
Matahari siang yang menyengat tidak menyurutkan usaha para warga desa. Mereka dengan penuh perjuangan bergotong royong di kebun. Kebanyakan masyarakat di desa ini adalah petani kentang dan jagung. Beberapa juga bertani gandum.
Semangat dari kerja keras mereka selama musim semi ini adalah dibuktikan dengan keringat yang membasahi wajah dan pakaian mereka yang lusuh.
Desa Argios, itulah nama desa yang penuh keriangan ini. Desa ini merupakan desa terluar di timur Kerajaan Artchania. Secara administrasi, Desa Argios berada dalam region Duchy of Sandwealth dan berbatasan langsung dengan Ibeltia Kingdom.
Sama seperti pagi pada umumnya, di desa ini banyak anak-anak yang berlari riang.
Mereka kebanyakan anak-anak yang mengikuti orang tuanya untuk berkebun. Namun sebagaimana anak-anak pada umumnya, mereka lebih senang bermain.
Seharusnya ini adalah hari normal dimana hanya suara anak atau para petani yang terdengar. Namun dari jauh terdengar suara yang janggal.
Suara itu kecil tetapi terus berlanjut. Namun seiring berlalunya waktu, suara tersebut semakin jelas.
Suara Langkah kaki ratusan kuda.
Suara logam yang berbenturan.
Suara Genderang Perang!
Benar! itu tidak salah! Bahkan orang yang paling bodoh sekalipun tahu itu adalah pertanda akan adanya pertumpahan darah.
Para warga yang telah lama mengamati darimana suara itu berasal mulai panik dan berlarian. Mereka berteriak dan memanggil anak, istri, atau orang tua mereka.
Dengan gelombang pengungsi yang banyak, semua warga Desa Argios pergi meninggalkan rumah dan kebun mereka. Beberapa mengungsi menggunakan kereta sapi atau kuda sementara lainnya berjalan kaki.
Dari dataran tinggi, bendera-bendera Kerajaan Ibeltia berkibar tinggi, ribuan prajurit berlapis baja dan ratusan penyihir berjubah juga terlihat semakin jelas.
Kerajaan Ibeltia melakukan penyerangan!
Ini sudah diramalkan sebenarnya.
Hubungan antar kedua kerajaan semakin buruk setahun terakhir. Banyak yang percaya penyebabnya adalah kematian Duta Besar Artchania Kingdom untuk Alliance Counties of Anachiae. Artchania Kingdom sendiri menuduh Ibeltia Kingdom sebagai dalang pembunuhan.
Namun sebenarnya hubungan kedua negara telah memburuk selama 4 tahun terakhir. Itu lebih disebabkan karena secara sepihak Kerajaan Ibeltia mengklaim kawasan timur dan timur tenggara wilayah Kerajaan Artchania yang sekarang secara berturut-turut adalah region dari Duchy of Sandwealth, County of Morhust, dan County of Fertiphile sebagai milik dari Kerajaan Ibeltia.
Walau Kerajaan Ibeltia berusaha menyangkal tetapi ini sangat mudah ditebak alasan dari keinginannya untuk mencaplok wilayah timur dan timur tenggara Kerajaan Artchania. Itu disebabkan ditemukannya Jalur Lay di County of Morhust. Sekarang Jalur Lay itu digunakan sebagai tambang mana stone dan merupakan komoditas utama bagi County of Morhust.
Awalnya Kerajaan Artchania tidak terlalu mengambil pusing dengan klaim itu karena mereka sendiri sedang pusing menghadapi perang melawan Kerajaan Cepharea. Bahkan koalisi Kerajaan Artchania dan Kerajaan Archantolia harus dibentuk untuk melawan Kerajaan Cepharea.
Latar belakang peperangan antara Kerajaan Archania melawan Kerajaan Cephareae pun sama dengan Kerajaan Ibeltia. Itu disebabkan karena perebutan sumber daya.
