
Di hari yang mendung dengan awan gelap yang menutupi langit.
Seorang pria dengan berpenampilan misterius sedang berjalan di sebuah gang sempit dan gelap dari sebuah perumahan di ibu kota.
Ia menutupi identitas wajah dan tubuhnya dengan sebuah jubah berwarna gelap.
Pria itu terus berjalan dengan hati-hati. Ia mengamati jalanan sekitar setiap saat.
Dia sampai di depan sebuah pintu kayu yang terlihat lusuh.
Pria itu mengetuknya, dan seorang pria besar dengan kepala botak membuka pintu.
Ini adalah sebuah bar sederhana dengan pria botak itu sebagai pemilik tempat ini.
Pria menyewa sebuah bilik di lantai dua. Dia saat ini dua sedang menunggu seseorang.
Tidak lama ia menunggu, seorang yang juga menyembunyikan identitasnya masuk ke bilik.
Mereka sama sekali tidak memberikan sapaan.
Keduanya hanya duduk diam selama beberapa menit.
"Ini pagi yang cerah untuk berburu rusa," ucap salah seorang diantara mereka.
"Mungkin lebih baik memburu kelinci."
Kedua orang itu sepertinya saling melempar kata sandi yang hanya merekalah yang paham.
"Sepertinya ini memang kau."
Salah satu diantara mereka melepas tudungnya. Dia adalah Philip, sang count dari Otilia.
Sementara itu pihak lain masih menyembunyikan wajahnya.
"Apa yang ingin kau sampaikan?"
Pria itu terdengar cukup kasar. Bahkan ketika dia berbicara dengan seorang bangsawan agung, dia sama sekali tidak merendahkan kepalanya.
"Aku akan langsung ke intinya. Aku ingin kau memberitahu mereka bahwa kali ini Sandwealth akan turun tangan."
"Bagaimana mungkin?"
Pria itu terkejut. Bagaimana tidak, Sandwealth saat ini sedang menjadi zona perang. Mereka tidak akan mempunyai waktu untuk fokus pada hal lain.
"Ini memang di luar dugaan. Tapi orang-orang dari Fertiphile itu ...."
Philip mengepalkan tangannya dengan penuh amarah. Dia tidak percaya, semua idenya harus hancur karena seorang pemuda dari Fertiphile.
"Dengar, kita harus mengganti rencana. Ini buru, Sandwealth akan berusaha menjalin kerjasama dengan Norchaster. Segera beritahu kepada para marquess. Jika mereka berhasil, maka perang di Otilia akan menjadi kekalahan kita."
"Dimengerti."
"Dan satu lagi."
Philip menyerahkan sebuah bungkusan tebal kepada orang itu.
"Kirimkan ini ke mereka juga."
Bungkusan itu berisi dokumen-dokumen rahasia county diantaranya adalah perjanjian rahasia, hasil lobi, hingga bukti korupsi yang dilakukan oleh countess. Philip diam-diam mengambilnya dan awalnya dia hanya akan menyimpannya tetapi karena semuanya telah berubah maka satu-satunya cara adalah menyerahkan dokumen-dokumen ini kepada orang lain.
"Kalau begitu, maka tidak ada lagi yang harus dibahas," lanjut Philip.
__ADS_1
Setelah pria itu mengambil barang yang diberikan Philip, dia segera menyimpannya dengan baik. Kemudian pria itu pergi terlebih dahulu.
Interaksi itu tidak lama, kurang dari dua puluh menit. Tetapi mungkin akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi Otilia.
Philip diam-diam merupakan pendukung Peter. Bagaimanapun Peter adalah satu-satunya putranya. Selain itu dia juga setuju dengan pandangan bahwa seharusnya Peter lah yang mewarisi takhta tetapi di bawah dominasi matriarkil hak Peter sebagai seorang count yang bertahta tidak dapat terjadi.
Philip akhirnya meninggalkan bilik dan juga segera keluar dari bar itu.
Namun ketika ia kembali melewati gang sempit itu, seseorang dengan badan cukup besar terlihat berdiri diam di depannya.
Pada awalnya Philip tidak terlalu memperdulikan orang itu tetapi ketika ia semakin dekat pria itu berbicara dengannya.
"Hei Pak, boleh aku bertanya kenapa kau ada di sini?"
"Apa?"
Philip bingung tetapi sebelum ia bertanya lebih jauh, pria itu kembali melanjutkan pertanyaan.
"Oh maaf, pertanyaanku tidak tepat. Aku bertanya, kenapa seorang count ada di tempat seperti ini?"
"!!"
Identitasnya yang terbongkar tiba-tiba membuatnya terkejut.
Pada saat ini, Philip tidak memikirkan apapun kecuali kabur, tetapi sebelum ia melakukannya pria itu sudah mengunci lengannya.
