THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
IMPEACHMENT(4)


__ADS_3

Hadalon, Ibukota March of Canadia


Marquess Canadia telah kembali ke wilayahnya setelah pertemuan panjang di ibukota. Namun ia kembali dengan mood yang buruk.


Di ruang kerjanya, Marquess hanya termenung sambil memikirkan semua hal yang telah terjadi di ibukota.


Kekalahan koalisinya dalam parlemen telah menghancurkan semua rencananya.


Tidak hanya itu, kejatuhan kabinet mereka telah membuat dia dan para marquess lain dimarahin oleh Pangeran Albert.


"Jangan salahkan kami, jika kau memang tidak sehebat saudaramu!"


Marquess Canadia tidak bisa tidak melampiaskan emosinya terutama ketika semua masalah seolah dibebankan kepada mereka.


Tidak hanya itu, walaupun tidak secara langsung tetapi semua anggota koalisinya menganggap penyebab kesalahan ini berasal dari dia.


Penyerangan yang dia lakukan kepada Yorksall dan Otilia telah membuat dua koalisi yang seharusnya adalah musuh abadi kini menjadi sekutu politik.


Namun tentu saja Marquess Canadia menolak tuduhan itu.


"Itu karena ketidakbecusan Hornwall sehingga dia kehilangan posisinya sebagai perdana menteri."


Sejak awal walaupun Canadia, Whitesburg, dan Hornwall berada pada suatu afiliasi politik yang sama, bukan berarti pandangan dan kepentingan mereka selalu searah.


Canadia memandang Hornwall terlalu lemah untuk memegang amanah sebagai seorang perdana menteri. Ia juga menilai Whitesburg adalah orang yang terlalu lembut untuk menjadi seorang speaker parlemen dan konselor.


Pada sudut pandang yang berbeda, Whitesburg dan Hornwall memandang Canadia sebagai ekspansionis. Mereka mungkin menyukai perbuatannya yang memperlemah lawan koalisi mereka terutama Koalisi Sandwealth. Namun di waktu yang bersamaan mereka juga khawatir dengan perilaku ekspansionis Canadia jika sewaktu-waktu dia menyerang wilayah mereka. Terutama Hornwall yang cukup berdekatan dengan Canadia secara geografis.


"Sial, kini sekarang bukan waktunya untuk terpecah belah."


Sekarang ketiga marquess itu menyadari Norchaster kini jauh lebih berbahaya daripada Sandwealth.


"Sekarang orang itu memegang posisi sebagai Grand Chamberlain, Prime Minister, dan seorang duke. Dia bahkan adalah satu-satunya penyihir arcane yang mampu mengeluarkan sihir tingkat 8 di kerajaan."


Dengan semua wewenang yang dimiliki oleh Duke of Norchaster, bukan tidak mungkin sebentar lagi orang itu dianggap sebagai raja tanpa mahkota di kerajaan ini karena pengaruhnya yang akan meningkat drastis.


"Itu berarti seharusnya si tua Whitesburg itu pasti sangat khawatir."


Jika Canadia secara geografis berdekatan dengan anggota koalisi Sandwealth, maka Whitesburg berdekatan dengan anggota Norchaster.


Belum lagi besar kemungkinan Norchaster dapat menendang posisi Whitesburg sebagai Lord Speaker dan Lord Chancellor jika dia berhasil mempengaruhi raja.


"Kecuali jika raja itu bodoh, maka seharusnya dia juga sekarang sedang berhati-hati dengan pengaruh yang dimiliki Norchaster."


Canadia harus mengakui dengan konstelasi politik sekarang, dia tidak bisa mengandalkan kekuatan House of Lords untuk membatasi pengaruh dari Norchaster. Hanya House of Spiritual dan monarki saja yang kini mampu membatasi pengaruh Norchaster.


Tok tok tok ...


Lamunan panjang Canadia buyar ketika kepala pelayan mengetuk pintu ruang kerjanya.


"My Lord, ada sekelompok orang yang ingin menemui Anda. Mereka menyebut diri mereka sebagai Shadow."


Orang-orang dari Kekaisaran Gredonia?!

