
Alex saat ini masih berada di kamarnya. Ia tidak terlalu suka berkumpul dan mengobrol dengan orang-orang aneh.
"Ayah, Nenek meminta Ayah segera turun."
Merry yang saat ini sudah berdandan dengan rapi telah membuka pintu kamar Alex. Ia ditemani Alven yang juga telah memakai pakaian bangsawannya.
Kedua anak itu selalu bersama dan sangat antusias. Apalagi cukup banyak makanan yang bisa mereka nikmati.
"Hah ... iya, Ayah akan segera pergi."
Alex menghela napas pasrah. Sepertinya memang dia harus setidaknya menunjukkan wajah kepada semua tamu yang ada.
Ketika Alex keluar dari mansion dan menuju halaman tempat pesta teh diselenggarakan, ia langsung disambut oleh Regis dan Clotildy.
Regis adalah perwakilan dari Rumah Morhust. Ia jelas harus diundang terutama melihat hubungan Fertiphile dan Morhust yang saat ini sudah sangat akrab.
Sementara Clotildy menjadi perwakilan Rumah Otilia. Walaupun daerahnya saat ini tidak berada pada kondisi yang baik tetapi mereka harus tetap menghadiri acara ini supaya tidak kehilangan wajah di depan para bangsawan lain.
"Akhirnya kau muncul juga," ucap Regis.
"Tuan Alex, senang bisa bertemu denganmu lagi," ucap Clotildy.
"Senang bertemu dengan kalian. Terima kasih sudah datang di acaraku."
Alex membalas semua ucapan mereka. Saat ketiganya mengobrol dengan santai.
Tanpa disadari, Alex telah membuat sirkelnya sendiri. Clotildy dan Regis adalah para pewaris resmi dari dua county besar sehingga secara tidak langsung posisi Alex sudah sangat di atas angin saat ini.
"Ayah, Merry dan Kak Al ingin pergi ke sana," ucap Merry sambil menunjuk setumpuk makanan di atas meja yang tak jauh dari mereka.
"Ya, pergilah," ucap Ales sambi melihat kedua anak itu berlari dengan kaki kecil mereka.
Ketiga orang itu kembali mengobrol.
Regis dan Clotildy mulai bertanya mengenai kondisi wilayah Alex.
"Alex, bagaimana kamu mengurus wilayahmu? Apa kamu sudah memiliki rencana?"
Bagi Regis, walaupun Alex adalah orang yang sangat pintar tetapi dia tidak memiliki banyak pengalaman mengurus suatu wilayah terutama dari nol.
"Alex, membangun wilayah itu jauh lebih sulit daripada mengurus wilayah yang sudah mapan. Pengalamanmu sebagai Interim Governor mungkin tidak cukup untuk membangun wilayahmu ke depannya," ucap Regis.
Clotildy mengangguk dan ia pun menambahkan.
"Apa yang diucapkan oleh Tuan Muda Tertua Morhust tidaklah salah, Tuan Alex, jika Anda memiliki masalah, Anda bisa menghubungi wilayah kami. Kami dengan senang hati membantu."
Walaupun Otilia berada dalam masa-masa sulit saat ini tetapi bukan berarti mereka menjadi wilayah pariah. Terlebih Barony of Alexandreia yang merupakan wilayah Alex berada di kawasan hegemoni Otilia jadi praktis Otilia tidak ingin pengaruhnya memudar di sana.
"Baik, aku akan mendengar nasehat kalian kedepannya terima kasih."
Meskipun Alex percaya diri dengan kemampuannya seorang diri untuk membangun dan mengembangkan wilayahnya, tetapi ia tetap menghargai keinginan tulus dari teman-temannya.
Tentunya ucapan Alex disambut oleh senyum puas yang menunjukkan kepercayaan diri teman-temannya.
__ADS_1
Ketika ketiganya masih asik duduk mengobrol, Regis bertanya kepada Clotildy dan Alex.
"Bagaimana jika kita berkeliling? Kakiku kesemutan jika terus duduk."
