
Sudah seminggu berlalu semenjak tim Falcon bertemu dengan Alex. Seperti perkataan Alex terakhir kali pada mereka, seluruh anggota tim Falcon dan para pedagang sama sekali tidak dievakuasi. Sebaliknya, mereka diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri dan karena sudah seminggu berlalu, ini adalah hari terakhir sebelum mereka kembali dapat bertemu Alex.
Tentunya selama masa penantian itu, Serikat Penyihir mengirim logistik kepada mereka baik itu makanan, air bersih, hingga pakaian jika dibutuhkan.
Namun tentu saja walaupun disebut sebagai isolasi mandiri, pada kenyataannya mereka sama sekali tidak mengisolasi diri mereka sendiri.
Terkadang mereka akan keluar dari gudang terutama Darius dan Rionard yang harus mengamati daerah sekitarnya.
Hal tersebut memang sama sekali tidak memberikan pengaruh apa pun karena ketika hari terakhir isolasi mandiri, Alex dan Warfoy kembali ke gudang. Namun kali ini mereka tidak sendiri. Terdapat lima penyihir lain yang mengikuti mereka. Semua anggota tim Falcon diberikan Invisible Cloth dan Wing Shoes untuk bisa keluar dari kota. Supaya mereka tidak tersesat, semua orang harus saling bercengkraman. Sementara para pedagang seperti Gale harus dibawa oleh para penyihir karena mereka sama sekali tidak dapat menggunakan magic item.
Dari atas langit, semua orang dapat melihat kondisi kota yang saat ini tidak memberikan tanda-tanda kehidupan.
Semuanya sunyi dan hening.
Mereka hanya diam dan terus mengawasi daerah di bawahnya.
Ketika akhirnya sampai di pos dari Serikat Penyihir, semua anggota tim Falcon akhirnya menghela napas.
Segala rasa kegugupan selama berada di Kota Hadalon akhirnya lenyap.
Mereka akhirnya bisa bercengkrama dengan orang lain. Jika dipikir-pikir nasib mereka cukup menyedihkan. Mereka adalah tim dari satuan elit yang diberikan misi yang amat penting tetapi kini nasib mereka terobang-ambing dalam ketidakjelasan dan misi mereka pun berakhir tanpa kepastian.
***
Sementara itu, di pos penyihir dari serikat penyihir tepatnya di tenda kontrol dan pengawasan tempat Eagle Sensing berada. Saat ini banyak penyihir yang sibuk mengerjakan job desk masing-masing.
__ADS_1
Beberapa penyihir berada di tempat panel kendali dimana citra dari Eagle Sensing dapat diubah entah itu digerakan, diperkecil, ataupun diperbesar. Kemudian, terdapat pula para penyihir yang mengawasi cermin raksasa yang memiliki fungsi sebagai monitor yang menampilkan visual dari lingkungan yang ditangkap oleh pandangan citra. Selain itu terdapat pula penyihir-penyihir yang sibuk dengan berbagai kertas. Mereka adalah para penyihir yang bertugas melakukan penyajian data entah dalam bentuk laporan ataupun bentuk peta terbaru.
Di antara kesibukan itu terlihat dua penyihir muda sedang mengobrol walaupun di tengah pekerjaan yang padat.
Kedua penyihir itu berada di depan cermin sihir. Mereka bertugas untuk memonitor data visual yang ditangkap oleh citra. Mereka juga dapat memberikan perintah kepada pihak yang menjalankan kontrol jika ingin mengubah ukuran ataupun fokus citra yang ditampilkan.
Namun sepertinya kedua penyihir itu terlihat cukup santai.
Sebenarnya pada awalnya mereka sama seperti yang lain. Mereka sangat berkonsentrasi dengan tugasnya. Namun ini sudah hampir sebulan tetapi tidak ada kejadian besar terjadi. Kecuali ketika Eagle Sensing menangkap gambar sekumpulan orang dari Kota Hadalon yang berusaha melarikan diri dari jalan tikus, mereka tidak menemukan sesuatu yang lain.
Apalagi selama hampir sebulan mereka hanya melihat pemandangan kota dan sekitar yang monoton. Itu membuat mereka terkadang mengantuk dan harus meminum kopi untuk tetap menjaga kesadaran.
"Sial, kota itu benar-benar sepi. Apa benar semua orang di sana sudah mati?" tanya salah satu penyihir.
Penyihir lain segera menunjuk gambar seseorang yang berada di jalan pedestrian kota yang sepi.
