
Segala kekacauan tadi malam dimulai dari kericuhan yang dibuat oleh sekelompok orang, hingga ledakan yang tiba-tiba muncul di tengah kota sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan fokus pertahan kota.
Terlebih ketika mereka mendengar bahwa sang countess tiba-tiba menghilang.
Tidak hanya countess, beberapa viscounts dan barons yang sebelumnya berada dalam sistem komando kini hilang tanpa jejak.
Akibat semua itu, mental seluruh prajurit telah jatuh ke titik terendah.
Pada keesokan harinya, serangan besar-besaran terjadi.
Setelah lebih dari 20 hari dikepung, akhirnya musuh berani untuk bergerak.
Dengan kekuatan 35.000 prajurit, pasukan musuh dipisah menjadi tiga kelompok.
Pertama adalah kelompok utama. Terdiri dari 20.000 orang. Mereka sebagian besar adalah para prajurit yang telah berpengalaman dalam perang sebelumnya. Di kelompok ini pula sebagian besar prajurit yang memiliki kelas berada. Selain itu 90% magic cannon dikonsentrasikan di sini. Adapun kepemimpinannya secara langsung dipimpin oleh komandan tertinggi yaitu Peter.
Kemudian legiun di sayap kanan, terdiri dari 7.500 prajurit. Mereka semua adalah prajurit yang berasal dari March of Canadia. Sebelumnya Canadia hanya mengirim kurang dari 3.000 orang tetapi melihat dari kesuksesan serangan, mereka pun menambah bantuan militer. Kepemimpinan legiun ini dipercayakan kepada seorang baron bernama Guilbert Lynn Ecdovia.
Terakhir, legiun di sayap kiri, terdiri dari 7.500 prajurit. Mereka semua adalah prajurit berkuda yang memiliki mobilisasi cepat. Legiun ini akan menjadi legiun bantuan bagi kelompok utama. Kepemimpinan legiun ini berada pada otoritas dari Sir Renaud Pierre Trendome.
Para prajurit dari kelompok utama mulai bergerak.
Dengan disertai tembakan dari para pemanah dan magic cannon sebagai tembakan pelindung.
Prajurit barisan paling depan adalah para knight dan lancer. Hal ini mengurangi korban tewas, Peter menggerakan prajurit terampil di barisan paling depan.
Seperti yang diharapkan, dengan menggunakan kekuatan aura dan magic item yang mereka miliki, mereka tidak kesulitan menghadapi serangan pemanah. Yah, mungkin mereka cukup kerepotan dengan tembakan para ranger seperti pemanah dengan kelas marksman, tetapi itu tidak terlalu berpengaruh karena magic cannon terus menembak dinding benteng sehingga menyebabkan fokus para pemanah Otilia menjadi kacau.
Kemudian kelompok militer itu pecah menjadi dua. Hal itu karena sebuah senjata raksasa didorong ke barisan paling depan. Senjata itu didorong oleh lebih dari 10 orang. Senjata ini disebut sebagai battering ram. Tapi bukan battering ram biasa, sebab senjata ini memiliki pendobrak yang terbuat dari logam yang terbuat dari platinum.
senjata itu terus mendekat dan akhirnya sampai di depan pintu gerbang, lalu ....
Pung ... Pung ...!
Battering ram terus mendobrak pintu gerbang sementara para knight menggunakan perisai mereka untuk melindungi senjata itu dari tembakan anak panah. Untunglah battering ram telah berada di zona buta dari magic cannon.
Pung!
Pada akhirnya dengan lebih dari ratusan ayunan dari battering ram, dinding kota pada akhirnya jebol.
__ADS_1
Dengan sigap seluruh prajurit dari semua legiun bergerak.
Para prajurit masuk ke dalam kota.
Kehancuran dinding kota dan gerbang kota telah menjadi awal dari kejatuhan Kota Revouille.
***
Istana Utama Parteric.
