
Pada hari ketika semua orang sudah bisa sedikit bersantai, Alex memutuskan untuk keluar dan melihat kondisi rakyatnya secara langsung.
Alih-alih menggunakan kereta, Alex memutuskan untuk menunggangi kuda.
Ia ditemani Justin, Rain, dan Riven serta beberapa prajurit lain bergerak keluar mansion menuju ke pusat pemukiman.
"Semua berkumpul! Lord telah datang!"
Riven berteriak untuk memanggil semua orang.
Segera semua orang mulai berkumpul di alun-alun barony.
Jumlahnya tidak banyak. Semua kurang dari seribu orang.
Kebanyakan adalah anak-anak dan orang tua.
Para pemuda yang memiliki fisik yang baik lebih memilih menjadi prajurit. Sementara sisanya menjadi petani atau bahkan bekerja serabutan.
Melihat kedatangan lord mereka, semua orang segera berlutut seolah melihat sang juru selamat telah muncul.
"Hidup Tuan Lord!"
"Hidup Tuan Lord!"
"Hidup Tuan Lord!"
Tiga kali bergema sorakan penuh pujian diteriakan oleh para warga.
Walau terkesan seperti warga yang taat dan setia, pada kenyataannya semua orang melakukan itu karena takut dengan lord baru ini.
Para warga tidak tahu dengan sifat lord baru mereka sehingga dengan insting yang telah mereka kembangkan selama berpuluh tahun di bawah rezim dinasti Ducoumont, mereka akan selalu memuji lord mereka terlepas perbuatan lord itu salah satu tidak.
Alex turun dari kudanya. Ia melihat semua orang berlutut seolah menyembahnya.
Diam-diam Alex tersenyum senang.
Sebagai archdeus adalah sesuatu hal yang wajar bagi Alex (Sheol) menyukai penyembahan kepadanya. Ini memang sejatinya adalah sifat alami mereka sebagai entitas terkuat dan absolut yang memiliki gairah kebahagian ketika makhluk-makhluk lemah dan malang meminta pertolongan kepadanya.
Sepertinya menjadi seorang lord tidak terlalu buruk, pikir Alex.
Alex sama sekali tidak meminta mereka berdiri. Dia tetap berjalan sambil melihat-lihat keadaan sekitar.
Daerah yang malang. Sungguh sangat menyedihkan.
Alex menghela napas. Sepertinya dia memiliki banyak pekerjaan kedepannya.
"Justin!" ucap Alex.
"Iya, Tuanku."
Justin yang kini menjadi kepala pelayan keluarga Alexandreia segera datang begitu dipanggil.
"Justin, menurutmu apa yang harus kita lakukan untuk membuat barony ini makmur?" tanya Alex.
"Tuan, saya menyarankan untuk membangun pasar dan segera mengundang para pedagang. Selain itu peningkatan pertanian juga penting dan sektor pertanian adalah sektor yang dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran."
Justin telah lama menjadi pelayan pribadi Alex. Selain itu, dia juga telah banyak mendapat didikan dari Alen, kepala pelayan Rumah Fertiphile.
__ADS_1
Jadi dengan pengetahuan yang ia dapatkan, dia segera memberikan saran yang menurutnya paling masuk akal.
Alex hanya mengangguk. Dia tidak mengatakan apakah perkataan Justin salah atau tidak. Namun ketika Justin selesai menyampaikan pendapatnya, Alex segera memberikan pandangannya.
"Apa yang kamu katakan itu tidaklah salah tetapi itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan merupakan rencana jangka panjang. Kita harus menyadari bahwa tak lama lagi musim dingin akan datang. Jadi aku ingin melihat apakah rakyatku mampu bertahan selama musim dingin itu. Bagaimana menurutmu Justin?"
Justin kali ini tidak langsung menjawab. Dia membutuhkan waktu untuk menyusun kalimatnya sambil mengamati kondisi rakyat sekitar.
