THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
HUNTING(5)


__ADS_3

Rain sangat semangat ketika dia diajak oleh tuannya untuk berburu. Ia menganggap ini adalah momen untuk mengumpulkan pengalaman dan menguji kemampuan berpedangnya. Bagaimanapun ia masih mengingat petuah ayahnya untuk mahir membaca dan mahir berpedang.


Semangat Rain semakin membara ketika tuannya menyerahkan pedang kepadanya. Ini mungkin hanya pedang biasa yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan pedang para knight yang merupakan magic sword tingkat middle class. Namun Rain tidak peduli karena untuk pertama kalinya ia bisa memegang pedang tanpa harus takut ketahuan.


Sayangnya antusiasnya sempat terganggu ketika ia pergi menaiki kuda. Rain tidak memiliki pengalaman menunggangi kuda sehingga ia mau tidak mau diboncengi oleh seorang knight bernama Cathan. Knight itu berumur 20 tahun dan fresh graduate dari Akademi Militer kerajaan.


Rain memang telah terbiasa untuk masuk hutan tetapi saat ini dia cukup gugup karena  dia tidak sendiri. Secara tidak sadar Rain membatasi gerakannya, berusaha untuk tidak melakukan tindakan konyol terutama di depan tuannya.


Namun jaim-nya pun pecah ketika ia meliha pertarungan ketiga knight melawan seekor Rangifer Snowalker.


"Menakjubkan!"


Rain terpesona ketika melihat kekuatan aura para knight. Mereka pertama-tama menyerang magic beast itu dengan mengaliri aura mereka ke pedang, kemudian menghunuskan pedang mereka ke buruan. Lalu ketika Rangifer Snowalker mengeluarkan hembusan napas yang sangat dingin, para knight menjaga jarak dari AoE. Namun mereka masih menyerang dengan gelombang aura. Mereka terlebih dahulu mengaliri aura mereka ke pedang kemudian menyerang udara kosong sehingga aura mereka keluar dari pedang dan menciptakan gelombang aura yang menyerang Rangifer Snowalker dari jarak jauh.


Selain knight, satu-satunya ranger di kelompok ini yang bernama Rockie juga menyerang dengan luar biasa. Dia mengaliri aura-nya ke magic bow dan kemudian menyerang Rangifer Snowalker dengan anak panah yang sangat cepat. Serangan anak panah ini menciptakan ledakan yang bahkan membuat armor es magic beast itu perlahan semakin rusak.


"Bagaimana Rain, apa kamu ingin bergabung?"


Tiba-tiba tuannya bertanya padanya. Tuannya hanya melakukan sekali serangan. Setelah itu dia hanya diam dan memerhatikan kondisi.


Rain yang memang awalnya ingin bergabung merasa tidak percaya diri setelah melihat kemampuan semua orang hebat ini. Ia hanyalah sosok budak yang tidak pernah mendapat pelatihan militer. Apakah ikut atau tidaknya dia dalam pertempuran akan mengasilkan perubahan signifikan? Rain meragukan dirinya sendiri.


"Jangan takut. Kau bisa berlindung di belakang para knight. Mereka tidak akan membiarkanmu terluka. Selain itu, aku juga akan menjagamu dari belakang."


"Baik, Tuan!"


Rain memang menilai tuannya ini adalah orang baik. Setidaknya selama ia menjadi budak Alex, ia tidak pernah kekurangan makanan, memiliki baju baru, selalu bersih, bahkan sampai mendapat uang saku. Bukankah tuannya memang sangat baik?


Jadi walaupun tidak yakin 100%, ia percaya bahwa tuannya tidak akan membiarkannya mati. Namun ia tidak mungkin ceroboh, bagaimanapun ia hanyalah budak sehingga kematiannya pasti tidak akan berpengaruh besar bagi tuannya.


"Bagus, kamu bisa mengikat kuda-kuda itu di sana."


Tuannya menunjuk sebuah pohon yang tidak jauh dari mereka.


Berbeda dengan Alex dan Rockie yang masih menaiki kuda, setelah ketiga knight berpisah dari kelompok, Rain harus berjalan kaki dan menarik tiga kuda. Untunglah ketiganya jinak sehingga ia bisa menarik mereka dengan santai.


Setelah Rain mengikat mereka di batang pohon agar tidak bisa berpergian, Rain dilengkapi pedangnya berlari ke arah magic beast.


"Ho! tahan, jangan terlalu dekat!"


Cathan merentangkan tangan kirinya untuk memblokir Rain.


"Tetap di belakangku, hati-hati dengan napasnya. Jika kau sampai terkena sedikit saja, otot bahkan darahmu akan langsung membeku."


