THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
FUCKING CONSCRIPTION(8)


__ADS_3

"Baiklah, sekarang bagaimana kita menyelesaikan semua kekacauan ini?"


Winson melototi keenam murid nakal yang berdiri di ruangannya.


Sial!


Lane tidak dapat berpikir jernih sebelumnya. Karena kemarahannya, ia meninju Alex tanpa ampun dan bodohnya, dia menyerang daerah yang sangat mudah dilihat yaitu wajah. Jadi sangat mudah mengetahui bahwa Alex telah mengalami perkelahian.


Luka di wajah itu diketahui oleh instruktur Morel, dan Alex tidak menyembunyikan tindakannya. Dia dengan jujur menceritakan semua kejadian dan akhirnya Lane dan kelompoknya serta Grain dipanggil. Namun tidak ada yang menduga bahwa kasus ini akan langsung ditangani oleh Winson. Sementara keenam orang itu diadili, Alex dengan santai tidur dan memakan buah di ruang kesehatan. Sudah menjadi rahasia umum bagi para instruktur bahwa Alex adalah seorang bangsawan sehingga mereka merawatnya seperti tamu VIP.


"Sir, Dia adalah orang yang pertama menyerang kami. Dia meminta kami ke sana kemudian melempari kami dengan batu,"teriak Lane.


"Benar, Sir. Dia menyandaraku dan memaksa Kak Lane untuk menyerahkan uang."


Lane dan kelompoknya berusaha membuat alasan. Namun hal itu justru membuat urat kepala Winson timbul.


Hah? Untuk apa bocah itu meminta uang kepada kalian. Sial, jika kalian membuat alasan, berikan yang lebih masuk akal.


Sementara yang lain berusaha menyudutkan orang yang berada di ruang kesehatan itu, Grain adalah satu-satunya yang membelanya.


"Sir, Alex bukan orang seperti itu. Dia berusaha menolongku dari mereka."


"Kebohongan apa yang kau bicarakan. Ah ... benar, kau juga bersekongkol dengannya dan mengancam kami. Lihat, hanya dia yang tidak terluka. Apa kau itu boss yang menyuruhnya?!"


Lane meneriaki Grain dan membuat mata mengancam. Dia kemudian melirik Winson yang masih ada di kursinya.


"Sir, kami betul-betul korban di sini. Kami menyerangnya karena membela diri. Mungkin dia tidak menyangka bahwa kami datang dengan berbondong-bondong."


"Ya,ya, kalian punya alasan yang menyedihkan. Lagipula untuk apa anak itu menganggu kalian. Hahh ... hei kau!" ucap Winson sambil menunjuk Grain.


"Saya, Sir?"


"Ya, buka bajumu."


Sementara Grain bingung, dia tetap membuka bajunya. Lane dan kelompoknya menjadi pucat. Merak menyadari apa yang akan diperiksa Winson.


Tubuh Grain penuh memar. Itu masih merah tetapi dalam beberapa hari kedepan akan berubah ungu atau hitam.


Winson sudah menduga setelah ia melihat Grain adalah satu-satunya orang yang masih memiliki wajah yang tidak terluka. Tidak salah lagi, orang yang menyerangnya sengaja memukul di tempat yang tidak terlihat. Kemudian dia mengarahkan pandangan elangnya kepada Lane dan kelompoknya untuk meminta penjelasan.


Lane dan orang-orangnya menjadi pucat. Sudah jelas Winson mencurigai mereka.


"S-sir-"


"Aku lebih senang jika kalian jujur."

__ADS_1


Lane tertegun setelah mendengar peringatan itu. Lane berusaha memutar otaknya untuk mencari solusi tetapi semua bukti dan keadaan mengarah kepada mereka. Namun dia masih punya jurus pamungkas. Statusnya sebagai anak seorang baronet akan mampu memengaruhi ini semua. Tidak ada seorang pun yang mau mencari masalah dengan bangsawan walau bangsawan itu bahkan bukan termasuk peerage sekalipun. Posisi Winson dan ayahnya setara tetapi ayahnya masih aktif dan melayani kerajaan sementara Winson adalah seorang veteran dan melayani county. Jadi cukup jelas bahwa ayahnya masih memiliki keuntungan. Namun tetap saja ada resiko jika ia meminta hak khusus ini. Dia takut bahwa Winson mungkin akan menganggap itu sebagai ancaman.