"Menurut saya rakyat akan kesulitan menghadapi musim dingin, Tuan."
"Aku pun berpendapat seperti itu. Terlebih dengan produksi pertanian yang menyedihkan, bahkan ini tidak akan mampu mencukupi kebutuhan seluruh orang di sini."
Selain itu … rumah yang kumuh dan rusak, pakaian yang tipis dan lusuh, dan resiko terkena penyakit. Orang-orang ini tidak ada harapan, pikir Alex.
Alex menghela napas.
"Justin, aku ingin kamu mengurus pembelian pertanian dan pakaian skala besar. Carikan produsen dari mana saja yang penting jumlahnya cukup untuk dikonsumsi semua orang."
"Baik, Pak!"
Alex sendiri merasa ini cukup sulit. Saat ini Otilia dan Yorksall berada dalam keadaan kekurangan pangan sementara county lain di sekitar wilayah juga memberlakukan kebijakan proteksionis terhadap produk pertanian mereka akibat laju inflasi.
Kalau begitu, mungkin hanya Fertiphile dan Morhust yang dapat membantu. Tidak! Morhust terlalu jauh. Ah, sial!
Alex merasa harus kembali bergantung dengan Fertiphile. Sementara Morhust terlalu jauh.
Pada akhirnya aku masih tidak bisa lepas dari Fertiphile.
Alex sedikit kecewa akan fakta yang ia hadapi sekarang.
"Baiklah, aku mengandalkanmu Justin. Sekarang, Riven!"
Riven, kepala otoritas keamanan barony. Ia juga adalah salah satu teman pertama Alex. Mereka menghabiskan banyak waktu ketika masih berada di barak Fertiphile.
Sekarang dengan status mereka yang berbeda, mereka tidak bisa lagi berbicara seakrab dulu.
"Bagaimana dengan kondisi keamanan daerahku?"
"Tuan, saya melaporkan bahwa sampai saat ini tidak ada tindakan kriminal yang terjadi. Namun kami menemukan jejak beberapa makhluk aneh di sekitar barony. Setelah berkonsultasi dengan para petualang Orion, kami menemukan bahwa ini adalah jejak kaki dari demi human bernama kabold!"
“Jadi para demihuman sudah mulai berani mendekati pemukiman penduduk. Ini mungkin karena wilayah ini sudah lama tidak dibersihkan.”
Alex berpikir untuk secepatnya memanggil para petualang untuk melakukan raid pembersihan demi human.
“Aku akan mengurus itu segera. Riven, segera perintahkan para bawahanmu untuk membangun penyimpanan makanan di sini. Kita membutuhkannya untuk menyimpan cadangan makanan selama musim dingin.”
“Baik, Tuan!”
“Terakhir, Rain!”
“Iya, Tuan.”
“Beritahu orang-orang di mansion untuk segera menyediakan makanan. Kemudian bagikan kepada para penduduk,” ucap Alex.
“Baik, Tuan!”
Beberapa orang yang berada di barisan depan sedikit mendengar pembicaraan lord mereka. Namun mereka menyadari sepertinya lord ini akan menjadi seorang penguasa yang sangat berbeda dengan lord sebelumnya.
__ADS_1
Di dalam hati setiap orang mengharapkan agar lord mereka adalah seorang yang baik lagi arif.
Alex kini meninggalkan alun-alun.
Dia berjalan di sekitar jalanan di pemukiman.
Jalanan ini masih jalan tanah yang belum dilapisi lempeng batu.
Alex terus berjalan sambil melihat-lihat rumah warga.
Dikarenakan barony ini memiliki jumlah penduduk yang sedikit dan dengan sebagian besar adalah petani, rumah-rumah tidak saling berdempetan.
Alex sampai pada sebuah bangunan yang cukup tua tetapi sepertinya masih digunakan.
Ini adalah sebuah presbheum[1].
