
Warren dan Burren merupakan saudara yang telah tumbuh bersama sejak kecil. Mereka terlahir dari keluar biasa tetapi kini, di usia Warren yang telah menginjak 25 tahun dan Burren yang 17 tahun, mereka telah mencapai tingkat yang bahkan belum tentu didapat oleh orang yang memiliki privilege.
Yup, keduanya adalah co-Founder dari Nightorb Corporation dengan kepemilikan saham keduanya jika digabung mencapai 23,4% dari kapitalisasi 57.000.000 G. Nilai itu tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan tambang milik Regis yaitu Skavian yang memiliki kapitalisasi 258.000.000 G.
Perusahaan mereka masih beroperasi pada tingkat regional, tepatnya hanya mencakup kawasan County of Fertiphile.
Mereka kesulitan melakukan ekspansi, selain dikarenakan masalah pemodalan juga mereka harus menghadapi para incumbent.
Jadi selama bertahun-tahun perusahaan ini hanya melakukan penambangan di County of Fertiphile.
Pada hari ini, Warren yang merupakan CEO telah mendapat kabar baik.
Petualang yang mereka sewa telah berhasil menaklukkan raid pada False Dungeon.
False Dungeon ...
Bagi para pengusaha tambang, itu bisa dianggap sebagai berkah dari langit. Dia awalnya tidak percaya timnya berhasil menemukan sebuah false dungeon. Padahal research yang mereka lakukan terkesan abal-abal dan hanya dilatarbelakangi oleh laporan warga sekitar yang mengatakan bahwa jumlah monster sedikit meningkat. Namun tidak ada serangan yang terjadi di kawasan penduduk.
Warren telah menyiapkan dana yang dibutuhkan untuk raid, dalam hal ini mencakup bayaran kepada para petualang dan tentunya uang 'terima kasih' kepada guild petualang.
Perusahaan mereka bahkan rela mengambil kredit untuk mendapatkan dana ini. Jadi Ini adalah uang yang sangat banyak bagi perusahaan mereka.
Tok ... tok ... tok ....
Suara ketukan pintu terdengar.
Warren mempersilahkan masuk.
Itu adalah Burren, Direktur Operasional dan Produksi.
Burren duduk di kursi tamu.
"Kakak, apa kamu sudah membaca laporan dari para petualang?" tanya Burren.
"Tentu, bukankah ini hebat! Sekarang kita akan menjadi pemilik false dungeon pertama di county!" teriak Warren.
Burren adalah seorang anak yang jenius. Di usianya yang masih 17 tahun, dia telah banyak melakukan kinerja bisnis yang luar biasa. Bahkan para stakeholder mengakuinya membuat mereka mengakui posisi direktur sangat pantas kepada anak itu.
Dia hanya duduk tenang sambil melihat semangat dari kakaknya.
"Kakak, ini masih belum selesai. Pertarungan sebenarnya baru akan dimulai."
Warren berhenti tertawa. Wajahnya serius dan mengangguk paham.
"Aku mengerti. Sekarang giliran kita yang akan berjuang."
Warren menghela nafas.
"Kakak tidak usah khawatir. Aku sudah menyiapkan strategi bersama dengan direktur keuangan. Selain itu, aku sudah menghubungi bangsawan yang cukup dekat dengan count," ucap Barren.
Warren menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu tetapi dari yang kudengar sang count adalah orang yang tegas dan bahkan sangat sulit bagi bawahannya untuk membujuknya," ucap Warren.
Barren hanya tertawa kecil.
"Kau belum mendengar semuanya. Kakak apa yang membuatku yakin kita akan menang adalah ini sebenarnya akan terungkap cepat atau lambat tetapi aku akan memberitahumu sekarang. Para bangsawan yang telah kutemui mengatakan count telah pergi dari county untuk memimpin pasukannya dalam perang melawan Kerajaan Ibeltia."
"Sungguh?!"
__ADS_1
Warren berteriak kaget. Sementara Barren tersenyum tipis.
"Ini bahkan bukan yang terbaiknya. Kamu tahu, Kak? Putra tertua sang count yang dikenal sebagai bangsawan sampah akan menjadi interim governor."
"Apa kamu bilang! Si lemah itu?!"
Warren ingat berita mengenai anak tertua sang count. Anak itu berulang kali kalah dari putra kedua dan pertama. Selain itu si anak tertua tidak memasuki akademi militer.