__ADS_1


Pada saat menyerang Otilia, Marquess Canadia menggunakan jasa sekelompok tentara bayaran dari Kekaisaran Gredonia untuk membantunya menyerang Otilia.


Sekelompok orang itu memperkenalkan diri mereka sebagai Shadow. Nama organisasinya  terdengar seakan para pengurusnya adalah para chuunibyou.


Mereka mengirim para penunggang wyvern yang katanya memiliki kemampuan yang hebat.


Pada akhirnya mereka dikalahkan oleh orang-orang Otilia.


Marquess mendengus seolah mengejek klaim berlebihan dari orang-orang itu.


Dia dengan angkuh menyuruh kepala pelayan untuk mengusir orang-orang dari Shadow itu.


"Katakan pada mereka, aku tidak ingin menjumpai para pecundang seperti mereka. Dan aku tidak akan membayar orang-orang lemah itu," ucapnya.


"Baik, Tuanku."


Setelah kepala pelayan pergi, Marquess kembali termenung dengan segala pemikirannya. Dia harus segera memiliki jalan keluar untuk dapat melewati masa politik yang sulit ini.


Pada suatu siang, Marquess Canadia sedang berjalan di sebuah tangga. Ia ingin pergi dari lantai satu ke kamarnya di lantai dua. Dengan perlahan, sang marquess ini terus melangkah dan melangkah, hingga ia melihat sebuah bayangan hitam lewat di depannya.


Ia melihat ke arah jendela, untuk memastikan jika itu tadinya hanya bayangan burung besar seperti elang. Tapi, tak ada satu hewan pun terbang saat itu. Ketika ia kembali melihat ke depan, terlihat kepadanya sosok makhluk hitam besar seperti asap. Makhluk itu tersenyum sinis kepadanya. Sontak saja, sang marquess terkejut ketakutan. Ia melangkah mundur, namun karena gemetar akibat ketakutan, sang marquess tergelincir dari tangga. Ia akan jatuh, namun makhluk hitam itu menangkap kedua tangan sang marquess .


Namun itu bukanlah untuk menyelamatkannya, makhluk itu membuka mulutnya lebar-lebar. Kemudian, dari mulutnya itu, sebuah benda seperti asap gelap keluar. Asap itu keluar dengan memanjang bagai akar, lalu perlahan masuk ke mata, mulut, dan hidung sang marquess . Kejadian itu berlangsung beberapa menit.


Ketika marquess telah sadar, ia terbangun di kamarnya dengan kepala yang terasa berat dan pusing. Ketika ia bertanya kepada sang istri, sang istri menjawab jika sang marquess terjatuh dari tangga dengan luka di kepala hingga tak sadarkan diri untungnya mereka dengan cepat memanggil pihak kuil untuk pengobatan. Semenjak itu, makhluk hitam itu tak pernah muncul lagi di hadapan sang marquess.


***


Seorang wanita berdiri di atas salah satu atap bangunan tinggi di ibukota.


Wanita itu menatap sebuah kawah besar yang ada tak jauh darinya.


Kawah itu tercipta karena pertarungan antara sang Countess of Otilia melawan salah seorang wyvern rider.


Kawah itu cukup besar setidaknya memiliki diameter 30 meter dengan kedalaman hingga 4 meter.


Berdasarkan ukuran kawah yang begitu besar, para peneliti terutama penyihir menilai kawah ini berasal dari sihir tingkat tujuh ke atas.


Wanita itu hanya menatap kawah yang berada di bawah.


Ia tidak memperdulikan kericuhan yang terjadi di sekitar ibu kota.


Walaupun Otilia telah berhasil bertahan dari perang saudara dan perang feodal, pada kenyataannya mereka belum lepas dari krisis.


