
Dari atas menara utama yang terbuat dari kayu, Alex mengamati peperangan yang terjadi.
Dikarenakan dinding benteng dari viscounty ini tidak setebal dan sefungsional daripada benteng milik county ataupun kerajaan sehingga tidak terdapat jalan yang tersedia di atas dinding, maka menara-menara yang menjulang tinggi dibuat untuk tempat pemanah dan para pemimpin mengawasi perang dari jauh.
"Kyaa!! ... aku tidak percaya ada makhluk setampan ini?!"
Sementara itu, Vyn terus melayang mengelilingi Alex dengan penuh obsesi.
Spirit itu terus berteriak seolah telah di kabedon oleh seseorang. Bahkan semakin lama dia semakin berani untuk menyentuh Alex.
"Hehehehe ...hei tampan, kamu punya tubuh yang sangat seksi." >////<
Tentu saja semua tingkah laku mesum makhluk itu berasal dari kemampuannya yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera manusia. Namun sebagai archdeus, Alex dapat merasakan spirit ini terus melakukan pelecehan kepadanya.
Hah ...
Alex menghela napas. Dia ingin menghancurkan spirit bodoh ini karena telah melakukan tindakan tidak senonoh terhadap dirinya. Namun sayangnya dia saat ini dikelilingi oleh banyak orang. Apabila kemampuannya untuk melihat makhluk supranatural terekspos, ini akan menimbulkan masalah baru.
Sementara itu, Barnard yang berada di menara yang sama terus mengamati Vyn yang merupakan spirit partnernya.
Dia tidak percaya telah melakukan kontrak dengan spirit mesum yang terus menggosok dirinya di lengan seorang pria. Untunglah tidak ada yang dapat melihat makhluk itu selain dia, jika tidak Barnard akan sangat malu.
"Tuan, sepertinya pertempuran ini berpihak pada kita," ucap Barnard.
"Yah, untuk saat ini."
Kedua orang itu melihat pasukan musuh yang terkepung di antara pasukan pembebasan Otilia.
kavaleri musuh di serang oleh dua arah. Dari depan mereka terus didorong oleh pasukan infanteri Otilia, sementara dari arah belakang, mereka diserang oleh pasukan kavaleri Otilia.
Alex kemudian mengamati pasukan musuh yang masih belum dikerahkan. Pasukan tersebut adalah pasukan infanteri yang jumlahnya jauh lebih sedikit daripada pasukan kavaleri yang telah terdesak.
Pada awalnya Alex cukup khawatir apabila musuh berhasil menekan mereka. Terlebih musuh yang mereka hadapi adalah orang-orang yang telah menaklukkan kota sebesar Revouille.
Jika keadaan menjadi tidak menguntungkan, Alex kemungkinan besar harus menunjukkan kemampuannya mengendalikan sihir. Namun itu artinya dia akan menunjukkan kartu AS-nya dan akan menghadapi pemikiran Ortodoks tentang kesatriaan dari Fertiphile.
Walaupun kemampuan sihir Alex telah meningkat pesat semenjak dia mengkonsumsi begitu banyak magic plant di false dungeon yang membuat kuantitas mana-nya meningkat pesat sehingga kini mampu melempar mantra tingkat 3. Namun itu belum untuk menjamin keselamatan Alex .
Untunglah terlepas dari itu, dia tidak perlu turun tangan.
Terlebih Regis adalah orang yang sangat kuat, pikir Alex.
"Ini akan segera berakhir."
Alex mendengar gumaman Barnard. Dia tidak merespon tetapi diam-diam setuju.
Alex merasa tidak ada yang dapat dilihat lagi sehingga dia mengalihkan perhatiannya dan hendak pergi.
"ROOOOAAARRRR!!!"
"!!!"
Alex terdiam ketika mendengar teriakan nyaring dari jauh.
Tidak hanya Alex, bahkan Barnard pun terkejut ketika melihat sekelompok wyvern terbang ke arah mereka.
Semua orang yang berada di sana tidak dapat mengungkapkan ekspresi mereka ketika melihat makhluk itu muncul. Namun untunglah keterkejutan itu tidak selamanya. Para pemimpin segera memberikan instruksi kepada bawahannya.
"Wyvern!"
"Siapkan panah!"
Para pemanah mendapatkan perintah untuk menyerang para wyvern.
