THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
LESE NOBLESSE(2)


__ADS_3

Viscounty of Alchera


Di kamar yang terlihat boros, seorang anak perempuan wanita terlihat tidur dengan nyenyak. Wanita itu memiliki rambut berwarna merah menyala dengan kulitnya yang putih cerah. anak perempuan itu terlihat masih remaja berusia tiga belas hingga lima belas tahun.


Tok tok tok ...


"Nona Muda, waktunya Anda bangun."


Seorang maid mengetuk pintu dengan pelan dan terlihat memiliki wajah yang penuh keraguan.


"Nona, saya izin untuk masuk."


Setelah cukup lama mengetuk pintu, maid itu segera membuka pintu kamar anak perempuan itu dengan kunci cadangan.


Maid ini adalah pelayan pribadi wanita itu. Sehingga ia memegang kunci cadangan untuk membuka pintu kamar tuannya jika sesuatu yang mendesak diperlukan.


Jika pada hari biasa anak perempuan itu bisa tidur sesuka hatinya, tetapi khusus untuk hari ini dia harus bangun pagi.


Itu karena mereka harus berangkat ke Fertihall untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh count.


Butuh waktu satu hari perjalanan dari  Alchera menuju Fertihall.


Dengan usaha yang tidak sedikit, maid itu pun berhasil membangunkan Shirley dan segera membawanya ke garderobe untuk membersihkan wajahnya.


Pagi yang cerah seperti biasanya. Shirley telah bangun dan selesai berdandan. Ia terlihat sangat cantik dan penuh semangat. Kini waktunya ia menikmati pagi yang cerah ini. Hahhh ... pagi yang cerah di hutan yang rindang, sungguh menyegarkan.


Ia adalah salah satu cucu dari seorang viscount terbesar di wilayah Fertiphile. Shirley tinggal di sebuah mansion yang cukup besar. Ini juga rumah yang ditinggali oleh sang viscount yang jika dihitung, mansion ini memiliki empat lantai dan nyaris seukuran mansion milik seorang count.  Ayah Shirley adalah satu-satunya anak laki-laki yang dimiliki viscount sehingga gelar viscount tersebut sudah pasti akan diwariskan kepada ayah Shirley.


Setelah menyediakan sarapan untuk Shirley,  maid itu bergegas pergi untuk membereskan kamar tuannya.


Sambil menikmati makanannya Shirley menunggu dua orang bawahan kepercayaannya. yatu Seral dan Leen.


Seral adalah seorang warrior wanita yang ahli menggunakan pedang. Ia memiliki kelas sebagai seorang knight. Sementara Leen adalah seorang ranger  yang menggunakan panah, dia memiliki kelas sebagai seorang marksman.


Seral terlihat lesu dan matanya juga sedikit sembab.


"Kamu kenapa?" tanya Shirley.


"Ha? Maaf, aku barusan bangun hoam ...," ucap Seral.


"Yang benar saja," ucap Leen yang menepuk jidatnya karena tidak percaya dia harus berteman dengan orang seperti ini.


"Sebaiknya kamu mencuci wajah dulu," ucap Shirley.


"Tidak masalah Nona mudah. Hahaha ... jangan khawatir," ucap Seral.


"Hei ... hei, kami khawatir bukan padamu, kami khawatir pada diri kami sendiri. Kami tidak mau malu karena ada orang jorok sepertimu yang berjalan-jalan bersama kami."

__ADS_1


Perkataan Leen memang kasar. Namun hanya orang tertentu yang akan tersinggung. Orang-orang itu adalah mereka yang memiliki IQ di atas 90, dan Seral tidak termasuk golongan kaum itu.


"Ooh ... oke-oke."


Seral pun pergi dan langsung mencuci wajahnya. Shirley dengan tabah harus menunggu lagi. Semoga matahari tidak semakin tinggi.


Setelah semua selesai dan Seral sudah siap sedia, mereka akhirnya berangkat. Shirley berada di depan sementara Leen dan Seral di belakangnya.


Mereka harus segera bersiap-siap karena jika terlambat, viscount bisa memarahi mereka.


Ketika mereka menuju halaman depan mansion, ketiganya melihat karavan yang cukup besar. Ini adalah karavan yang akan segera membawa viscount dan keluarganya menuju Fertihall.


Ketiga orang itu menuju kereta yang sama. Walaupun Shirley adalah seorang bangsawan tetapi karena kedekatannya kepada Leen dan Seral, belum lagi dengan alasan keamanan, keduanya diizinkan masuk ke kereta Shirley.


Shirley tahu Count of Fertiphile adalah suami dari bibinya yang kini telah menjadi countess.


Dulu Shirley sangat dekat dengan bibinya tetapi seiring berjalannya waktu ia semakin jarang ke sana.


Penyebabnya adalah istri pertama dari sang count yaitu Clara dan anaknya yang bernama Alex. Kakek Shirley  yakni Viscount of Alchera pernah menceritakan kepadanya bahwa kedua orang itu adalah orang asing yang merusak rumah tangga count.


