THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
DOOM(1)


__ADS_3

Alex dan Rain turun dari atap. Mereka pun berjalan dengan tenang menuju tempat gadis itu berada. Walaupun jarak mereka dan musuh mereka masih jauh, Alex memutuskan untuk menyerangnya dengan mantra tingkat 3, [Burst Ball]. Mantra itu menghasilkan serangan berupa bola energi yang berukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Bola energi itu berada di tangan Alex, dia kemudian meluncurkannya ke arah gadis itu. Akibatnya gadis itu terhempas jauh ke depan menembus beberapa rumah.


Alex kemudian melihat Camellia yang terbujur kaku di tanah. Wanita itu tidak mati, tapi ia terkena sihir saraf. Alex memberikannya sebuah potion tingkat tinggi, tak lain untuk mengobati luka fisik yang ia derita.


"Rain, aku ingin kamu membawanya pergi ke kamp militer. Minta bantuan kepada para priest untuk menyembuhkan dan mengangkat sihir kutukan yang ia derita. Aku juga ingin kamu membiarkanku bertarung satu lawan satu dengan orang itu dan jangan biarkan satu pun ikut campur."


"Tuan ...."


Rain tidak bisa menahan rasa sedihnya ketika ia mendengar hal itu. Ini memang sudah ia pikirkan setelah melihat mata tuannya yang begitu berbinar ketika mendengar invasi gadis itu. Dia tahu tuannya saat ini sangat terobsesi untuk bertarung dengan gadis itu. Namun bagaimanapun Rain tetap khawatir dengan keselamatan tuannya.


"Rain ... kamu tidak perlu khawatir."


"Baik, Tuan."


Rain telah mendengar perintah tuannya itu. Kini ia hanya harus percaya dengan perkataan tuannya. Rain membungkuk kepada Alex dan kemudian menggendong Camellia yang tergeletak di tanah. Kedua orang itu pun pergi meninggalkan Alex sendirian.


Gadis itu kembali bangkit setelah diserang oleh Alex. Dia bergegas kembali ke tempat semula setelah tercampak akibat diserang. Gadis yang bernama Sylv ini adalah seorang gadis yang menjadi salah satu anggota terbaik dari sebuah organisasi bawah tanah bernama Shadow. Dengan wajah meremehkan, dia berjalan santai ke tempat Alex.


"Kamu kuat!"


Sylv berbicara sambil mengeluarkan senyum keji. Dia terus berjalan mendekati Alex. Mendapati bahwa dua orang lain telah kabur, Sylv marah.


"Kamu! Apa kau pikir kau bisa menyelamatkan mereka?! Apa kau pikir kau bisa menang dariku? Dengar! Kalian-"


"Bla bla bla bla ... aku tidak peduli kau berkata apa. Sebaiknya mulai saja pertempurannya. Kau tahu, aku sudah capek menunggu," ucap Alex yang memotong ucapan Sylv.


"Kamu! dasar sombong!"


Sylv bergerak dengan cepat ke arah Alex. Dengan penuh rasa percaya diri, dia mengayunkan pisaunya.


"Apa?!"


Sylv terkejut begitu pisau yang telah ia ayunkan dihentikan oleh Alex hanya dengan menggunakan jari telunjuk.


"Hmm ... pisau yang bagus," ucap Alex.


"Cih!"


Sylv melompat ke belakang. Dia merasa aneh ketika menghadapi Alex. Jantungnya berdetak kencang dan ada semacam tekanan yang menekan dirinya.


Apa ini?! Aku merasa takut dengan serangga rendahan? Yang benar saja!


Sylv kembali menyerang Alex. Kali ini dia menggunakan skill-nya.


"[Meat Breaker]."


"Hooh?"


Cahaya merah di kedua pisau milik Sylv semakin terang. Ia kembali menyerang Alex. Namun sekali lagi Alex menahan serangan itu dengan jari telunjuk, tapi Sylv tersenyum keji.


*Booom!


Pisau itu meledak. Namun Sylv tidak terkena ledakan, justru Alex lah yang terlihat terkena ledakan. Sekali lagi Sylv menyerang. Dia menyayat dan setiap sayatannya menghasilkan ledakan.


*Slashh ...


*Boom!


*Slashh ...


*Boom!


*Slashh ...

__ADS_1


*Boom!


*Slashh ...


*Boom!


*Slashh ...


*Boom!


Begitulah terus menerus. Akibat debu yang berterbangan karena ledakan, dia tidak dapat melihat dengan pasti kondisi Alex tapi ia yakin pria itu telah terluka parah. Namun Sylv tidak langsung menyelesaikan serangan. Ia memutar dirinya 360° berkali-kali dengan kecepatan mengerikan. Sehingga ia membuat dirinya seperti tornado hidup. Dia menyerang Alex dengan jurusnya itu.


"Hahahahahaha ... mati kau serangga!"


Sylv tersenyum bahagia setelah melakukan semua serangan. Sambil menunggu debu dan kabut menghilang, dia yakin akan kemenangannya.


