THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
PLENUM(2)


__ADS_3

Lord of Grand Chamberlain  mengumumkan kedatangan raja dan anggota prosesi.


Dengan dipimpin oleh Duke of Norchaster selaku Lord of Grand Chamberlain, seluruh anggota prosesi dari Raja Theodore II,  Pontifex Eliarius Xavier Augustus, Prince Henry, Prince Albert, dan anggota prosesi lainnya seperti seorang high priest yang mengambil posisi sebagai salah satu wakil pemimpin sidang dan para juru iring, semuanya berjalan masuk ke ruang sidang.


Sang raja duduk di kursi pimpinan sidang, di kirinya para wakil ketua sidang dari kaum bangsawan sementara di kanannya adalah tempat para wakil ketua sidang dari kuil.


Adapun para pangeran duduk di kursi lain di luar barisan pimpinan sidang. Dalam House of Parliament , para pangeran tidak memiliki hak suara dalam voting tetapi memiliki hak untuk menyatakan pendapat.


Setelah raja duduk dan Grand Chamberlain mempersilahkan semua orang untuk duduk atas izin raja, pembukaan sidang dimulai.


Perdana Menteri Kerajaan Artchania Marquess Beldon Ellison Hornwall memberikan pidato sambutannya. Isinya mengenai tentang puji-pujian kepada raja dan laporan mengenai pencapaian pemerintahan kabinetnya.  Selanjutnya, raja kemudian akan menyampaikan pidato kenegaraannya. Semuanya adalah prosesi yang panjang dan membosankan.


Ketika House of Parliament telah bersidang, ini akan berlangsung dalam waktu yang tidak sebentar. Biasanya akan terdiri dari berbagai tahapan.


Tahap pertama adalah pembukaan sidang parlemen yang berisikan pidato kerajaan dari raja, dan laporan eksekutif kepada legislatif.


Tahap kedua adalah laporan atau tajuk masalah yang digugat. Ini akan disampaikan oleh pihak yang memohon persidangan.


Tahap ketiga adalah pendapat dari para bangsawan. Pada tahap ini, para bangsawan kelas rendah seperti viscount dan baron dapat memberikan pandangannya.


Tahap keempat adalah persetujuan terhadap permohonan yang disampaikan kepada House of Spiritual. Pada tahap ini usulan/permohonan dapat ditolak jika mendapat suara bulat atau paling sedikit 2/3 anggota House of Spiritual.


Tahap kelima adalah proses pemungutan suara dari para bangsawan agung dengan gelar count ke atas. Pada tahap ini, usulan dapat disetujui jika mendapat suara bulat atau setidaknya mendapat suara 50%+1 dari anggota.


Tahap keenam adalah persetujuan perpanjangan pembahasan usulan yang diajukan kepada raja. Agenda ini terjadi apabila pemungutan suara pada tahap kelima gagal mendapat suara mayoritas. Pada tahap ini  proses pembahasan akan diulang ke agenda pertama.


Tahap ketujuh adalah pemberlakuan dekrit oleh otoritas temporal tertinggi. Tahap ini adalah kondisi dimana raja memiliki hak untuk meloloskan sebuah pembahasan jika suara dalam tahap kelima berada pada kondisi deadlock dan usulan tersebut sebelumnya telah mendapat perpanjangan pembahasan oleh raja paling sedikit satu kali (tahap keenam).


Pada pertemuan hari ini mereka tidak memiliki terlalu banyak interaksi. Cukup duduk dan dengarkan setiap sesi.


Beberapa anak muda yang masih belum memiliki pengalaman politik menguap dan bahkan ada yang sampai tertidur.


Tahap pertama sudah mendekati akhir setelah semua pidato formal itu dibacakan. Sang raja yang telah uzur bangkit dari kursinya.


Disebabkan karena usia, sang raja menggunakan sebuah tongkat  untuk membantunya berjalan. Tongkat itu dibalut emas dengan simbol kerajaan kerajaan.


Grand Chamberlain mengumumkan kepergian raja.


Semua orang berdiri dan terompet fanfare dinyalakan.


"Mengumumkan keberangkatan pergi Yang Maha Mulia Princeps Senatus Raja Theodore Lycurgus Aurelius Augustus, Raja Kerajaan Artchania!"


Karena karpetnya yang sangat halus dan berkualitas tinggi, tongkat raja sama sekali tidak menimbulkan suara.


Setelahnya para anggota dewan pun mulai membubarkan diri. Beberapa langsung pulang sementara yang lain memutuskan tetap di ruang sidang untuk membahas beberapa hal dengan koleganya.


