THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
FEUDAL AID(1)


__ADS_3

Leiceshire, Duchy of Sandwealth.


Leiceshire-Ibukota dari Duchy of Sandewealth dan kota terbesar di duchy ini. Selain menjadi pusat politik regional, Leiceshire juga merupakan pusat bisnis dan budaya. Dalam sejarahnya, dipercaya Leiceshire adalah kota tempat salah satu saint  dari agama Hexatheisme lahir yang bernama  St. Ariella. Itu sebabnya untuk menghormati nama sang saint, presbhenon dari duchy ini diberi nama di St. Ariella Presbhenon.


Perang yang terjadi antara Kerajaan Artchania dan Kerajaan Ibeltia dengan Duchy of Sandwealth sebagai pusat pertempuran menyebabkan duchy ini sekali lagi menjadi pusat perhatian.


Count Harol Kazastian Fertiphile, sang Count of Fertiphile bersama dengan ribuan pasukannya telah membuat basecamp di sekitar Leiceshire. Tidak hanya Harol, panggilan perang ini dijawab oleh seluruh keluarga bangsawan dengan mengirim dirinya sendiri atau pewaris mereka sebagai komando dari masing-masing pasukan.


Terdapat sekitar 100 ribu pasukan Kerajaan Artchania yang terdiri  prajurit istana dan berbagai prajurit milik bangsawan. Ditambah dengan jumlah penduduk kota, ini berarti terdapat 6% dari populasi kerajaan telah berada di kota ini.


Harol saat ini bertemu dengan beberapa bangsawan terutama yang sekoalisi dengannya yaitu Count of Sintheny dan County of Granadia. Sulit dipercaya koalisi yang terbentuk dari 1 duke dan 6 count ini telah berada pada kondisi paling buruk. Bahkan ketika ketua koalisi mereka yang ini sang Duke of Sandwealth memanggil, hanya tiga count yang menjawab.


Count of Morhust tidak datang karena kondisi kesehatannya sehingga posisinya diwakili oleh salah satu anaknya.


Count of Yorksall tidak dapat datang bahkan tidak mengirim pasukan akibat baru saja mengalami kekalahan di fief war melawan March of Canadia.


Count of Otilia tidak dapat datang dan tidak mengirim pasukan akibat sedang mengalami fiefwar dengan March of Canadia.


Jadi di konferensi ini selain Count Fertiphile, Count Sintheny, dan Count Granadia, dihadiri juga oleh Joshua sebagai perwakilan dari Morhust dan tentu saja terdapat Duke Sandwealth. Namun ada satu orang lagi, dia adalah salah satu pusat dari koalisi ini. Salah satu dari tiga pangeran dan juga menjadi pangeran tertua, Prince William Frederic Charteris Augustus. Dia adalah pangeran yang didukung oleh koalisi ini untuk menjadi pangeran mahkota dan raja selanjutnya.


"Yang Mulia."


Para bangsawan memberi hormat kepada sang duke dan pangeran.


Baik itu duke ataupun pangeran sama-sama memiliki panggilan kehormatan sebagai His Royal Highness (HRH) yang menunjukkan posisi mereka setara. Namun tentu saja, Pangeran William sebagai salah satu penerus dinasti kerajaan memiliki prestige untuk menjadi Yang Pertama di-Antara Yang Setara (Primus inter pares).


"Yang Teramat Mulia, My Royal Highness dan Yang Mulia My Lords, saya mengucapkan terima kasih telah berkumpul."


Benedictus Flavius Sandwealth, Duke of Sandwealth. Dia berusia sekitar 60-an dan saat ini sedang membuka rapat singkat dengan pangeran dan para lord.


"Saya sangat berterima kasih Tuan-tuanku dan Tuanku Pangeran telah mengulurkan tangan untuk membantu daerahku ini. Tuanku sekalian, sebentar lagi kita akan melakukan rapat bersama dengan para lord lain maka sebelum itu pangeran dan saya memanggil Tuan-tuan untuk menyatukan sikap bersama."

__ADS_1


Ini adalah hal penting terutama ketika koalisi mereka sedang berada pada titik terlemah seperti sekarang. Jangan sampai kondisi mereka saat ini dimanfaatkan oleh koalisi lain.


Yup, bahkan dalam suasana perang sekalipun mereka masih saling tusuk-menusuk. Itulah politik.


"Ini mungkin menjadi hal yang sulit bagi kita terutama ketika dua rekan tidak dapat hadir dan menjawab panggilan Paduka Raja Kita Yang Disayangi Tuhan."


Harol dan para bangsawan yang hadir hanya diam sambil mendengarkan pidato duke.  Mungkin dari luar mereka semua mengangguk dan setuju setiap perkataan dari duke. Namun akan berbeda jika hati masing-masing dapat terbaca.


Misalnya Harol yang diam-diam mengejek semua pidato duke dalam hatinya.


Dia tahu, duke inilah yang memaksa Yorksall untuk mengganggu Canadia. Akibatnya ketika fiefwar meledak, Sandwealth sama sekali tidak memberikan bantuan kepada Yorksall akibatnya Canadia menjadi semakin percaya diri dan bahkan melanjutkan ekspansinya ke Otilia.