Pada akhirnya kedua mengobrol sambil berjalan. Tentu saja pembahasan mereka tidak akan jauh dari permasalahan daerah masing-masing terutama Alex yang diceramahi oleh kedua orang itu seperti seorang junior yang sedang mendapat pencerahan dari senior-seniornya.
Tak disangka, karena sibuk mengobrol dan tidak fokus melihat orang di sekitar, lengan Alex tidak sengaja mengenai gelas teh yang dipegang oleh seseorang.
Dua orang yang bersama dengan Alex berhenti bersamaan dan melihat apa yang terjadi
Alex yang memiliki tinggi yang menjulang sehingga dia dapat melihat dengan jelas noda teh yang berada di pakaian orang yang tidak sengaja dia tabrak.
Orang itu adalah seorang wanita yang memiliki rambut merah menyala dan berwajah cantik.
Alex dengan sigap segera meminta maaf.
"Ah! Maaf Nona, saya tidak sengaja melakukannya."
"Tidak masalah jangan khawatir," ucap wanita itu.
Alex dan wanita itu saling menatap. Tiba-tiba wanita itu melihatnya dengan tatapan terkejut dan ngeri.
Sial! Mengapa di waktu seperti ini harus bertemu dengan orang ini?! teriak wanita itu dalam pikirannya.
Shirley bersama dengan Seral dan Leen telah berada di acara pesta teh yang diselenggarakan oleh Fertiphile.
Sejak awal dia sudah sangat berhati-hati dan waspada pada setiap hal yang mungkin terjadi. Jika bisa, dia tidak ingin melakukan kontak dengan Alex dan ibunya. Namun siapa sangka, Shirley yang awalnya hanya ingin melerai pertengkaran antara Seral dan Leen justru mengalami kesialan.
Teh yang ia pegang tumpah dan tidak sengaja mengenai orang lain. Namun apa yang lebih buruk adalah orang itu adalah Alex.
Saat ini dia dan Alex mengalami kontak mata yang cukup lama sampai pada akhirnya Alex berbicara.
"Nona Alchera?"
Alex menyadari wanita ini. Dia adalah keponakan dari ibu tirinya. Walaupun tidak banyak interaksi yang terjadi, dia dan Shirley sudah beberapa kali bertemu. Namun tidak ada percakapan signifikan yang terjadi seingat Alex.
"Ah, iya?" ucap Shirley dengan panik.
Merasakan suasana kaku yang terjadi antara Shirley dan pria di dekatnya, Seral yang memang memiliki sifat yang riang gembira berusaha mencairkan suasana.
"Mengapa kaku begitu? Apa dia mantan tunanganmu?"
Seral bertanya kepada Shirley disertai dengan tawa kecil. Walaupun dia adalah bawahan Shirley, tetapi berkat kedekatan keduanya, jarak antara tuan dan bawahan semakin tipis. Sehingga Seral pun kini menganggap Shirley tak lebih dari adiknya.
"Diam!"
Shirley meninggikan suaranya untuk pertama kalinya di depan Seral.
Jelas keduanya, baik Seral dan Leen terkejut karena ini pertama kalinya Shirley tidak bisa menahan emosinya.
"Sial, lupakan. Ayo pergi."
Shirley berjalan menjauhi orang-orang itu diikuti Seral dan Leen dengan diam tanpa berbicara tidak seperti sebelumnya.
__ADS_1
Alex yang menduga Shirley marah karena tehnya yang tumpah segera memanggilnya. Terlebih Alex tidak mau masalah ini diketahui oleh Liana, jika tidak, Alex bisa menduga Liana akan menggoreng kasus ini tujuh hari tujuh malam di depan Harol. Jadi lebih baik untuk menyelesaikannya sekarang.
"Nona Alchera, sungguh saya meminta maaf. Tolong ikut saya ke mansion. Para pelayanan akan membersihkan pakaian Anda."
"Menjauh!"
Shirley berteriak dengan keras sehingga menarik perhatian sekitarnya.
Para tamu dengan penuh rasa penasaran mengamati apa yang sedang terjadi sekarang.
"Apa yang kau lakukan? Memintaku untuk mengganti pakaian di kamarmu?!"