Setidaknya terdapat 3 wyvern lengkap dengan penunggangnya sedang terbang tinggi di langit menuju area pertempuran.
__ADS_1
Para pemanah menarik busur mereka dan mengarahkan mata panah ke wyvern tersebut.
"Tembak!"
Namun berbeda dengan ekspektasi dari semua pemanah. Anak panah yang bahkan tidak diisi dengan kekuatan sihir bukanlah lawan bagi seekor magic beast seperti wyvern.
Tanpa membuang banyak tenaga, hanya dengan kepakan sayapnya, seluruh panah yang mengarah kepada mereka terhempas begitu saja.
Kemudian ketiga wyvern itu tiba-tiba menukik ke bawah.
Suara nyaring ketiga makhluk itu menakuti kuda perang.
"Awas!!"
Seekor wyvern berhasil menancapkan cakarnya ke salah seorang prajurit. Kemudian wyvern itu kembali terbang ke langit dan terus memutari area perang.
Para prajurit menjadi panik. Terutama ketika mereka melihat pengendara dari wyvern menghunuskan pedangnya. Berkat hunusan itu, area di sekitarnya penuh dengan ledakan.
Prajurit Otilia menjadi panik.
Mereka kini hanya terfokus menatap langit, takut dengan serangan wyvern.
Akibatnya penjagaan mereka terhadap musuh disekitar menjadi berkurang.
Hal itu diperburuk dengan dibunyikannya terompet musuh yang menandakan bergeraknya pasukan infanteri yang selama ini hanya diam di luar area perang.
Regis tidak menyukai perubahan kondisi ini.
Mereka kini terpojok.
Dengan penuh kemarahan, dia mencari sekelompok penunggang wyvern sialan itu.
Ketika dia melihat seekor wyvern dan penunggangnya hendak menangkap seorang prajurit berkuda, Regis langsung memerintahkan drake-nya untuk berlari ke sana.
Drake yang bernama Draco berlari dengan gagah. Tidak peduli dengan mayat kuda ataupun manusia yang terletak di depannya, Draco menginjak semuanya seolah itu hanya kotoran.
Regis melepas tali kendali drake miliknya kemudian ia melompat dari tubuh drake ke arah wyvern.
"Raaaarrr!!"
Pedang Sihir Regis menancap tepat pada kaki belakang wyvern.
Setelah mendapatkan pijakan, dia dengan cekatan menarik kembali pedangnya kemudian melompat ke tempat penunggang wyvern berada.
Terjadi pertarungan pedang antara Regis dan wyvern rider.
Namun karena wyvern rider harus tetap mengendalikan wyvern-nya, konsentrasinya pun terpecah sehingga dengan mudah Regis membuat wyvern rider tersebut terjatuh.
Walaupun orang itu terjatuh dari ketinggian yang cukup jauh, dia masih berdiri tanpa ada cedera apa pun.
Full armor hitam legam di seluruh tubuhnya menutupi identitasnya sehingga Regis tidak tahu apakah orang itu laki-laki atau perempuan.
Sementara itu, wyvern yang menyadari bahwa tuannya telah jatuh dan kini digantikan oleh orang asing pun menjadi agresif. Dia berteriak sambil terbang dengan manuver ekstrim.
Regis menggunakan tali kendali sebagai pegangan supaya tidak jatuh.
Kemudian setelah mengumpulkan aura yang cukup di pedangnya dan dengan momen yang tepat, Regis memenggal leher wyvern itu.
Wyvern itu tentunya langsung mati dan jatuh dari langit.
Regis menggunakan aura-nya untuk mereduksi efek akibat jatuh sehingga dia dapat berdiri tegak tanpa cedera.
Ia kemudian pergi ke tempat penunggang wyvern yang telah jatuh sebelumnya berada.
Di sisi lain, pada area tower komando, Alex selaku pemimpin di sana memanggil kelompok petualang untuk bersiap maju.
__ADS_1
Dia di saat seperti inilah para petualang dibutuhkan.
Barnard, Lilac, Urien, Arlenne, Cilvy, dan Atlya telah lama menunggu momen ini.
"Sepertinya Regis akan melakukan duel dengan seorang wyvern rider," ucap Alex.
Semua orang telah melihat pertarungan Regis melawan salah satu wyvern rider di langit.
"Jadi, untuk dua yang tersisa, aku ingin kalian yang menanganinya."
