
"Ya Dewa ... apa ini?!"
Tepat di mata Dennis puluhan mayat manusia terkapar di tanah. Mereka berasal dari berbagai usia dan jenis kelamin. Darah mengalir dari kepala, mulut, dan perut mereka.
"Siapa yang melakukan ini?!"
Dennis berteriak, dia bersama dengan teman se-party-nya, Fritz mencoba mencari tahu misteri ini. Keduanya adalah petualang yang saat ini menerima quest isolasi Hadalon. Ia dan Fritz berada dalam sebuah kelompok yang awalnya dibentuk untuk melakukan eksplorasi dan evakuasi di Hadalon. Tentu saja berdasarkan arahan dari pemimpin mereka, terdapat monster misterius di Hadalon. Setidaknya terdapat dua jenis monster, yang pertama spirit yang bertanggung jawab terhadap penyebaran wabah, kedua adalah monster yang belum teridentifikasi. Itu sebabnya tugasnya dan semua prajurit lain adalah untuk memburu monster itu.
"Di sini juga?! Apa yang sebenarnya terjadi?!"
Dennis berlari ke salah satu mayat. Ia memegang lengan mayat itu.
Hangat! Dia belum lama dibunuh."
*Kressh ... kresshh ....
Suara sesuatu yang sepertinya suara gesekan terdengar dari balik gelapnya gang. Tidak hanya Dennis, tapi Fritz juga merasakan hal yang sama. Fritz mengambil dan menggenggam dua buah kunai pada kedua tangannya. Dennis yang belum membawa perlengkapannya mau tidak mau hanya dapat menggunakan pedang.
*Kresshh ... kresshhh ....
Suara misterius itu semakin kuat. Lalu tak lama, sinar redup berwarna merah yang cukup besar mengambang di udara.
"!!"
"Ohh Sial! Itu undead!"
Makhluk dari kegelapan itu akhirnya menampakan diri. Dennis tidak mampu membendung rasa terkejut di wajahnya. Undead itu jika digambarkan setinggi 3 meter dan memiliki 8 lengan serta sepasang kaki. Karena tubuhnya yang tinggi, ia tidak mampu berdiri tegak dan dua pasang lengannya membantu kakinya untuk berjalan. Lengan-lengan dan kakinya itu sangat kurus, hanya tulang dibalutkan kulit. Dia juga tidak memiliki wajah, sebagai gantinya, kepalanya itu dipenuhi oleh serat seperti pori-pori besar yang terbuka. Kulitnya pucat layaknya mayat dan gigi runcingnya yang berbaris rapi menambah keangkerannya.
Undead itu sangat cepat. Dia melompat ke arah Dennis. Mengayunkan kuku-kuku runcingnya.
*kraannngg ....
Dennis menahan serangan itu menggunakan pedangnya. Walaupun ia hanya menahan serangan dari tangan kosong, tapi pedangnya tidak mampu menembus kulit undead itu.
"Arrgghhh! Dia sangat kuat, sial!"
"Katon: Ryuuka no Jutsu"
"Rrrrrrrraarr!"
Fritz membuka segel dari skill shinobi-nya. Serangan itu berupa semburan api berbentuk naga yang membakar tubuh undead.
Fritz adalah seorang petualang sama halnya dengan Dennis. Keduanya memiliki peringkat platinum. Fritz berasal dari sebuah kekaisaran besar di wilayah timur dari Benua Laurentia, yakni Kekaisaran Muramachi. Itu sebabnya disiplin ilmu tempurnya adalah disiplin ilmu dari timur seperti ilmu kultivasi. Ia memiliki kelas sebagai seorang shinobi yakni salah satu kelas dalam role assassin.
Undead lemah terhadap serangan api dan sihir suci. Serangan itu membuat fokus undead itu terganggu. Dennis melompat dan melakukan tendangan kepada undead itu yang membuat makhluk itu terjatuh. Dennis pun mengambil jarak, ia pergi ke tempat Fritz.
__ADS_1
"Huh ... terima kasih. Sial, jika tahu seperti makhluk yang kita cari adalah undead, aku harusnya memakai air suci," ucap Dennis.
"Tidak masalah. Yah ... kamu benar, kita harus mengabarkan ini kepada kelompok kita," balas Fritz.
"Arrrhh!!!"
Undead itu kembali bangkit. Ia mengerang marah kepada kedua manusia yang masih berdiri di depannya. Undead itu menampakan gigi-giginya yang tersusun rapi layaknya gergaji.
"Rraaaaaaarrrrhhhh!!"
Undead itu mengangkat kepalanya ke langit dan berteriak sangat kencang.
"Apa yang terjadi?" tanya Fritz.
"Dia memanggil teman-temannya," ucap Dennis.
"Apa?! Kalau begitu, kita harus segera menyelesaikannya."
"Ya."
Fritz tiba-tiba menghilang, seolah ia bersatu dalam gelapnya malam. Dennis menjadi sendiri. Ia memang tidak memakai armor, tapi ia tetaplah tanker yang tidak lemah.
"Kemarilah! [Provocation Injection]!"
Serangan datang. Undead itu mengayun-ayunkan semua tangannya dengan sangat cepat. Ia juga berusaha menggigit Dennis.
"[Invisible Strong Armor]!"
Dengan bantuan skill itu, Dennis berhasil menahan semua serangan undead dengan baik. Namun itu tidak selamanya. Perlahan pertahananya mulai tembus, baju dan beberapa bagian tubuhnya berhasil terluka. Fritz tidak boleh membuang waktu jika tidak mau temannya tewas.
