
Red Urours merupakan magic beast yang dikategorikan sebagai high class. Dibutuhkan setidaknya tiga knight untuk dapat membunuh magic beast ini dan dibutuhkan lebih dari lima knight untuk menangkapnya.
Red Urours berbentuk beruang merah seukuran dua meter jika ia berjalan dengan empat kaki, tetapi ketika ia berdiri dengan menggunakan kedua kaki belakangnya, tingginya bisa mencapai empat hingga lima meter. Selain itu, terdapat kristal-kristal merah yang tumbuh di tubuhnya. Kristal-kristal itu adalah mana stone berkualitas tinggi sehingga banyak yang ingin memburu mereka demi mendapatkan kristal-kristal tersebut.
Sama halnya dengan magic beast pada umumnya, Red Urours memiliki kemampuan khusus. Skill yang dimiliki magic beast tidak dapat dikategorikan sebagai teknik pada martial art atau magic yang tercantum pada magic tiers. Itu disebabkan skill mereka tercipta secara alami dan sukar untuk dipelajari. Namun sama halnya dengan martial art dan magic, kebanyakan skill yang dimiliki magic beast membutuhkan energi aura atau mana untuk menciptakannya. Itu sebabnya kemampuan para magic beast sering disebut sebagai sepecies skill.
Species Skill terbagi dua yaitu Species magic skill dan Species Non-magic skill. Species Magic adalah species skill yang menggunakan mana untuk bisa mengaktifkan skill sehingga dapat dikategorikan sebagai sihir walaupun bersifat alami dan bukan dipelajari. Kedua adalah species non-magic skill adalah skill yang ada karena fisiologis atau segala bentuk skill yang menggunakan energi aura.
Hah ... lagi? Kenapa teddy bear sialan ini tiba-tiba muncul seenak jidatnya?! Bisakah kau pergi bola bulu? Aku hanya ingin tidur! pikir Alex.
"Roarrr!"
Teddy bear itu meraung menunjukkan dominasinya di hadapan manusia rendahan. Dia berdiri dan menunjukkan cakar dari kedua kaki depannya.
"...."
Alex hanya bisa mengiyakan kemauan beruang bodoh ini untuk bertarung. Dengan suara malas, dia memberi komando untuk menyerang.
"Hah ... serang."
"Hiya!!"
Semua orang menyahut dengan semangat. Ketiga knight maju menyerang Red Urours. Rockie mengumpulkan aura-nya ke anak panah kemudian menembakkannya. Adapun Rain, dia berdiri di dekat Alex. Ia sudah sadar diri, bahkan di hadapan seekor 'rusa' saja dia bisa mati, apalagi di hadapan seekor medved.
"Rain, tetap di sini."
"Ya, Tuan."
Entah kenapa Rain merasa kecewa pada dirinya karena lemah.
"Hah ... apa sebaiknya aku di sini saja?" gumam Alex.
"Yah, setidaknya aku punya 3 knight, mereka pasti bisa membunuh beruang bodoh itu," ucap Alex.
Alex memutuskan untuk diam. Ia merasa masa bodoh dengan pandangan orang lain. Bagaimanapun dia sudah dianggap sampah jadi citranya memang sudah lama buruk.
"Roar!"
"Awas! Bulunya ngembang!"
"Aaaaa!!!"
Para knight berteriak karena Red Urours tiba-tiba mengeraskan bulunya seperti landak, kemudian berlari ganas seperti banteng ke arah Alex.
"Tuan Muda!"
Alex yang menyadari masalah yang datang ke arahnya hanya bisa terpana.
__ADS_1
Apa dia punya dendam? Sungguh, kenapa mesti ke arahku segala?!
"Rain, menjauh!"
"Tapi, Tuan-"
"Aku bilang pergi!"
Alex yang tidak mau hidupnya di dunia ini habis lebih cepat sehingga ia memutuskan untuk menghunus pedangnya. Selain magic bow, ia juga membawa sebuah magic sword di pinggangnya. Tentu saja sebagai anggota Fertiphile yang merupakan keluarga swordmaster yang sangat ortodoks, Alex harus menjadikan pedang sebagai senjata utamanya.
Aura Alex mengalir ke pedangnya. Warna aura-nya adalah merah darah seperti warna pupil matanya. Alex tidak tahu kenapa warna aura-nya seperti itu. Padahal awalnya dia berpikir bahwa warna aura-nya mungkin akan berwarna hitam atau transparan mengingat dia adalah sang kegelapan dan penguasa pengetahuan.