Shirley berteriak panik. Ia menyilangkan kedua tangannya di dadanya seolah sedang melakukan sikap perlindungan.
"Apa? Tidak, bukan itu maksudku, aku-"
"Kyaa! Dasar mesum! Menjauh dariku pria bajingan!?"
Shirley bersembunyi di belakang Leen seolah menyelamatkan diri dari seorang predator seksual.
Entah disengaja atau tidak, tetapi suara Shirley menjadi semakin kencang ketika semakin banyak orang yang melihat.
Para tamu yang melihat semua kejadian itu mulai berbisik.
Alex yang dituduh sebagai seorang yang mesum hanya diam dengan menatap Shirley dengan tampang dingin.
Dia memang sengaja.
Sepanjang pengetahuan Alex, dia tidak pernah menyinggung Shirley sehingga dia tidak tahu mengapa wanita itu tiba-tiba menuduhnya seperti ini.
"Cukup, maaf sudah membuat keributan. Tidak ada yang terjadi, semua hanya kesalahpahaman."
"Itu benar, saya sebagai perwakilan dari Rumah Otilia juga meminta maaf. Ini hanyalah kesalahpahaman yang terjadi antara teman."
Regis dan Clotildy kini turun tangan. Mereka tidak bisa membiarkan nama baik teman mereka dilecehkan seperti ini di depan umum.
Pada akhirnya semua kembali kondusif. Para tamu tidak lagi memperhatikan apa yang terjadi. Terutama ketika dua anak bangsawan agung sudah memberikan klarifikasi maka tidak ada yang perlu dilihat.
Sementara itu, Alex masih memasang muka masam. Mood-nya menjadi jatuh ke titik terendah. Bagi Alex yang merupakan archdeus tetapi berhasil dijebak seperti ini, ia merasa sungguh sangat menyedihkan.
Malam pun datang ....
Acara telah memasuki puncaknya pada malam hari yakni pentas drama musikal di sebuah aula yang berlokasi di gedung opera milik Fertiphile. Gedung ini terletak di pusat Kota Fertihall yang difungsikan sebagai bangunan teater untuk dipentaskan. Para tamu dengan penuh antusias menikmati pentas drama yang ditampilkan dan diselingi dengan orkestra yang epik.
Awalnya Harol ingin menampilkan sejarah kebesaran leluhur mereka, khususnya sejarah Estoc of Nightmare yaitu pedang yang menjadi legitimasi sebagai seorang penguasa Fertiphile, tapi Clara meminta hal lain. Dia merekomendasikan untuk menampilkan perjuangan Alex ketika berada pada fief war di Otilia. Dengan mudahnya Harol setuju dan mengubah semua tema cerita yang awalnya adalah kisah klasik menjadi kisah Alex, anak tertua mereka.
Ternyata apa yang direkomendasikan Clara terbukti benar. Seluruh penonton ternyata cukup antusias dan sangat menyukai pentas drama itu. Mata mereka berbinar-binar bahkan ketika selesai, tepuk tangan yang mereka berikan amat heboh. Semua menyukainya, kecuali satu orang ....
S-Sial! Ini memalukan!
Alex juga ikut menonton drama itu. Namun ia merasa sangat malu, karena pada kisah itu cukup banyak hal yang diceritakan terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta. Seperti ia membunuh seluruh penyihir kelas tinggi, penunggang wyvern, dan spirit. Kemudian dia pun kembali membangun tatanan dunia dan diangkat sebagai penguasa bijak dan terpandang di suatu wilayah yang disebut sebagai Alexandreia.
Ini seperti aku menonton film propaganda yang dibuat untuk memuja diriku sendiri, pikir Alex.
__ADS_1
Walaupun Alex sebagai seroang archdeus memang memiliki kecenderungan suka untuk dipuji, tetapi bukan berarti dia dapat bertahan menonton drama cringe ini.
Terlepas dari semua hal yang dilebih-lebihkan itu, ini adalah acara tersukses yang dibuat Rumah Fertiphile dalam merayakan penetapan Alex sebagai seorang baron.