apa saja yang ada dan biasanya makhluk yang kuat akan ada di tempat yang paling dalam," ucap Atlya.
Semua orang setuju. Sama halnya seperti dungeon yang asli, monster di false dungeon juga akan semakin kuat jika semakin dalam dimasuki.
"Slash!"
Barnard yang ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba mengangkat pedangnya dan menghunusnya di udara kosong.
Tidak ada apa-apa di sana.
Kecuali beberapa detik kemudian, wujud seekor makhluk muncul.
Semua orang terdiam.
Aku tarik perkataanku jika ini dungeon lemah, pikir Arlenne.
Di depan mereka, seekor ular raksasa muncul dari udara kosong.
***
__ADS_1
...∰∰∰∰∰∰∰∰∰∰∰...
...PARTERIC PALACE...
To: My Lords and members of the House of Spiritual
Dengan nama para Dewa Yang Maha Kuasa, Kami, Theodore II, by the grace of Gods, King of the Artchania Kingdom, Defender of the Faith, Princeps Senatus of the Right Honourable the Lords of Spiritual and Temporal of Artchania Kingdom in Parliament Assembled, Commander of the Royal Armed Forces, etc., etc., etc., telah tiba pada keputusan berikut atas tindakan yang dilakukan terhadap kerajaan Kami dengan sengaja menyerang tanah dan rakyat Kami oleh tentara dan penyihir Kerajaan Ibeltia.
Kerajaan Kami menjaga perdamaian dengan negara itu; dan atas permohonan Ibeltia dan rajanya untuk menjaga perdamaian di Kawasan Archiberia. Dan sementara titah Kami ini berikan, tidak ada permohonan untuk berdamai yang dimohonkan kepada Kami. Dengan segala rahmat Dewa yang diberikan kepada Kami dan dengan kehendak Kami curahkan pula atas kalian semua mengenai penyerangan yang tidak beralasan ini, maka di hari ini Keagungan Kami telah bertitah bahwa sesungguhnya tidak mungkin terjadi perdamaian antara Kerajaan Kami Yang Mulia dan Kerajaan Ibeltia.
...∰∰∰∰∰∰∰∰∰∰∰...
Wajah Harol sangat murung ketika membaca surat yang dikirimkan oleh istana kepada mereka. Tidak, ini adalah surat tidak hanya diberikan kepada Harol saja tetapi semua lords dan kepala kuil di kerajaan ini dikirimkan surat yang sama.
Ini adalah sebuah dekrit perang.
Kerajaan Ibeltia, sebuah kerajaan yang terletak di timur Kerajaan Artchania telah melakukan serangan.
Mereka menyerang wilayah yang dikuasai oleh Duke of Sandwealth.
Duke of Sandwealth merupakan orang yang paling berpengaruh di wilayah timur Kerajaan Artchania. Tentunya ini akan menjadi perang yang tidak sederhana.
Belum lagi status sang duke yang merupakan pemimpin koalisi yang Fertiphile ikuti.
Penyerangan terhadap wilayah duke tersebut diartikan sebagai panggilan kepada seluruh anggota koalisi.
"Tuanku."
Alen memberi hormat kepada tuannya dengan penuh ketakutan. Dia saat ini tahu tuannya telah berada pada mood yang buruk.
"Sial! Bukannya aku sudah bilang kepada mereka untuk berhenti berkelahi! Sekarang liat, perang dengan negara lain sudah terjadi!!"
Harol hampir menghancurkan meja kerjanya.
Aura yang penuh kemarahan memenuhi ruangan kerja sang count.
Crash! crash! crash!
Satu per satu kaca jendela pecah akibat tekanan aura yang berat ini.
"Tuanku, hamba mohon tenanglah tuanku."
Alen merasakan tekanan aura yang luar biasa itu hingga membuat dia berlutut.
Secara perlahan emosi Harol mulai mereda. Dia melihat ruangan yang telah berserakan akibat kekuatannya.
Ia lalu berdiri kemudian berkata pada Alen.
"Jika sudah seperti ini, Yang Mulia pasti memerintahkanku untuk bergabung dalam perang kan?"
Alen yang masih berlutut mengangkat pandangannya memandang Harol.
"Seperti yang Anda duga Tuan. Yang Mulia memerintahkan Anda dan pasukan Anda untuk berpartisipasi dalam perang."
Perintah itu bukan tanpa alasan. Harol dan semua generasi Count of Fertiphile terkenal sebagai swordman yang sangat kuat. Mereka bahkan menjadi salah satu yang terkuat di kerajaan.
Akibatnya pada setiap perang, Fertiphile akan selalu diperintahkan untuk menjadi pemimpin pasukan dalam skala tertentu. Dengan prestasinya itu pula lah yang menjadikan Rumah Fertiphile dapat memegang posisi count.
"Jika aku pergi, siapa yang akan mengurus county?"
Walaupun Harol bertanya, dia sebenarnya tau jawabannya.
"Tuanku, berdasarkan aturan karena Tuan Muda Alex telah menginjak usia dewasa maka pemerintahan sementara akan diberikan kepadanya," balas Alen.
Harol tahu itu. Jika saat-saat dimana anak-anaknya belum lahir ataupun masih belum menginjak usia dewasa, Harol masih bisa memberikan kekuasaan sementara kepada bendahara county, kepala pelayan, dan para penasehat setiap kali dia pergi perang. Namun karena saat ini dia memiliki seorang anak yang telah dewasa, belum lagi anak tersebut masih berada di county bukan di ibukota atau di luar wilayah county, maka sudah pasti anak tersebut haruslah yang memegang kuasa.
Namun masalahnya, anaknya itu adalah Alex.
Dia memang masih memiliki Hazel. Namun Hazel belum dewasa. Jadi otomatis Alex adalah calon tunggal dalam bursa kepemimpinan.
Saat ini Harol dan Alex sedang berselisih akibat kasus 'impotensi'. Belum lagi anaknya ini memiliki masa kelam yang dikenal sebagai bangsawan sampah. Maka tentu saja jika Alex diangkat sebagai pemimpin county sementara itu akan menyebabkan arus ketidaksukaan masyarakat.
Harol juga masih belum mempercayai kepemimpinan Alex sepenuhnya. Dia takut jika hal itu diberikan kepada Alex akan menyebabkan county berada dalam jurang penderitaan.
"Sial!"
__ADS_1