"Kage Nigeru no Jutsu."
Ada empat-tidak tapi lima proyeksi bayangan panjang yang muncul di bawah undead itu dan menjadikannya sebagai titik pertemuan dari setiap bayangan itu. Bahkan terus bertambah menjadi sepuluh. Karena gelap, bayangan tersebut masih kurang jelas, tapi setidaknya itu masih terlihat karena sinar bulan. Lalu ....
*Slasshh .... slasshhhh ... slasshhh ....
Angin dingin berhembus dari segala arah. Dan setiap angin berhembus, tubuh undead itu terluka. Serangannya terus berlanjut. Satu tangan undead itu terpotong. Karena tidak dapat melihat arah serangan, undead itu pun mulai menyerang secara membabi-buta. Dia tidak mempedulikan pertahannya. Tapi karena kekuatan skill provokasi milik Dennis, undead itu tidak mampu berhenti untuk menyerangnya.
Sementara Fritz terus menyerang menggunakan skill kage nigeru no jutsu, dia ternyata telah menyiapkan satu serangan terakhir.
"Haru Ni Surasshu no Jutsu."
Gerakan Fritz berubah. Seolah badai yang sedang terbangun, Fritz membuat serangan berputar. Ia seolah menari dan mengitari undead itu. Dennis menghapus skill-nya. Tugasnya telah selesai. Ia telah membeli waktu kepada Fritz untuk mengaktifkan teknik yang cukup kuat. Merasa bingung, undead itu mengambil langkah mundur, tapi itu sia-sia. Fritz terus bergerak bagai angin, hanya suara dengungan layaknya lebah yang terdengar dan pantulan sinar bulan dari pedangnya yang sesekali terlihat.
"Katon: Aoi Hono no Jutsu."
__ADS_1
Pedang milik Fritz terbakar oleh api biru. Hanya gagangnya yang masih normal. Ia akhirnya menampakan dirinya kepada undead tapi itu tidak ada artinya. Fritz melayang dan mendarat dengan menusukkan pedang api biru itu ke kepala undead. Seketika api itu menjalar ke tubuh undead. Merasa jika serangannya berhasil, Fritz menarik kembali pedangnya. Ia kembali menghilang dan ternyata ia pergi ke tempat Dennis. Sambil melihat undead yang menggeliat dan berteriak akibat terbakar, Dennis berkata.
"Wah ... ini seperti api unggun raksasa."
"Kamu benar, sayangnya kita sedang membakar daging yang tidak bisa dimakan."
"Hahaha ...."
"Ohhh .... sebaiknya kita kabur."
"Kenapa?"
Fritz menunjuk ke arah gang yang merupakan tempat undead yang mereka lawan tadi muncul. Di sana sinar redup berwarna merah kembali mengambang. Tapi kali ini jumlahnya lebih dari satu.
"Ohhhh ... temannya datang, ayo kita lari. Kita harus melaporkan serangan undead ini," ucap Dennis.
"Baik-"
*Swussh ....
Fritz menghilang lagi ... ia meninggalkan Dennis sendirian seperti yang diharapkan dari shinobi yang memiliki mobilitas tinggi.
"Dasar ...," gumam Dennis dengan wajah kesal.
Mereka pun kabur menuju titik berkumpul. Sebelumnya ketua kelompok mereka memecah mereka menjadi beberapa tim. Itu bertujuan untuk mempercepat evakuasi dan pengamatan di sekitar. Walaupun mereka menyadari sudah diberitahu mengenai keberadaan monster, tetapi mereka tidak menjadikan itu sebagai prioritas. Mereka menganggap monster yang ada di sana tidak lebih memiliki kekuatan mirip seperti goblin atau yang paling tinggi setara dengan orc.
***
Alex tidak bisa mempercayai apa yang ia baca dari laporan ini. Sekarang Hadalon sedang di serang oleh sekelompok undead bernama amygdala.
Sebagai archdeus yang menguasai Underworld dan Empty, tentunya ia sangat paham mengenai mengenai makhluk bernama undead.
Amygdala adalah salah satu jenis undead. Namun apa yang membedakan undead ini dengan yang lain adalah bagaimana amygdala itu tercipta.
Berbeda dengan skeleton atau zombie, keberadaan amygdala muncul akibat hasil dari percobaan. Jika zombie dapat muncul secara alami, amygdala harus dibuat dengan menggabungkan berbagai organ tubuh. Terkadang amygdala dapat tercipta dari sekumpulan organ yang berasal lebih dari satu manusia. Terkadang pula bisa berasal dari jenis makhluk yang berbeda pula.
Umumnya diciptakan oleh penyihir tipe spiritual seperti necromancer atau penyihir tipe alternative seperti alchemy.
Apa mungkin amygdala ini memiliki hubungan dengan wabah ini? pikir Alex.
Sudah jelas karena amygdala ini adalah makhluk jadi-jadian, bukan tidak mungkin jika keberadaan mereka juga dapat disangkut pautkan dengan keberadaan wabah dan spirit bernama Plague.
Maka jika itu benar, sudah pasti wabah ini adalah wabah yang sengaja diciptakan.
Selain itu Alex juga sedikit penasaran. Sebagai archdeus yang menguasai Neraka, ini pertama kalinya Alex melihat keberadaan makhluk endemik kegelapan di Midgard. Alex menjadi ingin tahu, siapa orang yang cukup berani menggunakan kekuatan kegelapan di dunia ini dan apa motifnya.
__ADS_1