
Tidak jauh dari tempat Alex berada, Justin berdiri diam sambil melihat pucuk bunga yang belum mekar. Setiap kali melihat tuannya dan kedua anak itu, dia akan merasa nostalgia dengan kedua adik perempuannya. Sudah dua tahun Justin tidak pulang kampung sehingga ia hanya mengisi kerinduannya dengan menulis sepucuk surat kepada keluarganya.
Justin terkejut ketika menyadari bahwa terdapat dua wanita di dekatnya. Pertama adalah Clara yang merupakan salah satu nyonya rumah sekaligus ibu dari tuan muda tertua. Kedua adalah seorang wanita ksatria yang memiliki rambut blue navy, Erline.
"Nyonya!"
Justin berteriak dan langsung memberikan penghormatan. Ia juga menyapa Erline dengan ramah.
Clara membalas salam Justin dengan ramah tetapi pandangannya tidak lepas dari sosok tinggi tak jauh dari mereka.
Sosok itu adalah anaknya yang merupakan orang dengan badan tertinggi di mansion. Bahkan Harol dan Jared saja hanya memiliki tinggi 174 cm dan 167 cm. Namun Alex yang baru berumur 16 tahun memiliki tinggi 182cm!
Akan tetapi ....
Clara merasa kesepian. Padahal Alex adalah anak yang terlahir dari darah dagingnya sendiri tetapi kenapa anaknya selalu bersama dengan dua anak yang bahkan tidak memiliki garis keturunannya?
Clara hanya dapat melihat ketiga orang yang saling berpelukan itu dengan rasa iri. Hal inilah yang menimbulkan tangannya sedikit gatal.
"Ayah! Merry sudah bisa menulis!"
Setelah mereka cukup puas berpelukan, Alex menurunkan kedua anaknya. Merry dan Alven mencoret-coret salju yang berada di atas tanah dengan menggunakan ranting pepohonan. Merry merupakan orang yang paling antusias karena ia telah berhasil menulis nama ayahnya sendiri di atas salju setelah melalui usaha yang tidak sedikit. Selama musim dingin, kedua anak itu secara pribadi diajari Alex untuk membaca, menulis, dan berhitung. Ini memang tidak terlalu berat bagi Alven yang sempat mendapat pendidikan singkat di laboratorium tetapi bagi Merry yang merupakan mantan budak, ini adalah cobaan yang amat berat.
Setiap kali gadis kecil itu mendapat materi baru entah itu membaca atau menghitung, dia sangat ingin memberi tampang menyedihkan kepada Alex agar dapat keluar dari sesi kuliah 2 sks ini. Namun sebanyak apa pun dia memelas, sebanyak itu pula Alex menolak.
Maka semenjak itulah dia terus belajar menggunakan otaknya secara kognitif sehingga akhirnya Merry dapat menulis nama ayahnya tercinta.
Alexander Ivanov Fertiphile adalah kalimat pertama yang ia tulis dan merupakan kalimat yang paling ia hayati dari semua kalimat lainnya.
Alex tersenyum melihat tulisan anaknya dan tak lupa membelai kepala anaknya.
"Bagus, Merry memang hebat!"
PLOP ....
"...."
Sebongkah salju terlempar lurus mengenai wajah Alex. Ini terlalu tiba-tiba sehingga semuanya hanya diam dan melihat.
"Hahaha ...."
Dari jauh sosok wanita dewasa tertawa riang sambil memegang perutnya karena tertawa terlalu kencang. Wanita ini seharusnya memberikan pesona keanggunan tetapi kenapa hari ini wanita yang bernama Clara bertindak seperti ini?
"Ibu ...."
PLOP ....
__ADS_1
Sekali lagi lemparan salju mendarat di wajah Alex.
"Ada apa anakku? Ini hari terakhir musim dingin, kenapa kita tidak bermain sebentar saja?"
Clara tertawa riang dan ia terlihat sudah mengisi amunisinya dengan menggenggam sepasang bola salju di kedua tangan. Sebenarnya tawa ini hanyalah tabir yang menutupi rasa iri dan kecewa melihat anaknya yang jarang menghabiskan waktu dengannya.
Alex hanya menghela napas akibat ibunya yang terlalu aneh. Padahal pada hari-hari biasa ibunya akan menjadi wanita anggun dan hemat bergerak. Namun sekarang wanita ini seperti seekor ayam yang baru keluar kandang.
"Hei, apa yang kalian lihat?"
Clara berteriak kepada Erline dan Justin.
"Nyonya?"
"Cepat serang mereka!" teriak Clara.
"...."
Erline dan Justin hanya saling memandang dalam diam.
***
Musim semi kerap kali disebut sebagai musim awal atau musim baru yang mengawali tahun. Sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap kali musim semi datang, para petani akan kembali menanam bibit tanaman dan mengadakan pesta menyambut musim semi. Selain itu, musim semi juga menjadi musim yang mengawali tahun ajaran baru.
Pada tahun ini Jared telah berumur 15 tahun dan telah melewati upacara kedewasaan. Berdasarkan undangan yang diberikan kepadanya oleh Akademi Militer, tahun ini adalah tahun pertama bagi jared memasuki Akademi Militer.
Awalnya Alex merasa bahwa keberadaan ataupun kepergian Jared dari mansion tidak akan terlalu mempengaruhi kehidupannya. Namun ternyata dia salah.
Setelah Jared pergi ke ibukota untuk menimbah ilmu, secara eksponensial pelatihan martial art Alex terus bertambah.