Koalisi Sandwealth adalah salah satunya.

__ADS_1


Seluruh anggota koalisi tersebut awalnya berkumpul di ruang sidang tetapi mereka memutuskan untuk pindah. Hal itu karena mereka akan membicarakan strategi politik yang akan dilakukan. Jadi ini cukup rahasia.


Sayangnya ada miskomunikasi yang cukup parah.


Biasanya segala hal dalam tindakan koalisi akan dikoordinir oleh duke. Namun karena duke saat ini tidak ada maka dialihkan kepada anaknya. Sayangnya anaknya itu tidak terlalu lihai dalam mengatur orang. Apalagi kebanyakan yang hadir adalah perwakilan dinasti  yang rata-rata adalah anak muda bukan kepala keluarga yang sudah berusia.


Namun pada akhirnya mereka berhasil bertemu. Mereka memutuskan untuk melakukan pertemuan di luar lingkungan gedung parlemen.


Ini berlokasi di sebuah penginapan mewah yang  masih berada di wilayah ibukota.


Karl Bernhard Sandwealth, putra kedua dari Duke Sandwealth. Usianya sekitar 20-an dan saat ini dia merupakan salah satu salah satu anggota ordo ksatria kerajaan.


Sejak awal dia tidak pernah dipersiapkan sebagai penerus wangsa Sandwealth.  Kakaknya, sang pewaris dinasti, Franz Maximilian Sandwealth tidak dapat hadir di parlemen karena ia saat ini mengikuti perang Artchania-Ibeltia.


Praktis karena kakak dan ayahnya tidak dapat menghadiri rapat parlemen, maka ia menjadi perwakilan bagi wilayahnya.


Ini untuk pertama kalinya bagi Karl untuk mengadakan pertemuan politik.


Dia saat ini akan memimpin pertemuan dengan enam bangsawan agung lainnya.


Setelah semua orang duduk di tempat mereka masing-masing, Karl tiba-tiba berdiri dan berbicara dengan cukup keras.


"Terima kasih atas  kedatangan Tuan-tuan semua."


Karl secara spontan menundukkan kepala.


Mungkin bagi orang yang berasal dari latar belakang  keluarga viscount  ke bawah akan sering melakukan hal ini. Namun untuk seorang anak dari seorang duke, ini sedikit menyedihkan.


"Apa menurutmu orang ini kompeten?"


Regis berbisik kepada Alex.


Ia sudah melihat tingkah laku anak duke bernama Karl ini sejak pertemuan di ruang parlemen.


Sebagai orang yang sudah memiliki pengalaman dalam rapat dan lobi, Regis dapat mengatakan bahwa Karl adalah orang yang tidak kompeten.


"Mungkin dia gugup. Entahlah, dia tidak terlihat memiliki wawasan yang cukup untuk menjadi pemimpin koalisi," ucap Alex.


Karl sepertinya tidak menyadari kesalahannya barusan. Dia kembali duduk dan kini membaca teks yang diberikan oleh pelayanannya.


Teks itu berisi sambutan dan ucapan terima kasih. Seharusnya ini tidak terlalu aneh tetapi gestur Karl yang hanya fokus membaca tanpa melakukan kontak mata kepada audiens adalah hal yang keliru.


Pertemuan ini bukanlah pertemuan formal. Ini lebih kepada kegiatan lobi para aristokrat.


Saat ini koalisi mereka harus bertindak dan membuat manuver yang jelas.


"Pertemuan berikutnya akan diadakan selambat-lambatnya dua minggu kemudian. Pada pertemuan itu nantinya akan membahas mengenai tajuk masalah yang akan dilayangkan. Artinya Tuan Yorksall dan Tuan Otilia akan memberikan permohonan dalam sidang."

__ADS_1


"Kami akan mendukung apapun yang Tuanku gugat dan Tuanku pinta. Kita akan memastikan mereka yang menghalangi harus menutup mulut ," sambung Karl.


"Tuan Muda Sandwealth, apa maksud Anda dengan mereka yang menutup mulut?"


Yorksall bertanya dengan serius. Ini adalah langkah terakhir yang bisa ia perjuangkan untuk county-nya. Jadi harus menang bagaimanapun caranya.


"Tuan, kita akan memberikan tekanan kepada fraksi pemerintah dengan menunjukkan bukti bahwa semenjak koalisi pemerintah ini berkuasa, mereka tidak dapat memberikan kestabilan negara."