Cathan dan ketiga knight lain dilengkapi dengan magic armor ditambah mereka bisa menggunakan aura untuk memberi perlindungan tambahan bagi diri mereka sendiri sehingga efek [Rangifer Breath] akan terreduksi bagi mereka. Namun Rain yang hanya menggunakan armor tipis standar tidak akan bisa menahan serangan beku itu.


Rain bingung bagaimana dia bisa berpartisipasi. Setidaknya para knight bisa menggunakan gelombang aura untuk memberikan serangan tipe range, tetapi Rain adalah pure melee yang tidak memiliki kemampuan serang jarak jauh kecuali jika ia melempar batu.


"Ya, kau bisa melempar batu. Tidak masalah. Jangan sedih begitu," ucap Cathan.


"...."

__ADS_1


Dengan enggan Rain mematuhi perkataan Cathan. Ia mengambil batu seukuran bola kasti dan melemparnya ke arah Rangifer Snowalker.


Rangifer Snowalker merasa jengkel dengan tiga manusia yang menyerangnya. Setiap kali dia mendekat, ketiganya menjauh sehingga napas bekunya tidak  bisa menjangkau mereka. Ia bahkan beberapa kali menggunakan tanduknya untuk menyerang tetapi mereka sangat lihat menangkis dan menghindar. Selain itu satu manusia lagi yang entah di mana memberikan serangan dari jarak jauh sehingga perlahan merusak armor-nya.


Rangifer Snowalker betul-betul kesal. Para manusia lemah dan rendahan ini berani mengganggu hidupnya, jelas dia akan menghancurkan makhluk-makhluk rendahan ini. Ia menggeretakan giginya dan semakin memberikan mata yang penuh kebencian.


Plok!


Entah darimana sebuah batu mengenai kepalanya. Batu itu jelas tidak memberikan efek apa pun tetapi entah kenapa ia merasa terhina.


Rangifer Snowalker mulai memandang ke kiri dan ke kanan untuk mencari siapa pelakunya. Sampai akhirnya dia melihat seorang manusia yang terlihat lebih menyedihkan dari yang lain sedang memegang sebuah batu dan memberi lemparan lain.


Plok!


"...."


OOOHH Jadi kau!


Merasa mengetahui orang paling bajingan, Rangifer Snowalker langsung berlari ke manusia sialan itu. Sudah lagi lemah, beraninya dia memberikan lemparan.


"Awas Rain!"


Cathan langsung menarik Rain keluar dari AoE napas beku. Kemudian dia melempar Rain sejauh mungkin.


"Cepat menjauh!"


Rain yang masih linglung akibat terlempar bergegas berlari tetapi Rangifer Snowalker tidak membiarkannya lolos begitu saja. Ia mengejar Rain.


Cathan memberikan serangan gelombang aura untuk mengalihkan perhatian Rangifer Snowalker. Namun makhluk itu tidak menganggapi dan terus mengejar Rain seolah telah menemukan musuh besarnya.


Bahkan para knigh lain ikut memberikan serangan tetapi fokus magic beast itu tidak teralihkan.


Rain terus berlari. Ia sangat ketakutan. Bahkan dengan napasnya yang sudah terengah-engah, ia masih tetap berusaha menjauh dari makhluk menyeramkan itu. Namun sayangnya sebuah akar yang menjulur keluar dari tanah membuatnya tersandung dan terjatuh.


"Uurgh!"


Rain berusaha bangkit, tetapi dari belakangnya muncul bayangan raksasa. Keringat dingin langsung membanjiri kulitnya. Jantungnya seolah terpompa begitu kuat sehingga ia merasa dunia bisa mendengar detak jantungnya yang berbunyi dug, dug, dug.


Rain memutar pandangannya ke belakang. Ia melihat sosok rusa putih raksasa yang sedang membuka mulut. Dari mulutnya itu cahaya putih kebiruan benar-benar terlihat.


Aku mati!


Rain menggigil, tetapi ia tahu ini adalah akhir kisah hidupnya. Selamat tinggal dunia.


BOOM!!


Tiba-tiba sebuah serangan mengenai kepala rusa raksasa itu. Pecahan bebatuan langsung menyebar dari serangan itu.  Serangan itu sangat dahsyat sampai-sampai membuat rusa itu terhuyun.


Rangifer Snowalker menggelengkan kepalanya karena ia merasa pusing. Ini adalah serangan yang paling kritikal. Apalagi kepalanya tidak terlindungi oleh armor es. Ia kemudian mengalihakan pandangannya ke sumber serangan, kemudian ia mendapat satu lagi lemparan tepat dijidatnya.


BOOM!

__ADS_1


Rangifer Snowalker langsung mundur, ia bahkan mengangkat kedua kaki depannya dan mundur dengan dua kaki belakangnya. Ia hampir terjatuh akibat serangan mengerikan itu.


"Rain, apa yang kau lakukan? Cepat lari!"