"Apa?!"


Namun yang terjadi justru sebaliknya. Alex tetap berdiri di tempat. Tidak ada luka sedikit pun di tubuhnya, bahkan armornya pun tetap rapi dan tidak lecet.


"Bagaimana bisa?!" teriak Sylv.


Apa yang baru saja dilakukan Alex adalah hal yang sederhana. Ia mengkonsentrasikan begitu banyak aura-nya di lengan sehingga itu sudah seperti mengenakan sarung tangan baja yang dapat melindungi dari apa pun.


Sylv menggertakkan giginya karena marah. Ia menatap tajam Alex. Namun Alex tidak demikian, dia justru memberi senyuman hangat kepada Sylv dan bahkan melambaikan tangan kepadanya.


"Sialan! Akan kuhancurkan senyuman itu dari mulutmu!"


Sylv mengaktifkan salah satu skill-nya, The Meat Eater. Setelah itu, muncul sosok kepala raksasa di belakangnya. Kepala raksasa itu memiliki gigi runcing yang tersusun rapi, ia juga memiliki rambut putih yang panjang dengan tampilan wajah marah.


Mungkin aku berlebihan menggunakan skill ini. Tapi melihat dia tidak terluka, aku yakin dia cukup kuat. Mungkin dia adalah senjata andalan kerajaan ini. Tapi tidak mungkin dia berhasil lolos dari seranganku kali ini.


Meat Eater itu melayang-layang dan dengan cepat melesat ke arah Alex. Dia membuka mulutnya yang lebar dan bersiap untuk mengunyah Alex. Kecepatan kepala itu sangat mengerikan mungkin menyamakannya dengan kecepatan mobilitas seorang shinobi tidaklah berlebihan. Meat Eater itu berhasil memakan Alex, dia mengunyahnya dan ketika merasa cukup lunak, kepala itu pun menelannya.


Sylv tertawa bahagia. Ia begitu terhibur ketika menghadapi manusia yang kuat tapi kini ia telah menang. Yah ... memang tidak mungkin seorang manusia bisa menang melawan gadis ini.


"Wah ... keren. Ini efek skill-mu?"


"!!"


Suara seorang pria tiba-tiba terdengar. Ternyata suara itu berasal dari Alex. Dia mengelus-elus Meat Eater itu.


"Apa?! Bagaimana mungkin?! Bagaimana kau-"


"Biar kusambung. Pasti kau mengatakan bagaimana aku lolos dari serangan tadi. Hmm ... aku hanya sedikit menghindar dan ketika kepala raksasa ini membuka mulutnya, aku hanya memberikan dia batu supaya dia bisa mengunyahnya."


"Apa?!"


Sylv sekali lagi memasang wajah kesalnya. Dia kembali menyerang Alex dengan Meat Eater tapi kepala itu tidak bergerak.


Kenapa skill-ku  tidak bergerak? Ada apa ini?


"Kamu bertanya-tanya kenapa kepala bongsor ini tidak bergerak? Yah ... sebenarnya ketika aku mengelusnya, aku membuat sebuah lingkaran sihir. Jadi dengan itu aku berhasil mengambil alih skill-mu."


"Jangan bercanda! Itu musthil!" teriak Sylv.


"Aku tidak bercanda. Kalau gak percaya, lihat nih."


Alex mengangkat jari telunjuk tangan kanannya. Dia lalu mulai mengarahkan jarinya ke sana kemari dan setiap kali jarinya bergerak, Meat Eater mengikuti arah gerakan jari telunjuk Alex.


"Apa?!"


Sylv tidak mempercayai apa yang dia lihat. Bagaimana mungkin skill dapat diambil alih. Dia tidak pernah mendengar kemampuan itu sebelumnya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin ...."


"Hmm ... yah, memang tidak semua skill bisa diambil alih seperti ini. Terutama apabila skill itu adalah skill khusus seperti skill bawaan dari ras dan bukan job atau role. Namun, keamanan dari skill-mu terlalu lemah. Rune yang menyusun skill-mu terlalu sedikit dan polanya terlalu mudah untuk dimengerti. Apa mungkin skill ini yang kamu buat sendri?" ucap Alex.


Itu memang benar. Skill memang dapat dibuat sendiri, karena sebenarnya skill itu dapat dibaca dengan melakukan proses pengrograman rune, lingkaran sihir, dan rapalan. Semakin rumit ketiga unsur itu disusun, maka semakin susah pula skill ataupun sihir itu dibuat. Namun efeknya, skill tidak akan mudah diretas. Artinya, skill dan efeknya itu tidak mudah dibaca, dienyahkan, atau bahkan diambil alih. Namun ada pula skill yang tidak dapat dibuat. Skill itu biasanya berada pada ranah para dewa dan bagaimanapun usaha seseorang atau kelompok meniru skill itu, mereka tidak akan bisa. Contoh dari skill yang tidak dapat dibuat atau ditiru oleh para mortal atau bahkan immortal sekalipun adalah yang dimiliki oleh Triarchdeus.


