THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
KIDNAPPING(3)


__ADS_3

Alex dengan cekatan mengambil piring kosong yang berada di meja makan. Aura merah langsung memenuhi piring itu. Kemudian Alex melemparnya seperti melempar cakram.


BOOM!


Piring itu mengarah kepada Simon. Namun Simon menggunakan pedangnya untuk menangkis piring aura itu. Piring itu pecah dan pecahannya menyebar kemana-mana.


Dia bisa mengaliri aura di benda non-logam?!


Bahkan Simon tidak bisa melakukan itu. Namun bangsawan muda ini dapat melakukannya?


"Serang!"


Simon memerintahkan bawahannya menyerang. Lima orang maju sekaligus. Mereka juga adalah para pengguna aura.


"Ayah!"


Merry panik dengan para penyusup yang menghunus pedang ke arah mereka.


Alex sekali lagi mengambil piring kosong dan mengalirinya dengan mana kemudian ia melemparnya.


BOOM! SPLASH ... SPLASH ....


Target Alex kali ini tidak sempat menghindar. Piring itu mengenai kepala salah satu penyusup. Kepalanya langsung hancur sehingga pecahan otak dan darah menyembur kemana-mana. Orang itu langung tewas di tempat.


"Aaaaaa!"


Merry berteriak ketakutan melihat pembunuhan sadis di depan matanya sendiri. Air mata mengalir ke pipinya.


"Alpha! Lindungin Merry!" teriak Alex.


"B-baik!"


Alpha yang juga kaget dengan serangan itu menutup kedua mata Merry.


Alex maju di antara empat orang yang tersisa. Walau pedang yang ia beli untuk berburu ada di kamar tetapi itu terletak di dekat ranjangnya sehingga ia tidak mungkin sempat mengambilnya.


Keempat penyusup memberi tebasan ke arah Alex.


Slash, slash, slash, slash.


Namun mereka hanya menebas udara kosong karena Alex berhasil menghindari semua serangan itu. Alex mengumpulkan aura-nya di kepalan tangan kanannya. Kemudian dia memberikan pukulan keras ke dada salah satu penyusup.


PUNCH!


Dada penyusup itu langsung bolong dan darah serta pecahan organ internalnya menyembur dari belakang tubuhnya. Penyusup itu langsung mati hanya dengan sekali pukulan dan perlahan tubuhnya tumbang.


Alex dengan cekatan merebut pedang sihir si penyusup. Kemudian dia mengalirinya dengan aura-nya.


Adu pedang terjadi antara tiga lawan satu.


CLANNG! SNIKT! CLANNG!


Namun walau melawan tiga orang, Alex terlihat tidak tersudut. [La Lumière du Phile] memang bukan teknik pedang sembarangan. Ini memang pantas disebut salah satu teknik pedang terbaik.


Namun Alex bukannya tidak merasa cemas. Perlahan aura-nya akan semakin menipis. Ia tidak memiliki kuantitas aura yang banyak.


Selain itu, dia harus melawan 8 orang. Jika begini terus dia akan kalah.


Simon tidak pernah menduga bahwa seorang anak dari keluarga Fertiphile sudah dapat membunuh dua orang pengguna aura hanya dengan piring. Dia memang menganggap House of Fertiphile tidak lemah tetapi ia tidak menyangka bahwa mereka akan sekuat ini.


Jika anaknya saja sekuat ini, apalagi count!


Simon memilih untuk langsung ikut ke pertarungan. Dia membawa dua orang lagi untuk membantu sehingga dua orang tersisa bertugas untuk berjaga-jaga di pintu.


Dengan tiga orang lagi masuk dalam pertarungan, praktis Alex tidak dapat membendung serangan serentak dari enam orang itu. Mereka mengepungnya dengan berbagai serangan.


Slash! Slash!


Dua serangan berhasil melukai dada dan lengan kiri Alex.


"Tuan!"


Alpha tidak ingin tinggal diam. Dia juga ingin membantu. Walau dia belum belajar sihir, tetapi dia masih bisa memberikan serangan berupa energi mana tanpa mantra. Itu adalah serangan yang ia lancarkan ketika melawan Red Urours. Namun efeknya dia mengalami deviasi mana.


"Argh!"

__ADS_1


Jantung Alpha tiba-tiba merasa kesakitan akibat ia ingin menggunakan mana-nya. Rasanya seperti jantungnya ditusuk oleh ratusan jarum.


Penggunaan paksa mana yang sangat tidak stabil di tubuh Alpha menyebabkan deviasi mana semakin parah. Bahkan walau sudah diobati oleh Feodora akhirnya deviasi mana tidak dapat dibendung lagi.


Alpha perlahan membungkuk dan kedua tangannya memegang dada kirinya.


"Ayah! Kak Al!"


Merry yang tidak dapat melakukan apa pun semakin ketakutan ketika melihat ayahnya terluka. Ia juga memeluk Alpha yang kesakitan. Ia tidak tahu kenapa Alpha tiba-tiba kesakitan tetapi kepanikannya membuang semua logika di kepalanya.