Awal mula peperangan terjadi akibat ditemukannya cadangan dark coal di bawah tanah. Namun lokasi tersebut dipisah oleh garis imajiner perbatasan kedua negara. Masing-masing negara mengklaim menguasai lebih 50% daerah penambangan yang ada. Bagi negara-negara yang terletak agak jauh dari Teluk Kaltic (Berada di Selatan Artchania Kingdom) seperti Cephareae Kingdom dan Archantolia Kingdom, keberadaan Dark Coal sangat langka dan berharga.
Singkat cerita berkat klaim sepihak antar kedua negara dan gagalnya Holy Saintica Iberal Commonwealth States sebagai penengah, menyebabkan kedua negara jatuh dalam peperangan.
Bahkan Archantolia Kingdom ikut-ikutan bergabung dalam peperangan dengan menjadi sekutu bagi Artchania Kindom. Adapun mengapa Archantolia Kingdom bersekutu melawan Cephareae Kingdom disebabkan dendam lama antara kedua negara. Jika ditotalkan status perang tersebut telah berlangsung 3,5 tahun lamanya.
Setelah mereka kelelahan melawan tetangga mereka di barat, sekarang Kerajaan Artchania harus melawan tetangga mereka di timur!
***
Rain duduk di tanah dengan kaki bersila. Kedua tangannya diletakkan di kedua lututnya. Dia seperti seorang kultivator yang akan bersemedi.
Di belakangnya, Alex juga duduk bersila. Namun tangan kanannya ia letakkan di punggung Rain.
"Apa kamu siap Rain?"
Rain menarik napas. Kemudian dia mengangguk.
"Siap Tuan."
"Ini mungkin sedikit sakit tapi tahanlah."
__ADS_1
Alex mengalirkan mana dan aura-nya sekaligus melalui tangan kanannya menuju ke tubuh Rain.
Alex sengaja melakukan ini karena Rain masih belum mampu menghasilkan kedua energi tersebut.
Dia ingin memaksa tubuh Rain untuk beradaptasi dengan dua energi berbeda sekaligus. Selain itu, ini juga dapat mempercepat Rain menghasilkan aura dan mana-nya sendiri.
Rain menggertakkan giginya. Urat-urat di leher dan tangannya menonjol. Kulitnya mengeluarkan keringat dingin.
Dia merasakan rasa sakit yang sangat hebat. Seolah tubuhnya diceburkan ke dalam kobaran api.
"HAAAAAA!!"
Rain berteriak kencang dan tubuhnya melompat.
"Ah, sial!" ucap Alex.
Rain ambruk di tanah. Tubuhnya mengalami kejang-kejang hebat.
Bahkan area selangkang celananya basah!
Alex langsung menggunakan mantra [Cure] dan [Light Seas] untuk menyembuhkan Rain. Karena Alex hanya mampu menggunakan mantra tingkat dua saat ini, dia hanya dapat menggunakan kedua mantra level dua itu.
[Cure] adalah mantra untuk menyembuhkan luka fisiologi yang mungkin diterima Rain seperti luka bakar atau luka dalam.
[Light Seas] adalah mantra untuk menyembuhkan luka psikologis yang mungkin diterima seperti trauma.
Setelah kejang-kejangnya mereda, Alex mengatur posisi Rain agar terlentang.
Rain pingsan dengan wajahnya yang pucat.
Alex berjongkok melihat bawahannya ini.
Dia menghela napas pasrah.
Hah ... selagi menunggu dia bangun, aku sebaiknya mempersiapkan makan malam, dan juga ....
Alex melihat celana Rain yang basah.
Hah ... yah dan mencari sungai terdekat tentunya.
Ketika Rain bangun, hari sudah gelap.
Ada api unggun yang menyala tidak jauh darinya.
Di dekat api itu, ada daging yang dan cangkir yang diletakkan di atas taplak kayu.
Dia melihat Tuannya hanya duduk diam sambil memandang api.
