
"Mereka sudah jatuh."
Cylvy sang ranger memiliki penglihatan yang sangat tajam memberikan laporan kepada semua anggota party-nya.
Saat ini sang ketua, Barnard dan Atlya sedang menggabungkan kekuatannya untuk menciptakan [Hex: Infinity Hooks].
Ini adalah sihir original yang mereka ciptakan. [Hex: Infinity Hooks] adalah sihir tingkat 5 yang menciptakan rantai tak terbatas. Sihir ini tercipta dari sintesis antara disiplin sihir spiritual milik Bernard dan disiplin sihir arcane milik Atlya.
Sementa itu disampingnya, Lilac juga melakukan hal tidak kalah penting.
Dia menggunakan berbagai kombinasi mantra tingkat 3 hingga 4 dan menciptakan sebuah sihir bernama [Flock of Grim Birds]. Dia tentu tidak akan dapat menggunakan sihir sebesar ini jika tidak dibantu oleh buff dari Atlya dan beberapa ramuan sihir.
[Flock of Grim Birds] adalah sihir tingkat 4 yang dapat menciptakan kawanan duri-duri dari kertas. Jika duri seukuran telapak tangan itu tertancap dan meledak, dapat menghasilkan berbagai sihir lain seperti sihir tingkat 3: [Fireball] ataupun tingkat 4: [Torment Wave] yang merupakan sihir yang mengeluarkan gelombang kejut dari suara ultrasonik.
"Kalian sudah berjuang."
Barnard yang memeluk Atlya yang kelelahan akibat menggunakan sihir dalam jumlah besar.
"Lilac, istirahatlah, kami yang akan urus sisanya," ucap Barnard.
Selain Lilac dan Atlya yang telah menggunakan kombinasi sihir yang rumit, para petualang lainnya akan melawan para wyvern riders.
Sementara itu di tengah arena perang, ledakan demi ledakan bermunculan.
Dua orang dengan kekuatan yang mengerikan sedang beradu pedang.
Salah satu pihak mengenakan equipment emas sementara yang lainnya menggunakan equipment gelap.
Ini seperti melihat kejahatan dan kebaikan saling bertarung.
Sosok yang mengenakan armor emas itu tidak lain adalah Regis dan lawannya tentu salah satu dari wyvern rider.
Regis menggunakan berbagai martial art yang dia miliki.
Pedangnya memancarkan cahaya berwarna emas yang merupakan warna dari aura-nya. Sementara lawannya memiliki aura biru kehitaman.
Setiap kali mereka beradu pedang, akan ada ledakan luar biasa.
Ini menyebabkan para prajurit bahkan yang memiliki kelas sekalipun akan menjaga jarak.
Ini adalah perkelahian antara swordmaster.
"Hoh ... Tidak kusangka, ternyata kau masih bisa bertahan. Sebaiknya kau menyerah maka aku tidak akan membunuhmu," ucap Regis.
Walaupun pertarungannya cukup sengit, tetapi wyvern rider perlahan terdesak.
"Yah baiklah kalau seperti ini, maka aku harus sedikit serius."
Aura emas di pedang Regis jauh lebih membara dari sebelumnya. Kali ini tidak hanya pedangnya, bahkan armor-nya juga bercahaya.
Bahkan terdapat refleksi aura seolah Regis memiliki sayap emas di punggungnya seperti malaikat penghakim.
"Maka terimalah ajalmu. [Martial Art: Golden Sword, O Untitled Angel!]
Area di sekitarnya berubah.
Sebuah lingkaran yang mengeluarkan sinar emas muncul. Di langit seolah para malaikat telah turun, cahaya ilahi bersinar diantara awan.
Sesaat kemudian
Slash!
Sebelum wyvern rider itu menyadari, Regis telah berada di belakangnya.
Cahaya emas muncul dari tubuh wyvern rider itu. Lalu badannya hancur berkeping-keping seolah telah dicincang dan berubah menjadi debu cahaya yang terbang ke langit.
Apa yang dilakukan Regis seolah adalah sihir tetapi nyatanya ini adalah martial art yang dipelajari dari seseorang. Dinastinya tidak memiliki disiplin ilmu pedang seperti yang dimiliki Keluarga Fertiphile ataupun Keluarga Otilia. Itu sebabnya dia harus berkelana mencari guru tetapi siapa yang tahu bahwa karena itu mendapat keahlian pedang yang bahkan jauh di atas para ksatria terbaik sekalipun.
