THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
TROOPS AND BANKING(3)


__ADS_3

Setelah Zack sang petualang yang menjadi pemandu mereka datang, kelompok yang dipimpin Rain akhirnya pergi mengerjakan misi mereka.


Tentunya sebelum mereka pergi, mereka telah menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan. Karena mereka akan menghadapi para orc, beberapa alat telah dibeli seperti healing potion, pedang cadangan, hingga beberapa ramuan herbal.


Semua alat itu adalah alat yang direkomendasikan oleh Alex kepada Rain untuk dibeli. Untuk ramuan penyembuh, mereka hanya perlu meminta kepada para priest untuk membuatnya sementara untuk bahan lainnya, mereka membelinya kepada beberapa pedagang dan beberapa penyihir.


Oh ya, dikarenakan kedekatan Alex dengan para penyihir, saat ini para penyihir terlihat sudah mulai berdatangan ke Hadalon dan mereka ingin membuat cabang di sini. Jika beruntung, bisa saja mereka akan membangun Wizard Tower di wilayah ini.


Nah, setelah Rain selesai membeli semua perlengkapan dan peralatan mereka, ia menitipkan semua bawaan itu kepada Egon. Dikarenakan Egon adalah seorang pria kasar yang memiliki tinggi 1,87 m dan terlihat memiliki kekuatan fisik yang paling kuat di antara mereka, maka dia pun menjadi porter di kelompok ini. Apalagi dia masih seorang prajurit junior yang sering disuruh oleh para seniornya.


Mereka berangkat dengan menggunakan sebuah kereta kuda sederhana tanpa atap.


Selama di perjalanan, suasana terasa canggung. Mungkin hanya dua prajurit senior yang dibawa Rain yang keduanya bernama Odward dan Edgod yang sering mengobrol. Namun itu pun hanya sebatas mereka berdua. Sementara untuk prajurit baru seperti Egon, Pierce, dan Yeux hanya duduk diam sembari menatap pemandangan dengan tatapan malas. Sepertinya karena masih prajurit junior, masih belum ada chemistry yang tertanam kepada mereka bertiga.


Zack yang hanyalah orang luar sekalipun dapat merasakan suasana canggung di tempat ini. Dia menjadi sangat bingung dengan party tempat ia mengerjakan tugas ini.


Meskipun mereka adalah para prajurit bangsawan, apa mereka memang sehening ini? pikir Zack.


Selagi Zack diam-diam membandingkan kelompok Rain dengan kelompok petualang yang umumnya solid, Yeux memiliki pemikiran sendiri.


Sebagai seorang petualang, dia tentunya tahu seberapa kuat orc itu. Ia diam-diam mengintip teman-teman sekelompoknya lalu menghela napas.


Hah ... ini meragukan.


Dibandingkan dengan Egon dan Pierce, dia sangat meragukan kemampuan prajurit seniornya. Edgod dan Odward terlihat seperti prajurit biasa yang penampilannya sama sekali tidak menunjukkan keunggulan apa pun. Selain itu, dia juga tidak bisa mengharapkan petualang yang mereka sewa. Berdasarkan perkenalannya, petualang bernama Zack ini adalah petualang tanpa role, artinya dia hanyalah manusia biasa tanpa kemampuan mengendalikan aura dan mana. Orang ini hanya betul-betul sebagai seorang pemandu, tidak lebih.


Sial, jika aku tahu mereka menyewa petualang tingkat rendah lebih baik aku sendiri yang menjadi pemandu! pikirnya.


Sebagai seorang mantan petualang tentunya Yeux memiliki kemampuan untuk menjelajahi hutan. Sayangnya dia sama sekali tidak dapat menunjukkan hal itu kepada Rain dan yang lain,


Namun dibandingkan semua orang itu, dia merasa sedikit rumit dengan pemimpin mereka saat ini.


Pria yang bernama Rain, Kepala Otoritas Keamanan Alexandreia.


Dari sudut manapun dilihat, orang ini memang masih terlalu muda!


Dalam pandangan Yeux, ia melihat Rain masih terlalu muda dan terlihat lemah.


Darimana anak muda ini bisa mendapat jabatan setinggi itu? Apa dia merengek memintanya dari orang tuanya?  Ah sial!


