THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
PLENUM(5)


__ADS_3

Pada hari kelima setelah sesi kedua berakhir, akhirnya persidangan parlemen memasuki sesi ketiga. Sesi ketiga adalah sesi awal perdebatan terjadi. Pada tahap ini, para bangsawan rendah dari gelar viscount ke bawah akan saling beradu argumen baik kepada sang penggugat maupun antar pendukung. Karena ini adalah sesi dengan jumlah interaksi paling banyak, maka ini adalah sesi yang kadang disebut sebagai sesi paling panas. Namun untungnya sesi ini sebenarnya tidak memiliki pengaruh signifikan karena lolos atau tidaknya sebuah ajuan berada pada sesi keempat dan kelima.


Kali ini ruang parlemen bukan lagi auditorium yang luas tetapi sebuah ruangan yang sempit untuk ratusan bangsawan hadir.


Ruangan ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama diisi oleh para bangsawan rendah. Mereka terdiri dari dua deretan bangku yaitu deretan kanan yang umumnya adalah para pendukung dan deretan  kiri yaitu para penolak gugatan. Walaupun bentuk deretan bangku berbentuk biner (saling berhadapan) tetapi pada kenyataannya spektrum politik di ruangan ini bisa lebih dari dua. Umumnya itu tercermin dari banyaknya koalisi bangsawan yang ada.


Lantai kedua adalah tempat para bangsawan agung ataupun para pendeta. Kedua golongan itu pada sesi ini tidak diwajibkan untuk hadir. Mereka umumnya ada di sana hanya untuk menonton perdebatan yang terjadi. Itu sebabnya pada sesi ini selain para bangsawan rendah, sangat sedikit para pendeta ataupun bangsawan agung yang hadir.


Selain dari perbedaan ruangan dan sistem, pada sesi ini kepemimpinan sidang tidak lagi dipimpin oleh Raja tetapi oleh bangsawan yang ditunjuk sebagai Ketua Dewan Sidang Bangsawan (Lord Speaker of the Right Honourable the Lord of Temporal of Artchania Kingdom in Parliament Assembled). Dengan kata lain praktis sidang kali ini adalah sidang yang dibuka atas nama House of Lords bukan House of Parliament.


Konstitusi Kerajaan Artchania menyatakan bahwa kedudukan Lord Speaker  harus dipegang oleh Lord  Chancellor


Kedudukan Lord Chancellor selain menjadi lord speaker dalam House of Lords, juga merupakan ketua hakim Mahkamah Kebangsawanan/Pengadilan Kebangsawanan (Nobility Court)  dan Mahkamah Umum/ Pengadilan Umum Negara (Common Court).


Penunjukkan Lord Chancellor adalah berdasarkan budi bicara raja tetapi biasanya perdana menteri dapat memberikan saran dan usulan dalam pemilihan Lord Chancellor.


Saat ini posisi Lord Chancellor dipegang oleh Marquess of Whitesburg.


Pada saat ini, setelah lord speaker yaitu Marquess Whitesburg membuka sidang, persidangan sudah mulai menghangat. Ini dimulai ketika bantahan dari pihak yang menolak gugatan memberikan argumentasinya.


"My Lords, dalam persidangan ini saya ingin meluruskan. Selama hampir dua minggu kita sudah diberikan informasi yang menyayat hati atas kehancuran Otilia dan Yorksall. Namun alih-alih mencari jalan keluar, kita terus menyalahkan Lord Canadia atas apa yang telah terjadi di Yorksall dan Otilia. Tidakkah kita pernah berpikir apa sebenarnya sebab perang ini terjadi? My Royal Highnesses, My Right Honourable Lords dan My Eminences, saya akan mengingatkan asal mula perang ini berkobar. Ketika musim salju yang kita alami sebelumnya, semua orang termasuk rakyat dari March of Canadia menghentikan aktivitas mereka dan terus tinggal di rumah selama badai salju terjadi. Selama keadaan itu, ribuan bahkan ratusan ribu orang Canadia menggantungkan hidupnya dari alokasi gandum yang dikirim oleh Tuanku Marquess Canadia kepada rakyatnya. Namun ketika masa genting itu, sekelompok orang dengan emblem Otilia dan membawa bendera kebangsawanan Otilia menghancurkan dan merampok salah satu gudang gandum terbesar milik Marquess Canadia. Tidak kah tuan-tuan semua pernah berpikir bagaimana kehidupan keras dari rakyat Canadia akibat ulah Otilia yang merampok gandum mereka? Berapa banyak anak-anak yang harus mati kelaparan selama musim dingin karena mereka tidak mendapatkan gandum yang cukup? Berapa banyak pria dan wanita yang tewas di tengah badai salju demi mencari sesuap gandum untuk anak mereka karena  gandum mereka dicuri oleh orang-orang Otilia? Kita seharusnya juga berpikir bagaimana jika wilayah kita berada pada kondisi Canadia yang terpuruk akibat gandum mereka dicuri. Bukan semata-mata menyalahkan Tuanku  hanya karena lawannya yang justru terlihat sedikit lebih menyedihkan."


