
Sementara itu, Eugenie memutuskan untuk turun langsung ke lapangan.
Dia menduga bahwa kericuhan ini kemungkinan besar ditunggangi oleh pihak musuh.
Dengan mengendarai seekor kuda, bersama dengan para pengawalnya, dia bergerak ke lokasi kericuhan yang terdekat.
Ketika dia sampai, kobaran si jago merah telah melap beberapa rumah.
Tentunya sebagai kota yang besar, kota ini memiliki petugas pemadam. Namun berbeda dengan petugas pemadam kebakaran yang sedang dinas menggunakan selang dan mobil pemadam kebakaran, dengan tingkat peradaban yang rendah, petugas pemadam yang dimaksud hanya menggunakan ember berisi air sebagai alat pemadamnya. Adapun air biasanya akan ditarik menggunakan kereta kuda yang mampu membawa drum berisi air.
Walau sebenarnya terdapat pula metode yang lebih canggih. Misalnya di Archentioch, Ibukota Kerajaan Artchania yaitu menggunakan magic scroll yang mampu menghasilkan sihir elemen air dan beberapa magic item yang cukup efisien untuk memadamkan api.
Atau seperti di Fertiphile dan Morhust, mereka menggunakan magic item bernama Water Shooter. Itu adalah magic item tingkat rendah yang mampu menghasilkan sihir pragmatis hingga level 2. Ini merupakan sebuah inovasi original dari County of Fetiphile . Bentuk item tersebut seperti tangki air yang pada bagian depannya terdapat sebuah moncong seperti meriam. Untuk mobilisasinya selalu ditarik oleh setidaknya dua kuda. Item ini memanfaatkan berbagai jenis sumber energi seperti mana stone dan heart of glacier. Sayangnya karena blue print dari item ini meniru sistem magic cannon sehingga yang mampu mengoperasikannya hanyalah para penyihir ataupun teknisi sihir. Selain itu, item ini juga memiliki biaya perawatan yang besar dan tentunya terdapat depresiasi sehingga untuk county yang tidak terlalu kaya seperti Otilia akan kesulitan jika ingin mengoperasikan benda yang serupa.
"Para penyihir, gunakan sihir kalian!"
Untuk mempercepat pemadaman, Eugenie memerintahkan para penyihir yang ia bawa untuk merapalkan mantra.
Sayangnya semua penyihir yang dia bawa adalah penyihir dengan latar belakang pendidikan sihir tipe perang bukan sihir pragmatis. Jadi mereka tidak tahu mantra jenis apa yang sesuai untuk memadamkan api. Jika mereka salah merapal mantra, itu justru dapat menyebabkan kerusakan akibat penggunaan dari mantra yang memiliki efek destruksi walaupun berelemen air.
Pada akhirnya, Eugenie harus turun dari kudanya dan membantu memadamkan api dengan membawa seember air secara terus menerus.
Eugenie tiba-tiba mengarahkan pandangannya ke atas langit dan langsung menghunuskan pedangnya.
Boom!
Pedang tersebut menepis sebuah serangan yang menimbulkan ledakan.
"My Lady!"
Para pengawal segera mengamankan Eugenie. Mereka dengan sigap mengangkat pedang dan memasang kuda-kuda bertahan.
Namun ... ini tidak seperti yang mereka harapkan.
Plak ... plak ...
Suara tepuk tangan tiba-tiba bergema.
Dari kegelapan, sosok seseorang yang menggunakan equipment gelap muncul. Dengan helm yang menutupi wajahnya membuat sosok itu menjadi jauh lebih misterius.
"Seperti yang diharapkan dari Countess"
Orang itu bergumam dengan berani di depan Eugenie dan para pengawalnya.
"Tangkap dia!"
Helga bersama dengan knight lainnya bergegas memberikan serangan kepada orang itu. Namun bahkan sebelum mereka dapat menghunuskan pedangnya, orang itu mengangkat tangannya ke arah mereka seolah mengisyaratkan 'stop'.
"Argh!!"
Tiba-tiba semua orang yang berada di depannya terhempas akibat gelombang energi dari orang itu. Bahkan Eugenie pun harus menggunakan mantra pelindung untuk melindungi dirinya dari hempasan.
"Nyonya Countess, sepertinya kamu memiliki aksesori yang menarik."
Walaupun mata orang itu tidak dapat dilihat oleh Eugenie tetapi dia dapat merasakan orang itu sedang mengamati pedang yang ada di pinggangnya.
Ini adalah senjata warisan dinastinya.
Sword of Frost Dragon.
Pedang ini dipercaya sebagai pedang yang terbuat dari tulang dan darah seekor naga es.
Pedang ini memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan es bernama [Frozen Field], kurang lebih menyerupai sihir tingkat 5 [Ice Burst]. Selain itu, apa yang paling menakutkan dari pedang ini adalah skill pasifnya bernama [Frost Blood], yaitu setiap kali pedang itu menebas lawan, lawannya tidak akan dapat menggerakan tubuhnya atau dengan kata lain saraf lawan telah membeku.