Yeux tidak bisa tidak berpikiran buruk kepada Rain. Itu cukup dimengerti mengingat umur Rain yang terlalu muda untuk jabatannya saat ini dan ia juga belum pernah melihat kemampuan Rain.

__ADS_1


Bahkan Yeux sempat berpikir bahwa misi ini tidak lebih sebagai ujian dari seseorang kepada Rain untuk membuktikan bahwa dia memang kompeten untuk memegang jabatan sebagai Ketua Otoritas Keamanan. Jika itu benar, maka baik Yeux maupun yang lain tidak lebih dari perisai daging untuk Rain.


Sial!


Apa yang dipikirkan Yeux tidaklah salah sepenuhnya. Memang misi ini sebagian didasari keinginan Alex untuk melihat perkembangan Rain. Itu sebabnya daripada melakukan misi dengan memobilisasi pasukan dalam jumlah besar untuk membunuh sekumpulan orc, Alex lebih memilih untuk mengirim kelompok kecil dengan Rain yang akan menjadi ketuanya.


Mereka akan pergi di sebuah pedesaan kecil yang tak jauh dari Pegunungan Magdala. Orang-orang di desa itu adalah pihak yang membuat laporan mengenai keberadaan orc.


Mereka membutuhkan waktu setidaknya setengah hari untuk sampai ke desa itu. Ketika telah sampai, matahari sudah hampir terbenam. Akan sangat buruk jika mereka memutuskan untuk membersihkan orc pada malam hari. Terutama selain karena demi human seperti orc mampu melihat dalam kegelapan, harus disadari pula bahwa di hutan itu terdapat makhluk yang mungkin saja tidak kalah berbahayanya dengan orc.


Jadi mereka memutuskan untuk melakukan raid pada esok hari.


Kelompok itu menginap di rumah kepala desa. Untungnya orang-orang desa terlihat cukup ramah dan bersahabat. Mereka bahkan disuguhi dengan makanan sederhana layaknya suasana di pedesaan.


Ketika matahari telah terbit, dan hari pun telah berganti, waktunya bagi Rain dan yang lain untuk bersiap memasuki hutan.


Mereka akan memasuki hutan yang terletak di kaki pegunungan Magdala.


Hutan ini sering dimasuki oleh para penduduk desa untuk berburu atau mengumpulkan tanaman dan buah-buahan. Jadi memang terdapat beberapa bekas keberadaan manusia sayangnya mereka masih tidak menemukan keberadaan orc.


Namun semakin dalam mereka memasuki hutan, semakin aneh makhluk yang mereka temukan.


Mereka juga sempat bertemu dengan beberapa goblin. Setidaknya terdapat 12 ekor goblin di sana.


Goblin memang bukanlah lawan yang setara bagi Rain dan yang lainnya. Bahkan meskipun diantara mereka hanya Rain dan Yeux yang mampu mengendalikan aura, tetapi itu bukanlah masalah besar bagi mereka.


"Kumpulkan mayat-mayat itu. Kita akan membawanya nanti," ucap Rain.


Sepanjang pengalaman Rain melakukan raid bersama Alex ataupun para petualang Orion, ia menyadari bahwa mayat monster seperti demihuman sangat berharga. Itu sebabnya dia tidak boleh menyia-nyiakan tumpukan mayat goblin di depannya ini. Jadi karena mereka tidak bisa membawa mayat goblin itu selama misi, mereka memilih untuk meninggalkannya sesaat dengan menggantung mayat-mayat itu di pepohonan agar tidak dimakan oleh para pemangsa hutan.


Mereka kembali melanjutkan perburuan mereka hingga Yeux tiba-tiba berbicara pelan kepada Rain.


"Pak, sepertinya ada makhluk yang cukup besar di arah sana."


Rain sudah mengamati latar belakang Yeux yang merupakan seorang mantan petualang. Itu sebabnya dia tahu ucapan orang ini bukanlah sebuah candaan. Bahkan sebenarnya ia awalnya tidak ingin menggunakan jasa petualang dan hanya mengandalkan kemampuan Yeux semata sebagai pemandu tetapi hal itu ditentang oleh Alex dengan alasan bisnis bahwa dia ingin menguji transfer reward petualang dari quest melalui sistem perbankan.


"Pimpin jalannya," ucap Rain.


"Baik!"


