THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
CAMISADO(2)


__ADS_3

Di sepanjang jalan, puluhan rumah terbakar. Api menggeliat dan berkobar layaknya sedang berpesta ria sebagai sukacita atas penderitaan manusia. Ratusan orang berlari meninggalkan rumah mereka. Semuanya pergi berhamburan ke jalan, berusaha mencari tempat yang aman. Mereka melakukannya bukan karena panik akibat rumah mereka terbakar, tapi lebih dari itu. Mereka panik atas serangan dari undead yang dikenal sebagai amygdala.


Para warga yang awalnya keluar dari persembunyian mereka karena mengetahui sedang adanya evakuasi yang dilakukan negara tidak lagi memperdulikan harta benda dan orang lain. Bahkan anak-anak harus menyelamatkan dirinya sendiri. Para amygdala itu menyerang manusia, baik di jalan maupun di dalam rumah masing-masing. Akibatnya kepanikan terjadi. Rumah pun terbakar dan puluhan mayat berserakan.


"Ibu!!"


Seorang anak menangisi kepergian ibunya. Sebelumnya, demi melindungi sang anak, si ibu rela menawarkan dirinya sebagai makan malam para amygdala. Itu ia lakukan hanya untuk memberi waktu pada anaknya agar dapat melarikan diri.


"Aaaaaa!!"


Para warga panik. Mereka melihat seekor amygdala seukuran 3 meter muncul dari atas atap salah satu rumah. Amygdala itu melompat ke tengah kerumunan. Ia menghempas, mencabik, menggigit, menusuk, memotong, menginjak, semua orang yang ada di sekitarnya.


"Lari! Lari!"


Semua orang berteriak. Mereka berusaha berlari sekuat tenaga. Bencana penyakit black death belum usai, isolasi kepada kota menambah beban hidup, kini serangan para undead mengancam kehidupan mereka. Apa dosa yang telah mereka lakukan sehingga mendapat ini semua.


"[Magic Arrow]!"


Tiga buah panah cahaya muncul dan menyerang amygdala. Serangan itu tidak mampu membunuhnya tapi setidaknya mampu membuatnya kehilangan minat kepada orang yang berlarian.


Amygdala mencari-cari di mana sumber serangan itu berasal. Ternyata serangan itu berasal dari sekelompok prajurit yang berjumlah 6 orang. Mereka adalah unit yang dipecah untuk mempermudah evakuasi. Karena saat ini chemistry belum terbentuk antar prajurit lintas fraksi, maka pembentukan unit dan satu-satuan militer lainnya dibentuk berdasarkan latar belakang fraksi prajurit. Kebetulan ini adalah unit tim ini mayoritas berasal dari fraksi petualang dan 1 orang dari fraksi kuil  yang terdiri berbagai kelas yaitu 1 thief, 1 cleric, 2 swordman, 1 mage (spellhowler), dan 1 archer.


Thief melempar sebuah botol yang berisi serbuk ke arah amygdala. Serbuk-serbuk berwarna hijau pun menyebar ke udara. Lalu thief itu sekali lagi melempar sesuatu, tapi kini ia melempar sejenis magic item yang apabila hancur akan meledak.


*Booom!


Berkat serbuk hijau itu ledakan dari magic item yang menyerupai pemantik berbentuk silinder itu semakin kuat. Amygdala yang berada dalam radius ledakan jelas terkena damage, tapi ia tidak terluka.


Amygdala pun membalas. Dia berlari dengan cepat ke arah para petualang tapi ia segera dihadang oleh seorang swordman. Pertempuran pun terjadi. Swordman itu dengan sepenuh hati menerima semua serangan amygdala. Sementara swordman lain menyerang dengan kekuatan martial art mereka. Tak lupa archer dan mage memberi serangan bantuan. Akhirnya amygdala pun berhasil dikalahkan tapi ia belum sepenuhnya dilumpuhkan.

__ADS_1


Hendak melakukan serangan eksekusi, sebuah benda gelap jatuh dari langit. Benda gelap itu mendarat di depan amygdala sehingga membatalkan niat para petualang untuk memberi serangan akhir kepada undead itu. Kini mereka fokus pada objek gelap yang jatuh dari langit tadi.


Objek itu bergerak, dia hidup atau lebih tepatnya dia adalah makhluk hidup. Objek itu ternyata adalah seseorang yang memakai kerudung dan jubah hitam. Tubuhnya kecil seperti bocah. Ketika ia membuka kerudungnya, wajahnya yang terlihat seperti gadis berambut pendek berwarna pirang mengejutkan para petualang. Namun gadis itu tak mempedulikan keterkejutan para petualang. Ia tersenyum jahat lalu ia mengeluarkan sepasang pisau pemotong daging yang dipegang oleh kedua tangannya.


Ia tanpa basa-basi bergerak secepat kilat.


*Slasshhh ....


Kurang dari sedetik kepala salah satu swordman puntung.


"Apa?!"


Semua petualang terkejut. Mereka terdiam. Mereka berusaha mencari-cari di mana gadis  itu berada.


*Slashhh ....


Kini yang menjadi korban adalah archer. Tubuhnya terbelah menjadi dua. Lalu ....


Berturut-turut. tiga orang yaitu seorang thief, swordman, dan priest (cleric) tewas dengan kepala terpenggal.


"Aaaaaaaaaahhhh!"


