
Ryana dan kelompoknya saat ini sedang berada di pertengahan jalan. Jika waktunya tepat, mereka akan sampai ke kota pelabuhan Marenapol yang diperkirakan dalam waktu esok hari. Ketika langit mulai gelap, karavan itu akhirnya berhenti.
Mereka memutuskan untuk membangun perkemahan di sini. Api unggun mulai dihidupkan dan orang-orang yang telah selesai berburu telah kembali.
Mereka datang sambil membawa rusa hingga ikan sungai hasil buruan mereka.
Selain itu, roti tawar dan kentang yang mereka beli dari kota yang sebelumnya telah mereka lewati juga sudah dipersiapkan.
Sebagai seorang petualang, baik itu Fritz dan Dennis memiliki kemampuan memasak yang baik. Itu bukan karena hobi tetapi karena kebutuhan yang memaksa keduanya untuk dapat memasak.
Kedua orang itu membuat daging rusa bakar dengan ditemani oleh sup kentang sederhana.
"Sayang sekali kita kehabisan keju," ucap Dennis.
"Seharusnya kita membeli lebih banyak ketika berada di kota," seru Fritz.
Kedua orang itu terlihat sedikit kecewa. Namun perasaan itu dengan cepat menghilang setelah mencium aroma sedap dari masakan mereka.
Sementara itu para paladin dan tim Falcon yang ikut serta dalam petualangan ini sedang sibuk membangun tenda-tenda yang akan mereka gunakan sebagai tempat istirahat.
Setidaknya mereka harus membangun lebih dari dua tenda besar yang memisahkan mereka berdasarkan gender.
Dalam karavan ini enam orang wanita berada di sini diantaranya Ryana; Lacey; ketua dari tim paladin, Eliza Noves Honeywood; Lauriel Slovarch; wakil ketua tim falcon, Camellia Anaira Hoverd, dan Iona Margaret Swandom. Sementara yang lainnya adalah pria.
Mereka mengatur waktu jaga malam dimana beberapa orang akan menjaga kamp mereka sementara sisanya akan tidur. Kecuali Ryana dan Lacey, terdapat rotasi dalam kelompok ini mengenai jadwal pembagian waktu jaga.
__ADS_1
Saat ini yang berjaga adalah Eliza, Fritz, dan Camellia.
Meskipun kedua orang ini sudah menghabiskan waktu bersama dalam satu karavan, pada kenyataannya mereka masih belum terlalu akrab sehingga malam ini hanya akan hening tanpa suara obrolan orang-orang yang berjaga.
Namun tentu saja, keheningan malam membuat semua orang menjadi bosan sehingga secara alami ketiga orang itu mulai saling mengobrol.
Obrolan mereka dimulai dari topik yang paling remeh hingga topik yang cukup privat.
"Jadi Nona Hoverd, Anda dan tim Anda kehilangan seorang rekan yang sangat berharga karena seorang iblis?" tanya Eliza.
Ketiga orang ini saat ini sedang mengobrol mengenai kekuatan jahat terutama keberadaan undead dan demonoid yang menjadi musuh universal dari semua makhluk hidup.
"Itu tidak sepenuhnya benar tetapi mungkin itu adalah yang paling masuk akal. Meskipun identitas makhluk yang membunuh Joseph masih belum diketahui apakah tergolong iblis atau tidak, tetapi aku tetap percaya bahwa dia adalah seorang iblis. Bahkan jika pun tidak, makhluk itu berada dalam kelompok yang bertanggung jawab terhadap penyerangan undead. Itu sudah lebih dari cukup membuktikan bahwa orang-orang yang menggunakan kekuatan kegelapan bukanlah orang baik," jelas Camellia.
Ketiga orang ini sedang bercerita mengenai masa lalu mereka ketika mereka melawan orang-orang yang menggunakan kekuatan kegelapan. Bagi Camellia, malam pengepungan undead di Canadia adalah pengalaman pertama ia berhadapan dengan kekuatan kegelapan dan makhluk endemik kegelapan yang disebut dengan undead.
Sementara Fritz, seorang petualang yang juga ada pada pengepungan Canadia oleh para undead juga bercerita dari sudut pandangnya. Namun berbeda dengan Camellia, pengalaman Fritz dalam menghadapi undead jauh lebih banyak. Setidaknya sebagai seorang petualang, dia pastinya telah mengunjungi kawasan-kawasan yang penuh dengan undead seperti kuburan kuno yang penuh dengan skeleton tetapi menyimpan begitu banyak harta karun, hingga dungeon yang berisi undead dan demonoid tingkat rendah.
Bagi Eliza yang merupakan seorang paladin yang menyerahkan jiwa dan tubuhnya kepada ajaran dewa-dewa Hexatheisme tidak memiliki kebencian terhadap energi kegelapan seperti dark mana. Itu karena dalam ajaran hexatheisme sendiri, dark mana adalah salah satu bukti dari kekuatan salah satu dewa mereka yang bernama Dewa Cearael sang Dewa Kegelapan. Itu sebabnya tidak akan mengejutkan jika ada golongan kecil priest yang mampu menggunakan sihir kutukan dan sihir kegelapan layaknya seorang necromancer. Namun memang untuk makhluk endemik kegelapan seperti undead dan demonoid, para paladin dan para priest memang memiliki rasa kebencian terhadap makhluk itu.
