THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
IMPEACHMENT(3)


__ADS_3

Alex kembali ke barony-nya setelah perjalanan panjangnya dari ibukota.


Ia melihat perkembangan pesat yang saat ini sedang terjadi.


Gudang penyimpanan makanan telah dibangun dengan baik.


Selain itu beberapa sumur yang menyediakan air bersih telah digali.


Bahkan sebuah bangunan tinggi terlihat sedang dalam proses pembangunan


Bangunan itu nantinya digunakan sebagai kantor dari perusahaannya, Alexandreia Investment.


Saat ini aset Alex sudah cukup berlimpah. Harta yang ia dapat dari Yorksall dan Otilia sebagai hadiah, gajinya sebagai interim governor, deviden yang ia dapat dari Skavian, hingga keuntungan yang diperoleh dari penjualan magic plant telah memberikan Alex rasa percaya diri untuk membangun wilayahnya.


Pada awalnya Alex sempat ragu. Itu karena dia berpikir sebagai seorang archdeus apakah dia telah melakukan intervensi yang terlalu jauh terhadap kehidupan mortal. Bagaimanapun keberadaan Alex adalah sebuah variabel yang tidak pernah diperhitungkan oleh para dewa yang mendesain takdir para makhluk hidup. Namun pada akhirnya Alex memutuskan untuk tidak memperdulikan itu. Lagian ini adalah saran yang diberikan oleh archdeus lain untuk turun ke dunia fana agar dia dapat berlibur. Perlahan Alex menyadari makna dari perkataan God Emperor, archdeus yang memintanya turun ke dunia. Memang tidak bisa dipungkiri walaupun dia sering mengeluh, tetapi Alex sebenarnya menikmati hidupnya sebagai manusia. Ini seperti berkat ketidakpastian yang ada dan segala keterbatasan yang dimiliki oleh seorang manusia membuat hidup Alex menjadi bermakna.


Wajah para warga terlihat lebih cerah. Terutama ketika melihat kereta lord mereka yang kembali ke barony.


Semua orang memberikan sorakan pujian ketika melihat kereta sang lord mendekat.


Berkat lord baru ini, mereka bisa menikmati air bersih. Selain itu mereka bahkan tidak perlu khawatir dengan persediaan makanan mereka pada musim dingin nantinya.


Bahkan, sang lord memberikan pengobatan gratis.


Ini sangat luar biasa.


Para pemuda yang telah menjadi prajurit tidak bisa menyembunyikan kebanggaan mereka.


Bagi mereka, melayani seorang bangsawan yang arif dan pemurah seperti Alex adalah sebuah kehormatan tersendiri.


Sementara Alex yang tidak terlalu memperdulikan pujian orang-orang itu terhadapnya terus bergerak hingga ke mansion.


Di sana Justin langsung menyambut Alex ditemani oleh beberapa orang.


Mereka adalah para profesional yang direkrut oleh Alex untuk membantu perkembangan barony-nya.


Ada yang menjabat sebagai penasehat di bidang ekonomi dan keuangan, ada yang menjabat sebagai penasehat di bidang pertanian, bahkan ada pula yang menjadi penasehat di bidang tata kota.


Semua ini adalah usaha Alex dalam membuat barony-nya sebagai daerah maju dan makmur.


Bagaimanapun dia adalah seorang archdeus sehingga dia memiliki harga diri. Jika daerah yang dia pimpin tidak bisa semaju daerah yang dipimpin oleh manusia, bagaimana Alex bisa berani menunjukkan wajahnya di hadapan para archdeus lain.

__ADS_1


"Selamat datang, Tuanku," ucap Justin.


"Senang bertemu denganmu- ... Apa yang terjadi dengan wajahmu?"


Sebelum Alex sempat selesai membalas salam Justin, dia melihat mata panda di wajah Justin.


"S-sepertinya saya kurang tidur Tuan."


Justin hanya bisa memberikan senyum canggung.


"... hah ... lupakan. Setelah ini kau tidurlah dan beristirahatlah selama dua hari," ucap Alex.


"Benarkah!?"


Justin tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia sudah merindukan kasurnya sekarang.


"Sebelum itu, apa kau sudah membeli stok pangan untuk rakyatku kan?"


"Tentu saja Tuanku. Namun dikarenakan Otilia dan kawasan sekitar sedang mengalami krisis pangan. Saya harus pergi ke Fertiphile untuk membeli persediaan pangan. Utamanya jagung dan gandum."


"Seperti dugaanku. Aku tidak tahu bagaimana Otilia mampu menghadapi musim dingin yang akan datang tapi itu bukan urusanku," ucap Alex.


