
Aku harus kabur, pikir dr.Plague.
dr.Plague segera mengaktifkan [Teleportation].
Sial, mengapa aku tidak bisa berteleportasi!?
dr.Plague berkeringat dingin. Tubuhnya gemetaran ketika mendengar Ainuhrim berbicara padanya.
"Tidak bisa berteleportasi? Tentu saja, kalian tidak akan bisa melakukannya di sini."
Ainuhrim untuk pertama kalinya tersenyum. Namun itu adalah senyum mengejek.
Alasan mengapa sihir [Teleportation] tidak dapat digunakan sebenarnya disebabkan Ainuhrim. Sebagai seorang high gods, dia memiliki kemampuan untuk menciptakan field yang mampu meniadakan sihir perpindahan instan. Kemampuan itu adalah murni milik para immortal seperti high gods dan bukanlah sebuah sihir sehingga tidak memiliki nama. Namun terdapat sihir yang memiliki kinerja yang hampir sama dengan kemampuan Ainuhrim tentunya memiliki efek yang lebih lemah. Sihir itu adalah mantra tingkat 6, [Delay Teleportation].
"Mengapa kalian tidak lagi menyerangku? Kalau begitu, sekarang adalah giliranku," ucap Ainuhrim.
"!!"
Sebelum kedua sempat bereaksi, Ainuhrim tiba-tiba telah berada di depan Sylv. Ia langsung mencekiknya lalu mengangkatnya ke atas.
Sylv meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Namun semakin ia bergerak, semakin kuat cengkramannya.
Sylv bahkan tidak bisa berbicara. Urat-urat di leher dan dahinya muncul karena kehabisan nafas.
Asap hitam juga tiba-tiba muncul dari tubuhnya dan terlihat masuk ke tubuh Ainuhrim. Sylv terlihat tersiksa, semakin banyak hawa hitam itu terserap, semakin lemah perlawan Sylv. Pada akhirnya Sylv pun jatuh ke tanah dengan tubuhnya yang sudah kering.
"Manusia sepertimu berani menggunakan kekuatan yang seharusnya tidak kalian gunakan."
Ainuhrim menyadari bahwa baik itu Sylv dan dr.Plague menggunakan dark mana. Dark mana sangat jarang digunakan oleh makhluk hidup di luar ras demonoid. Umumnya ras selain demonoid yang menggunakan dark mana memiliki kelas yang biasanya adalah necromancer.
Setelah melihat Sylv yang sudah tergeletak kaku di tanah, Ainuhrim mengarahkan pandangannya ke dr.Plague. Sayangnya dr.Plague telah kabur.
"Jadi seekor serangga baru saja bersembunyi."
Ainuhrim tersenyum dan perlahan tubuhnya berubah menjadi debu.
Sementara itu dr.Plague berlari di dalam hutan dengan panik. Walaupun hutan ini gelap tetapi berkat sihir dia dapat melihat jalan di depannya.
Nafasnya menjadi berat itu karena dia berlari sekuat tenaga. Sebagai seorang magic caster, dr.Plague sangat jarang menggunakan kekuatan fisiknya. Ia lebih memilih menggunakan sihir untuk melakukan sesuatu akibatnya kondisinya kini sangat menyedihkan karena harus menggunakan kekuatan fisiknya untuk berlari.
"Sial, aku masih belum bisa berteleportasi," gumamnya.
Sejauh apa pun ia kabur, ia masih belum bisa menggunakan mantra [Teleportation] seolah seluruh hutan ini adalah kawasan anti teleportasi.
dr.Plague berhenti sejenak dari menarik nafas. Tubuhnya yang lemah ditambah pakaiannya yang pengap membuatnya harus beristirahat sejenak.
"Sial!"
Namun kurang dari semenit dia menarik nafas, ia dapat merasakan sesuatu.
Ada apa dengan niat membunuh ini!?
dr.Plague melihat ke sekitar tetapi hanya pepohonan rindang yang dapat ia temukan.
"Apa kamu sudah selesai melarikan diri?"
"!!"
dr.Plague mengenali suara itu. Suara itu milik monster yang baru saja mereka hadapi tetapi monster itu sama sekali tidak menunjukkan wujudnya.