Mereka memerintahkan penyihir yang bertugas untuk mengontrol citra memperbesar gambar yang ditangkap.
Seolah melalui sudut pandang satelit, mereka bisa melihat orang itu sedang berlari panik di sekitar trotoar.
Sayangnya visual yang ada terlalu buram untuk memastikan apakah orang itu adalah pria atau wanita. Namun jika melihat dari tinggi orang itu, dia pasti adalah orang dewasa.
"Apa yang sedang dia lakukan?"
Kedua penyihir muda itu terus mengawasi kemanapun orang itu pergi. Bahkan semakin fokusnya mereka, keduanya tidak menyadari bahwa beberapa penyihir lain juga ikut mengawasi.
__ADS_1
Sangat jarang ada orang yang muncul di kota pada tengah hari. Umumnya mereka akan keluar pada pagi atau sore. Itu pun hanya untuk mencari stok pangan yang tersedia. Kebanyakan pergerakan orang-orang itu terrekam di pemukiman yang terletak tak jauh dari balai kota. Namun saat ini mereka sedang mengamati pinggiran kota yang kebanyakan adalah perumahan kumuh.
Kedua penyihir itu menduga orang itu sedang mencari bahan makanan. Itu sebabnya dia terlihat berlari tanpa arah tujuan yang jelas seolah sedang mencari-cari sesuatu di sekitar pinggiran bangunan-bangunan.
Kemudian orang itu sepertinya mulai memperlambat larinya lalu berhenti. Ia menatap sesuatu cukup lama beberapa detik sebelum mulai berjalan pelan. Kedua orang itu tidak dapat memastikan karena ditutupi oleh bangunan di sekitarnya tetapi mereka yakin orang itu sedang menuju ke gang gelap yang tidak tertembus sinar matahari.
Mereka terus mengawasinya sampai ia masuk ke dalam gang itu.
"Dia sudah tidak bisa kita lihat lagi. Sebaiknya segera simpan gambar ini untuk dikirim ke bagian penyajian data."
"Baik."
Rekan penyihir itu mulai menekan berbagai fitur yang ada di sana. Ia mulai menyimpan gambar dan rekaman. Semua data itu tersimpan pada sebuah orb. Kemudian nantinya mereka akan melakukan pencetakan. Ini mirip seperti mencetak surat kabar. Itu sebabnya dulu ketika Eagle Sensing generasi pertama tercipta, serikat jurnalis sangat antusias. Mereka ingin membeli satu paket Eagle Sensing untuk dijadikan sebagai mesin cetak dan kamera. Namun sayangnya karena kelas magic item itu yang sangat tinggi sehingga memiliki harga yang mahal. Selain itu, ukurannya yang sangat besar dan berat membuatnya memiliki mobilitas yang rendah sehingga tidak dapat digunakan sebagai kamera yang menangkap berita. Para jurnalis pernah memohon kepada serikat penyihir untuk membuatkan versi yang jauh lebih kecil dan murah tetapi sampai sekarang pengembangan proyek itu mengalami kebuntuan akibat teknologi yang masih belum memadai.
"Eh, lihat itu! Bukankah dia orang yang tadi!"
Penyihir muda itu tiba-tiba memanggil temannya yang saat ini sedang sibuk menyimpan data. Namun ketika kedua orang itu menatap layar cermin, mereka hanya bisa terkejut karena apa yang mereka lihat sungguh di luar ekspektasi semua orang.
Saat ini mereka melihat orang yang tadinya masuk ke dalam gang kini keluar tetapi ia terlihat merangkak dengan menyeret kedua kakinya yang terlihat terputus sehingga terdapat jejak genangan darah panjang di belakangnya.
Namun apa yang lebih mengejutkan lagi yaitu ketika orang itu telah keluar dari gang dan berada di trotoar jalan utama. Semua penyihir dapat melihat setelah orang itu keluar, ia langsung ditangkap oleh empat lengan kurus tapi panjang. Tangan itu sangat panjang, mungkin dua hingga tiga kali panjang tangan normal. Orang yang berusaha kabur itu tertangkap, ia berusaha melawan. Namun kurang dari semenit, ia terlihat ditarik kembali ke dalam gang yang gelap. Kini hanya ada bekas darah yang membasahi jalanan trotoar.
Kedua penyihir itu saling menatap. Hingga salah satu bertanya kepada yang lain.
"Apa itu tadi?"
__ADS_1