THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
OTILIA LIBERATION(2)


__ADS_3

Peter mengamati pergerakan lawan. Sudah dua minggu pihak Pasukan Pembebasan Otilia melakukan pengepungan tetapi tidak ada serangan yang cukup destruktif.


Peter tidak tahu apakah ini karena Otilia memang sudah mulai kehabisan logistik atau mereka sedang merencanakan sesuatu.


"Tuan, tim mata-mata tidak menemukan sesuatu yang aneh pada laporan mereka."


Salah satu petinggi militer Peter memberikan laporan hariannya. Para mata-mata yang dikirim umumnya adalah para prajurit dengan role assassin terkhusus dengan kelas sebagai scout.


"Mengapa mereka masih belum melakukan serangan penuh?" tanya Peter.


"Saya yakin mereka sedang mengumpulkan seluruh tenaga dengan melakukan penyerangan besar-besaran."


"Artinya mereka ingin mengorbankan semua peluang demi satu serangan besar?"


Kali ini Baron Gilberth yang merupakan perwakilan Canadia bertanya dengan ragu.


"Saya tidak terlalu yakin tetapi ini adalah penjelasan yang paling masuk akal," ucap bawahan itu.


Peter memukul mejanya. Ia berkata dengan marah.


"Sial, bagaimana kita bisa menang melawan pasukan yang hampir dua kali lipat besar dari semua pasukan yang ada di sini?!" teriaknya.


Sebelum ada yang menjawab, pintu ruang rapat dibuka.


Seorang dengan full black armor muncul di depan pintu. Ia adalah seorang wanita.


Wanita itu tanpa mengatakan apa pun langsung berjalan masuk lalu duduk di kursi yang kosong.


"Jangan khawatir Tuan Muda jumlah sebanyak apapun jumlah mereka tidak akan mempengaruhi hasil. Kemenangan hanya akan ada di pihak kita."


"Apa kau yakin?" tanya Peter.


Bom!


Wanita itu lantas memukul meja seolah ia marah.


Semua orang terpana. Mereka tidak pernah melihat ada orang yang sekurang ajar ini berani melakukan itu di depan para bangsawan. Namun tidak ada yang berani menegur ataupun memarahinya.


Walaupun wanita itu menggunakan helm untuk menutupi wajahnya tetapi semua orang merasa ia memberikan senyuman tetapi itu adalah senyuman yang penuh rasa intimidasi.


"Mungkin kalian tidak tahu tetapi di Gredonia Empire, aku dikenal sebagai Tempest Lady dan seorang Tempest Lady tidak akan pernah mengecewakan kliennya."


*Earthquake!


Gempa bunyi kecil tiba-tiba muncul.

__ADS_1


Tak lama berselang sebuah ledakan dari luar dapat terdengar dengan sangat jelas oleh semua orang di dalam ruang rapat.


Kemudian seorang prajurit masuk ke ruang rapat. Tampaknya dia berlari sampai terengah-engah hanya untuk memberitahukan satu hal kepada semua orang.


"Tuanku! Para Pasukan Otilia telah menjebol benteng!"


***


"Kerja bagus,  Atlya dan Lilac, setelah ini kalian harus istirahat. Serahkan semua pada kami."


"Apa yang kau katakan, Paman? Kami masih memiliki mana!" ucap Lilac.


"Benar, kita harus bertarung bersama," ucap Atlya.


Atlya, Lilac dan bahkan Barnard saat ini sedang membangun sebuah terowongan bawah tanah.


Uniknya diantara ketiga orang itu, hanya Atlya yang merupakan penyihir tipe arcane. Sementara Lilac adalah seorang talisman user dengan disiplin alternative. Bahkan lebih parah lagi Barnard adalah seorang seirei sehingga dimasukkan dalam tipe spiritual. Lalu bagaimana mereka mampu menciptakan terowongan?


Pertama, Atlya menggunakan mantra tingkat 3 [Mud Field] yang membuat tanah menjadi  genangan lumpur.


Kemudian, setelah tanah menjadi likuid, Barnard meminta Vyn yaitu spirit partner-nya untuk membuat serangan seperti mata bor agar dapat mengebor tanah dengan kemampuan serangannya.


Selama proses tersebut dengan cepat Lilac membangun pondasi dan tiang di dalam terowongan untuk mencegah terowongan itu hancur. Dia juga menggunakan beberapa sihir elemen tanah tingkat tiga untuk membuat tanah menjadi lebih keras setelah dijadikan terowongan. Ini membuat stock talisman-nya dengan cepat berkurang.


Ini adalah bom sihir yang dibuat oleh para penyihir dan teknisi sihir dari prajurit Otilia. Ini terinspirasi dari penggunaan magic cannon. Jadi dengan sedikit memodifikasi beberapa magic cannon dan rune-nya, mereka berhasil menciptakan bom sihir yang mampu meledakan sihir tingkat 3.


Kira-kira persidangannya sudah sampai mana ya? pikir Barnard.