Terutama ketika Otilia menyatakan dalam surat terbuka akan menangkap High Priest of Presbhenon of Ravouille. Tuduhan ini bukan tanpa alasan. Otoritas Keamanan Otilia mengklaim bahwa High Priest telah menghasut sekelompok orang untuk melakukan kerusuhan dan pemberontakan di ibukota. Sayangnya apa yang dilakukan Otilia telah memicu konflik yang tidak terduga. Para masyarakat terutama yang memiliki fanatisme buta terhadap kuil melakukan pemberontakan besar-besaran terhadap Dinasti Otilia. Selain itu dalam kancah nasional, House of Spiritual telah membuat narasi kecaman atas tuduhan tak beralasan yang dilayangkan oleh Otilia terhadap otoritas kuil di Ravouille. Ditambah, seluruh anggota afiliasi politiknya terutama Fertiphile, Yorksall, dan Sandwealth menyayangkan tindakan Otilia sebagai perbuatan yang tercela dan egois. Praktis Otilia tidak memiliki back up yang cukup dalam melakukan eksekusi terhadap High Priest itu. Namun itu bukan berarti aksi pemberontakan mereda, justru itu adalah salah satu penyebab utama dari aksi vandalisme dan kericuhan di ibukota selain masalah ekonomi.


Wanita itu hanya berdiri di sana tanpa memalingkan wajahnya.


Ia bergumam pada dirinya sendiri.


"Dia terlalu berlebihan."


Orang yang dibicarakan oleh wanita itu adalah pemimpin wyvern rider, the tempest lady.

__ADS_1


Wanita itu mengenal tempest lady sebagai orang yang sombong dan sembrono.


Namun demikian dia mengakui kehebatan orang itu.


"Namun, jika dia menggunakan ultimate skill-nya hingga seperti ini, bukankah artinya lawannya cukup kuat?"


Wanita itu memang sempat mendengar kemampuan Countess of Otilia ketika di sampai di kerajaan Artchania. Namun apa yang membuatnya terkejut bahwa tempest lady bukanlah dibunuh oleh orang itu. Namun orang asing yang tidak terlalu dikenali.


Tiba-tiba sebuah asap gelap dan pekat muncul tak jauh di sebelah wanita itu.


Tak lama, sosok seorang yang misterius yang memakai jubah hitam dan topeng yang berbentuk seperti kepala burung gagak muncul.


"dr. Plague, apa urusanmu sudah selesai?"


Wanita itu sama sekali tidak menatap orang yang berada di sampingnya tetapi ia mengenali identitas orang itu dengan baik.


"Marquess tidak mau bekerjasama dengan kita. Jadi aku memutuskan untuk sedikit bermain dengannya," ucap seseorang yang dipanggil dr. Plague.


"Lupakan orang itu. Bagaimana kabar Sylv?"


"Dia terlihat sedang menikmati misinya."


"Nox mungkin sudah mengatakan padanya, tetapi akan aku ingatkan lagi untuk jangan terlalu berlebihan membuat boneka."


"Baiklah, tapi aku ingin bertanya. Karena kita tidak membutuhkan orang itu lagi, apakah aku boleh sedikit bermain-main dengan mereka? Kebetulan aku memiliki sebuah penemuan yang harus diuji coba."


Walaupun wajah dr.Plague tidak terlihat tetapi seolah dari balik topeng dia tersenyum keji.


"Semakin lama kau semakin mirip dengan Sylv."


dr. Plague tertawa canggung. Dia sama sekali tidak membantah perkataan wanita itu.


"Terserahmu," lanjut wanita itu.


"Terima kasih Nona Ignes."


Wanita yang dipanggil Ignes itu tidak membalas ucapan dr. Plague.


Dia kemudian mengalihkan pembicaraan.


"Apa kau sudah mengetahui siapa pembunuh Tempest Lady?"


"Itu tidak terlalu sulit. Bagaimanapun wanita itu mati di medan perang yang dilihat banyak orang. Berdasarkan pengamatanku, dia dibunuh oleh seorang petualang berplat oricalchum yang memiliki party yang disebut Orion," ucap dr.Plague.


"Hoh ... petualang ya."


Ignes yang selama ini tanpa ekspresi sedikit menarik sudut mulutnya seolah tersenyum.


Namun itu bukanlah senyum cerah tetapi senyum dingin tanpa makna kebahagiaan apa pun.


"Sekarang dimana petualang itu?"


"Terakhir mereka berada di sebuah wilayah  yang tidak jauh dari Otilia yang bernama Fertiphile," ucap dr. Plague.

__ADS_1


__ADS_2