THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
HADALON(2)


__ADS_3

"Monster itu tidak terluka!" teriak Joseph.


Angin kencang kembali bertiup.


Namun kali ini sumber angin itu berasal dari hembusan makhluk kegelapan di depan mereka.


Sekumpulan asap mulai muncul layaknya tentakel. Walaupun terlihat seperti asap, tetapi mereka memiliki gerakan yang sangat cepat dan langsung mengarahkan serangan.


Joseph kembali mengayunkan sapu yang ia pegang layaknya menggunakan pedang.


Untungnya asap dari makhluk itu dapat dengan mudah dihilangkan oleh Joseph. Namun mereka tidak boleh santai.


Sementara Joseph sedang fokus melakukan tindakan defensif, Darius yang merupakan ranger dalam kelompok ini telah mengambil panahnya. Ia tidak mau kalah dan langsung mengarahkan tembakan anak panah yang dialiri oleh aura  kepada makhluk berjubah itu.


Namun sama halnya dengan serangan Joseph sebelumnya, serangan anak panah dari Darius hanya melewati tubuh makhluk itu layaknya anak panah yang melewati gumpalan asap hitam.


"Mustahil! Ini adalah spirit!" sahut Iona tiba-tiba.


Ia tiba-tiba teringat dengan salah satu jenis makhluk yang pernah ia pelajari selama di lembaga pendidikan sihir.


"Kita tidak bisa melukainya dengan serangan fisik! Makhluk ini harus diserang dengan jenis sihir yang menjadi kelemahannya," sambungnya.


Ia pernah mendengar bahwa terdapat makhluk supranatural yang memiliki keunikan dalam pertahanan mereka. Misalnya troll yang memiliki regenerasi yang cepat sehingga serangan api dan asam memiliki efek yang lebih destruktif daripada serangan melalui tebasan pedang. Kemudian terdapat skeleton yang lebih efektif dihancurkan dengan menggunakan senjata tumpul alih-alih tembakan panah. Kemudian beberapa jenis spirit dan magic beast yang memiliki toleransi tinggi terhadap serangan tertentu. Salah satunya adalah spirit yang kebal terhadap serangan fisik namun lemah terhadap sihir tipe divine.


Iona bukanlah lulusan dari King Julius' Magical University ataupun lembaga pendidikan ternama lain di Kerajaan Artchania. Ia berasal dari akademi sihir di luar negara yang sebenarnya cukup terkenal yaitu Cycelba Magical College. Itu adalah perguruan tinggi sihir yang terletak di Grand Duchy of Cycelba, sebuah keharyapatihan yang tergabung dalam negara konfederasi Anachiae dengan nama resmi untuk negara tersebut adalah Alliance Counties of Anachiae. Sebuah negara yang terbentuk dari konfederasi kabupaten dan kadipaten merdeka yang terletak di Semenanjung Anakia, sebuah kawasan yang berbatasan dengan Wilayah Archiberia di sebelah barat. Ia sekolah di sana adalah murni karena profesi ayahnya yang merupakan seorang diplomat untuk Aliansi Negara Anachiae.


Dengan demikian pengetahuan akademik Iona terhadap sihir memang tidak dapat dianggap remeh. Bagaimanapun Iona adalah salah satu dari sedikit orang yang mampu memasuki Royal Majestic Guarder yang bahkan lulusan dari King Julius' Magical University belum tentu dapat diterima di sana.


"Tuan Joseph, segera hidupkan skill defensif Anda." teriaknya.


Joseph dan para warrior lain mengaliri aura di tubuh mereka sebagai perlindungan. Hal tersebut tidak hanya untuk melindungi diri mereka tetapi juga anggota lain non-warrior seperti Darius, Rionard, dan Iona.


Iona lalu melempar sihir [Fireball], sebuah sihir tingkat 3 dengan elemen api. Dikarenakan sihir tersebut memiliki AoE yang cukup luas, area sekitar monster tersebut juga ikut terbakar.


Namun ....


"Sial," desahnya.

__ADS_1


Dihadapan mereka semua, makhluk berjubah itu masih tetap melayang walaupun di sekitarnya adalah kobaran api yang menyala.


Makhluk ini memiliki resistensi elemen api! Jika begitu maka ...., pikir Iona.


Kali ini monster itu tidak diam. Dia berubah menjadi asap gelap dan  dengan cepat melayang mendekati mereka.


Joseph berusaha menghalangi monster itu dengan tebasan sapunya tetapi itu tidak memberikan efek apa pun.


"Sial! Dia datang!" teriak Joseph.


Kali ini Richard tidak tinggal diam.