Mage berteriak ketakutan. Ia sebenarnya adalah petualang pemula yang baru saja lulus dari perguruan sihir tinggi negeri yang bernama Universitas King Julius yang terletak di Ibukota Archentioch. Universitas itu dibangun oleh Raja Julius I dan dulunya yang bisa belajar di sana hanyalah bangsawan saja. Namun ketika Raja Prisoric V berkuasa yakni ayah dari raja yang saat ini bertakhta, Raja Theodore II , beliau mengizinkan rakyat jelata untuk menuntut ilmu di sana hingga sekarang. Salah satu yang menerima manfaat dari keterbukaan dan kesetaraan di dunia pendidikan itu adalah si mage yang baru menjadi petualang berplat silver ini. Dia sebenarnya mengambil jurusan spelliologi, sehingga kurang pengalaman dan wawasan dalam pertarungan. Untuk informasi saja, jurusan spelliologi hanya membahas masalah mantra yang kebanyakan melalui teori alias duduk di bangku kelas saja. Adapun yang praktik kebanyakan hanyalah mengenai lifestyle spell (mantra sehari-hari) yang digunakan untuk keperluan hidup. Itu karena lulusan jurusan ini memang tidak difokuskan untuk bertarung tapi lebih menjurus ke pendidikan atau dunia kerja masyarakat sipil seperti pegawai atau peneliti sihir. Jurusan Spelliologi berada pada Fakultas Ilmu Aritmatika dan Ilmu Sihir, sementara fakultas dengan jurusan yang paling cocok sebagai penyihir yang hidup di medan perang adalah Fakultas Ilmu Arkanomantika.


Kekuatan antara gadis itu dan para petualang berplat gold itu terlalu jauh. Semua petualang itu pun mati dengan sekali serang. Sungguh menyedihkan sekaligus sungguh disayangkan.


***


Beberapa hari lalu tepatnya sehari setelah keputusan untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh warga di Kota, Alex memanggil seluruh anggota tim Falcon ke tendanya. Ini untuk pertama kalinya Alex memanggil tim Falcon semenjak mereka berada di pos militer.

__ADS_1


Prajurit yang diperintah untuk membawa pesan telah kembali dan memberitahukan kedatangan tim Falcon.


Setelah dipersilahkan masuk, tim Falcon yang dipimpin oleh Richard masuk ke tenda Alex. Semuanya tidak mengenakan equipment tempur mereka. Sepertinya mereka sudah mempercayai Alex atau mungkin ini lebih kepada sopan santun semata.


Namun terlepas dari itu, Richard memberi hormat kepada Alex yang diikuti oleh semua anggotanya.


Walaupun Richard bisa dikatakan sebagai bangsawan senior dan juga merupakan seorang baronet dengan gelar sir, tetapi ia secara hierarkis lebih rendah daripada Alex yang merupakan seorang bangsawan yang memiliki peerage. Hal tersebut berlaku untuk anggotanya yang juga hanyalah bangsawan non-kepala keluarga,


"Senang bertemu dengan kalian. Bagaimana, apakah kalian menikmati tinggal di sini?"


"Iya Tuanku. Saya mengucapkan terima kasih karena sudi menerima kami untuk tinggal."


Saat ini semua anggota tim Falcon tinggal di kamp dari Serikat penyihir. Jadi bisa dibilang tempatnya memang cenderung lebih tenang daripada kamp yang dimiliki oleh prajurit dari kerajaan atau bangsawan atau bahkan dari serikat petualang. Setidaknya mereka tidak akan mendengar suara benturan pedang atau suara teriakan orang-orang yang sedang berlatih di pagi hari.


"Aku senang mendengarnya."


Alex menyelesaikan basa-basinya dan langsung mengarah pada pembicaraan utama.


"Aku di sini ingin memberikan kalian tugas. Apa kalian ingin mendengarkan?"


Wajah semua orang menjadi tegang. Secara jujur, Richard tidak terlalu menyukai misi yang diberikan oleh bangsawan kepada mereka. Itu karena mereka adalah satuan unit Royal Majestic Guarder yang merupakan unit militer yang langsung berada di bawah komando raja. Namun demikian, mereka juga paham kondisi mereka saat ini. Mereka hanyalah menumpang dan tinggal berkat kebaikan Alex sang komandan tertinggi dalam misi ini. Sehingga Richard harus menerima apa yang ingin dikatakan Alex.


"Jangan tegang seperti itu. Aku hanya meminta kalian untuk membantu evakuasi masyarakat yang saat ini terjebak di kota. Kalian pasti cukup familiar dengan kota ini sehingga itu akan memberikan bantuan luar biasa untuk misi ini.  Tentu kalian akan tetap bisa bekerja sebagai satu tim dan aku juga tahu kalian bukanlah orang sembarangan. Namun aku hanya ingin menawarkan misi ini tetapi kalian punya hak untuk menolaknya."


"Terlebih kalian juga mengetahui apa yang saat ini terjadi kan? Terdapat makhluk yang belum teridentifikasi di sana. Aku hanya bisa lega jika orang-orang kuat seperti kalian mau membantu para prajuritku dalam sana," lanjut Alex.


Richard tidak langsung menjawab. Ia sedikit mengintip anak buahnya yang berdiri di belakangnya. Beberapa hanya mengangguk ringan sementara yang lain mengedipkan mata pertanda setuju.


Pada akhirnya Richard menjawab dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Tentu, Tuanku. Kami tidak akan mengecewakan Anda."


__ADS_2