
Pada paginya, semua orang bangun. Tentu langkah pertama yang melakukan adalah sarapan. Semua orang turun ke lounge menunggu hidangan pagi datang. Semuanya ... kecuali ....
"Apa kamu sudah memberitahu mereka?"
Alex dengan wajah serius bertanya kepada Justin yang berdiri di depan pintu yang terbuka. Saat ini Alex duduk di kursi sementara Merry masih terlelap dalam tidurnya.
"Iya, Tuan Muda Alex. Para manajer penginapan sedang menyiapkan semua peralatan mandi Anda dan Nona Muda Merry."
"Hmm ... jangan lupa untukmu juga."
"Iya, Tuanku."
Gelarku masih tuan muda, sementara Merry juga Nona Muda. Ini seperti kami adik-kakak daripada ayah-anak, pikir Alex.
"Ah ... Justin, apa gelarku dapat diganti? Kau tahukan sekarang aku sudah punya anak."
Justin tahu apa yang dimaksud Alex. Bagaimanapun jika dua gelar anak-ayah setara itu akan membuat mereka terasa seperti kakak-adik.
"Tuanku, Anda masih belum menikah sehingga gelar Anda belum bisa diubah. Selain itu ...."
Justin agak ragu melanjutkannya.
"Nona Muda Merry bukanlah anggota Keluarga Fertiphile dan dianggap sebagai tamu dari Tuanku Alex. Maka gelar Nona Muda adalah gelar umum untuk tamu yang masih muda."
"Ah ... begitukah? Baiklah, lupakan saja."
Ketiga orang itu menunggu para pelayan penginapan untuk membawa perlengkapan mandi. Meskipun tingkat teknologi dari alat-alat sihir relatif tinggi tetapi pada tingkat kesehatan justru mengalami stagnat. Hal itu disebabkan karena monopoli kuil dalam bidang kesehatan masyarakat. Mayoritas pendapatan kuil berasal dari pengobatan sehingga dengan segala cara mereka akan berusaha untuk menghentikan segala perubahan dan perkembangan ilmu kesehatan non-divine yang ada.
Itulah sebabnya kebiasaan mandi adalah hal tabu. Ditambah dengan propaganda kuil yang mengatakan;"Umur, kesehatan, dan kematian berasal dari Dewa, hanya dengan izin-Nya manusia dapat terus ada dan terus tumbuh." Akibatnya setiap kali ada penyakit maka cara yang digunakan ada menggunakan cara-cara teologi sihir seperti penggunaan sihir divine, obat-obat tradisional, atau ritual untuk menyembuhkan penyakit. Mereka tidak berusaha melakukan pencegahan dan mencari sebab-akibat tetapi lebih memilih menggunakan kekuatan adikodrati.
Paling-palingan orang-orang hanya akan menggosok gigi dan mencuci muka apabila itu terlihat sangat kotor atau hanya untuk menghilangkan kantuk. Berbeda dengan kepercayaan mereka bahwa mandi dapat menyebabkan penyakit, gosok gigi (bersiwak) dengan akar-akar magicplan memang dapat merawat dan memutihkan gigi.
Walau cukup lama menunggu, pada akhirnya mereka bisa mandi juga. Setelah selesai, mereka menuju lounge. Para anggota karavan lain masih belum menyentuh sarapan mereka. Beberapa anggota Rumah Fertiphile termasuk Clara telah memaklumi kebiasaan Alex tetapi beberapa orang dari pihak kuil jelas ini cukup kesal karena mereka tidak dapat sarapan walaupun sudah makanan itu ada di depan mata. Namun tidak ada satupun yang menunjukkan kekesalan mereka.
Pada pagi yang sama, rombongan itu memilih untuk melanjutkan perjalanan. Dibutuhkan delapan sampai sepuluh hari untuk sampai di ibukota. Ini adalah hari kedua. Setelah perjalan ini, mereka akan tidur di tenda mengingat kota berikutnya sangat jauh. Setelah check-out dan mengisi perbekalan, semua orang kembali ke kereta masing-masing.
