THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
HADALON(1)


__ADS_3

Hadalon, Ibukota March of Canadia


Semua berubah pada hari itu.


Langit yang cerah kini tak lagi mencerminkan rasa riang orang-orang yang menatapnya.


Semakin cerah langitnya, semakin banyak orang yang merintih kesakitan.


Para pejalan kaki terlihat berjalan dengan kulit mereka yang memerah seperti terbakar.


Itu bukanlah luka bakar yang disebabkan oleh api tetapi oleh penyakit aneh.


Selain mengalami bintil-bintil seperti cacar air, beberapa penderita terlihat mengalami iritasi di kulit mereka. Terutama di bagian leher dan daerah lipatan di tubuh. Selain itu, gusi mereka terlihat membengkak disertai bibir kering dan pecah-pecah.


"Kemungkinan besar orang yang terkena penyakit aneh itu mengalami kekurangan cairan tubuh yang lebih cepat."


Iona, satu-satunya penyihir di tim Falcon telah melihat semua orang itu. Ia bukanlah alchemist ataupun pendeta yang mengetahui sihir kesehatan yang umumnya disematkan kepada sihir divine. Ia adalah seorang penyihir yang mengandalkan sihir arcane yang merupakan sihir batin atau internal di dalam tubuh. Namun demikian, pendapatnya bukanlah sesuatu yang keliru. Terlepas dari tipe sihirnya, ia tetap seorang penyihir yang memiliki intelektual yang tinggi.


Saat ini baik dia dan anggota tim Falcon yang lain masih berada di penginapan mereka. Mereka melakukan isolasi diri.


Sampai sekarang baik mereka maupun para pedagang yang merupakan sekutu mereka sama sekali belum terkena penyakit aneh itu.


"Sekarang sepertinya orang-orang sudah mulai tenang," ucap Darius sambil mengintip dari balik jendela.


Beberapa minggu sebelumnya mereka melihat di atas kumpulan burung merpati terbang di seluruh bagian kota sambil menjatuhkan lembaran kertas.


Kertas-kertas itu berisikan pengumuman darurat nasional dan pengisolasian Kota Hadalon.


Akibatnya terjadi kerusuhan dimana-mana.


Orang-orang yang bersalah berteriak panik. Dengan cepat, semuanya segera berhamburan ke gerbang kota.


Namun ketika mereka keluar, mereka disambut oleh ribuan anak panah api yang menghujani mereka.


Mereka menyadari ribuan prajurit kerajaan telah memblokade jalan keluar-masuk kota.


Semua putus asa. Bahkan ketika semua orang memalingkan pandangan ke mansion milik marquess of canadia, berhadap lord mereka dalam memberikan perlindungan. Namun tidak ada respon apapun dari mansion. Seolah semua orang di mansion telah pergi.


Jelas saja beberapa hari berikutnya kota penuh dengan kekacauan. Tidak ada otoritas yang mau mengamankan kota.


Aksi anarki dan vandalisme ada di mana-mana.


Penjarahan dan teriakan ketakutan dapat didengar di seluruh sudut kota.


Kini setelah hari demi hari berlalu, minggu demi minggu  berganti, suasana kota terlihat lebih tenang.


Namun itu bukanlah ketenangan yang membawa harmonis tetapi ketenangan yang mencekam.

__ADS_1


Tidak ada pintu ataupun jendela yang terbuka pada siang maupun malam hari.


Tidak ada bar ataupun toko kelontong yang membuka usaha mereka.


Tidak ada orang mabuk ataupun para penyanyi jalanan yang mengekspresikan diri mereka di jalanan.


Semuanya hening dan sunyi layaknya kota mati.


"Sulit dipercaya dulunya ini kota yang besar dan ramai," ucap Darius sambil kembali menutup jendela penginapannya.


"Terlepas dari itu semua, sekarang kita terjebak."


Camellia yang merupakan wakil ketua hanya bisa menghela napas.


Ia dam Rionard sudah berusaha mencari jalur evakuasi tetapi seluruh jalan tikus di kota ini betul-betul di jaga oleh kerajaan. Akibatnya mereka bahkan tidak bisa mengirim perwakilan ke pihak pemerintah.


"Yah, aku tidak percaya ternyata kerajaan sangat kompeten untuk mengurung warganya sendiri," sahut Rionard.


Bahkan Rionard, sang assassin di kelompok Falcon sampai mengatakan hal tersebut menunjukkan seberapa sulitnya untuk kabur dari kota.


"Tidak, aku rasa ini bukan hanya karena kemampuan prajurit kerajaan."


Iona menyanggah ucapan Rionard.


"Kemungkinan besar mereka mereka menggunakan mantra sihir tingkat tinggi untuk mengawasi seluruh orang dan sudut jalan di kota ini," sambungnya.


"Apa itu mungkin?"


"Itu sebenarnya sulit dibuktikan terutama jika semua magic caster di kerajaan ini hanya mampu menguasai mantra tingkat lima ke bawah. Namun bukankah di kerajaan ini terdapat seorang penyihir arcane yang mampu menggunakan mantra tingkat tujuh dan delapan?"


Orang yang dikatakan Iona tidak lain adalah perdana menteri saat ini, Duke of Norchaster. Jika mengecualikan Pontifex Eliarius yang mampu menggunakan sihir divine hingga tingkat delapan, maka ia adalah penyihir terkuat dan kebanggaan kerajaan.