Adapun untuk magic item ini ada pada peringkat legacy class.
Eugenie tidak tahu siapa orang ini tetapi dia mengetahui satu hal, orang ini sangat berbahaya.
Dia melirik para pengawalnya. Mereka semua sudah kembali berdiri. Tentu saja serangan seperti itu tidak akan bisa membunuh para knight dengan mudah.
"My Lady!"
Seorang knight terkejut ketika melihat Eugenie dan orang misterius itu saling beradu pedang.
Dengan pedang Countess yang memiliki unsur es dan pedang musuh yang gelap dan kelihatan memiliki percikan petir membuat ini keduanya sangat kontras.
Keduanya kelihatan memiliki kekuatan setara.
"Mustahil! Dia sekuat countess!?"
Pertarungan keduanya menghasilkan gelombang energi yang sangat besar. Ini membuat para knight ataupun penyihir tidak dapat mendekat.
Eugenie dengan kemampuannya sebagai eques pengguna sihir bertipe es secara terus menerus mengeluarkan serangan kepada musuhnya dengan setiap kali hunusan pedangnya, bunga es hingga udara dingin yang mampu membekukan hanya dalam hitungan detik terus bermunculan.
Sebaliknya, orang dengan full armor itu juga terlihat mampu menggunakan mana.
__ADS_1
Apa dia juga seorang eques?
Eugenie tidak tahu apakah orang itu memiliki kelas eques atau tidak tetapi dia yakin, orang itu memiliki role sebagai magic warrior.
Eugenie melompat mundur sehingga menciptakan jarak antara keduanya.
"[Fire ball]!"
"[Air Strike]!"
"[Lightning]!"
Para penyihir melemparkan mantra tingkat 3 kepada orang itu.
Sebagai penyihir county, kebanyakan mereka hanya dapat melempar mantra tingkat 3, bahkan bagi yang mampu menggunakan mantra tingkat 4 sudah dapat dikatakan hebat. Itu disebabkan karena kerajaan telah merekrut para penyihir yang berbakat dimana rata-rata penyihir kerajaan dalam satuan Royal Wizards rata-rata mampu menggunakan mantra tingkat 4. Sehingga dapat dikatakan terjadi disparitas yang cukup dalam antara kualitas penyihir kerajaan dan penyihir daerah.
Orang itu tidak menghindar.
Dia dengan santai menerima semua serangan. Namun semua serangan tersebut seolah menghilang bahkan sebelum mengenai orang itu.
Dia memiliki resistensi magic yang kuat!
Bagi para magic caster maupun magic warrior, seseorang yang memiliki resistensi magic sangatlah menyusahkan. Itu karena orang tersebut memiliki daya tahan yang tinggi terhadap serangan sihir.
"Apa hanya ini saja?"
Orang itu tiba-tiba berbicara.
"Kalau begitu, sekarang adalah giliranku."
Dia mengangkat tangannya ke langit.
"[Winds Breath]"
Pusaran energi mana tiba-tiba berkumpul di tangannya. Pusaran menyerupai pusaran angin yang membumbung tinggi ke langit.
"Semua menjauh!"
Eugeinie menyadari ini adalah serangan yang berbahaya. Baik dia maupun yang lainnya menjauh dari kemungkinan AoE dari sihir itu.
Namun apa yang mereka tidak tahu adalah serangan itu jauh lebih kuat dari perkiraan.
Burst!
Pada akhirnya serangan tersebut menghasilkan ledakan yang luar biasa. Menghancurkan semua yang ada termasuk bangunan pada jarak 300 meter dari pengguna. Ini adalah sihir yang dikategorikan sebagai sihir tingkat 5.
Di antara reruntuhan itu, seorang wanita masih tetap berdiri kokoh dengan ujung pedang yang masih menancap di atas tanah.
Eugenie menggunakan sensitivitasnya yang cukup tajam. Dia tidak merasakan siapapun hidup selain mereka berdua.
"Beraninya kau!"
"Ada apa Countess? Aku hanya memusnahkan para bawahan kecilmu. Kamu bisa mencari yang serupa lain waktu. Oh tunggu sebentar ..."
Orang itu hanya mengangkat bahunya dengan enteng.
"Oh benar, aku lupa. Kau tidak punya waktu lagi sekarang."
"Kau akan membayarnya! [Frozen Field]!" teriak Eugenie.
Badai es menutupi kedua nya. Badai itu setidaknya memiliki jangkauan hingga 100 meter. Ini mirip dengan[Ice Burst] kecuali sihir ini menciptakan lingkungan seperti badai salju yang cukup kuat. Sihir ini tidak hanya menjadi sihir debuff bagi musuh karena mengurangi jarak pandang hingga mobilitas mereka tetapi juga menjadi sihir buff bagi pengguna.
Dia menghilang!
Dia mengangkat tangannya seperti yang ia lakukan kepada para knight sebelumnya.
Namun bahkan dengan gelombang energi yang dia keluarkan tidak membuat badai tersebut reda.
Dimana dia?!