Regis yang telah selesai memutuskan untuk mencari para wyvern rider lain.
Tidak sampai sepuluh menit dia menemukan ada duel lain yang terjadi.
Kali ini antara ketua petualang yang berasal dari Fertihall bernama Barnard dan seorang wyvern rider.
Namun ini berbeda dengan pertarungan yang menakjubkan. Ini lebih seperti pembullyan.
__ADS_1
Barnard dengan pedang raksasa yang memancarkan energi berwarna biru sedang menyiksa seorang wyvern rider.
Dia membakar wyvern rider dengan api biru.
Memotong kedua kaki dan lengannya.
Bahkan dia sama sekali tidak terganggu dengan teriakan kesakitan orang yang dia siksa.
Lalu dia pun membakar orang itu sampai menjadi abu.
Regis menelan ludah.
Dia baru pertama kali melihat hal seperti ini.
Memang banyak orang yang akan bermain-main dengan lawan yang telah tidak berdaya tetapi ini pertama kalinya dia melihat orang yang membakar lawannya menjadi abu.
Regis memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan mendekati Barnard.
Namun petualang itu tidak terkejut seolah dia memang tahu Regis berada di sana.
"My Lord."
"Kamu punya kemampuan yang menarik."
"Terima kasih, Tuanku."
"Apa kamu seorang magic warrior?"
"Iya, Tuanku."
"Ah ... begitu, jadi cukup menjelaskan."
Regis melirik bekas terbakar di tanah.
Itu cukup menjelaskan alasan mengapa serangan itu sangat berbeda dari martial art.
"Dimana yang terakhir?" tanya Regis.
"Saat ini dia sedang melawan anggota petualang saya, Tuanku."
Tentunya ia pergi dengan Barnard.
Sesampainya disana, ternyata kondisinya tidak terlalu berbeda.
Wyvern Rider terakhir juga telah kalah.
Namun kali ini bukan terjadi karena duel tetapi ia dikeroyok oleh semua anggota parti petualang dan siapa sangka, Clotildy telah berada di sana juga.
Dia sepertinya memerintahkan mereka untuk menangkap wyvern rider itu bukan untuk membunuhnya.
"Anda tidak akan membunuhnya, My Lady?"
"Tidak My Lord, saya akan membawanya untuk diinterogasi."
Regis mengangguk. Itu tidak terlihat buruk.
Jadi terlepas dari berbagai hal, pada akhirnya peperangan kali ini telah dimenangkan oleh Otilia.
Mereka berhasil memberi pukulan telak bagi musuh. Mereka bahkan menangkap seorang wyvern rider bernama Razor dan telah menyekap orang yang menjadi komandan pasukan musuh yakni Renaud Pierre Trendome.
Kemenangan manis ini tidak bisa dinikmati selamanya. Cepat atau lambat pasukan musuh akan kembali berdatangan seperti semut.
Di kamar sang countess, Clotildy dan Ibunya menghabiskan quality time hanya berdua.
"Nak, kamu beristirahatlah. Kamu sudah sangat Lelah. Jangan khawatir, musuh tidak akan datang dalam waktu dekat."
"Ibu ...."
Clotildy hanya tersenyum dan ia pun duduk bersama dengan ibunya.
"Ah benar, aku baru menyadarinya. Nak, apa kamu menyukai seseorang?"
"Apa? Tida ada, Ibu."
"Oh biar kutebak, apa mungkin Tuan Muda dari Morhust itu? Atau Tuan Muda dari Fertiphile?"
__ADS_1
"Ibu ...."
Clotildy menggembungkan pipinya.
"Hahaha .. aku hanya bercanda. Ngomong-ngomong ..."
Eugenie mengambil sesuatu tidak jauh dari tempat tidurnya.
Dia memegang Sword of Frost Dragon, pedang pusaka dari Dinasti Otilia.
Dia menyerahkannya kepada Clotildy.
Clotildy menjadi panik ketika menerima ini.
"Nak, dengarkan. Saat ini kondisi ibu tidaklah baik. Akan sangat menyedihkan jika pedang ini berdebu di kamar ibu. Jadi, gunakanlah pedang ini ketika kamu membebaskan county kita."