Bangsawan yang memberikan argumentasi ini hanyalah seorang bangsawan setingkat baron. Dia bukanlah seorang marquess tetapi karena baron itu secara politik berafiliasi dengan koalisi para marquess maka tentu saja dia akan membela tuannya dengan sekuat tenaga.


Plak ... plak ... plak ....


"Itu benar!"


"Tuan Canadia tidak salah! Bravo Canadia!"


Seluruh bangsawan dari koalisi marquess bertepuk tangan dan berteriak memberikan dukungan terhadap argumen itu. Sementara para bangsawan lain terutama dari Koalisi Sandwealth memberikan ejekan terhadap argumen yang sama.


"Order! Order! Orderrrrrrr!!"


Lord Speaker berteriak untuk menenangkan para anggota dewan. Lalu setelah suasana mulai mereda, dia kembali mempersilahkan baron itu untuk melanjutkan argumennya.


"Bagaimana jika apa yang dialami Canadia juga dialami oleh tuan-tuan sekalian?" ucap sang baron.


Baron itu tiba-tiba menunjuk Alex yang merupakan pemegang surat kuasa Otilia yang menjadikannya sebagai perwakilan Otilia.


"Bagaimana jika apa yang dialami oleh Canadia juga terjadi di wilayah Anda, Tuanku? Bagaimana jika Fertiphile harus kekurangan gandum karena gandum Anda dicuri oleh sekelompok orang yang berasal dari wilayah bangsawan tetangga Anda? Apakah Fertiphile yang merupakan county para ahli pedang hanya akan diam saja melihat gandum mereka dicuri dan membuat semua anak-anak penerus bangsa dan negara dari wilayah Anda harus mati karena kelaparan selama musim dingin? Atau Anda akan berusaha mempertahankan diri seperti yang dilakukan Canadia demi rakyat dan masa depan anak-anak di wilayah Anda? Bahkan walaupun Canadia tidak membela diri, Otilia tetap akan luluh-lantah karena mereka sendiri sedang berada pada perang saudara. "


Plak ... plak ... plak ....


Kembali suara tepuk tangan dan sorakan dukungan bersamaan dengan hinaan saling sahut menyahut.


"Orderrrrrrr!! Sekarang giliran The Right Honourable Lord Alexander of Fertiphile," teriak Lord Speaker.

__ADS_1


"The Right Honourable Lord Speaker, izinkan saya meluruskan logika fallacy yang berusaha dibangun di Majelis Yang Mulia Ini. Saya tidak akan membahas mengenai perang saudara Otilia karena itu bukanlah konteks pembahasan di Majelis ini. Pada kenyataannya, investigasi mengenai serangan terhadap gandum milik Canadia sampai sekarang dalam surat resmi oleh Otoritas Keamanan Kerajaan Kita sama sekali masih belum selesai dan belum pula memberikan bukti yang kuat mengenai keterlibatan Otilia dalam pencurian itu. Namun bahkan sebelum investigasi selesai, Lord Canadia memberikan tuduhan subjektif bahwa penyerangan dan pencurian yang terjadi terhadap gudang gandum miliknya adalah murni dilakukan oleh Otilia. Sehingga ia memberikan justifikasi bahwa Otilia telah menyebabkan casus belli yang berakhir dengan pertumpahan darah yang tidak sedikit. Pada kondisi ini bukankah Canadia telah secara gamblang tidak mengikuti ataupun memperhitungkan kebijaksanaan dari otoritas keamanan kerajaan ataupun sistem peradilan di negara kita? Bukankah ini sama saja ia (Lord Canadia) menganggap bahwa institusi yang engkau pimpin, Lord Speaker , yaitu institusi peradilan kebangsawanan tidaklah dapat diandalkan untuk mencari kebenaran sehingga ia dengan biadabnya melakukan invasi terhadap Otilia atas dasar casus belli yang belum terbukti di dalam sistem peradilan kita."


"Itu benar!"


"Canadia biadab!"


"Hidup Otilia!"


Para bangsawan dari Koalisi Sandwealth memberikan dukungan yang meriah. Bahkan diantara hingar-bingar suara itu, teriakan dari Count Yorksall yang terus memaki Canadia seperti "F**k U Canadia!" bisa didengar.


Proses adu argumen itu saling terjadi dimana sahutan demi sahutan, bantahan demi bantahan terus dilayangkan. Sampai akhirnya Lord Speaker dari House of Lord akhirnya menutup sesi ketiga ini.


Setelah sidang selesai, Alex dan Regis  sedang bersantai di mansion. Mereka mengobrol ringan setelah menghabiskan tenaga yang tidak sedikit di House of Lords.


