THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
COMPANIES(1)


__ADS_3

Siapa yang dapat menduga, pertemuan mereka dengan Alex justru diawali dengan makian dan kemarahan dari baron itu.


Seluruh dewan direksi hanya bisa diam dan mendengarkan ceramah Alex dengan kepala tertunduk. Tidak ada satupun yang berani menyangkal ucapan bangsawan yang satu ini. Walaupun semua dewan direksi adalah orang-orang yang telah berumur paruh baya tetapi senioritas berdasarkan usia tidak berlaku ketika mereka menghadapi Alex yang hanyalah pemuda berusia 19 tahun.


Sementara itu Justin hanya duduk diam dan terus mengamati ekspresi setiap anggota direksi yang ada.


Wajahnya tanpa ekspresi sama sekali tidak menunjukkan rasa semangat yang ada di pikirannya. Ia sangat menikmati ketika ia melihat tuannya memarahi orang lain. Justin merasa kepuasan karena akhirnya ada orang yang dapat merasakan derita yang ia dapatkan setiap kali Alex murka.


"... dan kalian merasa kalau pemikiran kalian sudah benar sehingga kalian bahkan berani tidak mengikuti perintahku? Ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan kalian semua dan ini yang kalian berikan kepadaku setelah bertahun-tahun kalian mengelola perusahaan ini? Jika bukan karena Tuan Muda dari Morhust, aku sudah meminta surat pengunduran diri kalian satu per satu."


Alex memarahi semua orang sehingga membuat semuanya malu dengan telinga mereka yang telah memerah. Entah itu karena malu atau mungkin telinga mereka sudah overheating karena harus mendengar omelan Alex yang keluar layaknya peluru serbu.


Entah berapa lama waktu berlalu tetapi pada akhirnya mereka bisa sedikit lega karena kemarahan Alex sudah mereda.


Justin yang hanya duduk diam selama ini diam-diam mengangguk bangga. Ia tidak menyangka semua direksi mampu menahan omelan yang dikeluarkan Alex.


Untuk anak baru, mereka terlihat tidak terlalu buruk, pikir Justin.

__ADS_1


Ia dapat melihat semua orang merasa lelah dan tidak lagi bersemangat. Kemungkinan mental mereka sudah jatuh ketika dimarahi oleh Alex. Wajar saja, siapa yang tidak takut ketika seorang pemuda sehat dengan tinggi 1,96 m dan penuh otot sedang mengamuk di depan mereka. Siapa pun pasti takut apalagi membayangkan bogem sekeras baja melayang di wajah mereka.


Namun seiring dengan waktu mereka akan terbiasa seperti Justin. Setiap kali Alex memarahinya, semua omelan itu akan masuk ke telinga kanan dan keluar ke telinga kiri. Dia mungkin akan memasang tampang sedih dan bersalah layaknya seorang pendosa tetapi ketika semua sudah selesai, dia akan kembali ceria dan melupakan apa yang baru saja terjadi. Jadi bisa dibilang Justin seorang pemuda berumur 18 tahun dengan tinggi 1,70 m  adalah senior mereka dalam hal menerima semua celotehan Alex.


Pada akhirnya Alex tetaplah Alex. Ia pun menjelaskan maksud dari perintahnya yang tidak dilaksanakan.


"Aku ingin kalian tahu alasan kenapa aku ingin kita memasuki sektor itu karena masih belum satupun perusahaan yang bergerak di sana. Ini adalah tempat yang menjadi intermediasi antara orang-orang yang memiliki dana lebih dan orang-orang yang kekurangan dana."


Apa yang ingin dijelaskan oleh Alex adalah keinginannya untuk membuat industri perbankan.


Selama ini, sektor keuangan selalu dimainkan oleh perusahaan-perusahaan ventura besar yang semuanya dimiliki oleh orang-orang dengan dana yang melimpah. Namun tidak semua dana itu berhasil tersalurkan. Itu disebabkan karena tingginya biaya dan resiko yang terkadang harus ditanggung dalam penyertaan modal.