Semua  orang mengangguk paham dengan perkataan Iona. Tidak ada yang tidak curiga jika memang Duke of Norchaster berada di belakang kebijakan darurat nasional ini.


"Tapi tetap saja, bukankah itu cukup kejam? Maksudku, orang itulah yang memberikan kita perintah dan kini dia meninggalkan kita untuk terjebak di sini," keluh Darius.


"Hah ... baiklah. sudah cukup untuk percakapan hari ini. Saatnya kita melihat stok perlengkapan dan makanan yang kita miliki," ucap Richard.


Richard, selaku ketua dari tim Falcon bisa dikatakan sebagai yang paling senior dan paling bertanggung jawab kepada mereka.


Sudah berminggu-minggu mereka terkurung di penginapan ini. Persediaan makanan mereka pun semakin menipis. Belum lagi mereka juga harus mengisi perut para pedagang yang merupakan sekutu mereka selama misi.


Itu membuat Richard sakit kepala. Apabila makanan mereka habis maka satu-satunya cara adalah mencari makanan dengan menyisir kota. Entah nantinya mereka akan dapat menemukan toko atau terpaksa harus mencuri makanan di gudang orang.


"Sir, persediaan kita tidak akan cukup untuk satu bulan ke depan," ucap Camellia.


"Jadi seperti itu. Apa artinya kita memang mau tidak mau harus segera keluar."

__ADS_1


Richard sedikit ragu terutama ketika ia melihat kota ini sudah semati sekarang. Ia juga pesimis apakah masih terdapat toko yang buka.


"Aku rasa satu-satunya cara adalah kita harus membobol gudang makanan," ucap Rionard.


Sebenarnya Richard ingin menolak saran itu. Terutama mereka adalah salah satu kelompok prajurit elit milik kerajaan. Bagaimana mungkin sekelompok Royal Majestic Guarder harus merampok gudang gandum hanya untuk bertahan hidup.


Namun ia tidak dapat memikirkan cara lain.


Tidak hanya Richard, semua orang yang hadir juga tidak dapat menerima saran dari Rionard. Namun mereka tidak dapat memberikan saran alternatif.


Ruangan menjadi diam dan tidak ada satupun yang berani berbicara. Bahkan Rionard yang merupakan orang yang memberikan saran pula hanya bisa tersenyum canggung.


Namun suasana canggung itu lenyap ketika secara tidak sengaja melalui cahaya mentari yang melewati ventilasi, bayangan raksasa tiba-tiba terlihat. Semua orang kaget. Bagaimana tidak, saat ini mereka berada di lantai atas dan bayangan itu terlihat terlalu besar untuk seekor burung.


Darius menelan ludahnya dan entah mengapa memiliki firasat buruk. Dia meminta para anggota timnya untuk tidak berisik dan perlahan membuka jendela sedikit.


Dari sudut jendela kecil itu, ia mengintip dan melihat sebuah siluet hitam aneh.


Terlihat seperti seseorang yang berjubah gelap dan melayang di langit.


Darius berkeringat. Apa yang dia lihat jelas bukanlah sesuatu yang baik.


Namun siapa sangka bencana ternyata datang lebih cepat.


Ketika hendak kembali menyesuaikan posisi duduknya, tangan Darius tidak sengaja sedikit mendorong jendela sehingga jendela itu sedikit berbunyi akibat engselnya yang karatan.


Jelas saja, makhluk itu memalingkan muka untuk menatap Darius.


"Ya Tuhanku."


Darius bergumam. Apa yang ia lihat adalah makhluk dengan wajah dipenuhi asap gelap dan dua mata yang mengeluarkan cahaya merah darah.


"Menjauh dari jendela!"


Ia berteriak kepada semua orang dan segera menjauh.


Kurang dari sedetik setelahnya,  jendela tiba-tiba terbuka paksa oleh hembusan angin yang sangat kuat.


Semua orang melihat secara langsung penampakan sosok gelap berjubah dengan asap gelap yang mengelilingi makhluk itu masuk ke dalam ruangan melalui jendela.


Semua orang menjadi sangat waspada. Walaupun mereka tidak mengenakan equipment tempur, tetapi bukan berarti penjagaan mereka menjadi longgar.


"Makhluk apa itu!"


Joseph yang berada pada barisan paling depan berteriak kepada yang lain. Sebagai seorang dengan kemampuan defensif tertinggi di sini, ia secara sadar melindungi semua kelompoknya.


Josep mengambil sebuah sapu kayu yang tak jauh dari tempatnya berada kemudian mengalirinya dengan aura.

__ADS_1


Sebagai seorang Royal Majestic Guarder tentunya para swordman maupun pengguna aura  di kelompok itu adalah orang yang paling elit di antara yang elit. Sehingga mengaliri aura pada isolator aura seperti kayu dapat mereka lakukan walaupun tentunya efeknya tidak semaksimal mengalirkan aura ke pedang.


Joseph dengan cekatan memberikan serangan kepada makhluk itu. Namun serangan dari sapunya seperti hanya memberikan tebasan di udara kosong. Makhluk itu seperti asap yang tidak dapat diserang oleh serangan fisik.


__ADS_2