Sebelum dr.Plague sempat merespon, tubuhnya kembali menjadi kaku. Ia tidak bisa menggerakan tubuhnya seperti keinginannya.
"Berlutut."
dr.Plague secara paksa berlutut sebagaimana perintah dari Ainuhrim. Kemudian energi hitam muncul di sekitarnya dan mulai berputar dengan dia sebagai pusatnya.
dr.Plague berada di dalam pusat pusaran itu tetapi setelah ia menyadari apa yang terjadi, semua sudah terlambat.
__ADS_1
Pusaran kegelapan itu semakin besar dan kini berubah menjadi layaknya tornado hitam yang menghancurkan semua di sekitarnya. Tornado kegelapan itu hanya berlangsung kurang dari semenit tetapi menciptakan kerusakan yang tidak sedikit. Itu menyebabkan kawah besar tercipta dan pohon-pohon disekitarnya roboh. Namun yang terpenting, tubuh dr.Plague tidak lagi tersisa. Bahkan dia mati tanpa suara teriakan apa pun.
Ainuhrim muncul dari dalam hutan. Ia mendekati daerah yang baru saja hancur dan menatap kawah besar yang sudah tercipta.
"Ini adalah hukuman untuk kalian yang menghina Penciptaku," ucap Ainuhrim.
Selagi Ainuhrim berdiri di sana, ia melihat setitik salju turun di hadapannya. Ia menatap ke atas langit. Dengan bantuan cahaya rembulan yang redup, ia melihat ternyata salju pertama telah turun.
***
Kesadaran Alex secara perlahan mulai pulih. Dengan perlahan ia membuka matanya.
Apa yang pertama Alex lihat salju yang telah turun dari langit. Salju pertama yang menandakan awal dari musim dingin.
Kepala Alex sangat sakit dan tubuhnya terasa pegal. Namun Alex masih tetap berusaha berdiri.
Ketika ia menyadari lingkungan di sekitarnya telah berubah, Alex terkejut. Tempat pertempurannya dengan Sylv yang awalnya adalah kawasan perumahan kini berubah menjadi halaman kosong.
Alex menyadari ia berada di dalam sebuah kawah raksasa. Seolah meteor baru saja terjatuh.
Selain itu Alex menyadari bahwa luka di tubuhnya kini sudah tidak ada lagi. Armor-nya memang masih rusak sehingga seharusnya semua pertempurannya dengan Sylv bukanlah ilusi.
"Apa yang terjadi?" gumam Alex.
Seharusnya pertarungannya dengan Sylv berakhir dengan kekalahannya. Alex menyadari bahwa seharusnya tubuh fana-nya ini sudah mati tetapi kini ia hidup dengan kondisi yang prima.
"Tuan."
Suara lembut terdengar tak jauh dari tempat Alex.
Alex mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
Di sana, Ainuhrim yang entah sejak kapan berada kini sedang berlutut kepada Alex.
"Ainuhrim ... mengapa kamu ada disini?"
Karena terkejut, Alex bertanya dengan terbata-bata.
"Tunggu sebentar. Bekas pertempuran yang mengerikan ini dan tubuhku, apa ini semua ulahmu?"
"Iya Tuanku."
"Apa kamu menggunakan kekuatan dewamu?"
"Iya Tuanku."
"Ainuhrim!!"
Ainuhrim terkejut dengan teriakan marah Alex. Bahkan walaupun saat ini tuannya sudah berinkarnasi menjadi sosok manusia bernama Alex yang jauh lebih lemah darinya, Ainuhrim merasa ketakutan. Tubuhnya menggigil dan pandangannya menunduk ke bawah.
"Ainuhrim! Apa yang sudah kau lakukan! Beraninya kau turun dengan kekuatan immortal-mu! Apa kau tidak tahu konsekuensi penggunaan deusvoulic[1] di dunia fana?!"
"T-tuanku."
