THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
KIDNAPPING(4)


__ADS_3

Harol tidak pernah menyangka bahwa ada sekumpulan orang nekat yang berani menyerang kediamannya. Di sepanjang jalan, dia telah membunuh beberapa puluh orang berpakaian gelap yang menyusup diam-diam.


Harol membawa magic sword-nya untuk membunuh orang-orang jahat ini. Senjata yang ia gunakan bernama Estoc of Nightmare adalah pedang sihir dengan kategori Legacy Class Item. Pedang ini cukup unik karena bilah hingga gagangnya berwarna hitam tetapi ketika dialiri aura, akan muncul aliran aura yang seperti retakan di seluruh bilah pedang. Selain itu, sebagai senjata sihir, terdapat efek lain seperti menghasilkan kritikal hingga 5 kali dan bahkan dapat menghasilkan beberapa sihir tingkat 6 ke bawah bertipe elemen petir dan api. Ini merupakan pedang kebanggaan House of Fertiphile dari zaman ke zaman. Pedang ini selalu digunakan oleh para kepala keluarga sebagai simbol kehebatannya.


Siapa sangka, bahwa ada banyak orang yang berhasil masuk ke mansion. Harol berpikir untuk lebih meningkatkan pertahanan ke depannya.


Tak jauh dari sosok Harol berada, seorang pria tua berjalan dengan santai ke arahnya.


"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Harol.


"Nyonya Countess dan Nyonya Clara telah mendapat perlindungan dari para knight. Tidak ada dari keduanya yang terluka. Sementara itu, tuan muda kedua dan ketiga juga telah ikut dalam pertarungan. Mereka terlihat menguasai keadaan, Tuan Count."


Alen berdiri di depan Harol tetapi laporannya tidak hanya berhenti di sana.


"Tuan Count, saya melihat sekumpulan penyusup menerobos kamar tuan muda tertua."


"Apa dia tidak bisa mengatasinya?"


Harol ragu bahwa Alex tidak dapat mengalahkan orang-orang ini. Dari yang ia tahu melalui pertarungannya, orang-orang ini kebanyakan hanyalah orang biasa yang tidak bisa menggunakan aura atau mana. Jika semua laporan tentang  Alex benar, tidak mungkin anaknya akan kalah.


"Tuan Count, saya melihat orang-orang yang menerobos kamar tuan muda tertua berjumlah 10 orang dan semuanya adalah pengguna aura."


Alen telah mengamati semua keributan yang terjadi sangat terkejut dengan konsentrasi para swordman of aura di kamar Alex. Sementara Harol hanya bertarung dengan tiga pengguna aura tetapi tuan muda tertua ini didatangi oleh sepuluh pengguna aura. Jelas ini sangat aneh, sehingga ia bergegas memberitahukan Harol untuk membawa bala bantuan. Dia ragu bahkan dengan dirinya sendiri pasti sangat sulit menyelamatkannya seorang diri belum lagi di kamar itu masih ada Merry dan Alpha.


Harol yang mendengar laporan Alen menjadi panik. Bahkan bila anaknya itu berbakat, mustahil bisa melawan 10 pengguna aura sendirian. Harol dengan cepat memerintahkan Alen untuk memanggil para knight sebagai pasukan penyelamat.


***


Justin dan Rain terus berlari menuju kamar tuan mereka tanpa menunda waktu. Di sepanjang jalan, mereka berkali-kali bertemu dengan para penyusup tetapi untunglah para knight sedikit semi sedikit telah menguasai pertempuran. Satu per satu para penyusup berhasil ditumbangkan di setiap lantai.


Namun kekacauan yang diperbuat akibat serangan ini jelas tidak sedikit. Lukisan-lukisan dan berbagai perabot di sepanjang lorong telah rusak.


Selain itu bukannya mereka tidak mengalami korban jiwa, terdapat beberapa pelayan khususnya wanita dan beberapa penjaga yang tewas akibat serangan ini.


Ketika kedua orang itu telah berada di dekat kamar Alex, mereka melihat para knight telah masuk ke dalam. Hati Justin menjadi tenang tetapi ia kembali panik ketika mendengar teriakan seseorang.


"Jangan ada yang bergerak! Jika tidak, gadis ini akan mati!"


Simon menangkap Merry sebagai sandara. Dia tidak menyangka bahwa penyusupan mereka telah terungkap begitu cepat. Jauh lebih baik bagi Simon untuk membawa penyihir tetapi mereka tidak cocok untuk penyusupan. Selain itu, mereka tidak memiliki assassin sehingga penyusupan mereka sangat kasar.


Ia menyerahkan A-25 kepada rekannya. Kondisi A-25 semakin parah. Mana bocah itu terus melonjak. Mereka harus segera kabur dan memberikan A-25 pengobatan secepatnya.

__ADS_1


Simon dan orang yang menangkap A-25 dilindungi oleh bawahannya yang lain. Mereka perlahan mundur menuju jendela sambil tetap berteriak mengancam.


Harol yang memimpin pasukan hanya bisa diam.


Bukankah ini bagus?


Harol merasa jika penyusup ini membawa anak adopsi itu keluar dari kediamannya bukankah itu akan sangat bagus. Bagaimanapun dia memang sangat ingin agar Merry tidak pernah ada di sini.