''Lepaskan! Siapa kau!" teriak Philip.
"Tuan, Anda tidak perlu berteriak seperti itu."
Pria itu membuka penyamarannya, ternyata dia adalah Alex.
"Tuan Muda Fertiphile,a-apa yang kau lakukan?!"
Alex kembali bertanya. Nada suaranya tidak menunjukkan emosi apapun tetapi sinar matanya menunjukkan niat menakutkan.
"A-aku ... apa kau memata-mataiku?!"
Philip mengeraskan suaranya. Dia berpura-pura kuat tetapi pada kenyataannya di hadapan seorang remaja yang memiliki tubuh yang jauh lebih besar darinya membuat nyalinya sebenarnya menciut.
"Tuan, Anda seharusnya menyadarinya kan? Seorang ibu menyuruh anaknya untuk mengirim bingkisan makanan kepada tetangganya tetapi hampir satu musim berlalu dan tetangga itu masih belum menerima barangnya. Apa menurut Tuanku ibu dari anak itu tidak akan curiga kalau anaknya sedang melakukan sesuatu?"
Ini hanyalah permisalan tetapi Philip mengerti apa maksud perkataan Alex.
Dia menelan ludahnya.
"A-apa maksudmu?"
"Jangan panik dulu Tuanku. Anda seharusnya khawatir dengan teman Anda karena saat ini Tuan Muda Tertua dari Keluarga Morhust sedang bermain dengannya. Anda mungkin tidak tahu, tetapi orang itu terkadang tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik, mungkin teman Anda akan akan sedikit kesulitan."
Sial!
Duke of Norchaster dengan nama lengkapnya adalah Duke Louis Edouard Norchaster selain menjadi satu dari dua adipati dari Kerajaan Artchania, ia juga menyandang posisi sebagai Lord of Grand Chamberlain bagi kerajaan. Selain itu, Duke Norchaster terkenal sebagai penyihir terkuat di kerajaan. Praktis walaupun koalisinya memiliki jumlah paling sedikit tetapi kedudukannya masih tetap diperhitungkan.
Saat ini sang duke sedang berada di mansion yang terletak di ibukota. Sebagai grand chamberlain, ia memang lebih banyak menghabiskan waktunya di ibu kota kerajaan alih-alih mengatur daerahnya sendiri.
Ia memiliki paras yang cukup terawat. Walaupun telah berusia 40-an, dia masih memiliki kulit yang sehat dan berwarna putih. Dikarenakan dia seorang penyihir, dia memiliki tubuh yang relatif lemah jika dibandingkan dengan para warrior.
Beberapa waktu lalu Duke Norchaster mendapat sebuah surat dari pihak Morhust yang meminta pertemuan.
Walaupun Morhust adalah daerah yang kaya, tetapi mereka memiliki pertahanan yang relatif lemah jika dibandingkan tetangga mereka yaitu Fertiphile dan Sandwealth. Artinya kemungkinan besar terjadi perpecahan dalam koalisi Sandwealth sehingga Morhust harus mencari mitra yang memiliki kekuatan setara dengan Sandwealth. Atau pada kemungkinan yang paling tidak mungkin adalah Morhust merupakan kepanjangan tangan dari Sandwealth untuk berbicara kepada Norchaster.
__ADS_1
Jika melihat rivalitas antara Duke Sandwealth dan Duke Norchaster , adanya permohonan pertemuan dari Morhust kepada Norchaster menjadi hal yang menarik.
"My Royal Highness, Tuan Muda Morhust telah datang," ucap kepala pelayan.
Duke Norchaster mempersilahkan mereka masuk.
Regis masuk dengan berani dan penuh percaya diri.
"My Royal Highness, saya Regis Evangelos Morhust, Putra tertua dan Interim Governor dari County of Morhust mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada My Royal Highness karena telah sudi mengizinkan saya untuk bertemu dan melihat Keagunganmu Yang Teramat Mulia."
Regis menundukkan pandanganya sembari mengucapkan salam bangsawan kepada sang duke.
Setelah sang duke menjawab dan setelah beberapa basa-basi, pada akhirnya Regis sampai pada inti pembicaraan.
"My Royal Highness, kedatangan saya adalah untuk memberikan sebuah usulan atas nama Rumah Sandwealth, Otilia, Yorksall, Sintheny, Granadia, Fertiphile, dan keluarga saya sendiri yaitu Morhust, ingin mengajukan proposal kepada Tuanku. Saya harap Tuanku tidak keberatan mendengarnya."
"Bicaralah."
