
Regis akan segera melakukan marching dengan pasukannya sebagai perwujudan dari pelaksanaan perintah Raja Theodore II.
Bersama dengan pasukan kerajaan dan bangsawan lainnya, Regis akan segera bergabung.
Dia mengenakan full armor berwarna emas dengan mana stone sebesar setengah telapak tangan tertanam di dada armor-nya.
Untuk anak usia 16 tahun, Regis tergolong tinggi. Dia memiliki tinggi 172 cm, walau tinggi tersebut sangat kalah jauh dari Alex yang 182 cm pada usia yang sama.
Setidaknya ada 8.000 tentara yang akan melakukan marching. Dimana 20% tentara yang memiliki kelas yang rata-rata merupakan knight dan beberapa merupakan wizard, marksman, dan lancer. Sementara sisanya adalah para prajurit reguler non-kelas dan partisan.
Tidak hanya itu. Mereka juga memiliki perlengkapan magic cannon yang mampu mengeluarkan sihir tingkat 3. Sebenarnya Morhust telah memiliki perjanjian untuk membeli magic cannon yang mampu mengeluarkan sihir tingkat 4 dari Fertiphile. Namun karena masalah fief war yang menimpa begitu banyak daerah feodal menyebabkan Fertiphile menunda produksi.
Morhust juga mengerti jadi mereka memperpanjang kontrak.
"Joshua!"
"Iya, Kak?"
Joshua adalah salah satu saudara Regis. Dia berasal dari ibu yang sama. Dia memiliki fisik terutama warna rambut yang tidak terlalu berbeda dengan Regis kecuali dia memiliki tinggi 166 cm. Namun secara sifat, anak ini berbeda dengan Regis, dia tenang dan cenderung introvert. Umurnya sendiri tahun ini menginjak 15 tahun. Berbeda dengan keluarga Fertiphile yang sangat ortodoks dan fanatik terhadap jalur ksatria, Keluarga Morhust cenderung lebih terbuka pada semua bakat. Itu sebabnya Joshua akan mencoba mengambil jalur sebagai seorang penyihir di mana dia pada tahun ajaran berikutnya akan mendaftar di King Julius' Magical University milik kerajaan.
"Kamu sekarang berada pada usia dewasa. Ini adalah kesempatanmu untuk mendapatkan pengalaman memerintah county."
"Baik, Kak."
Selama kepergian saudaranya dalam medan perang, Joshua akan dipercayakan sebagai Interm Governor bagi Morhust. Joshua telah mendapat beberapa pelajaran dasar tentang ilmu pemerintahan dan politik. Sekarang saatnya untuk mempraktekkan ilmu yang didapat.
"Roarr!!."
Seekor drake ditarik menggunakan rantai sihir oleh setidaknya lima orang knight ke arah Regis.
Regis tersenyum bangga.
Ini adalah hewan kesayangannya yang ia beli dari United States of Avargia. Itu adalah negara Beastman di wilayah timur Benua Laurentia.
Beastman sendiri sering dikategorikan sebagai demihuman. Walaupun mereka memiliki tingkat kepintaran yang setara dengan humanoid bahkan banyak yang mengakui kecantikan mereka, tetapi tetap saja beastman tidak dapat dikategorikan sebagai humanoid mengingat adanya berbagai organ tubuh yang menyerupai makhluk lain.
Regis kemudian menaiki drake tersebut.
Drake adalah variasi dari small dragon yang memiliki elemen dasar berupa tanah dan angin. Itu sebabnya mereka memiliki kulit yang tebal dan kaki yang kuat.
"RAAAARRRRRRRR!!!"
Drake itu meraung dan mengangkat kaki depannya sehingga menunjukkan otoritasnya sebagai makhluk terkuat di sini.
Hal itu menyebabkan kuda milik para prajurit ketakutan hingga mengeluarkan suara rikikan.
Drake yang ditunggangi oleh Regis tersebut berjalan ke depan dengan gagah.
Dengan Regis berada di barisan paling depan menandakan marching akan segera dimulai.