Dengan dipimpin oleh Yeux, mereka secara perlahan berjalan mendekati makhluk yang sepertinya cukup berbahaya. Sebagai seorang assassin, Yeux mungkin tidak memiliki indera sesensitif para ranger tetapi ia cukup gesit sehingga hanya butuh kurang dari semenit baginya untuk sampai di titik yang paling dekat dengan objek asing itu. Sementara kelompoknya hanya perlu mengikuti langkah kakinya.

__ADS_1


Ketujuh orang itu bersembunyi di semak-semak. Dengan mata mereka sendiri, mereka melihat 5 makhluk yang memiliki tinggi 2,7 meter dengan tubuh berwarna hijau dan wajah  yang menyeramkan. Makhluk-makhluk itu adalah orc yang mereka cari. Para orc itu memiliki senjata berupa pedang kasar di tangan mereka. Sepertinya peradaban orc telah mampu menciptakan senjata yang terbuat dari besi. Namun diantara para orc itu, terdapat seekor orc yang terlihat berbeda dengan orc lain.


Orc itu mengenakan zirah campuran kulit dan besi, berbeda dengan orc lain yang bertelanjang dada. Selain itu dia terlihat memiliki pedang yang lebih berkualitas daripada teman-temannya.


"Itu orc warrior," gumam Yeux.


"Orc warrior?" tanya Rain dengan bingung.


"Orc warrior adalah orc yang mampu menggunakan aura. Mereka mirip seperti para kesatria dengan role warrior," jelas Yeux.


Penjelasan Yeux didengar dengan baik oleh yang lain terutama Rain, Edgod, dan Odward yang kelihatannya tidak terlalu mengetahui demihuman.


"Tapi ada yang aneh. Seharusnya orc warrior adalah pemimpin orc yang memimpin sekitar 20 orc normal. Tapi jumlah kelompok orc ini terlalu sedikit untuk dipimpin oleh seekor orc warrior."


Kali ini Zack lah yang berbicara kepada yang lain.


Yeux juga mengangguk mendengar kebingungan Zack. Jadi dia membuat perkiraannya sendiri.


"Kemungkinan besar kelompok ini adalah pecahan dari kelompok yang lebih besar dan mereka sepertinya diusir dari kelompok utama," ucap Yeux.


"Jadi itu sebabnya mereka turun gunung dan mendekati rumah penduduk," ucap Rain.


"Benar. Apa yang akan kita lakukan, Pak?" tanya Yeux.


Karena jumlah orc yang ada hanya lima orang, dia yakin jika dua orang melawan satu orc, mereka pasti bisa memenangkan pertarungan.


"Apa yang akan kita lakukan? Tentu saja serang mereka."


Sebelum Yeux dan yang lainnya menyadari apa yang akan dilakukan Rain, orang itu telah keluar dari tempat persembunyian mereka dan langsung melancarkan serangan kepada para orc.


"Tunggu!"


Yeux yang lainnya segera berteriak untuk menghentikan Rain tetapi sudah terlambat.


Rain menghunuskan pedangnya dan mengalirinya dengan aura miliknya. Lalu ia mengayunkan pedangnya ke arah para orc sehingga menciptakan gelombang aura.


Gelombang aura itu berhasil menghancurkan beberapa pohon yang berada di jalurnya. Namun ketika mengenai kelompok orc itu, gelombang aura itu menghilang.


Siapa yang menyangka  bahwa orc warrior yang merupakan ketua dari para orc itu mampu menghalau serangan Rain dengan menggunakan pedangnya yang juga dialiri oleh aura.


Apa yang dilakukan Rain memang terlihat cukup ceroboh tetapi serangan menggebu-gebu itu sudah menjadi kebiasaannya. Mungkin karena pengalaman raid yang dia lakukan hanya di wilayah Barony of Alexandreia (Kini menjadi Alexanderbough) yang isinya hanyalah kabold ataupun goblin yang memiliki kekuatan dan kepintaran yang terbatas. Sehingga serangan yang dia lakukan lebih seperti penindasan sepihak kepada makhluk-makhluk itu. Jadi ketika Rain mendengar kata raid atau pembersihan wilayah, Rain hanya berpikir mengenai serangan cepat dan destruktif tanpa rencana terorganisir.

__ADS_1


__ADS_2