"My Royal Highness, saat ini negara telah dihadapi oleh berbagai masalah, perang antara kerajaan kita dengan Kerajaan Cephareae, kini kerajaan kita dihadapkan dengan perang dengan Kerajaan Ibeltia, dan sekarang kita juga menghadapi fief war di dalam negara kita sendiri. Saya yakin Tuanku dan kami memiliki keinginan yang sama untuk menciptakan negara yang aman dan stabil. Bukankah dengan tujuan kita yang sama itu dapat menjadi kesempatan bagi kita untuk menjalin kerjasama yang lebih erat?"
Duke tidak langsung menjawab. Ia tersenyum mungkin terkesan seperti senyuman mengejek.
"Jadi pada intinya kamu ingin aku dan Sandwealth membuat nota kesepahaman?"
"Benar Tuanku. Kita sama-sama telah melihat dan merasakan kegagalan pemerintah dibawah koalisi para marquess. Bahkan mereka secara terang-terangan membiarkan fief war antar bangsawan terjadi. Bukankah ini membuktikan kegagalan mereka dalam memegang amanat eksekutif."
"Itu mungkin tidak terlalu buruk tetapi aku rasa niat baik kalian tidaklah cukup. Aku rasa kalian masih belum menunjukkan komitmen yang cukup serius. Bagaimanapun aku tidak mau berada pada pihak yang tidak serius dengan apa yang mereka katakan."
Regis paham perkataan duke. Apa yang dimaksud bukanlah janji ataupun tindakan dalam melaksanakan 'niat mulia' mereka tetapi lebih kepada jaminan mengenai apa yang akan didapat oleh duke jika membantu mereka.
"My Royal Highness, tolong maafkan kekasaran saya."
Dari jas bangsawannya, Regis mengeluarkan dua buah amplop tipis dengan dua segel keluarga bangsawan yang berbeda.
Dia ingin menyuapku? pikir Duke.
Duke tidak mengatakan apa pun. Dia hanya mengambil kedua amplop itu lalu melihat dua segel di sana.
House of Fertiphile dan House of Morhust.
Duke mengangkat alisnya. Dia cukup tertarik ketika melihat dua nama keluarga yang tidak bisa dia duga. Pada awalnya ia memprediksi bahwa surat ini berasal dari Sandwealth selaku ketua koalisi tetapi yang ada di sini hanyalah dua keluarga bangsawan yang sebenarnya cukup pasif dalam hal lobbying.
House of Fertiphile biasanya tidak terlalu tertarik dengan manuver politik para bangsawan. Itu karena count dari wilayah itu adalah seorang ahli pedang ortodoks yang memang mencurahkan hidupnya untuk pedang dan perang. Sementara House of Morhust walaupun tidak sepasif Fertiphile tetapi cukup jarang melakukan hal ini. Itu karena mereka adalah wilayah yang kaya dan juga semua wilayah tetangganya adalah anggota koalisinya sehingga dalam aspek keamanan mereka juga terjamin.
Duke membuka dua amplop itu dan membaca satu persatu.
"!!"
Duke tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Regis yang melihat itu tidak melepaskan kesempatan. Ia segera memberikan tawaran.
"My Royal Highness, saya telah mendapat amanah dari Rumah Fertiphile yang mempercayakan saya untuk menawarkan kerjasama kepada daerah Tuanku. Tuanku dan Fertiphile telah menjalin kerjasama yang cukup baik akhir-akhir ini sehingga mereka menawarkan bisnis yang lebih berkelanjutan terutama mengenai industri militer dan mencakup transfer teknologi."
"!!"
Walaupun Keluarga Norchaster adalah keluarga penyihir tetapi mereka adalah penyihir arcane yang tidak berbakat pada ilmu alternative seperti tekniksi sihir. Jadi kerjasama dengan Fertiphile dalam sektor pertahanan memang sangat penting. Ia dan Fertiphile memang sudah menjalin kerjasama dengan sangat baik. Bahkan Fertiphile memberikan izin pembelian beberapa senjata mereka. Sayangnya Sandwealth melakukan intervensi sehingga Fertiphile memberikan beberapa batasan yang lebih ketat akhir-akhir ini.
Duke hendak berbicara mengenai kerjasama ini tetapi Regis terlebih dahulu berbicara.
"Sementara itu Tuan, daerah saya adalah salah satu penghasil mana stone terbesar di kerajaan. Saya yakin dengan kekayaan ekstraktif itu dapat memberikan manfaat kepada daerah tidak hanya daerah saya. Itu sebabnya saya menawarkan beberapa kerjasama mengenai bisnis batu mana."
__ADS_1
Selain pengetahuan, ada satu hal yang tidak kalah penting dan menjadi obsesi bagi para penyihir yaitu mana stone yang merupakan sumber energi yang sangat penting bagi mereka. Kini dengan adanya transfer teknologi dari Fertiphile dan bisnis mana stone dari Morhust, duke berpikir bahwa tindakan anak muda ini yang ingin menyuapnya bukanlah orang yang naif tetapi seorang pemuda yang sangat licik.