Apa yang dikatakan Karl merujuk pada koalisi trio-marquesses yang saat ini merupakan sayap pemerintah. Dimana perdana menteri yang saat ini berkuasa adalah Lord Hornwall, salah satu dari tiga marquess.


"Kita juga akan mendesak koalisi Norchaster karena mereka juga bertanggung jawab atas kerugian negara selama fief war akibat berusaha menunda-nunda pembukaan sidang House of Parliament," ucap Karl.


Perkataan Karl bukanlah tanpa alasan. Duke Norchaster adalah seorang Grand Chamberlain yang memiliki posisi penting dan krusial. Selain mengurus hal-hal yang berhubungan dengan keuangan, dia terkadang memberikan nasehat terhadap raja yang membuatnya memiliki posisi yang sangat kuat. Kemungkinan besar tertundanya rapat parlemen disebabkan oleh saran dari Norchaster.


Mendengar ucapan Karl yang penuh rasa percaya diri membuat para bangsawan yang hadir menjadi optimis. Philip juga tidak terkecuali.


Namun entah mengapa Count Yorksall merasa khawatir.


"Jadi apa semuanya setuju?" tanya Karl.


Para bangsawan mengangguk dan dengan percaya diri menyatakan setuju.


Kecuali ... Alex.


"Tuan, apa Anda yakin dengan dengan rencana itu?"


"Iya, apa Ada masalah Tuan Muda Fertiphile?" tanya Karl.


"Ini cukup serius. Saya merasa rencana Anda sulit direalisasikan. Bagaimanapun mustahil bagi kita untuk menyerang dua kubu sekaligus kecuali jika kita memiliki suara mayoritas."


Apa yang dikatakan Alex bukanlah tanpa alasan. Walaupun koalisi Sandwealth adalah koalisi terbesar tetapi mereka sama sekali tidak memiliki suara mayoritas dari jumlah bangsawan agung.


Dengan memperhitungkan kondisi terburuk karena mereka menyenggol dua kubu sekaligus maka itu artinya mereka akan diserang oleh dua arah. Jika menghitung suara Koalisi Sandwealth yang berjumlah 7 orang bangsawan agung, koalisi Norchaster berjumlah 5 orang bangsawan agung, dan koalisi trio-marquess berjumlah 6 orang bangsawan agung maka mereka akan mendapati rasio 7:11. Untuk mencapai suara mayoritas, mereka setidaknya harus memiliki suara 10:8.


"Jadi apa yang ingin Anda sampaikan Tuan?" tanya Karl dengan sinis.


Bagaimanapun Alex terlihat jauh lebih muda darinya. Sehingga ia merasa bangsawan agung itu tidak memiliki banyak pengalaman dan naif.


"Tuan ada sebuah kondisi bahwa ketika dua orang memiliki musuh yang sama, maka mereka dapat menjadi teman untuk waktu singkat. Saya mengusulkan untuk menciptakan nota kesepahaman antara Sandwealth dan Norchaster."


"Tuan Muda Fertiphile, Anda terlalu terburu-buru. Memang jika dilihat sekilas membuat kerjasama sementara dengan Norchaster bukanlah hal buruk tetapi Anda harus tahu bahwa itu tidak akan semudah seperti yang dikatakan," ucap Karl.


Apa yang dikatakannya bukanlah tanpa alasan. Kedua duke yakni Sandwealth dan Norchaster telah lama saling bersaing. Bahkan walaupun rivalitas keduanya menyebabkan mereka sama-sama jatuh sehingga koalisi trio-marquess dapat membentuk pemerintahan mereka untuk pertama kalinya.


"Saya setuju dengan pendapatan Tuan Muda Fertiphile. Ini merupakan kondisi yang sangat buruk. Negara kita telah banyak mendapat masalah dari perang berkepanjangan antara negara kita dengan Kerajaan Cephareae dan perang Artchania-Ibeltia, sekarang kita harus menghadapi perang antar bangsawan. Kondisi ini sama-sama menimbulkan kerugian besar bagi siapa pun.  Saya yakin Norchaster juga menyadari hal tersebut."


Kali ini Regis berdiri dengan argumentasi yang jelas. Walau Regis dan Alex tidak mengatakannya tetapi semua orang mungkin kecuali Karl tahu bahwa saat ini hubungan antara Fertiphile dan Norchaster telah berada pada titik terbaik. Jika ini dapat dimanfaatkan maka pembentukan nota kesepahaman antara dua koalisi ini dapat terjadi.

__ADS_1


__ADS_2