Disebabkan karena nama daerah ini telah berubah maka presbheum pun mengubah namanya menjadi Presbheum of Alexandreia.
Seorang serkon[2] wanita melihat rombongan kedatangan Alex. Dia segera memberikan salamnya sebagai seorang biarawati.
Alex mengangguk dan meminta serkon itu untuk menyampaikan pesan bahwa dia ingin bertemu dengan kepala kuil presbheum ini.
Serkon itu segera memberitahu priest yang menjadi kepala kuil di tempat ini.
Priest yang menjadi kepala kuil ini bernama Gladwin Guilielmi Hackshiled . Seorang pria tua yang telah melayani kuil selama lebih dari tiga puluh tahun.
Setelah mengetahui bahwa lord dari wilayah ini berkunjung ke kuilnya dan meminta pertemuan, Gladwin langsung mengadakan pertemuan di kantor kerja miliknya.
Saat ini Gladwin dan Alex duduk berhadapan dan hanya berbincang ringan. Alex juga ditemani oleh Justin yang berdiri di sampingnya.
"Tuanku Lord, saya sangat terharu Tuanku ingin bertemu denganku sekarang. Maaf jika saya boleh bertanya, mengapa Tuanku sudi untuk bertemu dengan saya dan apa yang ingin Tuanku titahkan kepada saya?" tanya Gladwin.
"Saya tidak meminta sesuatu yang terlalu sulit. Saya hanya ingin Anda membantu saya untuk menjaga tingkat kesehatan masyarakat saya. Saya menyadari di tempat ini anak-anak sepertinya sering mengalami masalah kesehatan terutama gizi. Sementara orang tua menghadapi masalah pencernaan. Saya ingin membuat kebijakan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh rakyatku tercinta tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan pekerjaan."
"Ah! Sungguh niat yang sangat suci. Anda memiliki kebijaksanaan sebagai seorang penguasa yang diberkati oleh para Dewa."
Gladwin memuji Alex dengan jujur tetapi masih tetap ada yang mengganjal di pikirannya.
"Namun Tuanku, bagaimana Anda melakukan itu?"
"Itu sebabnya saya membutuhkan kehadiran Anda, Tuan Priest. Saya ingin Anda memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyatku. Sebagai gantinya saya akan menanggung beban yang akan ditanggung oleh rakyatku dalam pengobatan mereka."
Alex tahu bahwa dalam dunia kesehatan, kuil memainkan peran penting. Ini seolah sudah menjadi sektor unggulan kuil dalam mencari cuan. Jadi jika Alex tiba-tiba masuk ke industri ini dan menyembuhkan orang secara cuma-cuma, ini bisa menyebabkan ia dan kuil saling berbenturan kepentingan.
Alex tidak mau jika pada akhirnya ia harus menghadapi kuil. Jadi alih-alih menjadikan kuil sebagai lawan, ia lebih memilih menjadikan mereka sebagai sekutu potensial untuk kebijakannya.
Gladwin tidak langsung menjawab. Ia memegang dagunya seolah sedang berpikir.
Namun pada akhirnya ia harus memberikan jawaban.
"Tuanku, saya telah menyadari sesuatu. Tuanku adalah berkah yang diturunkan oleh para Dewa untuk daerah ini."
Gladwin tersenyum dan memuji Alex dengan tulus.
Note:
presbheum[1]: kuil tingkat paling rendah dalam Organisasi Pontificia. Kebanyakan Presbheum terletak di pedesaan. (Dikutip dari: ARCHPEDIA: Introduce the Pontificia).
__ADS_1
serkon[2]: para biarawan/biarawati yang membantu setiap proses kegiatan keagamaan. Mereka bukanlah posisi administratif bergelar, tetapi lebih ke golongan. Serkon bisa dibilang adalah para pendeta muda (secara hierarkis, bukan usia). (Dikutip dari: ARCHPEDIA: Introduce the Pontificia).