Para prajurit dengan kelas berkumpul di barisan berikutnya tentunya mereka mengendarai kuda. Sementara prajurit reguler dan non-kals dan partisan berada di barisan paling belakang dengan sebagian besar dari mereka akan berjalan kaki.
Regis mengangkat pedangnya ke langit.
Dia hendak menurunkannya sebagai pertanda marching dimulai.
Namun ketika dia hendak melakukannya, sebuah kuda pembawa pesan berlari tak jauh dari pandangannya. Apa yang membuat Regis tertarik adalah bendera yang dibawa oleh penunggang kuda itu adalah bendera kebangsawanan Fertiphile.
Dengan cepat Regis menyarungkan pedangnya.
Prajurit yang hendak meniup trumpet fanfare kebingungan dengan maksud dari gerakan itu.
__ADS_1
Regis yang menunggangi drake bergerak ke tempat pembawa pesan itu berhenti dimana tempat itu merupakan lokasi kepala pelayannya berada.
"Ada apa?" tanya Regis.
Kuda yang ditunggangi pembawa pesan ketakutan ketika dia melihat drake tetapi Regis tidak peduli dan bertanya lagi.
"Tuan Governor, ini adalah pesan dari Tuan Muda Fertiphile," kata Kepala Pelayan yang memegangi surat itu.
Regis turun dari drake-nya. Dengan sigap, knight di belakangnya memegangi tali kendali drake agar makhluk itu tidak lari.
Regis langsung mengambil surat itu lalu membukanya.
Beberapa minggu sebelumnya, Regis mendapat pesan dari Alex untuk bekerja sama dalam pengelolaan false dungeon. Regis cukup terkejut karena ini pertama kalinya sebuah false dungeon muncul di wilayah timur kerajaan. Namun Regis menemukan sesuatu yang aneh. Yakni, jika false dungeon ditemukan, seharusnya sudah ada berita bahwa count membawa pasukan untuk menaklukkan dungeon.
Tidak hanya itu, penemuan dungeon juga terlalu berdekatan dengan waktu kepergian count. Jadi Regis pun memeriksa keberadaan false dungeon di Fertiphile tetapi tidak menemukan apapun dari laporan resmi Fertiphile. Sebaliknya dia justru menemukan laporan false dungeon di Guild Adventurer dan klien atas false dungeon itu dipegang oleh sebuah perusahaan. Dengan sigap Regis mengerti apa maksud dari permintaan Alex. Temannya ini ingin agar dia bekerjasama mengusir perusahaan dari hak milik dan hak mengelola false dungeon. Regis sempat tidak percaya, temannya yang pernah menolak 30% kepemilikan saham tambang Skavian miliknya kini malah ingin memonopoli False Dungeon seorang diri. Namun tentu saja, sebagai teman yang baik, dia akan mendukungnya.
Sekarang, apa pesan yang dikirim temannya ini?
Regis membaca isi pesan.
Dia kembali membaca isi pesan itu berulang-ulang.
Dia tiba-tiba mematung.
Surat itu jatuh dari tangannya.
"Tuan?"
"Kakak?"
Kepala Pelayan dan Joshua yang berada di dekatnya bertanya-tanya apa isi surat itu sampai membuat Regis seperti ini.
"Sial!!!"
Dia dengan cepat menaiki drake-nya dan langsung menendang drake itu untuk berlari.
"Kakak!"
"Joshua, mulai hari ini tugas pertamamu memimpin pasukan dalam perang! Soal memerintah serahkan itu pada para petinggi!"
Regis yang mengendarai drake dalam kecepatan penuh memberikan teriakan instruksi kepada Joshua dan yang lainnya.
Dia tidak lagi melihat dan mendengar kepanikan dari Joshua dan para bawahannya yang lain. Bahkan beberapa knight mengejarnya dengan kuda. Namun karena drake adalah magic beast dengan high class jadi mudah saja baginya untuk membuat jarak yang sangat jauh dengan para knight.
Dengan cepat Regis telah meninggalkan kota dan pergi menuju Fertiphile.