Dalam ajaran hexatheisme, para iblis dan undead adalah dua keberadaan yang dikutuk oleh Dewa Cearael sendiri dengan alasan tertentu yang membuat kedua makhluk itu hanya bisa hidup melalui dark mana dan mereka akan dibenci oleh seluruh makhluk hidup. Namun tentu saja, hal itu tidak lebih dari sebuah dongeng belaka karena pada kenyataannya makhluk kegelapan dan undead adalah dua contoh dari ciptaan salah satu archdeus yang bernama Sheol yang kini berinkarnasi menjadi manusia yang bernama Alex. Sayangnya tidak ada satupun makhluk fana yang mengetahui hal itu.
Pada akhirnya mereka terus mengobrol dari kisah hidup mereka yang tragis hingga semua peristiwa paling berkesan bagi setiap orang. Obrolan itu terus berlanjut sampai waktu jaga pun berganti. Entah siapa yang dapat menduga bahwa ketiga orang ini menjadi akrab satu dengan yang lain.
****
__ADS_1
Marenapoli adalah salah satu kota pelabuhan dari Negara Persemakmuran Suci Iberal. Kota ini dapat dikatakan sangat sibuk melihat dari volume perdagangan lepas pantai mereka terutama ketika Kerajaan Artchania menutup wilayah Canadia yang menjadi akses ke lautan yang membuat semua kapal pedagang yang awalnya akan berlabuh di Artchania memutuskan untuk memutar stirnya ke beberapa kota di negara tetangga, salah satunya adalah kota ini.
Ryana dan Lacey memutuskan untuk berkeliling sesaat setelah mereka selesai menyewa sebuah penginapan.
Meskipun tidak seramai dan semewah Archentioch, Ibukota Artchania tetapi di sepanjang jalan mereka dapat melihat aktivitas para pedagang yang berlalu-lalang di sana. Sepertinya kota ini memang sudah cukup untuk menunjukkan seberapa majunya perekonomian negara ini jika dibandingkan Kerajaan Artchania.
Para pedagang kaki lima dari berbagai negara yang memiliki akses ke Teluk Kaltik terlihat berjejer sambil menjual barang unik yang asli dari daerah mereka. Aneka aksesori, perhiasan, ramuan, hingga senjata sihir pun dapat terlihat berjejer rapi di atas tikar jualan mereka.
Ryana dan Lacey cukup tertarik dengan perhiasan indah di sana. Selain itu sebagai seorang pendeta, sudah wajar bagi mereka juga sangat menyukai aneka ramuan yang ada. Menurut salah satu penjual ramuan yang ada, ramuan yang ia jual kebanyakan adalah ramuan buatan alkemi dan para pendeta. Selain itu, terdapat pula ramuan yang dibuat oleh magic caster dari kelas lain seperti shaman dan necromancer yang cenderung jauh lebih langka dan lebih mahal tentunya.
"Hohoho ... selamat datang wanita-wanita cantik, apa yang sedang kalian cari?"
Penjual dari ramuan yang ada di depannya menyapa kedua orang itu dengan ramah. Ia adalah seorang wanita yang terlihat ramah dan dipenuhi dengan perhiasan emas di tubuhnya. Sepertinya orang ini cukup kaya bahkan meskipun dia hanyalah pedagang kaki lima.
Sebelum Ryana dan Lacey menjawab tidak ada, penjual itu dengan cepat menawarkan kepada mereka sebuah ramuan aneh. Itu adalah sebuah botol kecil yang berisi ramuan hitam dan terlihat kulit kayu kecil dan tipis di dalamnya.
"Apa kalian mencari ini? Ini adalah Yggrael Gin, sebuah ramuan yang mampu membuat kalian awet muda. Ramuan ini dibuat oleh para elf di wilayah tengah."
Yggrael Gin adalah sejenis gin yang berasal dari pecahan atau serpihan kecil dari sisa pohon Yggdrasil. Menurut kepercayaan para elves, pohon Yggdrasil tidak hanya menjadi pohon dunia tetapi yang membawa begitu banyak manfaat salah satunya membuat makhluk hidup yang menyerap kekuatannya akan awet muda. Itu sebabnya para elf memiliki wajah yang tetap kencang dan cantik meskipun usia mereka telah beratus tahun.
"Hahaha ... tidak terima kasih, kami hanya melihat-lihat," ucap Ryana dan Lacey dengan malu-malu.
"Sungguh? Jika kalian meminum ini, kalian tidak perlu khawatir dengan wajah kusam, komedo, dan sebagainnya. Bahkan kulit kalian akan menjadi cerah dan lentur seperti kulit bayi,. Atau bagaimana jika seperti ini, jika kalian membeli dua, aku akan memberikan kalian satu Yggrael Gin gratis" ucap pedagang itu dengan semangat.
"Berapa harganya?" tanya kedua orang itu dengan semangat.
__ADS_1