Karavan itu kembali melakukan perjalanan. Bendera dari House of Fertiphile dan Presbhenon of Fertihall dikibarkan setinggi-tingginya. Para rakyat jelata yang melihatnya tidak bisa tidak kagum. Mereka yang berada di jalan dengan patuh memberi karavan itu tempat untuk pergi terlebih dahulu.
***
__ADS_1
Hari demi hari terus berlalu, tidak terasa sekarang adalah hari keenam. Pemukiman terakhir yang mereka lalui adalah sebuah desa bernama Houbie Village. Desa itu kecil dan tidak ada perlengkapan mandi yang tersedia. Awalnya pada saat mereka melewati beberapa kota, Alex berencana membeli bak tetapi ukuran bak itu terlalu besar untuk di bagasi kereta. Sehingga dengan perasaan berat hati, dia harus melepaskannya. Sudah dua hari dia tidak mandi. Bagi orang lain ini bukanlah hal besar tetapi bagi Alex ini sangat mengganggu. Dia memang memiliki toleransi mutlak tehadap rasa sakit karena insinkronisasi antara tubuh manusianya dan roh archdeus. Namun sensitivitas tubuh manusianya mengalami peningkatan signifikan. Indera pengelihatan, pendengaran, penciuman, dan kulitnya sangat sensitif. Terutama kulitnya yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan sehingga kulitnya akan sangat mudah terkena ruam dan kemerahan tetapi ia tidak akan merasakan apa pun akibat toleransi mutlaknya terhadap rasa sakit. Namun jika melihat kulit yang peruh dengan ruam tentu saja akan sangat mengganggu. Kemampuan pasif ini ternyata menjadi pedang bermata dua bagi Alex.
Sudah dua hari dia tidak mandi, ditambah dengan panas mentari meyebabkan kulitnya terasa pengap dan lengket. Bahkan di lingkungannya pun menyebabkan ia lebih menderita. Enam hari perjalanan, selain Alex, Justin, dan Merry tidak ada satupun makhluk hidup di antara mereka yang membersihkan tubuh. Alex tidak terlalu bermasalah dengan Clara ,Feodora, dan kebanyakan pendeta wanita karena mereka sering menggunakan parfum tetapi untuk para prajurit pria yang menggunakan armor dan setiap hari disengat sinar matahari jelas sangat berbeda. Setiap kali mereka (para prajurit) mendekat, gelombang panas di perut Alex berusaha keluar. Dia ingin muntah mencium aroma tubuh orang-orang itu yang penuh bau keringat.
"Sial, ini membunuhku."
Alex dengan lemas menyandarkan kepalanya di kursi. Dia memijat kepalanya, kesal karena penderitaan ini. Alex untuk sekian kalinya mengutuk tubuh fana yang sangat tidak efesien. Jika ini adalah immortal, Sheol tidak akan begini karena para immortal tidak memiliki hambatan-hambatan biologis seperti aroma tubuh yang menyengat ataupun kebutuhan untuk buang air besar.
"Ayah, ayah tidak apa-apa?"
Merry menyadari ayahnya merasa tidak bersemangat pada hari ini.
"Ayah sakit?"
Merry yang duduk di pangkuan Alex khawatir setelah melihat mata ayahnya yang terkulai lemas.
"Tidak, ayah tidak apa-apa."
Alex menghibur Merry tetapi wajahnya masih menunjukkan ketidaknyamanan.
"Apa kamu sakit?"
"Tidak Ibu, aku hanya merasa sedikit tidak nyaman karena belum mandi."
"Ah! Apa kulitmu tidak ada-"
"Monster!?"
Pertanyaan dipotong oleh teriakan dari luar kereta. Teriakan itu cukup keras. Keempat orang di kereta segera mengeluarkan kepala mereka di jendela. Mereka melihat para prajurit berlari ke depan. Lalu dari sana teriakan perang dan benturan pedang terdengar.