***
Grain dan Riven sedang ditugaskan untuk mengawasi gerbang masuk Kota Fertihall.
Ini adalah tugas pertama mereka setelah bergabung dalam prajurit reguler.
Sejak umur 15 tahun, mereka telah masuk di barak dengan cita-cita dapat menjadi seorang tentara.
Tidak terasa kini mereka telah mencapai mimpi tersebut.
Gaji prajurit non-kelas memang cukup kecil tetapi ini bisa dianggap pekerjaan yang cukup prestius bagi rakyat jelata.
"Hei Riven, setelah tugas selesai, kita akan pergi minum, oke?"
"Iya, terserahmu saja."
__ADS_1
"Ini hari yang sangat cerah. Sangat disayangkan jika tidak minum. Hmm ... bagaimana lain waktu kita mengundang semua orang dari kelompok kita di barak?"
"Maksudmu semacam reuni gitu?"
"Nah, benar! Aku ingin melihat mereka semua."
Saat di barak, mereka berada di kelompok yang sama yaitu kelompok greenland.
"Kita ada 30 orang. Bagaimana jika kita mengundang Pak Robinson?" tanya Grain.
"Iya, tidak masalah," jawab Riven.
"Bagus, berarti ada kamu, aku, Pak Robinson , lalu ...."
Grain menghitung satu per satu anggota yang pernah sekelompok dengannya.
"Jack, Raddis, lalu ada Alex-"
Tiba-tiba Riven menutup mulut Grain cepat. Sambil berbisik dengan takut.
"Apa yang kau lakukan! Jangan sebut nama itu dengan santai, Bodoh?!"
"!!!"
Grain tersadar. Setelah mulutnya tidak lagi tertutup, dia berbisik kepada Riven.
"Maaf, ini salahku. T-tadi kita hampir celaka."
Riven mengangguk.
Keduanya melirik ke kanan dan ke kiri. Melihat tidak ada yang sadar dengan nama orang yang mereka ucapkan, keduanya menghela nafas lagi.
Bagi rakyat jelata seperti mereka, mengucapkan nama seorang seperti Alex secara sembarangan dan bahkan tanpa penggunaan gelar, dapat dianggap menghina dan terancam terkena lese majeste. Apalagi kedua orang ini adalah prajurit county jadi mereka tidak hanya terkena hukum sipil tetapi juga hukum militer.
"Tapi bro, entahlah aku merasa sangat merindukan teman kita itu. Walau dia cukup pendiam tetapi jika dia tidak ada, kelompok kita akan selalu merasa ada yang kurang."
Grain berkata sambil menggaruk rambutnya dan memberikan senyum bodoh.
"Hah ... ya kutahu. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Kita berada di dunia yang berbeda dengannya."
"Kamu benar, tapi jika ada kesempatan, aku ingin bertemu dengannya, setidaknya kita harus mengundangnya minum sekali."
Grain dan Riven hanya mengangguk setuju. Keduanya memang tidak dapat mengucapkan nama orang itu sembarangan tetapi di dalam hati mereka, orang itu akan selalu menjadi salah satu sahabat terbaik mereka.
"Apa itu?"
Pertanyaan salah satu prajurit penjaga gerbang lain mengalihkan pandangan keduanya.
Mereka melihat dari jauh sekumpulan debu berterbangan dan terdapat siluet sekecil titik di antara debu-debu itu.
Grain, Riven, dan prajurit lainnya tidak tahu apa itu. Mereka hanya menunggu benda itu datang.
Seiring berjalannya waktu, semakin benda itu dekat, semakin kelihatan wujudnya.
"Ya Dewa! Itu monster?!"
Dengan cepat mereka langsung mengangkat senjata dan siap menebas makhluk menyeramkan itu.
"Berhenti!"
Tiba-tiba suara yang mendominasi muncul dan kemudian mereka tersadar, di punggung makhluk itu, duduk seorang pria berambut pirang dan ber-armor emas.
__ADS_1
"Aku, Tuan Muda Tertua Morhust, ingin bertemu dengan Tuan Muda Tertua Fertiphile. Sekarang kalian menyingkir!"