THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
WISE MEN SAY(2)


__ADS_3

Alven dan Alex saat ini berada di sebuah hutan rindang yang tak jauh dari Alexandreia. Hutan ini memiliki cukup banyak magic beast tetapi mereka cenderung berada di dalam hutan yang lebih dalam.


Berbeda dengan Rain yang perkembangannya telah dilihat oleh Alex, perkembangan Alven masih terlalu sulit untuk diukur. Terutama ketika mereka sedang melakukan raid, Alven kebanyakan hanya berperan sebagai supporter yang melempar mantra tingkat 1 [Spark]. Itu sebabnya Alex memutuskan untuk membawa Alven melakukan raid. Jika tingkat kemampuan Alven mencukupi kriteria Alex, ia akan langsung memberikan kepada anak adopsinya itu sebuah Orb of Wisdom yang didapat dari false dungeon.


Sekelompok rusa sihir bernama Amardeep Goat sedang asik berkumpul dan berinteraksi dengan sesama. Mereka adalah magic beast yang cukup kuat, jika disetarakan dengan tingkat petualang, satu amardeep goat sama dengan satu petualang berplat gold.


Kambing-kambing ini asik berlari kesana kemari, mengunyah rumput, dan mengembik dengan santai. Namun ketenangan itu hanya sesaat.


*Booomm!!


Sebuah ledakan muncul dan mengenai kambing terkuat dan terbesar. Kambing itu langsung mati sehingga membuat kambing lainnya berlari ketakutan.


*Slashhh!


Satu lagi serangan datang. Kini dua ekor kambing langsung tewas. Mereka tewas dengan kepala terpenggal dan alat pemenggal itu tertancap di sebuah batu besar. Terlihat dua buah pisau hitam yang tertancap cukup dalam di batu itu.


Lalu di balik kepanikan itu, muncul seorang pria. Dia adalah ... Alex. Dia melihat kambing-kambing itu mulai menjauh, itu tidak bisa ia biarkan. Dengan cepat dia pun memberi sebuah mantra.


"[Dragon Lightning]."


8 dari 23 kambing itu tewas seketika. Jika ditotalkan semua, 11 ekor tewas dan 12 diloloskan. Itu bertujuan untuk mencegah kepunahan.


Setelah pembunuhan massal itu, di hadapan Alex terdapat 22 pasang tumpukan tanduk dari para kambing. Satu kambing memiliki 2 pasang tanduk emas sehingga yang terkumpul sangat banyak. Alven sedang asik duduk dan mengusap-usap tanduk-tanduk itu dengan sehelai kain kecil. Ia melakukannya untuk membuat benda itu bersih, bersinar, dan meningkatkan daya tarik.


Alex menghela napas. Ini pertama kalinya ia menggunakan kemampuan sihirnya. Alex telah mampu menggunakan sihir tingkat 6 saat ini dan salah satu mantra yang ia keluarkan adalah [Dragon Lightning]. Itu adalah mantra tingkat 5 yang merupakan elemen petir dengan tipe serangan AoE [1]


"Alven, kemari," ucap Alex.


"Baik, Tuan."


Alex tersenyum melihat kepatuhan anak adopsinya. Namun dia sedikit terheran-heran ketika melihat Alven yang terlihat gugup.

__ADS_1


"Ada apa Alven? Apa kamu sakit?"


Alven langsung menjawab dengan ekspresi panik.


"T-Tidak, bukan seperti itu Tuan. Hanya saja .."


Alven awalnya sangat percaya diri dengan perkembangan yang diproleh selama berlatih dengan Atlya. Ia merasa memiliki cukup banyak peningkatan kemampuan. Namun ketika melihat Alex yang mengeluarkan sihir yang sangat menakjubkan, Alven merasa rendah diri.


"Baiklah, jika tidak masalah aku memiliki tugas untukmu"


"Baik!"


Hah ... senangnya, akhirnya aku bisa menghirup udara segar. Selama di kota, hanya aroma kertas dan bau busuk saja yang tercium, pikir Alex.


Alex terlihat sedang memikirkan sesuatu. Ia mulai mengajak Alven untuk menyusuri hutan untuk menemukan lawan yang sesuai untuk anak itu.


"Bagaimana jika kita rileks di sini sambil melihat-lihat?" tanya Alex.


Walaupun Alven telah lama menjadi anak adopsi Alex tetapi Alven terkadang masih belum terbiasa memanggil Alex dengan sebutan ayah. Untungnya Alex tidak terlalu mempersoalkan hal itu.


