
Rapat darurat diadakan tiga hari kemudian.
Rapat itu membahas mengenai adanya makhluk lain selain spirit yang menyebarkan wabah. Setelah penampakannya melalui citra, tidak ada lagi yang melihatnya setelah itu.
Dalam ruangan rapat di tenda komando, seluruh pemimpin dari setiap fraksi telah hadir.
Terdapat seorang high priest yang menjadi perwakilan dari fraksi pendeta dan paladin dari kuil, seorang penyihir tua bernama Warfoy yang menjadi pemimpin fraksi serikat penyihir, seorang petualang tingkat mythrill yang menjadi ketua fraksi petualang, beberapa bangsawan non-peerage[1] yang menjadi perwakilan rumah bangsawan yang berpartisipasi dalam misi, dan beberapa petinggi militer yang mewakili pasukan kerajaan.
Selain para pemimpin fraksi, para pemimpin divisi juga dipanggil. Setidaknya komandan divisi utara, selatan, timur, dan barat telah berada di sini atas perintah Alex.
Mereka semua berada dalam satu ruangan yang berada di bawah kepemimpinan Alex.
Walaupun berada pada satu garis komando, dapat dilihat dengan jelas di mata semua orang terdapat persaingan yang cukup kentara. Alasannya sederhana, seluruh pasukan ini adalah pasukan yang dibuat secara tiba-tiba. Normalnya untuk membentuk kesatuan komando yang memimpin lebih dari 50.000 prajurit dibutuhkan waktu yang tidak sedikit tetapi dikarenakan kebanyakan prajurit dari kerajaan dan bangsawanyang saat ini berpartisipasi adalah prajurit yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam perang Ibeltia-Artchania, membuat mobilisasinya menjadi lebih cepat tetapi itu bukan berarti tidak ada masalah. Karena pembentukannya yang terlalu cepat, tidak ada rasa kekompakan di dalam korps ini disebabkan interaksi yang singkat dan tidak adanya latihan bersama. Akibatnya semua prajurit itu terpecah sesuai institusi mereka masih-masing. Terutama prajurit dari kuil dan serikat penyihir yang terlihat paling tidak bisa akur.
Namun terlepas dari semua itu, mereka saat ini memendam ketidaksukaan satu dengan lain dan memilih untuk mendengarkan perkataan Alex selaku komandan tertinggi dalam korps ini.
"Jadi apa di antara kalian yang dapat memberikan saran untuk hal ini?"
Alex bertanya dengan tenang kepada semua orang mengenai masalah ini.
Ia juga fokus pada gambar yang diberikan oleh serikat penyihir kepadanya. Sayangnya ia tidak tahu makhluk jenis apa ini. Walaupun Alex adalah seorang archdeus yang maha tahu tetapi saat ini dia adalah seorang manusia. Terlebih, apa yang dilihatnya hanyalah lengan dari monster itu.
Lengannya cukup panjang dan terlihat kurus ..., pikir Alex
Selagi Alex sedang fokus dengan gambar itu, seorang petinggi militer dari fraksi kerajaan memberikan sarannya.
"My Lord, bagaimana jika kita menyerahkan masalah ini kepada para penyihir. Mereka memiliki alat untuk mendeteksi semua yang ada di sekitar wilayah ini."
"Saya keberatan. Kami juga memiliki batasan dalam hal pengawasan. Seperti yang Anda lihat, kami melaporkan masalah ini karena kami merasa bahwa kemampuan kami semata tidaklah cukup. Hadalon adalah kota yang besar jadi kami sangat kesulitan untuk menanganinya sendiri," ucap Warfoy.
__ADS_1
Petinggi militer itu lantas langsung diam. Namun karena ucapannya membuat Alex juga bertanya.
"Mengenai usaha, jika kalian tidak bisa menemukan makhluk itu melalui Eagle Sensing, apa kalian sudah menggunakan kemampuan penyihir spiritual untuk menggunakan spirit mereka dalam mengeksplorasi Hadalon?"
"Maaf My Lord, sayangnya para penyihir spiritual yang ada di sini tidak sebanyak penyihir arcane. Mereka juga kebanyakan memiliki kelas sebagai summoner sehingga memiliki range terbatas dalam mengendalikan familiar mereka. Adapun penyihir yang memiliki spirit seperti shaman, kami sudah memerintahkan mereka untuk menggunakan spirit partner mereka tetapi jumlahnya terlalu sedikit untuk menyisir seluruh sudut kota," ucap Warfoy.