Selagi para prajurit bersorak berkat kesuksesan mereka berhasil menjebol benteng, Barnard masih sempatnya memikirkan kasus kriminal yang dilakukan oleh Perusahaan Nightorb Corp.


"Tuan Barnard, saya sungguh kagum dengan pengetahuan Anda mengenai taktik perang."


Entah sejak kapan Clotildy berada di sampingnya sambil memberikan tatapan berseri-seri.


"Hahaha ... Anda tahu My Lady, saya adalah petualang dengan jam terbang yang lama jadi ini bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan."


"Tapi tetap saja, melakukan kolaborasi dengan disiplin sihir berbeda, ini sungguh menakjubkan."


Kali ini ketua para penyihir Otilia yang juga berada bersama Clotildy menyatakan kekagumannya. Walaupun ia adalah ketua penyihir, tetapi ia tidak jauh beda dengan anggotanya yang sama-sama hanya bisa menggunakan mantra sihir tingkat 3.  Itu disebabkan Kekuasaan Kerajaan yang telah berkolusi dengan serikat penyihir dalam memonopoli para penyihir hebat.


"Yang lebih penting sekarang My Lady, Anda seharusnya memimpin pasukan untuk menyerang, bukan?" ucap Barnard untuk mengalihkan perhatian.


"Oh benar! Tapi apa satu terowongan terlalu beresiko? Bagaimana jika hancur?" ucap Clotildy.


"Jangan khawatir, My Lady. Kami akan membuat beberapa terowongan lagi.

__ADS_1


Pada akhirnya tujuh terowongan telah tercipta.


"Sepertinya talisman-ku sudah hampir habis," ucap Lilac.


"Jangan khawatir, Tuan Governor pasti akan memberikanmu talisman yang lebih banyak," ucap Barnard.


Itu bukan tanpa alasan. Walaupun kehadiran mereka di sini sedikit terpaksa terutama status mereka yang masih menjadi saksi di pengadilan Fertiphile, membuat para petualang harus lebih mempercayai Alex.


"Serang!" teriak Clotildy.


"Hiya!"


"Serang!"


Pada akhirnya seluruh infantri segera memasuki terowongan.


Terowongan ini cukup besar yang diameternya dapat menampung belasan orang sekaligus. Bahkan para kavaleri pun bisa masuk tanpa harus menuruni kuda mereka. Sehingga cukup sulit untuk diblokir oleh pasukan Peter.


Pasukan Pembebasan Otilia akhirnya memasuki kota dari lubang di bawah tanah layaknya koloni semut yang menangkap makanannya.


"Otilia menyerang! Otilia menyerang!"


Pasukan Peter berteriak panik. Mereka dengan cepat meniupkan terompet ataupun lonceng untuk mengumumkan bahwa musuh telah memasuki benteng.


Para prajurit dan knight yang berada di dalam kota berusaha menghalangi agar pasukan Otilia tidak semakin memasuki kota. Terjadi adu pedang yang sangat intens. Sayangnya dengan kehadiran para pasukan kavaleri, ini membuat pasukan Peter semakin terpojok. Bahkan ketika dibantu oleh para pemanah yang berada di atas benteng. Sayangnya magic cannon yang dimiliki Peter berada di atas benteng dan moncong senjata itu tidak dapat diputar 360°. Akibatnya mereka tidak memiliki kemampuan serangan destruktif yang memadai.


Dengan jumlah pasukan Otilia yang jauh lebih banyak daripada pasukan Peter, membuat mereka berada di atas angin


Clotildy akhirnya kembali ke kotanya yang tercinta. Namun kali ini ia adalah seorang penyerang-tidak, lebih tepatnya adalah seorang pembebas. Dia akan membebaskan kota ini dari cengkraman saudaranya.


"My Lady, kita harus segera menemukan Peter!"


Joan selalu berada di sampingnya. Ia akan melindungi dan membantu nonanya kapanpun dan dimanapun.


"Tentu saja!" ucap Clotildy.


Bersama dengan para prajuritnya, Clotildy memasuki kota. Ia memimpin penyerangan dan menghancurkan pertahanan lawan. Kehadirannya di barisan depan menjadi sangat membantu terlebih karena dia adalah seorang eques yang kemampuannya jauh di antara pasukan non-role.


Ia dan para prajuritnya pada akhirnya sampai di tengah kota yaitu sebuah lapangan luas yang sangat dekat dengan balai kota berada. Kini mereka berhadapan dengan musuh terakhir sebelum akhirnya akan memasuki mansion. Namun siapa sangka, sebelum ia menyadarinya, suara teriakan muncul dari barisan lawan.


“Minggir!”


Barisan musuh terbelah dan dari sana beberapa prajurit berkuda yang sedang mengawal seseorang muncul di hadapan pasukan pembebasan Otilia. Di antara pasukan berkuda itu, terdapat seorang pria yang paling mencolok di antara semua orang.


Siapa sangka, Clotildy  sepertinya tidak perlu membutuhkan waktu lama mencari Peter karena orang yang mereka cari itu sepertinya dengan sukarela melangkah datang memasuki arena perang.

__ADS_1


__ADS_2