Clotildy terdiam hanya dengan mendengarkan perkataan ibunya. Dia ragu-ragu tetapi masih membuka sarung pedang. Ia dapat merasakan hawa dingin seperti es dari pedang ini.
Ini adalah pedang yang menjadi simbol legasi sang penguasa Otilia.
Clotildy mengalirkan mana-nya dan benar saja, pedang itu kini memiliki lapisan es tajam seperti silet di bilangnya.
Clotildy merasa terpesona. Ini betul-betul pedang yang hebat.
Eugenie juga tersenyum senang karena anaknya dapat menggunakan pedang ini.
"Nak, dengar kan Ibu. Mungkin kamu tahu beberapa skill dari pedang ini kan?"
"Iya, Ibu."
Clotildy setidaknya tahu pedang ini memiliki skill ultimate seperti [Frozen Field] dan [Ice Mirror].
"Kamu tidak salah Nak. Namun ada satu skill lagi dari pedang ini yang bahkan membuat Kepala Keluarga Fertiphile selalu marah ketika mendengarnya yaitu skill bernama [Carmina Hope]. Kemampuannya mirip seperti [Teleportation]."
[Teleportation] adalah sihir tingkat lima yang dapat membuat seorang berpindah pada jarak tertentu. yang tidak terlalu jauh tetapi tidak terlalu dekat. Versi yang lebih kuatnya adalah [Greatest Teleportation] sihir tingkat 8 dan [Primus Teleportation ] di tingkat 10.
Clotildy terkejut ketika mendengarnya. Dia tidak pernah tahu pedang ini memiliki kemampuan teleportasi.
"Jadi kamu tahu kan mengapa ibu bisa selamat? Sayangnya ini adalah skill yang punya cooldown sampai 7 hari. Jadi gunakanlah hanya ketika betul-betul terdesak. Oh dan satu lagi, sebaiknya kamu berhati-hati dengan wanita yang mengendarai wyvern. Dia jauh lebih kuat dari penunggang wyvern yang telah kalian kalahkan."
"Baik Ibu."
Sepertinya nasib baik sedang berada di pihak Otilia. Pada hari berikutnya sebuah pesan datang kepada mereka.
Ini adalah pesan yang berasal dari ibukota.
...∰∰∰∰∰∰∰∰∰∰∰...
...PARTERIC PALACE...
Dear My Lords and members of the House of Spiritual
Dengan nama para Dewa Yang Maha Kuasa dan restu dari Raja kami Yang Maha Mulia, Theodore II, by the Grace of Gods, King of the Artchania Kingdom, Defender of the Faith, Princeps Senatus of the Right Honourable the Lords of Spiritual and Temporal of Artchania Kingdom in Parliament Assembled, Commander of the Royal Armed Forces, etc., etc., etc., telah tiba pada keputusan berikut atas terjadinya fief war antara County of Otilia dan March of Canadia. Institusi Parlemen merasa tanggung jawab besar terhadap masalah yang terjadi sehingga sebagai bentuk pelaksanaan Noblesse Oblige maka saya menyerukan kepada seluruh Kepala Keluarga Bangsawan dan Kepala Kuil Agama Hexatheisme agar dapat bersidang dalam Parlemen Yang Mulia Ini.
Yours Faithfully:
HRH. Lord of Norchaster
Grand Chamberlain of Artchania
"Suratnya telah datang. Jadi siapa diantara kita yang akan pergi?" tanya Alex.
Sebenarnya pertanyaan ini hanyalah basa-basi karena pada kenyataannya, kecuali Otilia, Keluarga Bangsawan Fertiphil dan Morhust hanya dapat diwakilkan oleh anak tertua.
Saat ini Patriark Fertiphile sedang mengikuti perang sementara Patriark Morhust sedang dalam keadaan tidak sehat.
"Sepertinya kita tidak punya pilihan," ucap Regis.
"Yah, benar. Aku akan menghubungi Alen agar dapat mengikutiku ke ibukota," ucap Alex.
"Yah benar. Kalau begitu Nona Clotildy. Apakah keluargamu telah menetapkan wakil?" tanya Regis.
"Iya, Ayahandaku telah pergi sebagai perwakilan keluarga."
Alex dan Regis mengangguk. Maka kali ini hanya mereka berdua yang pergi untuk bersidang di parlemen.
__ADS_1