Rain yang menyadari keseriusan Alex hanya bisa pergi ke tempat Rockie.
Rockie adalah pemanah sehingga ia sama sekali tidak terlalu pandai menyerang secara melee. Namun ia masih memberikan tembakan perlindungan kepada Alex.
Cakar Red Urours diangkat, ia menyerang Alex dengan cakarnya yang setajam guillotine.
Alex tentu saja berhasil memblokir serangan itu menggunakan pedangnya.
Ia sudah berlatih pedang sehingga mudah baginya untuk memblokir serangan tanpa teknik seperti itu.
Namun yang membedakan adalah daya tahannya. Serangan dari magic beast tingkat high class tidak bisa dianggap remeh. Serangan itu dengan cepat menguras aura yang Alex gunakan untuk mempekuat pedangnya.
Serangan lain muncul.
Bulu-bulu Red Urours yang setajam pedang itu meluncur seperti panah. Alex yang berada paling dekat dengan makhluk itu jelas terluka. Bulu yang memiliki panjang sekitar lima sentimeter itu berhasil melukai wajah dan kaki Alex. Serangan itu memang tidak berbahaya tetapi setiap bulu mengandung racun yang dapat melumpuhkan otot sesaat. Jika di tengah pertempuran tiba-tiba otot mengalami kelumpuhan, jelas sangat berbahaya.
"Tuan Muda!"
Ketiga knight telah datang membantu. Mereka memiliki full armor sehingga tidak ada dari ketiganya yang terkena serangan peluru bulu. Rockie dan Rain telah berlindung di balik pohon sehingga mereka juga tidak terkena. Sehingga praktis yang menjadi korban hanyalah Alex.
"Roar!"
Red Urours merasa kesal dengan tiga manusia yang mengganggunya. Jika dibandingkan ketiga orang ini, ia merasa bahwa manusia yang lebih muda ini terlihat lebih lemah sehingga ia ingin membunuhnya terlebih dahulu. Namun entah kenapa instingnya mengatakan bahwa manusia bermata merah ini sangat berbahaya.
Para knight adalah lulusan akademi militer di ibukota sehingga serangan dasar mereka kebanyakan menggunakan [Art of Royal Swan]. Teknik serangan itu sebenarnya lebih mengandalkan tebasan daripada tusukan. Itu sebabnya serangan para knight kebanyakan adalah serangan yang menyebabkan luka sobek daripada luka tusuk. Sayangnya bulu Red Urours yang tebal membuat serangan itu tidak maksimal. Luka yang dihasilkan lebih kecil daripada yang diharapkan.
Alex harus mengakui berkat pelatihan yang selama ini ia lalui di barak ataupun yang diberikan Harol kepadanya saat ini sangat berguna. Sebagai archdeus, Sheol (Alex) tidak pernah memiliki teknik berpedang. Itu karena pedangnya yang bernama Sword of Raknarok adalah satu dari empat Great God Class Item yang memiliki dampak serangan yang luar biasa. Jika Sheol mau, hanya dengan sekali ayunan malas dari pedangnya mampu memusnahkan dunia yang 1.000.000.000.000.000 kali lebih besar daripada Midgard. Jadi dia memang tidak membutuhkan teknik berpedang sama sekali. Namun sekarang, sebagai manusia lemah yang malang, Alex harus menggunakan teknik berpedangnya untuk bisa menyambung hidup setidaknya untuk melewati masalah ini.
Alex menggunakan [Art of Golden Scorpio] yang ia pelajari dari barak. Ini adalah teknik serangan dasar sehingga bahkan seseorang yang tidak bisa menggunakan aura mampu melakukannya. Selain itu ia juga menggunakan teknik berpedang original keluarganya, [La Lumière du Phile] yang merupakan teknik yang menggunakan aura yang cukup bagus tetapi lumayan boros. Hanya beberapa kali penggunaan kini telah membuat aura Alex tinggal tersisa 10%. Hanya dengan beberapa kali serangan lagi maka Alex akan kehabisan aura.
Namun sebelum aura Alex habis, dia tiba-tiba terjatuh. Kakinya menjadi lemas dan tidak bisa bergerak. Ia juga tidak bisa menggerakan mulutnya.
"Sial, racunnya sudah beraksi!"
Rockie yang menyerang dari jauh melihat Alex yang tiba-tiba terjatuh. Ia tentu saja menyadari ketika Alex terkena serangan itu.
__ADS_1
"Rain, cepat ambil Tuan Muda!"
"Tapi ..."
