THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
HIGHWAY AND TOWER(2)


__ADS_3

Dua minggu kemudian tepatnya setelah pembahasan panjang dengan orang-orang internal dari masing-masing dinasti, pada akhirnya keputusan untuk membangun proyek Southeast Highway disetujui.


Southeast Highway adalah pengembangan jalan raya terpadu yang menghubungkan kota-kota besar di lima county dimulai dari Hadalon di Alexandreia hingga ke Haderborg di Morhust. Dengan panjang sekitar 500 km atau setara dengan jarak dari Berlin ke Warsawa yang akan menghabiskan anggaran sebesar 500.000.000 koin emas[1].


Proyek ini akan menjadi proyek patungan antara kelima county yakni Alexandreia, Otilia, Yorksall, Fertiphile, dan Morhust. Dengan kepemilikan tertinggi sekaligus penyertaan modal terbesar akan dipegang oleh Alexandreia yang memegang 40% kepemilikan saham dari proyek ini. Disusul oleh Fertiphile dan Morhust sebesar 20% dan terakhir adalah Otilia serta Yorksall dengan masing-masing memegang 10% kepemilikan saham.


Mungkin sedikit berbeda dengan dinasti lain yang langsung menggerakan otoritas keuangan dinasti mereka untuk hal seperti ini, tetapi  Alexandreia akan diwakili oleh Alexandreia Investment untuk urusan bisnis seperti ini. Sementara untuk pengembangannya, Alexandreia Construct akan menjadi pengembang utama.  Itu karena sepertinya semua county yang lain tidak memiliki anak perusahaan bisnis mereka. Bahkan Morhust yang sangat kaya terlalu mengandalkan pemasukan dari perusahaan tambang dan hiburannya. Pendapatannya menjadi kurang terdiversifikasi.


Waktu pembuatannya sendiri mungkin dapat selama 10 hingga 20 tahun tergantung teknologi yang digunakan. Saat ini Alex sedang berusaha untuk menggunakan teknologi sihir yang paling mutakhir agar bisa membuat proyek ini dikerjakan secepat mungkin.


Untuk itu dia harus menggunakan relasi yang dia miliki. Untungnya dia tahu kepada siapa dia harus meminta bantuan.


Yup, untuk urusan teknologi sihir, tentu saja siapa lagi yang jauh lebih baik selain Serikat Penyihir.


Itu sebabnya Alex pun memutuskan untuk membuat janji dengan orang-orang dari serikat penyihir. Untungnya relasinya dengan perdana menteri yang merupakan seorang petinggi serikat penyihir membantunya dalam urusan-urusan administrasi yang rumit. Setelah mendapat surat yang berisi respon positif dari pihak serikat, Alex segera mengatur jadwalnya untuk pergi ke Ibukota Archentioch.


Alex juga berpikir karena ini adalah kesempatan pertamanya ke menara penyihir, mungkin saja ini juga kesempatan untuk melihat dan mengamati isi di menara penyihir. Bisa saja dia nantinya akan meng-copy banyak hal dari menara itu untuk nantinya membangun Library of Alexandreia miliknya.


Benar Library of Alexandreia, salah satu bangunan impian Alex. Sayangnya saat ini bukanlah waktu yang cocok untuk proyek seambisius itu. Dia sudah mengeluarkan banyak dana untuk membiayai berbagai hal dimulai dari biaya sosial, perbaikan wilayah, hingga pembangunan infrastruktur seperti jalan. Jika Alex kembali mengeluarkan anggaran untuk pembangunan Library of Alexandreia yang merupakan jenis investasi jangka panjang karena menginvestasikan kekayaannya kepada pembangunan manusia, maka hal itu bisa berdampak pada porsi anggaran yang semakin timpang.


Selain itu Alex juga belum memiliki calon yang dapat ia jadikan sebagai pengurus Library of Alexandreia. Seorang pengurus Library of Alexandreia, entah itu operator hingga tenaga pengajar tentunya adalah orang-orang yang berkualitas dan jauh lebih baik jika mereka mengenal ilmu sihir. Sayangnya sebagian besar penyihir sudah dimonopoli oleh Serikat Penyihir. Mungkin ada beberapa penyihir lepas seperti penyihir yang bekerja sebagai petualang tetapi mereka adalah para praktisi bukan akademisi. Selain itu petualang yang paling mumpuni untuk hal mengajar yang diketahui Alex saat ini tidak ada kabar. Mereka adalah para petualang Orion. Alex sudah lama tidak mendapatkan berita mengenai mereka.


Sementara Alex sedang sibuk mempersiapkan rencana kepergiannya di ibukota, di waktu yang bersamaan dengan tempat yang berbeda, saat ini Rain sedang sibuk di barak.


Ia sedang melakukan demonstrasi penggunaan teknik pedang  kepada para prajurit baru.


Meskipun instruktur utama adalah Grain tetapi untuk mengajari 1.000 prajurit baru sekaligus akan sangat melelahkan. Selain itu Grain juga kekurangan jumlah instruktur lain untuk membantu pelatihan para prajurit muda. Itu sebabnya mau tidak mau Rain harus turun tangan untuk membantu mereka.


Rain saat ini sedang mengajari seorang prajurit termuda bernama Ian. Ian adalah seorang prajurit muda yang tergolong rata-rata. Ia memiliki latar belakang sebagai seorang anak petani di sebuah desa yang tak jauh dari Hadalon. Kemampuannya dalam melakukan teknik pedang pun cenderung biasa saja tidak ada yang spesial. Untuk usianya juga dia sepertinya baru berumur 15 tahun.