Sepertinya Tuannya baru saja selesai makan.
"Sudah bangun?"
Rain mengangguk ketika ditanyai.
Walau nyeri dan pusing masih terasa, dia mencoba berdiri. kemudian duduk di dekat api unggun.
"Itu makananmu, ambil lah," ucap Alex
Apa yang dimasak oleh Alex sebenarnya sederhana. Itu hanya daging yang disediakan Justin kepadanya untuk bekal. Kemudian ada bubur yang dicampur oleh jagung, kentang, dan sebuah telur rebus yang ada di dalamnya.
Rain memakan semuanya dengan lahap.
Ketika dia bangun dia merasa sangat lapar. Bahkan dia menambah beberapa porsi lagi.
__ADS_1
Alex sedikit terkejut ketika melihat Rain meng-refill mangkuknya setidaknya lima kali. Untuk tubuh Rain yang kecil itu Alex merasa bawahannya ini memiliki nafsu makan yang tinggi.
Rain yang tidak sengaja menoleh ketika makan. Dikarenakan kobaran api, dia dapat melihat sebuah celana panjang dan sebuah celana yang lebih pendek bergantung di tali yang dipasang diantara dua pohon.
Celana itu cukup familiar.
"!!"
Rain langsung melihat celana yang ia gunakan.
Ini celana cadanganku!
Rain langsung memandang Alex.
"T-tuan ..."
Alex tentu saja tahu apa yang membuat Rain terkejut. Namun dia tidak membalas. Dia hanya tersenyum jahil.
"Rain, sebaiknya kamu bercukur."
Wajah Rain langsung memerah.
Entah kenapa malam ini Alex merasa senang menjahili orang. Dia kemudian menambahkan beberapa kalimat.
"Dan ... aku sarankan kamu pergi membeli obat pembesar."
"Tuan!!"
"Hahahaha ...."
Alex tertawa lepas melihat bawahannya yang sudah hampir mati karena malu.
Setelah mereka selesai makan dan melihat Rain sudah pulih, Alex melanjutkan pelatihannya.
Namun kali ini berbeda.
Dia hanya menggunakan jari telunjuknya sebagai alat transmisi.
Dengan menyentuh salah satu tangan Rain yang terkepal di atas lutut dengan menggunakan jari telunjuknya, dia hanya mengalirkan aura saja. Mungkin dia harus melakukannya dengan sangat hati-hati.
Ia mengalirkan aura yang 70% lebih sedikit dari sebelumnya padahal pada percobaan pertama dia juga hanya mengalirkan energinya sangat sedikit. Mungkin karena kualitas mana dan aura-nya yang terlalu tinggi menyebabkan tubuh Rain tidak bisa menahannya.
Bahkan dengan aura yang sangat sedikit masih membuat Rain bergetar. Namun kali ini dia bisa menanggungnya.
Setelah transmisi selesai, Alex bertanya.
"Jadi apa kamu merasakannya?"
"Iya Tuan."
Alex dapat merasakan aura tuannya mengalir melalui aliran darahnya. Rasanya cukup panas.
"Bagus, jadi itu akan membantumu menghasilkan aura. Selagi aura-ku masih ada di tubuhmu, cobalah untuk berinteraksi dengannya. Aku tidak memintamu untuk mengendalikannya tetapi setidaknya kamu bisa mengikutinya."
"Baik Tuan."
"Kalau begitu, selagi kamu berlatih, kamu juga berjaga. Jika aura-ku telah hilang, bangunkan aku dan kita ganti shift untuk berjaga."
"Baik."
Alex masuk ke tenda yang telah dia bangun.
Walaupun Alex bukan lagi anak pemalas, dia bukan berarti menghilangkan sifatnya yang lain. Dia masih membenci serangga khususnya nyamuk. Apalagi jika malam hari, Alex tidak bisa membayangkan jika dia tidur tanpa tenda seberapa banyak nyamuk yang nanti mengigitnya.
__ADS_1