
Barony of Alexandreia merupakan barony baru di wilayah Otilia. Barony ini dibentuk dari puing sisa pemerintah Barony of Ducoumont.
Barony ini terletak di utara Otilia dan berbatasan langsung dengan County of Yorksall di barat.
Dalam fief war Otilia terdapat setidaknya lima bangsawan lokal yang lebih memilih berpihak pada Canadia dan Peter alih-alih mendukung Otilia sebagai tuan mereka.
Pada akhirnya dengan kemenangan Otilia, seluruh bangsawan lokal yang berkhianat itu dihukum oleh Otilia dengan menjatuhkan hukuman mati dan penghancuran seluruh dinasti mereka tidak terkecuali kepada Baron of Ducoumont.
Tentu pada kondisi normal Otilia dan para baron yang berkhianat itu harus melalui sesi peradilan nasional dengan menyeret kasus itu pada Mahkamah Kerajaan. Namun karena Otilia berada pada kondisi perang feodal dan lemahnya pengaruh pusat maka secara sepihak Otilia melakukan eksekusi terhadap tawanan perangnya.
Sekarang dengan berubahnya dinasti dan nama daerah yang kini menjadi Barony of Alexandreia maka ini juga mengubah pola kehidupan masyarakat.
Masyarakat atau rakyat jelata sangat rentan mendapat dampak dari setiap perilaku penguasanya. Itu disebabkan karena tidak adanya perlindungan terhadap hak asasi dan rule of law yang efektif.
Setiap kali adanya perubahan kekuasaan maka apa yang dimengerti para rakyat jelata hanyalah satu hal, upeti mungkin akan kembali diminta.
Jumlah dari populasi di Barony of Alexandreia adalah 700 orang. Jumlah itu berada jauh di bawah populasi rata-rata barony dan viscounty di Otilia sebesar 1.800 jiwa.
Penyebab utamanya adalah hukuman mati yang diberikan kepada baron dan pembubaran dinasti sebelumnya yang menyebabkan ketidakpastian dalam daerah ini. Beberapa orang yang memiliki kekayaan memutuskan untuk pindah ke daerah yang jauh lebih baik atau bahkan pindah dari Otilia ke county lain. Sementara mereka yang berada di sini adalah orang-orang yang memang secara finansial atau fisik tidak dapat pergi.
Saat ini sedang memasuki musim gugur.
Para petani di barony sedang memanen hasil pertanian mereka. Kebanyakan dari mereka menanam gandum, jagung, dan kedelai.
Seorang wanita muda yang berusia kurang lebih lima belas tahun sedang membantu keluarganya memanen jagung.
Ketika fief war terjadi, ayahnya dipaksa mengikuti wajib militer dan telah gugur dalam peperangan sehingga tinggal ia, ibunya, dan enam saudaranya.
Wanita ini adalah anak kedua tertua.
Anak pertama adalah seorang pria muda berusia enam belas tahun yang saat ini juga ikut memanen jagung.
Kehidupan mereka sudah cukup sulit dan kini dipersulit dengan kepergian seorang ayah. Terlebih sekarang mereka kesulitan menemukan air bersih.
__ADS_1
Ketika perang terjadi banyak sungai dan sumber mata air telah tercemar. Hal tersebut sengaja dilakukan oleh pihak yang berperang entah itu pihak Canadia ataupun Otilia.
Mereka akan meracuni sumber air untuk membuat seluruh pasukan lawan keracunan. Namun entah mereka sadar atau tidak tetapi tindakan mereka telah merugikan warga sekitar sungai.
Seperti keluarga wanita ini yang harus rela hampir setengah ladangnya rusak akibat disirami oleh air sungai yang tercemar.
Akibatnya hasil panen ini sangat tidak memuaskan.
Jika biasanya mereka bisa menjual cukup banyak jagung ke pasar tetapi sekarang mungkin panen kali ini hanya bisa untuk kebutuhan sendiri.
Kondisi itu tidak hanya dialami keluarga wanita muda itu tetapi semua warga di barony yang kini bernama Alexandreia juga bernasib serupa.
Mereka tidak tahu kepada siapa mereka harus mengadu karena saat ini daerah mereka belum memiliki lord.
Tak terasa mentari sudah mulai berada di atas kepala.
Para petani pergi berteduh.
Pada awalnya semua berpikir ini adalah hari tenang seperti biasa.
Konvoi kereta itu mengibarkan bendera asing yang tidak terlihat seperti milik lord sebelumnya.
