
Beberapa hari kemudian rapat antar bangsawan berlangsung.
Kali ini seluruh keluarga bangsawan tanpa membedakan koalisi berkumpul.
Selain koalisi dari Sandwealth, kebanyakan keluarga bangsawan diwakili oleh para pewaris ataupun bangsawan rendah yang ditunjuk atas nama lord mereka.
Ini cukup wajar. Walaupun mereka masih bagian dalam satu kerajaan tetapi tidak ada yang mau masuk ke kandang musuh begitu saja.
Oh tentu saja selain bangsawan, para perwakilan kuil dari berbagai wilayah Kerajaan Artchania juga ikut bergabung dalam rapat. Mereka adalah bantuan yang diberikan baik dari Pontheum ataupun kuil setingkat presbhenon ataupun presbheum. Rata-rata membantu dengan mengirim tenaga medis dan logistik, maupun pasukan seperti paladin.
Prince William tentunya adalah orang yang mengetuai rapat.
Sementara Duke Sandwealth walaupun dia adalah tuan rumah tetapi dia tidak menggunakan banyak manuver dalam rapat ini.
Terutama melihat keluarga bangsawan musuh yang hanya diwakili oleh pewaris ataupun bangsawan yang ditunjuk.
Jadi seperti harapannya, ketika Pangeran William menjelaskan pembagian struktur komando dan barisan, tidak ada satupun sanggahan.
Entah itu karena bangsawan lain adalah anak ingusan yang belum memiliki banyak pengalaman atau mereka sebenarnya tahu itu tetapi tidak punya nyali untuk mendebat pangeran.
Pada akhirnya seperti yang telah diputuskan, pasukan kerajaan yang dalam hal ini adalah pasukan istana dan pasukan dari koalisi Sandwealth akan menjadi pasukan utama. Sementara pasukan dari bangsawan koalisi Norchaster dan koalisi Hornwall akan menjadi pasukan sayap.
Pertemuan itu tidak berlangsung lama.
Setelahnya, Harol pergi ke tempat Joshua, dia ingin menanyakan beberapa hal.
"My Lord, apa ada yang dapat saya bantu?" tanya Joshua.
"Aku ingin menanyai beberapa hal. Aku dengar Tuan Muda Tertua Morhust pergi dengan anakku untuk membantu Otilia dalam fiefwar."
"Iya, itu benar Tuanku."
"Kau tahu alasannya?"
"Saya tidak terlalu memahami tujuan dari saudara tertua saya. Saya mohon maaf Tuanku."
Harol menghela nafas.
Dia telah mendengar dari bawahannya bahwa Alex telah pergi ke Otilia. Dia tidak tahu apa tujuan anak itu.
Setahu Harol sifat Alex yang tidak terlalu mengambil pusing seharusnya membuatnya tidak terlalu tertarik dengan fiefwar.
Sial, aku benar-benar tidak mengerti alur pikirannya!
Sementara itu, Joshua juga sepertinya mengetahui kurang lebih yang dipikirkan Harol.
Joshua beberapa kali pernah bertemu dan mendengar beberapa hal mengenai Alex dan dia setidaknya mengetahui sifat orang itu.
Hanya ada satu kata yang mendeskripsikannya yaitu 'lemah'.
Joshua awalnya tidak percaya bahwa anak dari seorang swordmaster sekelas Harol memiliki anak yang lemah.
__ADS_1
Dia tidak bisa tidak bertanya-tanya mengapa saudaranya yang merupakan seorang maniak perang mau bergaul dengan Alex.
Setelah tidak ada yang dibahas, Harol pergi.
Sepanjang jalan dia terus memikirkan mengapa Alex ingin mengikuti fiefwar.
Namun pemikiran itu sedikit terganggu karena kehadiran Duke Sandwealth.
Setelah mengucapkan salam, duke dan Harol memutuskan untuk berbicara di ruang kerja milih Duke yang tidak didengar oleh seorang pun.
"My Lord, Ada yang ingin saya bicarakan," ucap duke.
"Tentu Tuanku."
"Kamu tahu, ini mungkin akan menjadi perang panjang dan kemungkinan kerajaan tidak akan sanggup membiayai kerugian terhadap duchy. Terlebih masalah pangan dan keuangan."
Harol tahu apa yang ingin dibicarakan duke. Pada intinya dia pasti akan meminta kuota panen lagi.
"Jadi karena mungkin akan ada krisis pangan melanda daerah saya, maka apa Tuanku keberatan untuk memberikan beberapa anugrah?"
Harol tidak langsung menjawab ataupun menolak. Dia tersenyum sambil bertanya.
"Tuanku, bukankah His Royal Highness telah bersabda bahwa kemenangan yang gemilang membutuhkan pengorbanan yang besar?"
"Ah, iya Tuanku benar. Hanya saja Tuanku pasti mengetahui bahwa saat ini tidak hanya wargaku saja tetapi seluruh pasukan yang ada disini biaya makannya ditanggung olehku jadi apakah mungkin Tuanku dan saya dapat saling bahu membahu untuk kemenangan yang gemilang ini?"
"Tuanku Anda tahu kan daerah saya saat ini sedang mengalami penurunan produksi pangan? terutama inflasi akibat fiefwar hebat beberapa waktu lalu."
Duke menghela napas. Harol tahu karena identitas orang ini adalah bangsawan agung jadi dia tidak akan memohon lebih banyak lagi. Namun entahlah, mungkin dia akan memecahkan semua barang di ruang kerjanya sebentar lagi."
"Oh benar, Tuanku, Aku mendengar Jared telah memasuki Akademi Militer tahun ini?"