Namun ada yang sedikit tidak biasa dari bocah ini yakni tekadnya dalam berlatih. Tekad pantang menyerah Ian telah diakui oleh semua orang tak terkecuali Rain. Setidaknya hingga saat ini Ian tidak pernah mundur meskipun pelatihan yang diberikan semakin sulit.

__ADS_1


"Pertahankan kuda-kudamu seperti itu dan tetaplah mengayunkan pedangmu," ucap Rain yang baru saja memperbaiki postur dan kuda-kuda Ian.


"Baik, Pak!" seru Ian.


Ian dengan semangat mengayunkan pedangnya. Mungkin dia tahu karena dia tidak lah jenius, maka kerja keras adalah satu-satunya yang dapat ia lakukan untuk tetap berada di sini.


Setelah memastikan postur Ian tidak lagi salah, Rain pergi untuk mengamati prajurit lainnya.


Namun ketika baru berada di pertengahan jalan, ia dikerumuni oleh beberapa prajurit.


Tiga prajurit muda yakni Yeux, Egon, dan Pierce, serta dua prajurit senior yakni Edgod dan Odward menghampiri Rain.


"Mengapa kalian tidak berlatih?" tanya Rain.


"Pak, kami sudah mengetahui dasar-dasar pedang yang diajarkan," balas Egon.


Rain menatap orang-orang itu. Ia menyadari bahwa mereka sepertinya ingin mengatakan sesuatu padanya.


Rain menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Lalu bertanya dengan nada acuh tak acuh kepada mereka.


"Pak, kenapa Anda tidak melatih kami?"


Egon yang mewakili orang-orang ini bertanya dengan serius. Kelima orang ini adalah prajurit yang sebelumnya dibawa oleh Rain ketika memburu orc.


Penilaian mereka tiba-tiba berubah ketika mereka melihat kemampuan Rain dalam menghadapi para orc.


Mungkin Egon, Edgod, dan Odward tidak menyadari kemampuan sesungguhnya dari Rain. Mereka hanya berpikir bahwa Rain mampu menggunakan aura tetapi bagi seorang mantan petualang seperti Yeux, dia menyadari bahwa Rain adalah seorang duofons tepatnya magic warrior. Sebuah role yang sangat langka.


Namun apa yang tidak diketahui Yeux adalah sepertinya bukan hanya dia yang berpikir demikian. Setidaknya Pierce, orang yang mengalahkannya juga berpikiran seperti itu.


"Bukankah aku sudah bilang, jika kalian ingin belajar dariku maka amati apa yang aku lakukan," ucap Rain.

__ADS_1


"Tapi ...."


Tapi kau hanya berkeliling di barak. Apa yang bisa kami pelajari dari itu?! pikir Yeux.


Sudah dua minggu setelah mereka dengan tulus ingin menjadi murid Rain dan selama itu pula lah mereka mendapat apa yang dilakukan Rain. Namun Rain pada hari-hari ini sama sekali tidak melakukan banyak hal.


Pada kenyataannya apa yang sedang dialami oleh para prajurit itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan apa yang pernah dialami oleh Rain atau mungkin Alven.


Sebelum para petualang Orion menjadi guru bagi Rain dan Alven, pelatihan mereka ditangani secara langsung oleh Alex. Sayangnya Alex hanya mengajari mereka teknik-teknik yang paling dasar entah itu teknik pedang dan konsep sihir, semuanya hanyalah pengantar yang sangat remeh.


Adapun tingkatan yang lebih tinggi, kedua orang itu harus mencari tahu sendiri entah dengan memperhatikan tindakan Alex atau mencarinya dari sumber lain seperti buku.


Itu sebabnya pelatihan mereka menjadi sangat lambat dan terkesan membuang-buang waktu. Namun ada suatu ketika Rain menyadari manfaat dari cara pelatihan yang diberikan Alex yakni ia tidak terbebani oleh batasan-batasan konvensional dari suatu teknik atau dengan kata lain dia tidak fanatik pada satu jenis teknik belaka. Ia juga mampu melakukan improvisasi mengenai teknik berpedangnya sendiri yang menyesuaikan dengan caranya bertarung seperti mengaliri aura di pedang dan di waktu yang bersamaan melepaskan energi mana yang melayang di sekitar tubuhnya. Itu dapat membuat dia memiliki kemampuan defense dan kemampuan serangan sekunder melalui mana jika dibutuhkan. Bahkan Barnard dari Petualang Orion pun memuji tindakan Rain itu.


"Aku mengerti jika para prajurit baru masih belum memahami budaya pelatihan di barak ini tetapi kalian, mengapa kalian juga ikut-ikutan?"


Rain bertanya kepada Edgod dan Odward, dua prajurit senior yang ikut menemuinya.


"Maaf, Pak, kami juga ingin dilatih olehmu," ucap Edgod dengan malu.


Harus diakui bahwa kedua orang ini hanyalah prajurit yang mengandalkan senioritasnya tetapi pada kenyataannya kemungkinan kemampuan berpedang mereka tidak jauh berbeda dengan Egon atau mungkin berada di bawah Pierce.


Note:


1 G (Koin Emas) = Rp 100.000


1 S (Koin Perak) = Rp 10.000


1 B (Koin Perunggu) = Rp 1.000


1 C (Koin Tembaga) = Rp 100

__ADS_1


1 G = 10 S = 100 B = 1.000 C


__ADS_2