Akibatnya Shirley sangat tidak menyukai Alex bahkan ketika ia beberapa kali berpapasan, dia memilih menghindari anak laki-laki itu.


Namun sekarang ia bersama dengan ayah dan kakeknya harus menghadiri acara Alex membuat Shirley sangat tidak puas dan penuh kemarahan.


***


Fertihall, County of Fertiphile


Alen secara langsung bertanggung jawab atas acara yang akan segera dilaksanakan.


Ini mungkin adalah acara yang paling boros yang pernah dikeluarkan oleh Rumah Fertiphile selain Dies Natalis  Aliansi Fertiphile yang sebelumnya telah dilaksanakan.


Acara ini akan dimulai dengan Tea Party di pagi hari kemudian diakhiri dengan pentas kesenian pada malam hari.


Pagi hari dianggap waktu yang cocok untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Salah satu aktivitas itu adalah berkumpul bersama dan meminum teh hangat yang nikmat.


Pesta Teh di laksanakan di halaman mansion.


Pesta Teh merupakan acara penyambutan terakhir yang dilaksanakan oleh Fertiphile untuk menyambut seluruh tamu undangan terutama para bangsawan dan para pendeta. Ide ini dicetuskan Clara yang sangat antusias dengan perayaan anaknya yang kini telah mendapat gelar baron. Ide itu pun mendapat dukungan dan persetujuan semua orang, termasuk Harol.


Untuk meramaikan suasana, Harol juga mengundang para masyarakat kalangan atas untuk non-bangsawan dan pendeta seperti para pedagang besar dan orang-orang berpengaruh lainnya. Ini juga semacam kesempatan untuk menunjukkan kepada publik prestasi yang telah dicapai oleh anaknya.


Para tamu sudah mulai berdatangan.


Harol dan Liana seperti biasa akan menyambut para tamu.


Liana yang merupakan seorang countess akan selalu berada di sebelah Harol. Walaupun ia terus tersenyum untuk menyambut para tamu tetapi pada kenyataannya, ia merasa gelisah. Kegelisahan itu sudah lama muncul semenjak pengumuman kemenangan Otilia terhadap Canadia dan pemberian gelar baron kepada Alex.

__ADS_1


Ini menunjukkan Alex sudah memiliki daya tawar sebagai calon suksesor count terlepas impotensinya.


Ini untuk pertama kalinya Liana merasa tidak aman. Ini tidak hanya untuk posisinya sebagai seorang countess tetapi juga posisi anak-anaknya kelak dalam suksesi warisan.


Sementara itu Clara terlihat tidak jauh dari dua pasangan itu.


Jika biasanya dia hanya menatap mereka dengan tatapan sedih, kini ia justru sangat riang.


Bagaimana tidak, ini adalah acara yang dibuat untuk prestasi anaknya. Jadi walaupun ia tidak bisa mendampingi Harol, ia masih merasa senang.


"Ah! Selamat datang High Priestess," sapa Clara


Clara melihat High Priestess Feodora telah datang ditemani oleh beberapa priestess muda.


"Nyonya Fertiphile, senang bertemu denganmu. Selamat, Alex sudah menjadi seorang baron sekarang."


High Priestess Feodora datang dan menyapa Clara.


"Terima kasih, Nyonya High Priestess."


"Ngomong-ngomong, dimana bintang utama kita sekarang? Aku tidak melihatnya?"


Feodora melihat ke sekitar tetapi tidak melihat Alex.


"Alex masih berada di kamar, tetapi dia sebentar lagi akan turun."


Clara dan Feodora mengobrol mengingat masa lalu dengan pembahasan utama adalah Alex tentunya.


"Benar, aku ingat memang Alex sejak masih bayi sudah sangat lucu. Dia anak yang sehat dan berbakat," ucap Feodora.


Feodora adalah seorang priestess yang membantu persalinan Clara melahirkan Alex.


"Benar, terima kasih atas bimbingan High Priestess."


Selama menjadi ibu, Clara banyak dibimbing oleh Feodora. Terlebih Alex adalah anak pertama Clara sehingga ia sangat membutuhkan bimbingan.


Tidak terasa, mereka terus mengobrol hingga keduanya didatangi oleh Harol dan Liana.


Harol juga menyapa Feodora dengan sopan.


Kedatangan count dan countess itu juga secara tidak langsung mengundang para tamu lain untuk mengobrol bersama.


Di sini terlihat para kepala keluarga yang membawa pasangan dan anak-anak mereka juga sudah saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.


Semua kepala keluarga terutama viscount dan baron sangat antusias membawa anak perempuan mereka.


Itu karena mereka tahu, Alex sama sekali belum bertunangan.

__ADS_1


Jadi ketika mereka berbicara dengan Harol, akan muncul banyak pertanyaan mengenai pertunangan Alex.


Sayangnya baik Harol dan Clara tidak bisa memberitahukan kondisi yang sedang ditimpa Alex. Mereka hanya tersenyum canggung.


__ADS_2