Orang itu mengamati lingkungan sekitarnya. Dia sepertinya terlalu memandang remeh sang countess.
Slash!
Sebuah sayatan muncul dari punggungnya.
Namun berkat armor-nya, serangan itu tidak memberikan efek yang cukup.
Kapan dia di belakangku?!
Orang itu menghunuskan pedang tetapi dia hanya menyerang udara kosong.
Slash!
Hal serupa terjadi lagi. Namun berkali-kali dia mencoba membalas, dia hanya menyerang udara yang tidak ada siapa pun.
__ADS_1
"!!!"
Orang itu menyadari ada bahaya di depannya.
"[Space Lag]!"
[Space Lag], mantra tingkat 3 mampu membuat penggunanya berpindah dalam beberapa meter. Mantra ini sering digunakan untuk menghindari serangan single target. [Space Lag] adalah jenis sihir ruang dan waktu serta sering dianggap sebagai versi lite dari sihir teleportasi.
"Di sana!"
Dia menghunuskan pedangnya.
Benar saja! Dari udara kosong, sosok wanita muncul. Dia adalah sang countess.
Namun kini wujudnya tidak lagi seperti sebelumnya.
Rambutnya yang pirang kini berubah menjadi seputih salju.
Armornya kini diselimuti dengan pecahan es yang cukup tebal.
Begitu pula pupil matanya yang berubah menjadi putih.
Keduanya beradu pedang.
"Hiyaa!!"
Dengan ayunan pedang dari Eugenie, helm yang selama ini menutupi wajah orang itu pada akhirnya terlepas.
"Kamu!"
Eugenie terkejut melihat wajah orang itu.
Rambutnya berwarna purple dan memiliki bulu mata yang tebal.
Seorang wanita!
Eugenie terkejut karena lawannya adalah seorang wanita. Sebelumnya ketika mereka berkomunikasi, suara wanita itu cukup rendah seperti suara pria. Kemungkinan besar wanita itu telah menyamarkan suara aslinya.
Wanita itu tidak menyangka wajahnya akan ketahuan. Dia secara refleks menutupi wajahnya.
"Kau sialan!"
Pada akhirnya wanita itu marah.
"[Slash of Dragonia]!"
Pedang wanita itu yang sebelumnya gelap kini dialiri oleh api. Tidak hanya itu, lengannya yang memegang gagang pedang pula kini berubah menjadi lengang reptil yang selimuti oleh api.
Keduanya kembali mengayunkan pedang.
Serangan dari wanita itu jauh lebih intens daripada sebelumnya.
Eugenie mencoba menghilang kembali. Namun wanita itu tidak membiarkannya.
"[Ice Mirror]!"
[Ice Mirror] merupakan skill istimewa dari Sword of Frost Dragon serta dapat disetarakan dengan sihir tingkat 5. Dengan kemampuan itu, tercipta 6 cermin es raksasa dimana setiap cermin akan menampilkan wujud dari penggunanya. Sihir ini dianggap mirip dengan sihir kloning karena lawan akan menghadapi keenam wujud pengguna tersebut. Klon dari para pengguna tidak akan mati kecuali jika pengguna mati atau semua cermin tersebut dihancurkan. Namun cermin-cermin sebenarnya jauh lebih kuat dari berbagai armor dengan kelas high item.
Wanita itu mengalami kesulitan akibat serangan yang terus menerus. Bahkan membuat armor-nya rusak dan dia bahkan harus mendapatkan luka yang tidak sedikit.
"Sial, Countess, kau harus membayar semua ini!"
Wanita itu melompat ke langit.
Eugenie dan klonnya hendak mengejar. Namun semua berubah ketika bayangan raksasa tiba-tiba muncul dari belakang wanita itu.
"Wyvern!" gumam Eugenie.
Wanita itu kini menunggangi seekor wyvern.
"Countess, ini adalah akhir perjalananmu!"
Wyvern tersebut terbang tinggi.
Dengan jarak seperti itu, mustahil Eugenie dapat menyerang mereka.
Walaupun Eugenie dapat menggunakan sihir, tetapi bukan berarti dia mengetahui semua jenis dan mantra sihir.
Sihir terbang adalah salah satu sihir yang tidak ia pelajari.
Wanita itu mengangkat kedua tangannya. Lingkungan yang tadinya penuh dengan badai es kini perlahan berubah. Sedikit demi sedikit mantra [Frozen Field] mengalami reduksi.
Di atas langit, pusaran awan gelap yang diikuti oleh ledakan petir berputar dimana mata badai tersebut tepat berada diatas Eugenie.
"[Wyvern's Judgement]!"
__ADS_1
Cahaya terang muncul dari mata badai tersebut dan sesaat mata reptil muncul sebelum akhirnya sebuah sinar yang amat terang jatuh ke bumi.
Inilah sihir yang hanya dapat digunakan oleh para wyvern rider yang telah mencapai tingkat tinggi. Sebuah mantra yang akan menghabiskan seluruh mana dari pengguna dan familiarnya (wyvern) sekaligus. Mantra sihir tingkat ke-7 [Wyvern's Judgement].