Istana Utama Parteric adalah istana kenegaraan tertinggi sekaligus sebagai tempat tinggal sang raja dan keluarganya. Istana itu dibangun dengan sangat megah dan indah serta dilengkapi oleh banyaknya ruangan yang dimiliki. Salah satu ruangan itu sedang didiami oleh dua orang penting di kerajaan. Mereka sedang membahas hal yang kritis dan terlihat sangat serius. Salah satu dari kedua orang itu adalah pangeran ketiga yakni Prince Albert Ferdinand Ignitius Augustus dan seorang lagi adalah bangsawan agung, Marquess Beldon Ellison Hornwall.
Sebelum membahas topik utama, Marquess Beldon memberitahukan kondisi terkini dari Raja Theodore II kepada Pangeran Albert.
"My Highness, saya mendapat laporan bahwa Yang Mulia Raja kita Yang Dikasihi Tuhan memutuskan untuk tetap bersemayam di atas takhtanya. My Majestic telah bertitah kepada His Royal Highness Prince William untuk menghukum Kerajaan Ibeltia may gods curse them."
Pangeran hanya diam dan terus memperhatikan omongan sang marquess.
"Kini keamanan di wilayah timur dan tenggara dari negara kita telah berada pada keamanan tertinggi. Lords dari semua wilayah tersebut kecuali Lady Otilia dan Lord Morhust telah melaksanakan kewajiban panggilan feudal aid dari Yang Mulia Raja kita Yang Dikasihi Tuhan."
"Jadi sekarang kakakku tercinta akan mendapat prestasi lagi."
Albert hanya menjawab dengan enteng. Namun bagi Beldon, ini adalah sebuah sarkastik.
"My Highness, keikutsertaan His Royal Highness (William) adalah permohonan dari Lord Sandwealth. Saya telah berusaha menghadap Yang Maha Mulia Raja kita Yang Amat Pengasih agar peperangan ini diurus oleh hamba tetapi Yang Mulia Raja kita Yang Amat Bijak telah memberi titah anugrah kepada His Royal Highness untuk tetap memimpin perang."
"Aku tahu, bagaimanapun Sandwealth adalah pendukung kakakku tercinta. Tentu saja mereka tidak akan melepas keadaan yang akan memberi mereka banyak prestasi seperti saat ini."
Seperti yang dikatakan Albert, walaupun perang adalah hal yang sangat merugikan bagi kedua negara, tetapi untuk sebagian pihak, ini adalah kondisi yang oportunis. Apabila seseorang berhasil menang dalam perang dan kembali dengan selamat, tentunya dia akan mendapat banyak keuntungan dimulai dari status hingga kekayaan. Sama halnya dengan kondisi saat ini, dengan memanasnya kompetisi suksesi takhta antara ketiga pangeran yakni William, Henry, dan Albert secara sadar atau tidak, moral hazard[1] yang mereka miliki meningkat setiap harinya akibat iklim suksesi yang semakin kompetitif. Terlebih usia sang raja yang kini telah uzur tetapi untunglah pihak kuil mengambil jalan netral dan persaingan antar pangeran yang terjadi terdiri dari tiga kubu yang sama-sama kuat. Apabila suksesi hanya memiliki dua kubu, besar kemungkinan Kerajaan Artchania telah jatuh dalam perang saudara.
Jadi bisa dibilang kondisi perang antara Kerajaan Artchania dan Kerajaan Ibeltia adalah ladang prestasi bagi ketiga orang itu.
Namun seperti yang diduga, akibat perang itu meletus di wilayah Duke Sandwealth, tentunya semua prestasi perang telah berhasil dimonopoli oleh Pangeran William.
"Ampuni hamba, Yang Mulia."
"Lupakan saja, aku tidak berharap banyak dari perang ini. Apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan?"
"My Highness, saya mendapatkan laporan dari Grand Chamberlain[2] bahwa Fertiphile dan Morhust memohon kepada Yang Mulia Raja Yang Dikasihi Tuhan untuk membuka rapat parlemen."
__ADS_1
"Ada apa? Aku tidak mendengar Fertiphile maupun Morhust mengalami fief war."
"My Highness, permohonan mereka ini adalah untuk menghentikan fief war yang terjadi pada Otilia dan Canadia."
