
Archentioch, Ibukota Kerajaan Artchania
St. Castelius' Pontheum adalah satu-satunya pontheum[1] atau kuil agung di Kerajaan Artchania. Ini adalah bangunan tertua di Kerajaan Artchania dan merupakan kuil terbesar di daratan Archiberia. Di tempat ini pula sang Pontifex yang menjadi pemimpin spiritual dari agama Hexatheisme di negara ini bersemayam. Kehadiran bangunan ini adalah sebuah simbol dari supremasi dan keutamaan agama Hexatheisme sebagai agama resmi negara.
Pada pagi hari yang cerah, di St. Castelius' Pontheum terlihat di halaman depan dari bangunan yang luas itu, terdapat para biarawan dan biarawati yang sedang sibuk membersihkan halaman.
Biasanya dalam mengurus hal sepele seperti tugas bersih-bersih akan diberikan kepada para biarawati yang berada dalam kelompok Serkon[2] kebawah.
Mereka adalah para biarawati muda yang baru saja lulus dari dunia pendidikan kependetaan. Dalam mengumpulkan pengalaman dan menitikberatkan pada makna sesungguhnya sebagai pelayan kuil, mereka akan selalu berada di bawah arahan para priest.
Jumlah para serkon sangatlah banyak. Semakin banyaknya, sampai-sampai para serkon harus didistribusikan ke beberapa presbhenon[3] bahkan hingga ke presbheum[4] akibatan pontheum tidak dapat menampung lagi para serkon yang ada.
Umumnya serkon-serkon yang berada di pontheum adalah serkon-serkon yang memiliki nilai terbaik ketika mereka masih seorang discimpion[5]. Hal itu cukup wajar karena orang-orang dengan kualitas terbaik tentu harus mendapat bimbingan terbaik pula dan pontheum adalah tempat pendidikan kependetaan terbaik di kerajaan ini.
Di antara sekumpulan serkon yang sedang sibuk membersihkan halaman, terdapat seorang wanita yang cukup mencolok.
Ryana Lanceia Rayself, seorang wanita cantik dengan rambut pirang panjangnya yang terurai rapi sedang menyapu halaman kuil dengan rajin.
Ia dan teman dekatnya, Lacey Edwina Lenyard baru saja menjadi seorang serkon tiga bulan lalu tak lama setelah mereka lulus dari St. Adriana's Theological Institute.
St. Adriana's Theological Institute, merupakan institut yang mengajarkan ilmu keagamaan Hexatheisme di Kerajaan Artchania. Institut ini berlokasi di ibukota tepatnya di dekat St. Castelius' Pontheum dan menjadi sekolah lanjutan setelah para discimpion (murid) lulus dari pendidikan mereka di sekolah-sekolah teologi mereka masing-masing. Terdapat dua konsentrasi pendidikan di sini yaitu Clergy School dan Paladin School. Setelah lulus dari institute ini, mereka akan resmi menjadi Serkon (Pendeta Muda) dan Young Paladin (Paladin Muda).
Kedua orang ini telah mengenyam pendidikan di sana selama tiga tahun. Sebuah waktu yang cukup cepat untuk ukuran pendidikan kependetaan.
Mereka berdua tidak menyangka bahwa mereka akan ditugaskan ke pontheum. Kedua orang ini memang adalah dua murid yang berprestasi. Namun tetap saja, dengan tingkat kompetisi yang begitu berat, berhasil mendapat pelatihan di pontheum menjadi sebuah hal yang tidak terduga.
Karena pada hari ini sepertinya tidak ada upacara besar yang terjadi dan hanya melakukan tugas bersih-bersih, baik itu Ryana, Lacey, dan para serkon saat ini tidak menggunakan jubah kependetaan mereka. Sebaliknya mereka hanya menggunakan jubah putih sederhana.
"Hah ..."
Ryana mengambil sapu tangan dari sakunya kemudian ia menyapu keringat yang berada di keningnya. Ia menghela napas lalu berhenti sebentar untuk menarik napas.
Ryana memandang lingkungan sekitarnya.
__ADS_1
Tidak terasa waktu telah cukup lama berlalu. Ia sudah berada di ibukota lebih dari tiga tahun. Selama di sini, ia telah menemukan hal baru. Ia menemukan aneka makanan yang belum pernah ia cicipi, berbagai pertunjukkan budaya yang tidak pernah ia lihat, serta bertemu dengan banyak orang dari berbagai wilayah.
Namun tentu saja ia terkadang merindukan kampung halamannya.
Terkadang ia akan mencari kabar dari guild jurnalis mengenai Fertiphile dan sekitarnya.
Sudah tiga tahun dan ia sangat merindukan Fertiphile.