Dari kejauhan Alex meneriaki Rain. Alex dan Rockie telah turun dari kuda dan sekarang sudah berada lebih dekat dari sebelumnya.


Untunglah Rain langsung tersadar dan bergegas berdiri kemudian berlari mendekati Alex.


Semua orang terdiam ketika mengetahui serangan itu dari Alex.


Sejak kapan tuan muda bisa melakukan konduksi aura?


Para knight bingung dengan kemampuan tuan mereka. Bagi mereka, konduksi aura yang merupakan kemampuan untuk mengaliri aura ke konduktor adalah tahap paling atas dalam metode pengendalian aura. Itu biasanya dikuasai paling cepat adalah setahun. Namun tuannya yang baru sebulan sudah bisa mengendalikan aura sehebat itu? Bukankah itu luar bisa?


Sebenarnya Alex tidak mau mengungkapkan kemampuannya. Sebagai archdeus tentu saja ia dapat melakukan itu dengan sangat mudah. Jika membandingkan kesehariannya yang menggunakan sumber energi deusvoulic seperti Helnit (Energi Negatif/Neraka) dan Neut (Energi Netral/Empty)  maka menggunakan mana dan aura, itu seperti membandingkan antara makan nasi dan makan bubur.


Penggunaan aura setidaknya harus bisa melalui tiga tahap, yaitu merasakan aura, menciptakan aura, dan mengendalikan aura. Sebagai archdeus tentu saja Alex sudah lama bisa melihat dan mengendalikan aura. Sayangnya untuk menciptakan aura melalui tubuh fana-nya ini, ia jelas harus belajar. Itu karena kemampuan tubuh fananya terbatas, sehingga satu-satunya tahap yang belum ia selesaikan semua adalah kemampuan menciptakan aura.


Jika dibandingkan antara kuantitas aura Alex dan aura para knight, jelas jumlah aura Alex masih sangat sedikit.


Alex baru dua kali mengaliri aura-nya ke batu tetapi ia telah mengeluarkan 1/4 aura-nya.


"Tuan!"


Rain telah berlari ke tempat Alex dengan terengah-engah. Telihat jelas bahwa keringat telah membanjiri tubuhnya.


"Apa kamu tidak apa-apa?"


"Iya, Tuan."


"Baguslah. Semua, serang!"


"Hiya!!"


Menanggapi perintah, semua knight kembali memberikan serangan. Dari titik buta di mana Rangifer Snowalker tidak bisa menghembuskan napas es, seorang knight memberikan tebasan pedang. Namun serangan tersebut hanya menyebabkan armor es retak.


Rockie juga masih memberikan serangan dari jauh. Ia berada di samping Alex dan memberikan serangan yang terfokus di area kepala. Sayangnya semenjak serangan Alex sukses, magic beast itu semakin fokus menjaga kepalanya.


Pertempuran bisa terus berlanjut lebih dari sejam. Untunglah setelah lima menit akhirnya [Rangifer Breath] memasuki masa coldown selama 2 jam sebelum bisa kembali digunakan. Coldown-nya skill  disebabkan tempat penyimpanan napas beku di dalam tubuh Rangifer Snowalker  telah kosong sehingga harus diisi kembali setidaknya selama dua jam.


Pada masa krusial itulah akhirnya Rangifer Snowalker terpojok. Semakin waktu berlalu, armor esnya akhirnya hancur setelah menahan berbagai serangan dari para knight dan tembakan panah dari Rockie.


Akhirnya setelah Rangifer Snowalker mengalami banyak luka dari tebasan dan tusukan dari mata anak panah, magic beast itu pun tumbang kurang dari tiga puluh menit pertempuran.


Jelas para knight kurang bersemangat karena kebanyakan mereka hanya menjaga jarak dan tidak terlalu banyak memberikan manuver. Ini tidak memberi mereka gairah pertempuran yang luar biasa. Mereka ingin lebih menantang dan berbahaya.


Namun tentu saja Alex tidak berpikiran demikian. Ia sangat senang karena lawan mereka adalah Rangifer Snowalker. Sehingga ia tidak perlu berkeringat untuk memberikan tebasan. Dengan mayat Rangifer Snowalker  sebagai hasil buruan, ia akhirnya bisa berhenti berburu dan keluar dari hutan.


Sayangnya kenyamanan Alex tidak terjadi. Dari kejauhan, raungan mengerikan terdengar. Burung-burung terbang menjauh dari raungan itu. Perlahan tanah mulai bergetar dan raungan itu semakin terdengar jelas.


Rockie yang memiliki sensitivitas indra yang kuat jelas mengetahui sesuatu yang besar datang ke arah mereka dengan cepat. Ia langsung memberikan senyuman bersemangat dan dengan lantang berkata kepada semua orang.

__ADS_1


"Dia datang ... akhirnya, itu Red Urours!"


__ADS_2