"Otilia? Mengapa mereka tidak mengirim permohonan tetapi justru permohonan itu diajukan oleh Morhust dan Fertiphile?"
Albert bingung dengan kondisi ini. Normalnya, daerah/county yang mengalami fief war adalah pihak yang mengurusi rapat parlemen. Jadi pada kasus normal, seharusnya permohonan itu diberikan oleh Otilia bukan county lain.
"Saya menduga kemungkinan besar Otilia sedang menghadapi konflik internal. Terutama kepemimpinan county tersebut dipimpin oleh seorang countess yang secara politik nasional adalah produk yang mati."
Albert menyentuh dagunya. Berpikir dengan penuh perhitungan.
"Namun tetap saja ... aku tahu jika ketiga county itu telah lama membentuk koalisi tetapi itu bukan berarti Otilia bisa semudah itu meminta pertolongan mereka. Terlebih ini diajukan oleh dua county sekaligus sementara pihak yang terlibat sama sekali tidak mengirim permohonan yang serupa. Cukup menarik, sepertinya Otilia memiliki kemampuan negosiasi yang kuat."
"Seperti Yang Mulia Pangeran duga."
Beldon ragu-ragu untuk melanjutkan ucapannya tetapi setelah jeda sejenak, dia tetap bertanya kepada pangeran.
"Your Highness, hamba yakin Yang Maha Mulia Raja kita Yang Amat Pengasih tidak akan mengacuhkan proposal ini terlebih permohonan tersebut berasal dari dua county yang telah melaksanakan panggilan feudal aid [3]. Hamba yakin Yang Maha Mulia Raja kita Yang Dikasihi Tuhan akan mengaruniakan pembukaan sidang parlemen."
"Jadi?"
"Your Highness, dengan posisi demikian, apa yang harus dilakukan kepada Canadia?"
Albert mengerti alur pemikiran Beldon. Ketiga marquess yang ada yakni Hornwall, Canadia, dan Whitesburg berasal dari satu koalisi yang sama. Selain itu ketiganya adalah pendukung terkuatnya sebagai penerus takhta. Jadi seharusnya wajar bagi mereka untuk saling mendukung.
Namun Albert memiliki pemikiran lain.
"Saat ini posisimu adalah Perdana Menteri jadi akan buruk bagimu untuk memihak kepada pihak penyerang. Terlebih sekutu Otilia yakni Fertiphile dan Morhust telah melaksanakan feudal aid, jadi ini akan sulit bagi Canadia untuk dapat menang dalam parlemen. Kecuali jika bangsawan agung lain seperti Duke Norchaster mengambil sikap."
Beldon juga mengerti itu. Dengan posisinya sebagai perdana menteri saat ini, dia tidak bisa gegabah. Jika dia salah mengambil langkah, ini bisa berakhir dengan pemakzulannya sebagai perdana menteri dan kejatuhan kabinetnya.
"Jadi sebaiknya kalian jangan mendukung Canadia secara membabi buta," ucap Albert.
"Baik, Yang Mulia."
Note:
moral hazard[1]: tindakan pengambilan resiko yang cukup tinggi yang berani ditanggung sehingga dapat menyebabkan orang lain juga berpotensi menanggung resiko akibat tindakan tersebut. Istilah ini banyak digunakan dalam dunia finansial yang merujuk pada kondisi dimana bank sebagai kreditur berani mengambil risiko tinggi dengan memberi pinjaman selama krisis keuangan terjadi di Asia Tenggara pada tahun 1997 -1998 (Krugman, 1999).
__ADS_1
Grand Chamberlain[2]: Bendahara agung merupakan posisi yang bertanggung jawab pada seluruh aspek pengelolaan rumah tangga hingga prosesi seremonial kerajaan.
feudal aid [3]: istilah hukum feodal yang mewajibkan bawahan/subjek feodal (bangsawan, pendeta, dan rakyat jelata) mengirimkan bantuan berupa kewajiban militer hingga pemberian harta kepada raja/tuan mereka.