Ainuhrim tidak dapat menjawab. Namun ia tahu apa dampak dari penggunaan deusvoulic di Univorsum[2] yakni berdampak pada keseimbangan hukum dunia fana itu sendiri. Sejak awal, deusvoulic bukan merupakan kekuatan yang mampu ditahan oleh ruang dan waktu di dunia fana. Keberadaannya dapat mengancam semua makhluk hidup di dunia fana apalagi Ainuhrim sang High God dari Underworld yang memiliki immortal energy yang disebut sebagai Helnit. Itu adalah jenis energi adikodrati yang menjadi energi kehidupan di underworld. Semua immortal endemik kegelapan yang tinggal di Underworld hidup dengan menggunakan Helnit.
Jika dibandingkan, Helnit jauh lebih berbahaya daripada dark mana yang digunakan oleh para demonoid ataupun para necromancer. Bahkan satu tetes Helnit dapat mengalahkan gabungan dari volume mana dan dark mana di Midgard.
Dan apa yang saat ini Ainuhrim perbuat adalah dia menggunakan kekuatan berbahaya itu di Midgard. Jika karena perbuatannya menyebabkan kiamat di Midgard terjadi lebih cepat dari seharusnya, maka seluruh alam immortal khususnya underworld dan hereafter akan dibanjiri oleh para roh-roh makhluk yang baru saja mati. Khususnya underworld yang harus menampung gelombang jiwa-jiwa sesat dalam jumlah banyak sekaligus.
Itu akan menjadi mimpi buruk bagi semua orang, entah untuk para roh-roh malang itu ataupun para operator underworld.
Bahkan walaupun Ainuhrim sudah bersimpuh dan bersujud di hadapannya dengan dahinya yang telah menyentuh tanah, Alex tidak akan mengampuninya.
"Ainuhrim, aku kecewa."
Ungkapan kekecewaan Alex telah melukai hati Ainuhrim lebih dari apa pun. Dia tidak berani lagi meminta pengampunan kepada Alex. Ia hanya terus bersujud dengan air mata kesedihan di wajahnya.
__ADS_1
"Kamu adalah seorang Ruler Overseer yang merupakan posisi tinggi di Underworld tetapi pemikiranmu hanya sebatas pemikiran para demigod. Maka tanggunglah rasa malumu itu untuk seumur hidupmu dan karena perbuatanmu yang nyaris membuat dunia ini hancur, aku memerintahkanmu untuk menajiskan dirimu di Holiheim."
Holiheim adalah salah satu tingkatan alam yang ada di Heaven. Di sana adalah tempat yang sering disebut sebagai tempat penyucian para pendosa. Di Holiheim terdapat sebuah api yang disebut sebagai Holy Fire yang merupakan salah satu api terpanas di seluruh alam. Api itu sering digunakan untuk mensucikan semua calon penghuni surga dari segala dosa-dosa mereka. Namun jika para penghuni dan dewa-dewa Heaven melihat Holy Fire sebagai api penyucian, para immortal dari Underworld melihatnya sebagai api yang menajiskan karena api itu berasal dari energi immortal yang bertentangan dengan Helnit.
Perintah Alex barusan kepada Ainuhrim sama saja dengan perintah eksekusi karena Holy Fire merupakan kelemahan utama dari para immortal dari underworld. Bahkan bukannya tidak mungkin high demon god seperti Ainuhrim bisa mati karena api itu.
"Baik, Tuanku."
Namun kesetiaannya terhadap Alex membuat Ainuhrim tetap menjawab dengan patuh. Ia rela melakukan apa pun perintah Alex bahkan jika itu akan membunuhnya. Bagaimanapun ia adalah ciptaan sang archdeus bernama Sheol. Sehingga apapun perkataan penciptanya adalah tujuan hidupnya.
Alex kemudian diam selama beberapa detik hanya untuk melihat Ainuhrim.
Pada akhirnya ia menghela napas dan merendahkan suaranya. Itu menunjukkan Alex telah meredakan emosinya.
"Setelah kehidupanmu di Midgard, segera pergilah ke Holiheim. Namun selagi kamu berada di sini, aku akan menghukummu. Angkat kepalamu."
Sebagaimana ucapan Alex, Ainuhrim mengangkat pandangannya dan melihat sosok Alex.