Sebelumnya di ibukota, Alex telah bertemu dengan Count of Otilia, Philip. Dia terlihat masih waspada ketika Alex menemuinya.


Alex masih menyimpan dokumen yang dibawa oleh Philip dan interaksinya dengan orang-orang Canadia.


Namun Alex tidak terlalu memperdulikan apa yang terjadi dengan Otilia.


Entah dinasti county itu masih akan tetap melegitimasi sistem matriarki atau menggantinya ke sistem patriarki, Alex tidak memperdulikan hal itu. Itu sebabnya jauh lebih menguntungkan untuk membuka diri kepada kedua belah pihak Otilia yang berseteru dalam hal ini adalah pihak Countess dan Putri Clotildy, serta pihak lawan mereka yaitu Count dan Peter.


Alex menyadari bahwa Otilia masih belum keluar dari krisis. Mungkin mereka telah berhasil melalui masa fief war dan perang saudara. Namun saat ini di wilayah yang langsung dikendalikan oleh Countess, terutama ibukota county masih dipenuhi dengan unjuk rasa terutama akibat krisis ekonomi dan gerakan anti-matriarki.


Itu tidak buruk, setidaknya berkat hal itu, Otilia tidak bisa fokus ke daerah bangsawan lain, pikir Alex.


Alex kemudian pergi ke kamarnya.


Ia dengan Merry yang berada di pelukannya saat ini kembali menikmati quality time.


Keduanya menikmati waktu sebagai ayah dan anak yang sudah lama tidak dapat dilakukan terutama karena kesibukan Alex yang semakin banyak.


"Sepertinya tanaman ini semakin besar," ucap Alex.

__ADS_1


Ia melihat melihat Venus yang telah tumbuh lebih besar dari sebelumnya. Kini ukurannya sebesar telapak tangan orang dewasa.


"Ayah, ini tanaman apa?"


Walaupun Merry sudah lama melihat ayahnya menanam sebuah tanaman di kamarnya, ia tidak tahu tanaman apa itu. Selain itu tanaman yang dibawa oleh Alex terlihat tidak terlalu cantik dan sepertinya bukan tanaman hias.


"Ini adalah magic plant, Sayang. Dan dia bisa memakan mimpi buruk semua orang," ucap Alex.


"Benarkah?! Wow!"


Merry terkejut dengan penjelasan ayahnya. Ia pun menyadari sudah lama dia tidak mengalami mimpi buruk sepertinya itu berkat tanaman aneh yang dibawa ayahnya.


Penjelasan Alex tidak sepenuhnya benar. Nyatanya Catastrophe Venus yang dibawa Alex memang memiliki kemampuan hipnotis yang membuat dia dapat mengendalikan pikiran orang lain tetapi itu digunakan oleh tanaman itu untuk menghipnotis mangsanya supaya tidak kabur. Karena pada akhirnya tanaman ini adalah pemakan daging, bukan mimpi. Namun tentu saja Alex tidak mungkin menjelaskan hal menyeramkan itu pada anaknya.


"Dimana Kak Alven?"


Alex menyadari bahwa mansionnya terasa lebih sepi dari biasanya.


"Kak Al dan Kak Rain pergi bersama orang-orang untuk berburu," balas Merry.


Mungkin mereka pergi dengan para petualang untuk melakukan pembersihan demihuman lagi? pikir Alex.


Hal itu tidak buruk terutama itu menguntungkan wilayahnya karena potensi bahaya dari demi human menjadi semakin kecil. Selain itu Alven dan Rain dapat sekaligus berlatih dan mengumpulkan pengalaman.


Itu seperti kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.


Tiba-tiba Merry menggeliat dan melepas salah satu kancing kemeja Alex. Dia lalu memendam wajahnya di bahu Alex yang telanjang.


"Nak ... bukankah Ayah sudah memberikanmu cukup banyak sebelumnya?"


Sebelum Alex pergi, ia telah menyimpan darahnya dalam jumlah besar ke dalam beberapa botol ramuan sihir. Sehingga seharusnya Merry tidak kekurangan konsumsi darah yang ia butuhkan.


"Huh ... Merry mau Ayah!"


Sebelum Alex sempat menjawab, Merry telah menancapkan taringnya ke bahu Alex.


Bagi Merry, darah hangat yang langsung berasal dari tubuh Alex jauh lebih enak daripada darah dingin yang disimpan di botol ramuan sihir.


"Hah ...."


Alex menghela napas.

__ADS_1


Untungnya fisikku sekarang tidak seperti dulu.


Untungnya Alex kini memiliki tubuh yang jauh lebih bugar daripada sebelumnya. Jika fisiknya tetap seperti ketika ia masih menjadi seorang sampah pemalas, mungkin Alex sudah lama mati karena anemia.


__ADS_2