"Sialan! Lepaskan dia!"


Sayangnya Harol mendengar teriakan amarah Alex.


Anaknya terlihat sangat mengerikan. Kulitnya sudah sangat pucat seperti mayat karena tubuhnya penuh luka bahkan darah segar masih mengalir dari perutnya.


Namun anaknya ini masih bisa berdiri walau dengan kondisi seperti itu?


Alex terhuyun akibat kekurangan darah. Ia memang tidak merasakan apa pun tetapi tubuhnya masih terkena dampak akibat pendarahan. Ia menggunakan pedangnya sebagai tongkat untuk membantunya berdiri.


"Tuan Muda!"


Justin berlari ke tempat Alex sambil tetap mendukung Alex agar ia tidak jatuh. Sementara itu Rain berdiri di depan mereka sambil mengarahkan pedangnya kepada para penyusup.


Merry sudah sangat ketakutan. Ujung pedang yang tajam itu hanya berjarak kurang beberapa senti dari lehernya.


Merry bisa merasakan hawa panas dari aura di pedang itu.


"Merry ...."


Alex memanggil nama gadis kecilnya dengan lemah. Bahkan tubuhnya kini tidak dapat berdiri tegap, jadi bagaimana mungkin dia dapat menyelamatkan anaknya sekarang.


Tubuh Alex semakin goyah, dia memang tidak merasa pening secara internal tetapi akibat ketidakseimbangan tubuhnya yang kekurangan darah, pandangan Alex mulai berputar. Perlahan matanya menutup dan ia kehilangan kesadarannya.


Simon masih tetap tenang. Ia menganggap menyandera gadis bangsawan ini memang langkah yang tepat. Ia bisa melihat bahwa sang count dan prajuritnya tidak berani mendekat.


Simon memberikan sinyal kepada para bawahannya untuk segera kabur menerobos jendela. Karena semua adalah pengguna aura, mereka bisa mengaliri aura ke tubuh untuk mengurangi dampak dari melompat di ketinggian.


Klang!


Seorang bawahan yang membawa A-25 melompat dari jendela terlebih dahulu. Kaca jendela pecah berkeping-keping. Sebagai pengguna aura, ia tidak mungkin terluka hanya karena pecahanan kaca.


Kemudian satu per satu bawahannya yang lain juga pergi bersamaan dengan Simon. Mereka tetap menyandara Merry lalu kabur ke dalam hutan yang gelap.

__ADS_1


"AYAAAAHH!!"


Merry yang dibawa oleh Simon turun dari jendela menangis kencang. Ia terus memanggil ayahnya dengan suara serak.


"Alen," bisik Harol.


"Baik, Tuanku."


Walau Alen sudah berada di usia tuanya, dia masih memiliki pendengaran dan pemikiran yang tajam. Walau Harol hanya menyebut namanya, ia tahu apa yang harus dia lakukan. Perlahan Alen menghilangkan keberadaannya.


"Sial!"


Para prajurit yang berada di halaman mengejar para penyusup yang melarikan diri itu. Sayangnya pengejaran mereka gagal. Walau penyusup itu bukan assassin tetapi pakaian mereka yang hitam membantu kamuflase di hutan yang gelap.


"Tuan Muda!"


Justin panik ketika melihat tubuh tuannya yang semakin bersandar padanya. Ia bisa melihat bahwa tuannya telah tidak sadarkan diri.


"Tuan Count, Tuan Muda tidak sadarkan diri!"


Justin berteriak panik kepada Harol. Walau dia tahu beberapa langkah dalam pengobatan luka ringan, sayangnya luka yang dialami Alex melebihi pengetahuan medisnya.


Justin dengan dibantu Rain meletakan tuan mereka di lantai. Kepala Alex masih ditopang oleh tangan Justin sementara tubunya telah tergeletak di tanah. Sangat dapat dilihat dengan jelas luka parah di bahu, lengan, dan terutama di perut. Darah masih tidak berhenti mengalir keluar mengotori lantai dan pakaian Alex.


"Pendarahan!"


Harol berteriak marah melihat luka tusuk di perut anaknya ini. Dia tidak pernah seemosional ini sebelumnya. Perasaan marah dan takut menghantui pikirannya. Ini adalah naluri alami orang tua ketika melihat anaknya berada dalam keadaan kritis.


"Sial! Sial! Berikan potion! Panggil priest, alchemist, herbalist, atau siapapun, CEPAT!!"


Harol berteriak marah tetapi sayangnya selain potion, tidak ada pasukan medis yang berada di mansion.


"Tuanku tolong tenang, kita harus segera membawa tuan muda ke kuil."


Salah satu knight berusaha menenangkan kepanikan Harol.


"Benar! Cepat! Siapkan kereta! Cepat!"


Harol memberi instruksi dengan panik. Namun untungnya walau dengan tangan yang sedikit gemetaran, ia masih ingat untuk memberi pertolongan pertama dengan membalut luka anaknya dengan sobekan kemeja anaknya yang penuh darah.


Alex yang terluka parah langsung dilarikan ke kuil. Lukanya sangat parah, bahkan potion yang dimiliki House of Fertiphile tidak dapat mengobatinya. Dalam perjalanan, mereka semua berdoa semoga beberapa priest masih berada di kuil.

__ADS_1


__ADS_2