
Hadalon, March of Canadia
Tim Falcon saat ini tinggal di penginapan di ibukota march Canadia. Penginapan ini tidak terlalu mewah dan tidak terlalu kumuh. Walau demikian ini dibangun di dekat alun-alun kota sehingga cukup strategis. Singkatnya tempat memang cocok bagi para pedagang yang melakukan perjalanan jauh untuk berbisnis dan tidak terlalu bermewah-mewahan.
Richard saat ini sedang mengobrol dengan Gale mengenai rencana mereka kedepannya untuk menemui marquess.
Gale yang merupakan informan dari Norchaster memberikan beberapa masukan
Tim Falcon akan menyamar sebagai tentara bayaran yang disewa oleh perusahaan Gale untuk melindungi bisnisnya. Jadi dengan alasan itu, tim Falcon dapat menemui marquess.
"Kamu benar tapi aku rasa akan jauh lebih sulit untuk menipu para bangsawan terutama jika salah satu anggotaku memiliki wajah yang cukup familiar."
Richard saat ini membicarakan Rionard Connor Artheven yang merupakan calon kepala Keluarga Artheven. Sudah pasti wajah Rionard sangat mudah dikenali oleh para bangsawan.
"Apa? Seorang calon kepala dinasti? Aku tidak tahu kenapa duke merekomendasikan kalian yang merupakan orang-orang yang justru dikenal oleh banyak bangsawan."
Gale menggaruk kepalanya seolah dia baru saja menemukan sesuatu yang menyusahkan.
"...."
Richard tidak menjawab tetapi dia memiliki dugaan di hatinya. Bisa dibilang di tim Falcon diisi oleh para bangsawan dari dinasti yang netral atau yang berafiliasi dengan Norchaster sehingga kemungkinan duke memiliki kepercayaan lebih kepada mereka alih-alih kelompok lain di Royal Majestic Guarder.
Setelah obrolan itu selesai, dia turun menuju lounge.
Anggota tim lainnya terlihat telah mengambil tempat duduk dan bahkan telah selesai menghabiskan makanan mereka.
Penginapan ini memiliki lounge yang luas dan umumnya diisi oleh para pedagang yang telah menyewa kamar.
Ketika Richard sedang berjalan menuju ke tempat timnya, dia tidak sengaja menabrak bahu tamu lain yang menuju arah berlawanan.
"Ah, maaf."
Orang itu meminta maaf kepadanya.
"Tidak apa-"
Ketika Richard memalingkan wajahnya ke belakang untuk melihat orang itu, dia tidak melihat siapa pun.
"Sir! kemari, mengapa kamu cuma diam di sana?"
Camellia melambai kepada Richard sambil memanggilnya.
__ADS_1
"Ah iya, sebentar."
Richard pura-pura tidak memperdulikan hal barusan. Ia kembali menuju kelompoknya. Namun ia ingat, orang yang dia tabrakan memakai jubah hitam dan sepertinya menggunakan masker di wajahnya.
Richard duduk bersama dengan anggota setimnya. Mereka tidak banyak membicarakan masalah pekerjaan mengingat saat ini mereka berada di tempat umum.
Richard bertanya kepada Camellia mengenai makanan di sini.
"Tidak terlalu buruk, Sir bisa mencobanya."
Walaupun Richard terlihat seperti seorang pria paruh baya yang kasar terutama dengan jenggotnya yang lebat, ia pada kenyataannya cukup pemilih dalam makan. Terutama jika itu berhubungan dengan rasa pedas. Merupakan sebuah rahasia umum dalam tim Falcon bahwa ketua mereka sangat lemah dan membenci makanan pedas.
Setelah Richard memesan makanan yang dianggap tidak mengandung cabai ataupun lada, ia kembali mengobrol kepada anggotanya tetapi kali ini pembahasannya cukup berat.
"Seperti yang kalian tahu, ini adalah wilayah yang pernah menyatakan perang dengan dua wilayah county sekaligus."
Semua orang mengangguk.
"Aku tidak percaya bagaimana lord di daerah ini bisa memiliki pemikiran seperti itu. Menyerang satu wilayah yang memiliki kekuatan yang hampir setara saja itu bodoh tetapi menyerang dua wilayah feodal, itu sama saja dengan bunuh diri."
Darius memberikan pendapatnya dengan santai. Walau terkesan cukup kasar tetapi tidak ada yang menghalanginya. Selain itu, untungnya mereka mengobrol dengan suara yang cukup kecil sehingga tidak terlalu diperhatikan. Bagaimanapun cukup tabu dan beresiko untuk menghina seorang lord terutama di dalam daerah lord itu berkuasa.
"Mungkinkah perbuatan Canadia secara tidak langsung membuat Perdana menteri Hornwall dimakzulkan?"
Kali ini yang bertanya adalah Camellia, sang wakil kapten.