"Benar Tuanku. Dia telah memasuki Akademi Militer pada awal musim semi lalu."
"Ah begitu ... yah itu sama dengan Alivia yang masuk pada akademi militer di tahun yang sama."
Jared yang merupakan anak kedua dari Harol telah bertunangan dengan Alivia, salah satu anak perempuan dari duke.
"Selamat Tuanku. Saya berharap keduanya akan semakin dekat."
"Benar ... benar ..... Lalu bagaimana dengan Otilia? Apa Tuanku memiliki kabar terbaru?"
"Yah, saya hanya tahu bahwa ibukota county-nya telah jatuh."
"Begitu, tetapi Anda dan Morhust telah mengirim pasukan bantuan?"
"Benar, saya walaupun sedikit mungkin itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Saya hanya berharap Otilia dapat menang."
Kata-kata Harol mungkin terdengar biasa-biasa saja. Namun duke dapat membaca pesan tersirat dari ucapannya.
Itu tidak lain adalah ejekan bagi duke karena tidak datang membantu Otilia. Duke mungkin dapat membela diri dengan mengatakan bahwa duchy miliknya sedang diserang oleh kerajaan musuh atau dengan menyerang prilaku politik Harol yang justru selalu tidak membantu temannya dalam fiefwar sebelumnya.
__ADS_1
tetapi itu adalah pernyataan bunuh diri karena pada faktanya Otilia dan Yorksall adalah dua county yang secara perjanjian mendapat perlindungan duke sebagai ketua koalisi.
Bahkan jika dia membela diri ini justru membuat integritasnya sebagai pemimpin koalisi semakin tidak kompeten di mata bangsawan lain.
Jadi Duke memilih untuk berpura-pura tidak memahami pesan tersirat itu.
"Yah, benar. Saat ini koalisi kita sedang diguncang oleh berbagai kekuatan. Saya berharap kita dapat terus berhasil dan selamat," ucap Duke.
"Lord Fertiphile, saya ingin memberitahu sesuatu ..."
Kali ini Duke mulai menurunkan volume suaranya.
"Perdana Menteri kita mungkin tidak akan dapat mempertahankan jabatan lebih lama lagi."
"Apa ada sesuatu di parlemen?"
Harol juga menjadi penasaran ketika Duke mengatakan ini. Bagaimanapun kondisi lembaga eksekutif akan sangat mempengaruhi masa depan negara kedepannya.
"Perilaku ekspansif Canadia, hubungan Whitesburg dengan Norchaster yang semakin buruk, dan hubungan negara kita dengan Kerajaan Cephareae dan Kerajaan Ibeltia yang sudah sampai seperti ini. Apa menurut Anda Perdana Menteri kita kompeten?"
"Tuanku, Apa Anda ingin menjatuhkan kabinet?"
Duke tersenyum.
"Tuanku, kita adalah koalisi terbesar di House of Lords. Namun masalahnya kita belum mendapat suara mayoritas. Saya telah melakukan audiensi dengan His Eminence Pontifex dan High Priest of Ariella's Presbhenon. Keduanya menunjukkan sikap yang cukup kooperatif."
"Namun Tuanku, untuk memakzulkan Perdana Menteri itu harus mendapat suara mayoritas di House of Lords sebelum masuk ke House of Parliament," ucap Harol.
Kerajaan Artchania adalah kerajaan yang menganut parlemen trikameral di antaranya House of Parliament, House of Lords, dan House of Spiritual. Dimana masing-masing memiliki tugas dan wewenang tersendiri.
Dalam prosedur untuk membubarkan kabinet, maka langkah awal adalah oposan mendapat suara mayoritas di House of Lords. Kemudian wacana tersebut diteruskan ke House of Parliament sehingga bersama dengan Monarki dan House of Spiritual dapat memutuskan sikap politik dengan membubarkan kabinet atau tidak.
Namun posisi perdana menteri saat ini cukup kokoh. Ini bukan karena koalisi pemerintah yang besar tetapi kondisi oposisi mereka yang terpecah belah. Setidaknya ada dua oposisi yang saling menyerang yaitu Koalisi Sandwealth dan Koalisi Norchaster. Jadi dengan adanya perang politik tiga sudut ini menyebabkan posisi eksekutif dapat tetap survive karena oposan yang tidak solid.
"Tuanku, apakah Anda akan mencoba berdamai dengan Norchaster?"
Bagi Harol entah Sandwealth berdamai dengan Norchaster atau tidak itu tidak penting. Karena secara kerjasama bisnis pun Harol sudah cukup baik dengan Norchaster dan orientasi politik dia sudah menjalin kerjasama dengan Sandwealth. Namun yang menjadi masalah adalah hubungan kedua duke itu masih memanas. Tidak ada di antara keduanya yang mau meminta damai terlebih dahulu.
"Hah ... mungkin kita harus sedikit menyingkirkan ego dan membagi rezki bersama-sama. Tuanku apakah Anda keberatan menjadi penengah?"
Harol cukup kaget karena ini pertama kalinya dia melihat Duke Sandwealth yang terkenal keras kepala mau mengajak berdamai dengan rivalnya terlebih dahulu. Namun ini juga adalah hal baik bagi Harol.
"Tentu Tuanku."
"Terima kasih Tuanku. Saya yakin Norchaster tidak akan menolak. terlebih jika kita sedikit membagi prestasi dalam perang ini pasti akan membuat mereka mengangguk begitu saja."
"...."
Dia ternyata sudah berniat menunggangi strategi Pangeran William untuk berdamai dengan Norchaster. Dia orang tua yang licik, pikir Harol.
Keduanya saling berjabat tangan dengan senyum yang menutupi pikiran masing-masing.
__ADS_1