"[Martial art: Aura Barrier!]"


Richard memancarkan energi aura yang memiliki efek seperti shockwave. Hal itu menyebabkan monster yang berubah jadi asap gelap terhempas.


"Kita harus kabur," ucap Iona.


"Ada apa? Apa makhluk ini memang sangat kuat?" tanya Richard.


Walaupun Iona belum menyerang dengan semua jenis elemen, tetapi melihat dari visual spirit yang berada di depan mereka, ia dapat yakin jenis spirit apa itu.


*Spirit*yang memancarkan angin dingin, memiliki penampilan gelap dan memancarkan hawa kematian. Ini tidak salah lagi, ini adalah spirit tipe kegelapan! pikir Iona.


"!!"


Semua orang menyadari bahwa itu adalah musuh yang terburuk.


Jika makhluk yang mereka lawan memiliki resistensi terhadap serangan fisik, maka mereka memiliki Iona yang mampu menggunakan serangan sihir. Jika makhluk itu memiliki resistensi terhadap serangan jarak jauh, mereka masih memiliki para warrior dengan tebasan pedang mereka. Namun jika musuh yang mereka hadapi adalah musuh yang memiliki resistensi terhadap serangan fisik dan sihir arcane, bagaimana mereka bisa menghadapi makhluk seperti itu?


"Aku mengerti. Joseph dan Camellia, bantu aku menghadang monster ini!" ucap Richard.


"Rionard, Darius, dan Ionard, kalian harus mengumpulkan equipment kita dan evakuasi seluruh pedagang. Kami akan menyusul," lanjutnya.


"Baik, Sir."


Selagi Rionard, Darius, dan Iona pergi, Ketiga warrior  yang menghadang monster itu melakukan serangan. Mereka kali ini tidak lagi mengaliri aura seperti yang dilakukan Joseph sebelumnya. Kali ini mereka mengikuti cara Richard. Setelah menyadari bahwa serangan dari aura masih memiliki efek pada makhluk itu, mereka menggunakan serangan berupa hempasan, gelombang, dan ledakan yang berasal dari energi aura. Tentu saja itu memang lebih sulit dan lebih boros. Namun hanya itulah satu-santunya cara untuk menghadapi atau setidaknya memberikan waktu kepada yang lain untuk mengambil equipment tempur mereka.

__ADS_1


Untungnya walaupun sepertinya serangan Richard, Joseph, dan Camellia tidak memberikan efek destruktif yang berarti kepada spirit tersebut, makhluk itu juga sepertinya tidak dapat memberikan serangan fisik.


Artinya kemungkinan besar makhluk ini menggunakan serangan non-fisik seperti hypnosis dan kutukan.


Walaupun ketiga orang itu masih belum tahu bagaimana kekuatan dari serangan monster itu tetapi mereka menyadari bahwa kabut dan asap gelap di sekitar makhluk harus dijauhi.


Itu sebabnya walaupun makhluk itu melayang mendekati mereka, dengan sigap mereka menggunakan gelombang aura untuk mengusir makhluk itu.


Selagi ketiganya sedang fokus menyerang makhluk itu, Rionard telah kembali.


Ia kini telah menggunakan equipment tempurnya.


Sebagai seorang assassin, dia memiliki mobilitas tercepat di antara yang lain.


"Sir, kami sudah membawa seluruh perlengkapan kita!"


Richard yang mendengar laporan Rionard memberikan senyum kemenangan.


"Bagus, kalian semua berdiri di belakangku!" teriaknya dengan penuh percaya diri.


Richard menghembuskan nafas. Dia membuat kuda-kuda yang kokoh. Dengan penuh konsentrasi aliran aura dalam jumlah besar terkumpul di lengan kanannya.


"[Martial art:  Wave of the Dragon]!"


Richard meninju udara kosong tetapi itu bukan berarti tanpa alasan. Segera setelah itu, gelombang aura dalam jumlah melunjur dan menyerang monster itu.


Akibatnya monster itu terhempas keluar bangunan. Lubang raksasa di dinding muncul tak terhindarkan akibat gelombang serangan dari Richard.


Semua orang yang melihat itu terdiam.


"Sir, Anda yakin bukan seorang martial artist?" tanya Camellia dengan pandangan kagum.


"Lupakan itu, sekarang Rionard pimpin jalan. Kita harus mengenakan equipment masing-masing. Kemungkinan seperti ucapan Iona, jika makhluk itu kebal dengan serangan fisik maka dia akan datang kembali kepada kita."


"Baik Sir!"


Dengan cepat semua orang keluar dari ruangan tentunya untuk equipment mereka.

__ADS_1


__ADS_2