Mereka berjalan memasuki hutan lebih dalam. Alex sebenarnya hendak mencari magic beast yang setidaknya memiliki kekuatan setara dengan Alven. Menurut Atlya, kini Alven baru bisa menggunakan mantra elemen tingkat 1. Di antaranya adalah:


-Mantra elemen api: [Spark]


-Mantra elemen air: [Create Water], [Ice].


-Mantra elemen angin: [Wind].


-Mantra elemen tanah: [Ground Spines], [Low-Solid Wall]


-Mantra elemen petir: [Electric Current]

__ADS_1


Terima kasih kepada Atlya yang telah mengurus dan mengamati Alven.


Alex mencari-cari siapa lawan yang sesuai untuk PvP dengan Alven. Dia harus memilih lawan yang tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah. Ini cukup sukar untuk Alex terutama ketika Alex adalah sang archdeus yaitu Sheol yang sebenarnya tidak pernah mendapat lawan yang setara, sehingga ia terkadang lebih suka melawan (membantai) tanpa memandang lemah atau tidaknya musuh.


Cukup lama mencari, akhirnya mereka menemukan satu lawan yang cocok bagi Alven. Alex dan Alven bersembunyi dalam semak-semak untuk menghindari tatapan dari calon musuh mereka. Calon musuh itu tidak lain adalah seekor goblin yang membawa sebuah tombak dengan ujungnya terbuat dari semacam taring panjang yang diikat pada kayu dan di tangan satu lain dari goblin adalah sebuah perisai kulit sebesar dada. Kemudian di pinggangnya terdapat belati dari tulang, mungkin dari cakar hewan buas yang telah diasah.


Awalnya Alex berpikir, goblin lagi, goblin lagi. Haruskah aku memanggil Goblin Slayer? Namun menimbang dari kekuatan Alven saat ini, goblin memang lawan yang terlihat ideal. Mereka tidak selemah slime dan tidak sekuat orc. Mungkin ini bisa menjadi simulasi pertarungan yang baik untuk anaknya ini.


Alex memanggil Alven yang berada di sebelahnya. Alex memberikan arahan.


"Dengar Alven, makhluk super jelek dan bau itu adalah lawanmu. Aku tidak akan ikut campur, tapi aku tidak akan membiarkanmu mati. Namun jika kamu kalah, aku tidak akan lagi mengajakmu berpetualang. Lebih baik nantinya kamu bersama dengan Justin untuk mengurus perihal administrasi barony. Aku yakin Justin akan menyukai tenaga kerja tambahan."


Walaupun masih anak-anak, Alven bukanlah orang bodoh. Dia tahu pekerjaan Justin sangat melelahkan dan membosankan. Tentu saja dia tidak mau terjebak seumur hidup di dalam tumpukan kertas.


Alven merespon peringatan Alex dengan mengangguk. Kemudian dengan pelan, Alven merayap pelan layaknya singa yang sedang berjalan mendekati seekor rusa di padang rumput. Pelan dan pasti. Dia keluar dari semak dan terus mendekati goblin yang masih membelakanginya.


*Klik!


Dia ketahuan! pikir Alex.


Tidak sengaja kaki Alven menginjak dengan sebuah ranting kecil sehingga menghasilkan bunyi klik. Goblin itu langsung mengarahkan pandangannya kepada Alven. Segera Alven berlari dan langsung melempar sihir ke arah goblin.


Alven dengan cekatan mengeluarkan sihir [Spark]. Namun serangan itu dibendung oleh goblin dengan meletakan perisainya di arah serangan. Serangan itu membuat perisai si goblin menghitam akibat dari ledakan api.


Kemudian Alven kembali melempar mantra elemen sihir tingkat 1 berelemen angin yakni [Wind]. Akibatnya hembusan angin kecil tetapi cukup kencang mengarah ke goblin itu dan menyebabkan semacam gelombang kejut. Goblin yang memiliki tubuh kecil itu terhempas.


Mereka saling menghadap satu sama lain. Si goblin yang tidak tahu kenapa dia diserang merasa sangat marah. Ia mengarahkan mata tombaknya kepada Alven. Jarak mereka kini sekitar 3 meter. Mereka bersiap untuk serangan yang sesungguhnya.


Note:


AoE [1]: Area of Effect

__ADS_1


__ADS_2