"Wah, Alex, aku tidak percaya kalau kau sangat pandai berbicara," puji Regis.


"Yah, mungkin aku juga tidak tahu kalau aku lumayan cerewet juga," ucap Alex.


Apa yang dikatakan Alex benar. Dia juga terkejut dengan kemahirannya membuat argumen. Itu karena umumnya sebagai archdeus, Alex lebih senang menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan lawan. Alih-alih menggunakan kekuatan argumen.


"Yah, seharusnya kau bisa bersantai sekarang. Di sesi keempat kalian tidak akan terlalu banyak berdebat karena di sesi itu para pendeta adalah jurinya dan mereka umumnya jauh lebih tenang daripada bangsawan," ucap Regis.


"Yah, semoga ucapanmu benar," ucap Alex.


Sesi keempat berlangsung dua minggu setelah sesi ketiga selesai.


Pada ini adalah giliran dari House of Spiritual. Para anggota majelis spiritual yang berisi high priests dikenal sebagai members of house of spiritual. Pemimpin sidang kali ini adalah langsung dipimpin oleh Pontifex Eliarius.


Akhirnya sesi kelima pun dimulai. Sesi ini diselenggarakan hampir dua minggu setelah sesi keempat dilakukan sehingga praktis jika pada sesi ini berhasil mencapai suara mayoritas 50%+1 maka berakhirlah sidang di House of Parliament yang telah berlangsung kurang lebih dua bulan lamanya.


Pada sesi ini seluruh unsur dari House of Spiritual dan House of Lords, serta unsur royalty berkumpul.


Dengan dipimpin oleh sang raja dan empat wakilnya, voting pun dimulai.


Voting dilakukan oleh seluruh bangsawan agung sehingga para bangsawan rendah dan para pendeta hanya perlu melihat proses dan hasil keputusan dari voting itu.


Voting ini menggunakan kertas yang berisi nama keluarga bangsawan agung lalu memilih apakah setuju, menolak, atau abstain dalam voting.


Setelah voting selesai, Grand Chamberlain membuka kota suara lalu dengan lantang membacakan hasilnya satu per satu.


"Fertiphile: Setuju."


Plak ... plak ....


Semua bangsawan dan pendeta yang mendukung Otilia dan Yorksall bertepuk tangan.


"Morhust: Setuju"

__ADS_1


"Sintheny: Setuju."


"Canadia: Menolak."


"Shiftervoice: Menolak."


"Sandwealth: Setuju."


"Otilia: Setuju."


"Yorksall: Setuju."


"Westwealth: Menolak."


"Norchaster: Setuju."


"Hidup Otilia!!!" teriak para bangsawan.


"Hidup Yorksall!!!" teriak para bangsawan.


Teriakan gembira pecah ketika Norchaster mengeluarkan pendapatnya. Selaku ketua koalisi, suara Norchaster pasti diikuti oleh para anggotanya. Artinya dua koalisi mendukung gugatan dari Otilia dan Yorksall.


Setelah suasana kembali stabil, Grand Chamberlain melanjutkan hitungannya.


"Granadia: Setuju."


"Bluemon: Setuju."


"Godnessvoice: Menolak."


"Artheven: Setuju."


"Hornwall: Abstain."


"Great Manest: Setuju."


"Hildalion: Setuju."


"Whitesburg: Abstain."


"Hasil keseluruhan: 12 setuju; 4 menolak, dan 2 abstain," ucap Grand Chamberlain.


Para anggota parlemen yang memberikan suara setuju merayakan kemenangan mereka. Count Yorksall tidak bisa menahan air matanya dan bergegas memeluk Alex dan semua anggota koalisinya.


Adapun para dua marquess yang memilih abstain sepertinya keduanya menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh Canadia terhadap Yorksall dan Otilia sangat sulit untuk ditutup-tutupi sehingga mereka memilih untuk mencuci tangan sebelum kecipratan.


Setelah perayaan sekilas itu selesai, raja kemudian membacakan titah.

__ADS_1


Para bangsawan dan pendeta berdiri.


"My Lords and members of house of spiritual, pada hari ini, house of parliament kembali telah melahirkan keputusan bersama dengan suara bulat dan bersifat mengikat. Berdasarkan keputusan yang telah dibacakan maka Kami,  Theodore II, by the Grace of Gods, King of the Artchania Kingdom, Defender of the Faith, Princeps Senatus of the Right Honourable the Lords of Spiritual and Temporal of Artchania Kingdom in Parliament Assembled, Commander of the Royal Armed Forces, etc., etc., etc. memutuskan untuk memerintahkan subjek Kami yang setia, Lord Canadia untuk segera menarik prajuritnya dan menghentikan serangannya terhadap Otilia dan Yorksall."


__ADS_2