Kemudian duke ini jugalah yang menggunakan Sintheny untuk terus berkonfrontasi dengan Norchaster di utara.


Pada akhirnya terlepas apakah itu teman sekoalisi, mereka juga saling memanfaatkan.


Kemudian ketika semua yang disampaikan duke selesai Prince William juga mengutarakan pendapatnya.


"Pada perang kali ini terdapat 110.000 prajurit yang terdiri dari prajurit kerajaan dan prajurit koalisi kita akan menjadi pasukan utama sementara Norchaster akan memimpin sayap kanan dan Hornwall akan memimpin sayap kiri."


Ini tidak lain agar dapat membuat William mengumpulkan prestasi. Jika dia meraih kemenangan, prestasi yang dimilikinya akan kembali bertambah sehingga dengan citranya itu, kemungkin pemilihannya sebagai raja berikutnya menjadi lebih besar.


Menjadikan prajurit kerajaan yang secara langsung dipimpin oleh William dan prajurit bangsawan sekoalisi yang dipimpin oleh masing-masing bangsawan memiliki dua tujuan.


Pertama, mengurangi korban dari pihak mereka. Dengan kata lain mereka berusaha meminimalisir korban perang dari koalisi mereka dengan menjadikan prajurit bangsawan lain sebagai perisai daging.


Kedua, menjadikan mereka sebagai pusat perhatian. Tentu saja sebagai pasukan utama, mereka nantinya akan memiliki jumlah prajurit yang lebih banyak dan segala sesuatu mengenai keberhasilan perang akan ditentukan oleh performa mereka selama perang.


Bagi para bangsawan senior seperti Harol dan Duke Sandwealth sudah pasti mengetahui semua hal itu.


Namun tidak bagi Joshua. Seorang anak muda yang masih belum memiliki pengalaman memimpin perang kini harus mengomandoi 8.000 prajurit.

__ADS_1


Pangeran lalu membentangkan sebuah peta.


"Jadi kita akan menyeret prajurit Ibeltia di sini. Mereka akan melewati Sungai Ariellia dan memaksa mereka melewati hutan Orbelic."


Prince William menjelaskan rencananya dengan lancar. Namun Joshua memiliki hal yang mengganjal di pikirannya.


"Jadi apa ada yang ingin ditanyakan?"


Ketika Prince William selesai mempresentasikan rencananya, lalu dia menanyakan feedback dari yang lain, Joshua mengangkat tangannya.


"Yang Mulia Pangeran, saya ingin bertanya, bukankah membawa prajurit Ibeltia untuk melewati hutan Orbelic dan Sungai Ariellia yang jauh dari perbatasan akan membuat mereka dapat menjarah kota terdekat yang kita miliki?"


Joshua melihat peta setidaknya jika ditarik garis lurus,  jalur pasukan Ibeltia nantinya akan melewati beberapa kota kecil dan banyak desa. Terlebih sepertinya belum ada perintah evakuasi sebelumnya. Bahkan jika perintah evakuasi dilakukan sekarang, itu tidak akan efektif terlebih perang akan segera meledak."


Namun apa yang tidak diduga oleh Joshua adalah ekspresi dari Prince William sendiri.


Dia tidak terlihat bingung tetapi justru ini seperti ekspresi malas atau sedikit jengkel.


Ada apa ini? pikir Joshua.


Joshua pun secara perlahan melirik para bangsawan lain tetapi tidak ada yang seolah mempertanyakan rencana pangeran.


Pada akhirnya pangeran berbicara.


"Tuan Muda Morhust, Anda mungkin tidak terlalu paham karena ini adalah pengalam pertama Anda dalam diskusi strategi perang. Namun Anda harus memahami bahwa untuk menghasilkan kemenangan yang megah, harus ada biaya yang akan dikorbankan."


Apa yang tidak disadari oleh Joshua adalah perang ini bukan hanya melawan Kerajaan Ibeltia. Namun lebih daripada itu, ini adalah perang yang dapat menjadi lahan panen prestasi bagi Pangeran William.


Bagaimana jadinya jika Pangeran William berhasil memenangkan perang melawan pasukan musuh yang barbar, yang menghancurkan seluruh pemukiman, membunuh warga kerajaan Artchania dengan keji, dan merampas harta masyarakat yang dimiliki. Tentu siapa pun yang mendengar akan merasa bahwa ini adalah perang melawan orang-orang jahat. Perang yang akan melepaskan warga Artchania dari kekejaman dan penindasan.


Apabila itu terjadi maka Pangeran William akan mendapat citra yang baik sebagai pahlawan di mata rakyat.

__ADS_1


Jadi untuk mencapai prestasi sehebat itu diperlukan biaya yang tidak sedikit dalam hal ini mereka harus mengorbankan nyawa warga mereka sendiri. Bahkan Duke Sandwealth tidak mengatakan penolakan apa pun. Itu karena dia mengerti, dia harus mengorbankan warganya demi kejayaan mereka.


Pada akhirnya ini tidak lebih dari moral hazard para pemimpin dalam mengambil keuntungan. Bahkan jika mereka gagal, rakyatlah yang akan mendapat resiko terbesar. Ini tidak lebih dari naluri manusia yang merupakan hewan yang dijinakkan.


__ADS_2