Argumentasi Alex didasari oleh pemikiran lama dari teori kuantitas uang dengan sebuah persamaan sederhana yang dapat ditulis sebagai berikut:


MV = PT ..................... (1)


Jika M dapat diartikan sebagai jumlah uang beredar; V adalah velocity of money (kecepatan perputaran uang); P adalah inflasi atau harga umum; dan T adalah volume transaksi, dapat dipahami dari persamaan (1), besaran tingkat inflasi dapat dilihat dengan mengubah persamaan tersebut menjadi:

__ADS_1


P = MV/T ..................... (2)


Dapat dilihat akibat sistem keuangan negara yang gagal memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang menyebabkan adanya diskriminasi harga yang terjadi di beberapa daerah. Penyebabnya adalah fasilitas keuangan yang gagal dalam mendistribusikan uang. Belum lagi selama ini sistem keuangan negara sama sekali tidak terintegrasi. Beberapa organisasi memiliki sistem keuangan mereka yang eksklusif. Misalnya guild petualang yang menyimpan dana dan mendistribusikan dananya hanya dalam brankas milik mereka sendiri. Akibatnya perputaran uang justru hanya akan terjadi di sekitaran guild petualang semata. Biaya oportunitasnya terlalu tinggi dimana mereka sebenarnya bisa menggunakan dana tersebut untuk melakukan suntikan dana ke organisasi atau perusahaan yang sedang membutuhkan dana tetapi mereka justru membiarkan semua koin emas mereka membusuk di dalam brankas.


Jadi bisa dibilang selain berdasarkan teori klasik, Alex juga terilhami dari pandangan Institutional Economics mengenai kelembagaan yang efektif. Adanya eksklusivisme kelembagaan negara entah dalam politik maupun dalam perekonomian, membuat distribusi kekayaan menjadi tidak merata dan melahirkan institusi yang tidak efektif.


Itu sebabnya Alex menyadari pentingnya lembaga perbankan dalam melakukan intermediasi dan penyaluran dana. Walaupun landasan pemikiran Alex terlihat sangat mulia dan terkesan sesuai dengan julukannya sebagai Alex the Pious, pada kenyataannya Alex adalah seorang oportunis sejati. Menyadari tidak ada satupun orang yang mengusik mengenai kecacatan sistem keuangan di negara ini, Alex menyadari ini adalah peluang besar baginya untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Jika ia berhasil menciptakan industri perbankan dan menjadi seorang monopolist, ia akan dapat menikmati keuntungan maksimal yang sangat melimpah.


Semua orang terdiam mendengar penjelasan Alex yang panjang dan lembar.


Baik itu Clark maupun seluruh dewan direksi tidak memberikan bantahan atau sangkalan. Semua terdiam mendengar semua penjelasan Alex dari A sampai Z.


Apa yang dikatakan oleh Alex telah memukul pemikiran mereka selama ini. Semua menyadari bahwa perintah Alex yang awalnya tidak masuk akal itu berasal dari sebuah ide yang sangat cemerlang. Dengan memanfaatkan kelemahan sistem keuangan negara, perusahaan dapat menghasilkan cuan yang tidak sedikit.


Selain itu sampai sekarang masih belum ada perusahaan yang membuat industri itu sehingga artinya mereka tidak perlu khawatir untuk memasuki industri itu karena incumbent sama sekali tidak ada.


Walaupun semua orang hanya diam tetapi mata mereka saling melirik dan sepertinya mengirimkan pesan yang jelas. Bahkan jika pun mereka tidak membicarakannya, mereka tahu semua pengalaman bisnis mereka terlihat sia-sia dan tidak berguna ketika mendengar ketajaman analisis Alex secara langsung.

__ADS_1


Untuk beberapa orang yang pernah mengenal atau setidaknya mendengar Alex ketika tuan muda itu baru berumur kurang dari lima belas tahun, mereka akan berpikir kalau Alex adalah seorang bangsawan sampah. Ketika mereka  mengenal atau setidaknya mendengar Alex saat ikut serta dalam perang feodal Otilia-Canadia, mereka akan berpikir bahwa Alex adalah seorang yang pemberani.  Ketika mereka mengenal atau setidaknya mendengar Alex saat melakukan misi di Canadia dan mendapat gelar sebagai sang saleh, mereka akan berpikir bahwa Alex adalah orang yang alim dan penuh dengan berkat ilahi. Dan sekarang, ketika mereka mendengar dan melihat melalui mata kepala dan telinga mereka sendiri apa yang baru saja diucapkan Alex telah membuat semua orang berpikir bahwa Alex adalah seorang bisnisman sejati.


__ADS_2