Para warga mulai bersiaga terlebih ketika mereka dapat melihat bendera yang dikibarkan sama sekali bukan bendera Ducoumont ataupun Otilia. Terutama ketika semua orang masih memiliki trauma dengan fief war yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya.
Namun seorang penunggang kuda yang bergerak jauh di depan konvoi itu tiba-tiba berteriak kepada semua orang.
"Lord telah datang! Lord telah datang!"
Penunggang kuda itu seolah memberitahukan kepada semua orang kedatangan lord mereka yang baru.
Para warga segera berkumpul di pinggir jalan untuk melihat iring-iringan yang membawa lord mereka yang baru.
Walaupun mereka tidak dapat melihat lord mereka tetapi mereka mungkin menyadari bahwa kereta kuda yang terlihat paling mewah adalah mungkin kereta kuda yang dinaiki oleh lord mereka saat ini.
__ADS_1
Namun biarpun seolah-olah mereka terlihat antusias pada kenyataannya di dalam hati setiap orang ada rasa ketakutan. Mereka takut dengan lord yang masih belum bisa mereka tebak tingkah lakunya. Entah lord itu akan menjadi lebih baik daripada lord sebelumnya, atau sebaliknya, menjadi lebih kejam daripada yang bisa mereka bayangkan.
Rombongan kereta kuda itu berhenti pada sebuah bangunan tunggal yang berukuran besar yang jauh dari seluruh pemukiman kumuh para penduduk.
Ini adalah mansion milik Baron of Ducoumont dan sekarang menjadi milik Alex sang Baron of Alexandreia, penguasa baru dari wilayah ini.
Bangunan mansion ini terlihat cukup terawat. Padahal seharusnya setelah pemilik sebelumnya dieksekusi mati dan dinastinya dihancurkan, seharusnya tidak ada lagi pihak yang merawatnya. Namun untungnya selama menunggu kedatangan Alex, pihak Otilia secara sukarela membantu merawat mansion ini. Ini tidak lebih dari bentuk terima kasih mereka.
Bahkan ketika pihak Otilia mengetahui bahwa rombongan Alex sedang berada di wilayahnya untuk menuju ke barony baru miliknya, segara pihak Otilia mengirim seorang utusan yang dapat menjadi pemandu.
Alex turun dari keretanya. Ia saat ini menggunakan kemeja putih polos yang terlihat sederhana dan tidak seboros pakaian bangsawan biasa.
Dalam rombongan ini Alex membawa orang-orangnya yaitu:
dua anak adopsinya, Merry dan Alven;
Para bawahannya, Rain dan Justin;
Para petualang Orion;
Beberapa pelayan dari villa desa dan sepuluh prajurit biasa non-role.
Adapun pelayan dan para prajurit itu telah secara formal dan legal mengganti sumpah setia mereka kepada Lord Alexandreia, bukan lagi kepada Lord Fertiphile dan hal itu disaksikan oleh perwakilan dari dua keluarga.
Sebenarnya Clara, ibu Alex telah menawarkan agar Erline dan beberapa knight untuk ikut tetapi itu ditolak oleh Alex.
Alasannya sederhana, ia sengaja tidak membawa prajurit yang memiliki role untuk mengantisipasi bocornya informasi mengenai dirinya dan beberapa bawahannya terutama identitas Merry yang bukan lagi manusia serta kemampuan Alven dan Rain dalam mengendalikan mana.
Selain keempat orang itu, Alex juga awalnya ingin membawa Francess, seorang mahasiswa magang yang telah merawat magic plant-nya. Namun Francess saat ini harus kembali ke ibukota untuk perkuliahannya.
Jadi praktis usaha Alex dalam membangun bisnis magic plant telah tertunda. Akan tetapi, Francess berjanji untuk membantu Alex dan akan mencarikan beberapa tenaga kerja yang diperlukan.
Para petualang dari party Orion juga berada dalam konvoi ini. Alex sengaja membawa mereka karena untuk beberapa hal. Pertama ia membutuhkan pengawal terutama karena prajurit yang ia bawa bukanlah pengguna aura atau mana. Kedua, para petualang ini akan membantu Alex dalam melakukan raid membersihkan makhluk berbahaya seperti magic beast dan demihuman. Terakhir dan yang terutama, dia akan meminta mereka untuk melatih Rain dan Alven.
__ADS_1
Alex menyadari kesibukannya sebagai seorang bangsawan telah memperlambat proses belajar para bawahannya. Jadi untuk mempercepat kemajuan belajar mereka, maka setidaknya mereka harus memiliki guru.
Dengan penuh rasa puas, Alex memimpin masuk ke dalam mansion yang telah menjadi rumah baru mereka.