Terutama hampir setiap malam dia teringat dengan sosok pria yang merupakan sinar rembulan di dalam hidupnya. Seorang pria yang ingin ia miliki tetapi ia tahu, ia tidak pantas mendapatkan sosok itu.
Ryan berpikir seberapa menjijikannya dirinya ini. Bahkan kini jarak pria itu sudah sangat jauh tetapi ia masih tetap memimpikan orang itu menjadi miliknya.
"Hei kenapa kamu termenung?"
Lacey yang berada di dekatnya segera menyadarkan Ryana yang tenggelam dalam lamunannya.
"Apa kamu lelah? Sebaiknya istirahat saja. Ini juga hampir selesai," ucap Lacey.
"Ah, tidak perlu."
Lacey hanya bisa menatap Ryana dengan tatapan bingung. Akhir-akhir ini sepertinya temannya sudah cukup sering melamun.
"Hai Ryana~"
Keduanya memalingkan wajah secara bersamaan ketika mereka mendengar seseorang memanggil Ryana.
Tak jauh dari mereka, seseorang sedang berjalan ke arah mereka dengan penuh semangat. Ia adalah pria dengan penampilan pesolak, kulitnya yang putih bersih, rambut pirangnya yang mengkilat akibat sinar matahari pagi, dan matanya yang cerah.
"Bryan!"
Lacey menyapa pria yang bernama Bryan dengan semangat. Sementara Ryana memberi tatapan tidak bersahabat.
"Kenapa kalian berdua masih bekerja? Berikan saja padaku. Sebaiknya kalian istirahat," ucap pria itu dengan percaya diri.
__ADS_1
"Hahaha ... terima kasih tapi bagaimana mungkin kami melakukan itu. Lagian ini memang jadwal kami membersihkan halaman. Benarkan Ryana?" ucap Lacey.
"...."
Ryana tidak segera menjawab sehingga Lacey secara diam-diam menyenggolnya dengan menggunakan siku.
"Hmm."
Ryana seolah menjawab dengan malas. Namun Bryan sepertinya tidak memperdulikan respon antipati dari Ryana.
"Baiklah, baiklah, kalian orang-orang yang rajin. Tapi kalau boleh jujur, aku sebenarnya lebih khawatir dengan Ryana. Terutama aku khawatir jika pinggangmu sakit lagi."
Bryan berjalan mendekati Ryana kemudian dia melingkarkan lengannya di pinggang wanita itu lalu menarik wanita itu ke dalam pelukannya secara mendominasi.
Lacey yang melihat itu hanya bisa tersenyum dengan urat di kepalanya yang menonjol. Ia berusaha menahan tangannya yang gatal untuk menampar pria mesum yang mengganggu temannya itu.
Sementara itu, Ryana tidak mengatakan apa pun tetapi ia tetap berusaha untuk melepaskan diri. Namun pria itu justru lebih mengencangkan pelukannya.
Ia bahkan berani mendekatkan wajahnya seolah ingin mencium pipi wanita yang ada di pelukannya.
"Tolong menjauh lah."
Akhirnya Ryana berbicara dengan nada jengkel yang sangat jarang di dengar.
Hubungan antara Bryan dan Ryana sangatlah kompleks dan hanya beberapa orang saja yang tahu. Lacey adalah salah satunya, itu sebabnya ia tidak bisa melakukan apa pun kepada pria di depannya ini.
Note:
Pontheum[1] merupakan sebutan untuk jenis kuil agung atau kuil skismatik yang berada di bawah kepemimpinan seorang pontifex untuk kuil agung dan seorang rex pontifex untuk kuil skismatik. (Baca: ARCHPEDIA: Introduce the Pontificia)
Serkon[2]: para biarawan/biarawati yang membantu setiap proses kegiatan keagamaan. Mereka bukanlah posisi administratif bergelar, tetapi lebih ke golongan. Serkon bisa dibilang adalah para pendeta muda (secara hierarkis, bukan usia). (Dikutip dari: ARCHPEDIA: Introduce the Pontificia)
Presbhenon[3]: kuil yang secara tingkatan berada di bawah pontheum. Kuil ini umumnya terletak di setiap wilayah setingkat county hingga duchy. Pemimpin kuil jenis ini adalah seorang High Priest. (Dikutip dari: ARCHPEDIA: Introduce the Pontificia)
__ADS_1
Presbheum[4]: kuil tingkat paling rendah dalam Organisasi Pontificia. Kebanyakan Presbheum terletak di pedesaan. Pemimpin dari kuil ini adalah seorang priest. (Dikutip dari: ARCHPEDIA: Introduce the Pontificia)
Discimpion[5] merupakan kelompok agamawan/ti yang dapat diartikan sebagai murid. Mereka masih berada pada tahap pendidikan menjadi seorang agamawan/ti sejati. (Dikutip dari: ARCHPEDIA: Introduce the Pontificia)