"Sepertinya memang seperti itu. Terlebih Canadia dan Hornwall bersama dengan Whitesburg merupakan koalisi pemerintahan yang saat itu berkuasa. Jika Canadia melakukan penyerangan ke daerah yang merupakan lawan politik mereka, tentu saja itu sangat memalukan bagi image pemerintah," jawab Richard.
"Bukankah dari dulu Canadia memang terkenal memiliki penguasa yang sangat ekspansionis?" tanya Joseph.
"Begitukah?" tanya Camellia.
"Itu benar, Canadia mendapat sebagian besar wilayahnya setelah melakukan invasi ke daerah bangsawan lain. Itu adalah Dinasti besar yang sangat disegani dan kerap dianggap sebagai kekuatan bangsawan ketiga setelah Sandwealth dan Norchaster. Jika aku tidak salah nama dinastinya adalah Stuartogenet. Sekarang dinasti itu sudah bubar dan wilayah terbentang dari Canadia, Yorksall, hingga Otilia," jawab Rionard.
Berbeda dengan para bangsawan lain yang harus berebut warisan dari orang tua mereka, Rionard adalah satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga Count of Artheven. Sehingga wajar Rionard adalah calon kepala keluarga dari dinasti Artheven tanpa banyak drama dan konflik internal. Karena kejelasan dari status yang akan ia tanggung, dia memang harus memiliki kualifikasi sebagai calon count sehingga sudah sangat dipersiapkan untuk mengetahui hal yang harus diketahui, salah satunya adalah sejarah kerajaan mereka.
"Oh ternyata seperti itu," balas Camellia.
Camellia mungkin masih memahami beberapa topik mengenai politik dan kekuasaan tetapi begitu mereka masuk ke dalam masalah sejarah, dia sama sekali tidak paham dan harus mendengarkan penjelasan orang lain.
Mereka kembali mengobrol. Richard yang pembawaannya serius hingga Darius yang pembawaannya yang penuh canda dan humor. Hanya Iona yang tidak terlalu mengikuti obrolan ini. Ia sama sekali tidak tertarik dengan hal politik ataupun sejarah. Baginya ia hanya tertarik jika pembahasan seputar sihir.
__ADS_1
Namun obrolan mereka yang santai itu harus terganggu karena suara teriakan yang sangat nyaring di seorang wanita.
Di depan wanita itu dan seluruh tamu yang ada, mereka melihat beberapa orang telah pingsan tak sadarkan diri.
***
Dari dalam sebuah kamar yang terletak di mansion milik Marquess Canadia, suara batuk kering terdengar terus menerus.
Seorang pria tua terbaring lesu di sebuah kasur.
Pria itu dulunya adalah seorang yang sangat ditakuti dan disegani oleh semua orang.
Ia adalah seorang yang memiliki mimpi besar dan yang memiliki kemauan yang kuat untuk berusaha menggapai keinginannya.
Namun kini pria itu terbaring tanpa daya di dalam kamarnya.
Marquess Canadia atau dengan nama lengkapnya adalah Edric Heddwyn Canadia.
Padahal kurang dari sebulan dia masih memiliki tubuh yang sehat. Namun tiba-tiba kondisi kesehatannya jatuh dan ia pun berakhir seperti ini.
Para petinggi khawatir mengenai kondisi marquess mereka saat ini.
Terlebih jika ini diketahui lawan mereka yaitu Otilia dan Yorksall.
Sepertinya dua daerah itu masih memiliki dendam kepada mereka.
Marquess yang saat ini hanya bisa terbaring sambil melihat langit-langit.
Walaupun dia terlihat tenang tetapi pada kenyataannya dia memiliki banyak pikiran terutama mengapa bisa dia berakhir seperti ini.
Ini masih belum lama.
Pada awalnya ia menderita demam yang sangat tinggi kemudian ketika dia berlatih pedang dan terluka, darahnya memiliki warna yang jauh lebih gelap.
Ia panik dan mulai memberitahukan kondisinya kepada para priest.
Para priest mengatakan marquess menderita sihir kutukan tetapi tidak ada yang tahu sihir tingkat apa dan bagaimana ia bisa terkena. Ini seolah merupakan sihir kutukan baru yang tidak ada dalam ensiklopedia para pendeta.
Seiring berjalannya waktu tubuhnya perlahan mulai melemah dan akhirnya ia pun tumbang ketika melakukan inspeksi di hadapan para knight terbaik di wilayahnya.
Walaupun mereka tidak tahu siapa yang melakukannya tetapi mereka percaya ini adalah perbuatan dari orang-orang Sandwealth. Sayangnya tidak ada bukti yang mampu memperkuat dugaan mereka dan yang terpenting mereka masih harus merahasiakan kondisi marquess dari sekutu terlebih dari musuh mereka jika tidak ingin diremehkan.
__ADS_1