"Baik Tuanku."
Barnard memberi hormat. Ia dan anggota party petualang memasuki pertempuran.
Alex melihat mereka pergi.
Ia berpikir, jika saja dia sedikit lebih kuat, dia pasti dapat dengan mudah membunuh wyvern itu.
Wyvern dapat dikategorikan sebagai magic beast high class. Namun tentu saja makhluk itu tetap lemah bagi Alex.
Namun saat ini dengan keterbatasannya, dia sangat yakin tidak dapat melawan wyvern ataupun penunggangnya. Mungkin ada probabilitas jika dia menggunakan sihirnya, tetapi tidak mungkin dia dapat menggunakan sihirnya saat ini secara terbuka.
Jadi jauh lebih baik membiarkan para petualang membersihkan semua wyvern itu.
Alex cukup kaget ketika mengetahui ada sekelompok wyvern rider dari pihak musuh. Namun sebenarnya itu tidaklah aneh, mengingat lawan mereka adalah daerah setingkat march. Sebagai sebuah kawasan yang dianggap benteng terdepan kerajaan, daerah-daerah march memiliki kekuatan militer yang jauh lebih kuat dari county. Bahkan March of Hornwall yang merupakan salah satu march di kerajaan memiliki kekuatan militer yang lebih kuat daripada Duchy of Nortchaster.
Razor, seorang penunggang wyvern saat ini sedang harus menghadapi situasi yang sulit.
Dengan kemampuan wyvern peliharaannya yang dapat terbang dengan kecepatan tinggi, seharusnya dia tidak seterdesak ini. Namun, siapa sangka, sekumpulan orang dengan full equipment yang terlihat berkualitas tinggi mampu membuatnya terdesak seperti ini.
Dati bawah, terlihat sekumpulan benda runcing sepanjang 6cm yang terbang layaknya sekumpulan burung kolibri. Benda-benda ini pada bagian belakangnya memiliki tali panjang layaknya sumbu ledakan yang terbakar.
Pada awalnya Razor tidak akan memerdulikan benda ini jika hanya menancap layaknya anak panah, tetapi siapa sangka ketika benda itu berada di dekatnya, justru itu meledak dan diperparah ledakan yang dikeluarkan tidak hanya api tetapi juga gas racun hingga shockwave.
Jika itu shockwave biasa mungkin tidak terlalu berbahaya tetapi jika itu adalah shock yang tercipta dari gelombang suara ultrasonik akan menjadi ancaman bagi wyvern.
Wyvern memiliki sensitivitas pendengaran yang sangat tajam. Jadi mereka sangat sensitif terhadap desibel suara yang ada. Walaupun ini adalah kelebihan spesies mereka tetapi di sisi lain ini menjadi kelemahan mereka. Bahkan bagi Razor sekalipun, suara yang ditimbulkan benda-benda ini membuat kepalanya sangat sakit.
Jadi Razor pun berusaha terbang lebih tinggi agar ribuan benda terkutuk itu tidak lagi mengejar mereka.
kling
bunyi suara rantai tiba-tiba terdengar.
"Sial!" teriak Razor
Dengan cepat ia menukikkan jalur terbang wyvern-nya ke bawah. Kurang sedetik, dari arah belakang mereka, sebuah tali rantai melesat. Jika dia tidak menghindar sebelumnya, rantai itu akan melilitnya dan kemudian menariknya jatuh dari tunggangannya.
Razor tidak sengaja melihat siluet gelap yang agak jauh dari arah kanannya. Itu adalah wyvern rider lainnya yang sedang menghindari serangan serupa yang ia alami.
Sepertinya baik dia ataupun temannya itu sedang menghadapi masalah yang sama.
kling!
"!!"
Razor menarik tali kekang wyvern-nya.
Tepat ketika mereka berhenti tiba-tiba, di depan mereka muncul blokade rantai yang sangat cepat saling menyatu layaknya anyaman dan membuat mereka terkurung layaknya burung dalam sangkar.
"Sial, apa ini?!"
Shoot!
Benda-benda runcing yang masih mengejar mereka menyusul masuk dengan melewati lubang lubang dari sangkar rantai itu. Satu per satu meledak.
__ADS_1
Terkadang ada yang hanya meledakan api ataupun gas beracun. Namun yang paling berbahaya adalah shockwave dari suara ultrasonik.