"Dasar bodoh! Kau mau tuan muda tewas? Cepat ambil dia!"
"Baik!"
Untunglah ketiga knight menyadari runtuhnya Alex sehingga mereka berusaha untuk mengalihkan perhatian Red Urours. Bahkan Cathan menggendong Alex dan dengan cepat menyerahkannya kepada Rain yang berlari. Kemudian Cathan kembali ke pertarungan.
Rain memiliki tubuh yang jauh lebih kecil, kurus, dan lemah dari Alex. Tetapi dengan meletakkan Alex di punggungnya, ia bisa menggendong orang besar itu.
Rain membawanya ke tempat Rockie. Setelah sampai, Rain menurunkan Alex.
Alex hanya bisa duduk dan bersandar di batang pohon dengan kakinya yang diluruskan dan wajah tanpa ekspresi. Jika ini hari-hari biasa, mereka pasti akan mengira wajah Alex normal karena seperti inilah wajah Alex. Tidak ada yang berubah. Namun karena kejadian ini terlihat di depan mata mereka, tentu saja mereka tahu bahwa tuan muda mengalami kelumpuhan otot.
"Tuan! Tuan! Tuanku baik-baik saja?"
Rain bertanya dengan panik. Namun ia tidak mendengar balasan apa pun.
"TUAN MUDA!"
Rain mengalami kepanikan. Ia memang menyadari bahwa tuan mudanya terluka akibat bulu magic beast dan ia juga melihat dengan matanya sendiri ketika tuannya rubuh sendiri. Namun karena Rain adalah budak yang belum pernah melihat ataupun memperlajari mengenai magic beast sebelumnya, tentu saja ia tidak tahu mengenai bulu Red Urours yang memiliki racun untuk sementara melumpuhkan otot.
Dengan penuh kepanikan dan ketakutan, Rain mengguncang-guncang kedua bahu tuannya dengan sangat kuat dan cepat.
"TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!TUAN MUDA!"
"Ih ... bisinglah kau! Tuan Muda kena bius, bukan mati!"
Rockie meneriaki Rain akibat ia jengkel dengan kepanikan budak bodoh itu.
Alex yang hanya bisa diam dan bahkan tidak bisa menggerakan badannya menatap Rain dengan pandangan rumit. Ia tidak menyangka bahwa Rain akan sepanik itu. Alex merasa bahwa secara tidak sadar budaknya ini mulai memiliki loyalitas padanya. Ini adalah hal yang baik. Walau mungkin kebodohan budak ini harus diperbaiki.
"Roarr!!!"
"HAHAHAHAHA!"
"Matilah hewan bodoh!"
Ketiga knight itu terlihat menikmati semua pertarungan. Seperti yang diharapkan dari warrior.
Pertarungan antara Red Urours dan knights berlangsung lebih lama daripada ketika melawan Rangifer Snowalker.
Jika membandingkan antara Red Urours dengan magic beast dengan tingkat yang sama mungkin Red Urours lebih lemah karena mereka tidak memiliki skill yang terlalu menyeramkan. Red Urours biasanya mengandalkan skill utamanya yaitu [Ursa Body] (Species Magic) yang merupakan skill buff setara magic yang mampu menghilangkan rasa sakit, meningkatkan serangan (+15%), dan mampu meningkatkan daya tahan (+20%). Kemudian [Ursa Thorn] (Species Non-Magic Skill) yang merupakan kemampuan untuk mengubah bulu menjadi sangat solid seperti pedang. Lalu skill terakhir adalah [Ursa Antidruidur] (Species Magic) yaitu kemampuan untuk menetralkan semua serangan sihir tipe elemen yang berada pada sihir tingkat 4 ke bawah. Sayangnya karena semua lawannya adalah para pengguna aura maka [Ursa Antidruidur] tidak berguna.
Beruntung bahwa semua knight menggunakan full armor sehingga dari awal hingga akhir mereka tidak terkena tusukan bulu. Namun mereka masih mengalami lecet yang biasanya berasal dari goresan cakar atau jatuh karena menghindari serangan Red Urours.
__ADS_1
Jadi selagi menunggu kelumpuhan tubuh Alex hilang, semua orang mulai mengumpulkan mayat Red Urours dan Ranfinger Snowalker. Ini merupakan buruan yang sangat bagus. Memang Red Urours dalam perburuan ini tidak hanya satu tetapi untuk memburu dua hewan magic beast dalam sekali jalan jelas merupakan suatu prestasi yang sangat baik. Semua orang merasa puas dan senang. Semua .... (mungkin).