Alex yang semakin tersudut menggertakan giginya. Jika dia saat ini memiliki kekuatannya sebagai archdeus, hanya dengan berkedip semua orang ini telah binasi.


Tidak! Lupakan soal kekuatan sejatinya. Bila dia sejak awal telah berlatih aura, kuantitas aura-nya pasti kini berada di atas rata-rata. Jika dia telah berlatih menghasilkan mana, maka dia pasti mampu menggunakan sihir.


Ini kesalahannya akibat ia terlalu malas. Ini kesalahannya karena ia telah membuang-buang waktu. Ini adalah kesalahannya karena sengaja menjadi lemah dan tidak ingin repot.


Alex telah menjadi orang-orang yang merugi. Ia telah melupakan waktu yang amat berharga. Mereka (archdeus) yang selalu memfirmankan untuk menghargai waktu malah ia (Alex) telah melupakannya.


Apakah ia dapat memutar waktu kembali?


Tentu, jika dia saat ini dalam perwujudan archdeus-nya itu bukannya tidak mungkin. Namun kini sebagai manusia fana apakah dia dapat melakukannya?


Absolutely No!


Alex menyesalinya. Bagaimana mungkin seorang dewa yang mulia dapat menjadi seceroboh ini.


Perlahan goresan dan tebasan berhasil masuk dan melukai Alex. Ia memang tidak merasakan sakit tetapi bukan berarti tubuhnya tidak mengalami dampak.


Ia tahu ini sudah berada di ambang batas kemampuannya. Darahnya semakin deras keluar. Kulitnya semakin pucat akibat mengalami pendarahan di sana sini.


Simon tersenyum. Anak bangsawan ini terlihat telah berada di ambang kematian. Simon sangat memuji kemampuan anak ini dan tekadnya yang melindungi kedua anak itu. Sayangnya mereka berada pada sisi yang berbeda. Jika ia bertemu dengan pemuda ini pada sisi yang sama, dia pasti akan merekrutnya sebagai seorang murid. Sungguh potensi yang sangat disayangkan jika harus dilenyapkan.


Namun di atas semua itu, prioritas utamanya adalah berhasil menangkap A-25 hidup-hidup.


"AAARRRGHH!!"


Gelombang tipis energi tiba-tiba dirasakan oleh semua orang kecuali Merry. Kemunculan gelombang itu disertai oleh teriakan kesakitan seorang anak.


Alpha merasa sangat kesakitan. Ini jauh lebih sakit daripada saat dia bertarung melawan Red Urours.


Simon yang mengetahui kondisi anak itu langsung mengambil langkah cepat.


Tujuan mereka ke sini adalah untuk menangkap A-25 hidup-hidup bukan membunuh seorang bangsawan.


Dia dengan sigap berlari ke tempat Alpha dan Merry. Ia menembus pertahanan Alex berkat bantuan lima bawahannya.


Slash! Slash!


Bunyi tebasan tiba-tiba mengejutkan Simon yang telah menangkap Alpha dan Merry. Dua bawahannya yang menjaga pintu telah roboh. Dari pintu itu sekumpulan orang dengan armor bersinar masuk. Semua orang ber-armor itu dipimpin oleh sosok gagah berpakaian mewah.


Dia adalah Count of Fertiphile, sang Count Harol Kazastian Fertiphile.


***


Rain mengambil pedang yang berada tak jauh dari ranjangnya. Ia hendak keluar untuk berlatih seperti biasa.


"Ingin berlatih lagi?"


Salah satu teman sekamar Rain bertanya. Selain Rain, masih ada tiga orang lagi di kamarnya. Keempat orang ini adalah budak tetapi dengan pemilik yang berbeda. Rain adalah budak dari Alex sementara tiga budak lainnya milik Count Harol.


"Iya."


Rain tidak terlalu akrab dengan teman-teman sekamarnya. Alasannya adalah usia mereka yang berjarak cukup jauh tetapi alasan utamanya adalah fasilitas yang diberikan kepada Rain.


Banyaknya set baju dan bahkan sampai uang saku yang diberikan kepada Rain membuat ketiga budak lainnya tentu merasa iri. Namun tidak ada dari ketiganya yang menunjukkan rasa iri hati tersebut. Mereka lebih memilih untuk menjaga jarak dari Rain.


Rain jarang berinteraksi dengan orang lain tidak terlalu menyadari pengucilan teman sekamarnya. Dia saat ini fokus untuk meningkatkan kemampuan berpedangnya.


Walau dia saat ini belum belajar teknik apa pun, tetapi tuannya memberikannya gerakan-gerakan dasar beberapa hari yang lalu. Tepatnya setelah mereka selesai berburu, tuannya mengajarinya beberapa gerakan seperti kuda-kuda, tebasan, dan tusukan.


Rain tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Jadi dia dengan rutin berlatih pada siang dan bahkan saat malam hari.


Seperti biasa, dia pergi ke halaman belakang mansion. Dia mengayun-ayunkan pedangnya seorang diri. Dia berlatih selama sejam sebelum akhirnya beristirahat.