"Hmm ... mungkin ini menarik. Aku belum menyerangmu sampai saat ini kan? Bagaimana jika sekarang giliranku?" tanya Alex.


"Cih! Kau terlalu sombong! Hanya karena kau bisa mengambil alih skill-ku bukan berarti kau lebih hebat dariku!"


"Kamu benar. Kalau begitu aku juga ragu seranganku bisa mengalahkanmu. Begini saja, bagaimana jika aku menyerangmu menggunakan kepala bongsor ini. Toh ini kan sebenarnya skill-mu. Mungkin saja dia bisa melukaimu kan?"


"Jangan coba-coba-!"


*Booom!


"Sialannnn!" teriak Sylv.


Meat Eater terbang lurus menyerang Sylv. Dia tidak memberikan gadis itu itu kesempatan untuk mengeluarkan mantra atau skill. Sylv menahan serangan dari Meat Eater dengan menggunakan kedua pisaunya.


Pertempuran antara gadis itu dan Alex kini berganti menjadi gadis itu Vs Meat Eater. gadis itu itu merasa sangat marah. Matanya memerah dan ia pun kini mengubah pola serangannya.


"Sialan!!"


Aura kejam dari Sylv pun keluar sangat besar. Dengan rasa marah, dia melayang ke udara menggunakan mantra [Fly]. Meat Eater mengejarnya, tapi gadis itu itu menyerangnya menggunakan mantra tingkat 3, [Meat Line]. Itu adalah mantra yang menghasilkan serangan berupa laser merah dan dengan tipe burst energy.


Serangan itu berhasil mengenai Meat Eater hingga membuat ia terjatuh ke tanah. Namun itu belum selesai, Meat Eater masih hidup dan kini ia juga melancarkan serangan.


"Dia bahkan dapat menggunakan skill itu?!"


Sylv terkejut. Pasalnya, dari mulut Meat Eater, muncul begitu banyak tentakel-tentakel merah seukuran lengan orang dewasa, mungkin berjumlah 10 hingga 20 tentakel. Nama dari skill yang menghasilkan tentakel itu adalah Meat Hooks.


Bagaimana mungkin?! Seharusnya [Meat Hooks] adalah skill terpisah dari [Meat Eater] tapi kenapa manusia bajingan itu juga bisa mengambil alihnya?!


Meat Hooks menggeliat di udara. Dengan jumlah mereka yang banyak dan tubuh mereka yang panjang, Meat Hooks menyerang Sylv. Namun Sylv bergegas terbang lebih tinggi untuk menghindari jangkauan Meat Hooks. Namun Meat Eater kembali melayang. Dengan mulutnya yang merupakan tempat dari Meat Hooks berada, dia terus mendekatkan diri dengan Sylv untuk membuat gadis itu itu berada pada jangkauan serangan Meat Hooks.


"Menonaktifkan The Meat Eater!"


gadis itu itu terus menghindari serangan Meat Hooks sambil menonaktifkan skill-nya dengan harapan bahwa skill yang berkhianat itu menghilang. Namun tidak ada efek, baik Meat Hooks dan Meat Eater masih ada dan terus menyerangnya.


"Manusia bren*sek!! [Meat Line]! [Meat Line]! [Meat Line]! [Meat Line]!"


Sylv mengeluarkan 4 mantra sama berturut-turut. Ini bukanlah hal mudah bahkan untuk gadis itu sekalipun. Akibat serangan bertubi-tubi itu, Meat Eater dan Meat Hooks lenyap.


Sylv kembali turun. Dia memandang Alex dengan tatapan seperti singa yang ingin menerkam zebra.


"Dasar serangga rendahan! Kau tidak sadar dengan posisimu. Beraninya manusia rendah sepertimu mempermainkanku. Akan kubuat hidupmu menderita!"


"Jadi bagaimana kau membuat hidupku menderita?"


"Kau!!"


Berbeda dengan Sylv yang marah, Alex terlihat tenang dan bahkan tanpa ekspresi. Itu membuat Sylv sangat membencinya dan betul-betul ingin menghabisinya.


"Kalau sudah seperti ini apa boleh buat," ucap Sylv.


"???"


"Manusia bodoh! Apa kau kira kau dapat mengalahkanku? Kupuji kehebatanmu untuk mengendalikan seranganku tapi ini adalah akhir hidupmu. Fufufufufu ... Undying Butcher!"


Seketika pusaran angin dingin mengitari Sylv. Lalu tubuh gadis itu itu mulai ditutupi oleh asap gelap. Inilah skill terkuat Sylv, Undying Butcher.


*Wusshhhh

__ADS_1


Asap gelap yang mengitari Sylv terpental. Sylv pun menampakkan tampilan dirinya yang sesungguhnya. Ia terlihat menggunakan pakaian menyeramkan, sebuah pakaian yang terlihat berasal dari potongan-potongan kulit yang telah dijahit menjadi satu sehingga menjadi pakaian.


__ADS_2