Ini bukan tanpa Alasan. Harol berpikir karena Alex tidak menempuh akademi militer maka untuk mencegah ketertinggalannya dari Jared, Alex harus mendapat pelatihan militer non-akademik. Ini karena Harol berharap bahwa benih-benih dari House of Fertiphile yang nantinya bersaing dalam suksesi warisan memiliki kualitas yang sama sehingga siapapun yang terpilih akan menjadi putra terbaik di county.
Namun bencana yang diterima Alex tidak hanya pada pelatihan yang meningkat sehingga menyebabkan waktu nolep-nya berkurang.
Saat ini Alex dipanggil oleh Harol untuk datang ke kantor.
Harol sedang duduk di kursi kerjanya seperti biasa sementara Alex berdiri di depan meja kerja Harol. Di meja terlihat tumpukan kertas putih yang sepertinya bukanlah kertas kerja. Biasanya kertas kerja akan berwarna kuning dan memiliki kualitas yang lebih rendah daripada kertas putih ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kertas putih ini adalah kertas yang mengandung isi yang istimewa.
Entah kenapa Alex merasakan sesuatu yang buruk akan menimpanya.
Setelah dia turun ke dunia sebagai manusia, secara bertahap Alex dapat mengidentifikasi berbagai kondisi yang kadang dialami oleh makhluk hidup.
Secara alami makhluk fana memiliki kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Kondisi itu adalah kemampuan interpersonal dalam merasakan kehidupan yang dialami atau dengan kata lain ini disebut sebagai firasat.
Namun berbeda dengan Alex yang berdebar-debar layaknya oposan yang melihat kang bakso, Harol justru adem ayem layaknya pegawai pemerintah yang hanya dituntut satu tahun penjara.
__ADS_1
Harol merapikan setumpuk kertas dengan kualitas baik kemudian dia menyerahkannya kepada Alex.
"Ambil dan lihat."
Alex bergerak dengan kaku. Normalnya sebagai Archdeus, tidak mungkin Alex merasa takut. Namun semakin lama ia tinggal di Midgard, semakin ia sadar bahwa saat ini ia hanyalah manusia.
Alex membaca satu per satu kertas yang berada di meja. Semua kertas ini diisi oleh tulisan tangan yang rapi dan bersih tetapi masalahnya masing-masing kertas memiliki ilustrasi tersendiri.
"!!!"
S-sial!
Pupil merah Alex bergetar karena firasat buruknya ternyata terjadi. Ia hanya membaca dan melirik sekilas tetapi ia tahu kesimpulan dari semua kertas ini.
I-ini pertunangan!
Ada sekitar 20 kertas yang berisi alamat pengirim yang berbeda dan memiliki ilustrasi wajah wanita yang berbeda-beda pada tiap kertas.
"Pilihlah yang mana kamu suka."
Harol tersenyum tulus kepada anak tertuanya ini. Dia sadar bahwa Alex sampai saat ini belum memiliki pertunangan sementara Jared (anak kedua) bahkan Hazel (anak ketiga) telah memiliki tunangan.
Harol yakin bahwa Alex selama ini merasa kesepian dan iri. Namun kini tidak lagi, apalagi dengan umur anak tertuanya yang telah berumur 16 tahun sehingga ini adalah tanggung jawab Harol sebagai orang tua untuk mencarikan jodoh kepada anaknya.
Dengan penuh semangat Harol memperkenalkan beberapa calon tunangan yang menjadi rekomendasinya.
"Kamu bisa memilih siapapun. Lihat, di sana terdapat putri kerajaan ke-5 yang merupakan adik kandung Pangeran William, ada juga putri tertua dari County of Otilia, atau kamu bisa memilih putri pamanmu dari County of Sintheny. Terserah kamu bisa memilih siapapun."
Setidaknya terdapat 20 permintaan pertunangan yang dikirim kepada Harol agar dapat mentunangkan Alex kepada putri mereka. Memang seorang penganut Hexatheisme dapat melakukan poligami tetapi karena perkawinan antar bangsawan dominan karena fakta politik, maka sebagai langkah aman biasanya sebelum seorang anak bangsawan mewarisi warisan, mereka hanya memiliki satu tunangan. Ini tidak lain adalah upaya untuk dapat memaksimumkan dukungan eksternal dalam suksesi warisan.
Harol sengaja menolak permintaan pertunangan dari keluarga besar Duke of Sandwealth dan Count of Morhust. Alasannya masing-masing dari kedua anaknya yang lain telah menjalin pertunangan dengan salah satu dari kedua keluarga itu. Sehingga apabila Harol kembali membuka hubungan dalam bentuk pertunangan Alex, maka ini sama saja menjadikan County of Fertiphile sebagai boneka dari kedua bangsawan agung itu.
Harol masih melihat anak tertuanya dengan sabar. Ia melihat bahwa Alex masih fokus mengamati surat-surat itu dengan hati-hati.
Benar ...benar, jangan buru-buru.
Harol mengangguk puas karena anaknya terlihat sangat teliti dan sabar dalam menganalisis untung/rugi. Dalam pertunangan tidak hanya memilih yang tercantik dari yang lain tetapi mempertimbangkan latar belakang keluarga tunangan wanita harus diperhatikan.
"A-ayah ...."
"Hoh? Ya, apa kamu sudah memilih?"
Harol menatap dengan penuh minat. Dia mencondongkan tubuhnya lebih dekat di meja.
Harol terlalu bersemangat sehingga ia tidak menyadari suara Alex yang bergetar. Ia jadi teringat masa-masa mudanya ketika ia memutuskan untuk bertunangan dengan Clara lalu akhirnya mereka menikah. Dia juga segugup ini dulunya tetapi itu karena dia begitu senang dan riang seolah kepalanya penuh dengan bunga.
__ADS_1
Namun kesenangannya itu pupus ketika mendengar balasan dari Alex.
"Aku tidak bisa menikah."