"Sepertinya para penyihir masih saja melakukan perbuatan tanpa memberitahukan komandan mereka. Apa mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab bahwa kita berada pada satuan korps yang sama?"
Seorang Hight Priest yang merupakan pemimpin fraksi pendeta memberikan ucapan ofensif terhadap serikat penyihir. Hal itu tentu dibalas oleh Warfoy.
"Setidaknya kami menangani hal yang bisa kami tangani sendiri dan memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk masalah yang lebih besar. Bukankah seharusnya pihak kuil malu dengan tindakan mereka yang bahkan tidak memberikan informasi apa pun mengenai wabah padahal mereka sendiri sudah diamanahkan sebagai institusi yang menangani masalah itu."
Adu mulut antara pihak kuil dan serikat penyihir sempat terjadi tetapi itu pada akhirnya dihentikan oleh Alex.
"Cukup! Saat ini kalian dikumpulkan untuk mencari solusi bersama. Jika kalian ingin berdebat dan menimbulkan masalah baru, saya sarankan sebagainya Anda berdua ke mahkamah atau parlemen."
Walaupun masih berumur 16 tahun, tetapi tubuh Alex jauh lebih tinggi dari anak-anak seusianya. Bahkan suaranya pun sangat rendah yang membuat dia memiliki citra seorang pria yang mendominasi.
Belum lagi jika memperhitungkan karirnya. Para petinggi yang ada di sini menyadari bahwa Alex adalah orang yang berasal dari rekomendasi perdana menteri. Artinya, dia memang memiliki relasi yang sangat luas dengan para aristokrat.
Pada intinya mereka tidak boleh menganggap remeh Alex walaupun dia masih sangat muda.
"Mari kita lanjutkan. Tuan Eraleon, apa Anda memiliki saran untuk masalah ini?" tanya Alex dengan pandangan tajam.
"Ya, My Lord. Saya menyarankan kita harus masuk ke kota segera."
"Keberatan! Itu sangat beresiko! Bagaimana jika para prajurit tertular penyakit?"
Seorang petinggi militer menyatakan keberatan.
__ADS_1
"Diam! Aku masih belum meminta pendapatmu. Lanjutkan Tuan Eraleon," ucap Alex.
"Baik Tuanku. Jadi kita menyadari bahwa wabah ini disebar oleh spirit. Sebutlah nama spiritnya sebagai Plague maka bukankah tidak ada jaminan jika sewaktu-waktu para Plague keluar dari Hadalon dan mulai menyebarkan penyakit itu di kamp-kamp militer?"
"...."
Semua orang terdiam. Apa yang dikatakan Warfoy tidaklah salah. Tidak ada yang menjamin bahwa spirit yang baru dinamai sebagai Plague itu akan tetap berada di kota. Bagaimana jika memang benar, makhluk itu dapat juga menyebarkan wabah ke tenda-tenda para prajurit? Ini benar-benar berbahaya.
"Itu sebabnya saya menyaran setidaknya kita membuat batalion-batalion yang dimana setiap batalion itu diisi oleh para priest untuk memberikan sihir divine mereka agar semua prajurit dapat terlindung dari wabah."
"Hmm ... apa ada yang ingin menambahi?" tanya Alex.
"Ya Tuanku. Selagi kita melakukan observasi, ini juga waktu yang tepat untuk melakukan evakuasi. Seperti yang dikatakan para penyihir, mereka menemukan terdapat beberapa survivor yang masih terjebak di kota. Kita harus menyelamatkan mereka. Bahkan walaupun mereka tertular penyakit, kita saat ini tahu bahwa penyakit ini tidak akan menular kecuali melalui spirit bernama Plague."
Pemimpin divisi utara memberikan sarannya. Ia setuju dengan pendapat Warfoy.
"Hmm ... apa Ada yang ingin menyanggahi?" tanya Alex.
Tidak ada satupun yang mengangkat tangan atau ingin memberikan pendapat. Bahkan High Priest yang merupakan rival dari Warfoy juga diam. Semua mengangguk dan menganggap itu adalah rencana yang sempurna.
Alex yang melihat bahwa tidak ada perdebatan lagi di rapat segera memberikan kesimpulan dari hasil rapat.
"Jadi jika kalian setuju, kita akan mulai menyusun rencana observasi dan evakuasi. Saya harap setiap divisi juga memberikan laporan mengenai daerah mereka dan melakukan hal yang sama jika mereka berada pada situasi yang serupa."
"Baik My Lord!" seru semua orang.
Note:
bangsawan non-peerage[1]: bukan kepala keluarga
__ADS_1