"Ainuhrim, mulai hari ini engkau akan menjadi pedangku. Tebaslah musuhku atas namaku dan izinku," ucap Alex.
Alex tersenyum kepada Ainuhrim. Pada akhirnya walaupun Alex marah padanya, Ainuhrim tetap merupakan ciptaannya. Bagi Alex, sosok Ainuhrim jauh lebih berharga dari semua makhluk fana di Univorsum yang merupakan ciptaan archdeus lain.
Melihat tuannya kini tak lagi marah, Ainuhrim juga tersenyum. Walaupun wajahnya dipenuhi bekas air mata dan keningnya juga penuh bekas tanah, ia masih memiliki pesona kecantikan tersendiri.
"Baik, Tuanku. Ucapanmu adalah perintahku. Aku akan tetap berada di sisimu dan menghancurkan semua yang menghalangimu."
"Tidak, kamu sepertinya salah paham. Yang aku maksud kamu menjadi pedang, secara literal."
"Maaf, Tuanku?"
Ainuhrim bingung dengan ucapan tuannya.
"Maksudku berubahlah menjadi pedang. Kamu sekarang menggunakan avatarmu kan? Ubah avatarmu menjadi pedang yang bisa kubawa dan ku asah."
"...."
Alex tahu karena para immortal khususnya high gods terlalu kuat dan agung, alam fana yakni Univorsum tidak dapat menampungnya pada akhirnya para god itu harus turun ke dunia fana dengan menggunakan avatar atau jalur reinkarnasi.
Jika Sheol menggunakan jalur inkarnasi menjadi Alex untuk turun ke dunia, maka Ainuhrim menggunakan avatarnya untuk turun ke dunia.
"Baik, Tuanku."
Pada akhirnya Ainuhrim paham dengan ucapan tuannya. Sebagai tambahan hukuman untuknya, Ainuhrim harus merubah wujudnya menjadi pedang yang akan digunakan Alex.
"Namun sebelum itu, kamu harus menyerangku."
"Maaf Tuanku? Saya tidak mungkin melakukan hal yang sekurang ajar itu," ucap Ainuhrim.
"Hah ... apa kamu tidak mengerti? Lihat! Sekarang bagaimana aku menjelaskan semua ini?"
Alex menunjuk semua kondisi di sekitar mereka. Dengan bekas pertempuran yang mengerikan, ini menunjukkan seberapa intensnya pertempuran yang terjadi.
"Lihat? Tidak mungkin aku, yang saat ini seorang manusia bisa keluar dari pertempuran mengerikan itu dengan kondisi seperti ini. Aku harus berpenampilan menyedihkan dan penuh luka untuk menunjukkan aku baru saja menghadapi kematian," ucap Alex.
"T-tapi Tuan-"
Sebelum Ainuhrim sempat membalas, Alex memotong ucapannya.
"Jika kamu tidak mau maka lupakan. Aku yang akan melakukannya sendiri."
Alex pun memutuskan untuk berguling-guling ke tanah beberapa kali. Ia juga melukai dirinya sendiri dengan mantra serangan. Ini ia lakukan tidak lain untuk membuat dirinya kotor dan membuat kesan bahwa seolah-olah ia baru saja keluar dari pertempuran seperti neraka.
"...."
Sementara itu Ainuhrim hanya diam sambil memejamkan mata. Ia tidak berani melihat semua perbuatan Alex untuk melukai dirinya sendiri.
Note:
__ADS_1
deusvoulic[1]: jenis miracle yang kekuatan ilahi tersebut langsung digunakan oleh dewa itu sendiri tanpa utusan atau perantara. Contohnya adalah penciptaan dunia oleh para archdeus, penciptaan ruh, penulisan takdir, dan pengaturan waktu. (Dikutip dari: ARCHPEDIA: THE DIFFERENCE BETWEEN MIRACLE AND MAGIC)
Univorsum[2]: merupakan alam fana yang tidak memiliki tingkatan tetapi diisi oleh banyak sub-dunia (isekai). Dihuni oleh para makhluk fana dan demigod. (Dikutip dari: ARCHPEDIA: INTRODUCE BASIC CONCEPTS)