Bagi county yang sangat memuja kemiliteran seperti County of Fertiphile, keberadaan anak yang bahkan tidak bisa memasuki akademi militer adalah sebuah aib.
"Jadi kakak, kamu tidak usah khawatir. Ini akan jauh lebih mudah dari semua skenario yang telah kita perhitungkan," ucap Barren.
"Hahahahaha ... ini sungguh luar biasa! Mulai besok aku akan pergi ke kuil dan membagikan sekantong keping emas!" teriak Warren.
Mereka kini tidak perlu khawatir dengan resiko kegagalan mereka dalam melakukan lobi dengan sang count ataupun di pengadilan. Bahkan mereka sempat merancang untuk memberi sang count 30% kepemilikan false dungeon.
"Kita tidak perlu membuang banyak sumber daya untuk anak itu. Cukup berikan dia setumpuk uang dan imingi dia pujian dengan mengatakan 'Selamat Tuanku, hanya di eramu, county kita tercinta berhasil menemukan false dungeon! Ini akan menjadi sumber kemakmuran baru bagi county!'" ucap Barren.
Warren tertawa gembira melihat semua kondisi mendukung mereka. Dia mengelus sebuah bola ungu di atas mejanya.
Itu adalah Orb of Wisdom
Benda itu diserahkan kepadanya oleh tim yang mengawasi para petualang. Mereka mendapatkannya dari dua orang pemburu yang tidak sengaja terjebak di dungeon.
Selain itu, dia juga mendapat sebuah batu berisi rune.
Setelah diperiksa, ternyata keduanya berada pada tingkat high class item.
Mengambil benda berupa item dari dungeon sebenarnya menyalahi kontrak dengan petualang. Dikontrak, mereka menjamin kepemilikan 100% drop item kepada petualang. Namun cerita jika item itu tidak diambil dan diklaim oleh para petualang yang dia sewa. Maka tidak ada salahnya mengambil item itu
Dalam angan-angannya, Warren berkhayal mungkin dia bisa membeli sebuah kastil jika dewa terus memberinya keberuntungan seperti ini.
***
Para pedagang yang memiliki kios memeriksa apakah atap kios mereka bocor atau tidak. Sementara penjual kaki lima memindahkan barang jualan mereka ke tempat yang teduh.
Aktivitas perdagangan berhenti sesaat.
Di tengah kebisingan pasar yang ricuh akibat hujan, seseorang berjuang berlari lurus menuju jalan utama.
Dia menggunakan jubahnya untuk melindungi dirinya dari terpaan hujan.
Dia membawa sekantong jajanan hangat yang ia sembunyikan di jubahnya. Itu untuk mencegah jajannya basah.
Dia berlari menuju sebuah bangunan yang paling mencolok. Bangunan itu setidaknya empat tingkat.
Di pintu masuk bangunan, terdapat tulisan Shining Golden Pavilion.
Ini adalah sebuah penginapan mewah.
Bahkan lantainya terbuat dari marmer.
Resepsionis mengerutkan kening tidak senang karena ia melihat orang itu masuk dengan tubuh yang meneteskan air hujan menyebabkan lantai menjadi basah dan kotor.
Namun ketika orang itu membuka penutup kepalanya, resepsionis itu dengan cepat mengganti ekspresi tidak senangnya menjadi senyum yang paling ramah yang dapat dia lakukan.
Orang yang berjubah itu adalah seorang wanita berambut pirang dengan mata biru langit. Wanita ini adalah putri sang Countess of Morhust, Clotildy D'Magnarie Otilia.
Namun kini wajahnya yang cantik mengalami perubahan.
__ADS_1
Kulitnya yang dulu kencang dan putih kini berubah menjadi pucat. Matanya yang selalu memancarkan semangat kini terlihat lesu. Bahkan pipinya pun menjadi tirus dan tubuhnya kelihatan lebih kurus dari sebelumnya.
Wanita yang dulunya bak bidadari kini terlihat seperti medusa yang terbirit-birit dikejar anjing.
Clotildy tidak peduli dengan senyum ramah dari para resepsionis dan pelayan hotel. Dia hanya pergi menaiki tangga menuju ruangan yang telah mereka sewa.
Di meeting room itu, dia melihat sekumpulan wanita dan pria ber-armor sedang sibuk menyusun berkas. Mereka adalah para bawahan sekaligus pengawalnya selama ke Fertiphile. Semua orang itu adalah knight.