***
Erline membenci firasatnya benar terjadi. Sudah enam hari mereka berpergian dengan damai. Wilayah County of Fertiphile masih aman tetapi setelah mereka masuk ke Barony of Gargerint, ia mulai memiliki firasat. Barony of Gargerint memiliki kekuatan militer yang sangat rendah sehingga potensi bersarangnya monster di tempat ini sangat besar. Berbeda dengan County of Fertiphile yang memiliki kekuatan militer di peringkat top 5 counties-marches terkuat di kerajaan.
"Sial, goblin!"
Di siang bolong seperti ini sekitar 100 makhluk hijau pendek bernama goblin mengepung karavan. Hanya ada dia dan tiga knight serta 12 prajurit yang diutus dari Rumah Fertiphile. Adapun kuil hanya membawa dua paladin dan 8 prajurit suci. Jumlah ini tidak tergolong besar tetapi cukup aman. Namun jika menghadapi 100 goblin tentu saja kerugian kuantitas sangat disesalkan.
"Kenapa bisa goblin sebanyak ini?!"
__ADS_1
Beberapa prajurit terkejut melihat angkat lawan mereka. Biasanya goblin hanya akan berkelompok paling banyak 20 ekor.
"Cih, Baron jelas malas mengurus wilayahnya."
Erline kemudian melihat semua penjaga telah siap di posisi masing-masing.
"Semua! Buat formasi defensif!" teriaknya.
"Hiya!!"
Para prajurit terdepan menggunakan tombak dan perisai kecil. Mereka bukan prajurit heavy armor tetapi pertahanan mereka cukup alot.
Para goblin jelas menyerang secara membabi buta. Mereka tidak punya sistem managerial perang yang baik sehingga tidak memiliki strategi. Seratus goblin berlari kencang dengan pedang berkarat dan tumpul mereka.
Untuk mengurangi beban pasukan vanguard, para knight dan paladin maju terlebih dahulu. Pedang para knight memancarkan warna berbeda, adapun Erline memiliki warna biru seperti rambutnya. Aura tidak membutuhkan casting untuk mengaktifkankannya. Sementara paladin mulai membaca mantra buff bagi dirinya dan kelompok serta menggunakan mantra debuff kepada para goblin.
Erline berlari ke depan, dia langsung menghunus pedangnya. Dua kepala goblin langsung terbang, dia kemudian menendang goblin lainnya. Satu goblin melompat ke arahnya. Erline yang menyadari itu bergegas memutar tubuhnya dan melakukan jump kick. Seluruh tubuhnya penuh dengan aura sehingga setiap serangannya menyebabkan tubuh goblin hancur dan tulang mereka remuk.
Bagi para knight dan paladin, para goblin hanyalah gangguan kecil. Bahkan satu knight bisa melawan 10 goblin dengan tangan kosong. Namun jika jumlahnya 100 pasti akan membuat mereka kelelahan.
Sementara para vanguard melakukan defensif dengan tombak mereka, para rearguard menggunakan panah untuk menyerang.
Para prajurit selain paladin dan knight yang berada di karavan ini tidak dapat menggunakan aura ataupun mana. Itu sebabnya mereka tidak punya kelas dan role. Jadi penggunaan senjata mereka relatif rata-rata, tidak memiliki spesialiasasi apa pun.
Untunglah penyerangan kali ini hanya dilakukan para goblin bukan makhluk yang lebih kuat. Adapun pemimpin para goblin ini seekor hobgoblin yang memiliki tubuh hijau, fisik seukuran manusia dan wajahnya pun sudah cukup mirip humanoid, lebih tepatnya seperti manusia purba. Bahkan bila itu hobgoblin, satu orang knight masih bisa melawannya.
Erline berhasil memenggal kepala pemimpin goblin hanya dalam beberapa gerakan. Setelah kematian pemimpin mereka, para goblin kabur ketakutan. Erline kemudian melihat sekeliling. untungnya tidak ada yang kerugian korban jiwa ataupun barang, hanya ada beberapa prajurit yang terluka ringan dan sedang.
Setelah semuanya beres, Erline pergi ke kereta Alex untuk memberi laporan kepada Alex dan Clara.
Note:
Vanguard: Pasukan depan.
Rearguard: Pasukan belakang.
__ADS_1