Rain sejak lama telah kekurangan nutrisi pada masa-masa pertumbuhan sehingga tubuhnya tidak setinggi atau segagah Alex. Namun ia masih ingin menjadi kuat setidaknya untuk melindungi dirinya sendiri.

__ADS_1


Ketika ia ikut dalam tim berburu, ia sadar seberapa lemahnya dirinya.


Dia juga ingin berguna. Jadi itulah yang memotivasinya untuk terus berlatih.


Rain hendak kembali ke mansion. Dia ingin membasuh tubuhnya yang berkeringat dengan air. Tuannya memang memerintahkannya untuk mandi setidaknya sekali sehari tetapi ia mendengar dari tuannya bahwa jauh lebih baik untuk mandi dua kali sehari.


Tenyata setelah ia mendi ketika selesai berlatih, tubuhnya jauh lebih segar. Sejak itu Rain memutuskan untuk mandi dua kali sehari.


Air yang diambil berasal dari sumur yang tak jauh dari mansion. Kediaman Fertiphile memiliki dua sumur air. Air dari kedua sumur biasanya diambil pada pagi atau sore hari kemudian disimpan di sebuah ruangan yang memiliki bak raksasa yang menyimpan air dalam jumlah besar.


Rain juga kadang membantu para pelayan atau budak yang mengumpulkan air. Sore tadi dia telah mengumpulkan air untuk mandinya.


Rain masih berada di depan pintu. tetapi ia mendengar suara langkah kaki dan bunyi rerumputan yang terinjak.


Rain memalingkan kepalanya melihat ke belakang. Ia mengamati untuk waktu yang lama sampai ia melihat sosok bayangan tak jauh dari tempatnya berada. Sosok itu terlihat menyelinap di belakang pepohonan dan terus mendekat.


Rain punya firasat buruk. Dia menggenggam gagang pedangnya dengan erat.


"Siapa itu?!"


Rain berteriak. Bayangan itu langsung kabur tetapi Rain mengejarnya.


CLANNG! CLANNG!CLANNG!CLANNG!CLANNG!CLANNG!CLANNG!CLANNG!CLANNG!


"Serangan!"


Dari dalam mansion suara pertempuran terdengar. Beberapa teriakan kecil juga didengar oleh Rain.


Rain alih-alih mengejar bayangan itu, dia memutuskan kembali ke mansion untuk mengetahui apa yang terjadi.


Di mansion khususnya di lantai satu, para knight terlihat bertarung dengan orang-orang berpakaian hitam.


"Kya!"


Beberapa pelayan wanita berteriak panik. Barang-barang seperti lukisan antik, pot kuno, dan kain yang baru dibersihkan berserakan di lantai.


Di antara semua itu, beberapa orang berpakaian gelap telah tergeletak tak bernyawa di lantai. Jumlah knight jauh lebih sedikit daripada orang-orang berpakaian gelap tetapi mereka tidak terlihat terpojok.


Alasannya karena kebanyakan orang berpakaian gelap tidak dapat menggunakan aura atau mana.


Sementara para prajurit yang menjaga Rumah Fertiphile memiliki banyak knight yang merupakan orang-orang yang mampu menggunakan aura.


Clanng!


Salah satu orang berpakaian hitam menyerang Rain. Namun untunglah Rain berhasil menangkisnya dengan menggunakan pedangnya.


Akan tetapi tangkisan itu menyebabkan persendian lengannya sakit. Ia belum pernah sparing sehingga tubuhnya terkejut dengan serangan tiba-tiba.


Orang berpakaian hitam itu jelas tidak menyerang hanya sekali. Serangan keduanya datang tak lama.


Rain yang belum siap untuk menyambut serangan berikutnya terdiam. Ia tidak mungkin dapat menangkisnya.


Mata pedang itu terus bergerak mendekati wajah Rain. Pupil mata Rain terus mengikuti arah pedang tetapi tubuhnya tidak adapat bergerak karena ia tidak tahu harus melakukan apa untuk menangkis serangan itu.


SNAP!


Pisau lempar mendarat ke kepala orang berpakaian hitam. Hal itu membuat pedang yang mengarah lurus ke wajah Rain bergeser dan hanya membuat luka kecil di pipinya.


Orang berpakaian hitam ambruk tak bernyawa hanya dengan satu serangan.


Rain melihat ke belakang. Ternyata Justin memiliki beberapa pisau lempar di tangannya. Ia secara akurat mengarahkan serangan kepada orang-orang asing ini.


"Tuan Justin!"


Rain merasa lega melihat orang yang akrab. Dia berlari ke tempat Justin.


"Siapa orang-orang ini?"


Justin bertanya dengan kesal. Ini pertama kalinya dia melihat mansion diserang.


"Sial, ayo kita pergi ke tempat Tuan!"


"Baik!" balas Rain.


Justin punya firasat buruk. Dia bergegas bersama Rain berlari menaiki tangga. Biarlah masalah lantai satu ini diatasi oleh para penjaga.

__ADS_1


__ADS_2