Clotildy masuk ke ruangan dengan tetap membawa jajanannya di tangannya.
Sama dengannya, para bawahannya juga berada pada kondisi yang tidak jauh berbeda dengannya.
Sebagian memiliki kantung mata panda dengan rambut kusut, sebagian lagi memiliki mata merah dan terlihat kehilangan berat badan.
Clotildy duduk di kursi pimpinan seperti biasa.
"Nona ...."
Seorang pria yang menjadi kapten dari seluruh orang itu berjalan ke arah Clotildy dengan pandangan menunduk.
"Aku tahu, kamu tidak perlu melaporkan itu."
Ini mungkin sudah menjadi kebiasaan mereka selama di Fertiphile.
Ucapan yang selalu sama didengar olehnya setiap hari.
Ketika mereka sampai di Fertiphile, pada hari yang sama mereka mengirimkan surat permohonan bertemu dengan count. Tentu saja surat itu diberikan atas nama Countess of Fertiphile. Setiap harinya mereka dengan sabar menunggu. Namun setelah dua bulan lebih surat balasan tidak kunjung datang.
Mereka sering menghubungi pihak humas county untuk menanyakan apakah surat mereka diterima atau tidak. Namun jawaban dari pihak county selalu sama, 'Suratnya masih diproses.'
Seiring berjalannya waktu, antusias mereka dalam mencari bantuan untuk county mereka perlahan memudar digantikan oleh keputusasaan.
Walaupun Clotildy adalah anak bangsawan agung dan telah resmi menjadi penerus dari Countess of Morhust, bahkan dalam suratnya ia menggunakan gelarnya sebagai penerus wangsa Otilia yakni Lady Ravouille. Namun bahkan dengan semua itu, dia masih belum mendapatkan izin untuk menemui sang count.
Clotildy kini semakin menyadari seberapa bobroknya pandangan bangsawan lain terhadap dinasti mereka. Bahkan seorang putri penerus wangsa besar yang menguasai wilayah berstatus county diperlakukan layaknya bangsawan rendah yang hanya menguasai sepetak lahan pedesaan.
Harapan itu semakin sirna ketika ia dan bawahannya melihat sang Count of Fertiphile melakukan marching di tengah kota yang menunjukkan bahwa dia dengan prajuritnya akan pergi berperang melawan kerajaan musuh.
Kabar bahwa Kerajaan Artchania dan Kerajaan Ibeltia telah saling melempar dekrit perang tentu saja diketahui Clotildy. Akibatnya, ia yakin kini fokus kerajaan dan bangsawan agung di wilayah timur kerajaan hanya terfokus pada perang antar kerajaan ini. Fief War yang dialami oleh Otilia dan Canadia tidak lebih dari berita kelas ketiga.
Karenanya untung menghilangkan rasa stresnya, dia akhir-akhir ini pergi berjalan-jalan di sekitar pasar untuk membeli jajanan.
Setidaknya dia lebih bernafsu memakan makanan street food daripada makanan yang disediakan oleh penginapan.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Kini count telah pergi dari county-nya. Apa kita punya alasan untuk tetap di sini?" tanya Clotildy.
Clotildy bertanya kepada sang kapten.
"Nona ... saya mendengar bahwa posisi pemerintahan saat ini dipegang oleh anak tertua count. Jika kita mengirim surat lagi. Mungkin saja-"
"Mungkin diterima? Apa kau yakin anaknya berbeda dari bapaknya?"
Clotildy memotong ucapan si kapten dengan wajah tanpa ekspresi. Namun suaranya bergetar yang menunjukkan dia telah lama menahan emosinya.
Dia melihat semua bawahannya yang juga tidak lagi antusias. Jika mereka memutuskan menyerah saat ini, maka mereka hanya akan kembali dengan tangan kosong. Mereka menghabiskan 2 bulan tanpa membawa apa pun.
Dengan semangat dan harapan terakhir yang dimilikinya, Clotildy berdiri lalu berbicara kepada semua bawahannya.
"Kita akan mengirimkan surat lagi kepada mereka. Jika mereka tidak menjawab, kita akan ..."
__ADS_1
Suara Clotildy tersendat. Matanya basah. Dia berusaha untuk menahan air matanya.
"Kita akan ... kita akan kembali ke county."