Namun, tidak ada cara lain.


"Sir, Anda tahu, ayah saya adalah seorang Sir Knight. Beliau telah mengajarkan saya tentang sopan santun dan sifat-sifat knighthood. Dengan segala kehormatan, saya harap Sir dapat memahami saat ini."


Lane merubah posturnya menjadi lebih tertib dan membungkuk dengan ramah. Gerakan ini beberapa kali dilatih oleh ayahnya tetapi ini untuk pertama kalinya ia menggunakannya.


Para anggotanya bersorak kagum dan mata mereka berbinar. Seperti yang diharapkan dari seorang ningrat membawa kesan mulia dan anggun. Sementara Grain menelan ludah karena khawatir. Ketika seorang bangsawan menunjukkan dominasinya, maka segalanya dapat berubah sesuai kehendak mereka. Grain menggepalkan tangannya karena ketakutan dan keringat dingin kembali membanjiri tubuhnya.


Adapun Winson menggeleng-geleng kepalanya. Ia tidak dapat mempercayai kebodohan yang natural ini.


Apa dia serius menggunakan statusnya untuk melawan bocah itu?


Winson sedikit kagum dengan Alex yang sampai sekarang belum menunjukkan taringnya. Namun dia tahu, cepat atau lambat taring itu akan diketahui bahkan walau bukan bocah itu yang mengungkapkannya. Winson menghela napas, sebelum akhirnya ia memandangi Lane dengan simpatik.


"Kamu berusaha melindungi diri di balik nama besar orang tuamu?"


"Maaf?"


Lane memiringkan kepalanya karena bingung dengan pertanyaan itu. Bukankah harusnya seseorang harus lebih berhati-hati jika menanyakan hal sensitif seperti ini.


"Nak, apa kamu tahu siapa orang yang saat ini di ruang kesehatan?"


Melihat tidak ada yang tahu, Winson kembali bertanya.


Para murid juga bertanya-tanya awalnya. Tidak mungkin masalah sepele seperti ini akan langsung ditangani oleh Kepala Barak Pelatihan. Namun karena mereka ingat bahwa kasus ini melibatkan Lane, mereka hanya menduga itulah penyebabnya. Namun pernyataan Winson sekali lagi mengubah pandangan semua orang.


"Bahkan jika itu anak seorang viscount sekalipun, aku masih bisa mengabaikan masalah ini dan melimpahkannya kepada seorang instruktur senior."


"!!!"


Keenam prajurit muda itu akhirnya memahami satu hal. Mereka menelan ludah dan wajah mereka memucat, terutama Lane. Dari pernyataan Winson, hanya satu konklusi di kepalanya.


B-bocah itu bangsawan. B-bukan bangsawan di luar peerage sepertiku. D-dia bangsawan tingkat atas! Jika itu di atas viscount, apa mungkin count?! Tapi siapa!?


Kemudian Lane teringat satu berita yang cukup populer di kota.


Anak tertua Count Fertiphile tidak bisa menggunakan pedang dan seorang sampah. Artinya dia tidak mungkin ada di akademi militer.


Lane menelan ludahnya.


Dia ada di sini.


Sementara kelima orang belum menyadari itu, Lane akhirnya mengangkat pandangannya dan menatapnya dengan panik, Winson memberi senyum.

__ADS_1


"Sepertinya hanya beberapa dari kalian yang menyadari seberapa genting keadaan ini. Aku juga agak ragu mengatasinya. Namun sebagai seorang kepala, aku jelas masih memiliki wewenang dan kurasa kalian sadar apa yang akan kuberikan akan lebih baik daripada kalian menolaknya kan?"


Hukuman terberat yang mampu diberikan oleh barak adalah DO tetapi apa hukuman terberat dari seorang bangsawan? Tentu saja kematian. Bahkan Lane tidak dapat menghindari hukuman itu jika berasal dari bangsawan tinggi seperti count. Walaupun Alex adalah seorang sampah, dia tetap anak count. Jadi, jika berita bahwa seorang anak count ditindas oleh rakyat jelata, jelas bangsawan tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan mencari pelaku dan melenyapkannya serta sumber berita.


♤♤♤


Presbhenon of Fertihall


High Priestess Feodora berlutut pada enam patung kudus di depannya. Ia menggepalkan kedua tangannya, berdoa kepada para dewanya.


-Pyrodeity, Larael (Dewa Api)


-Hydrodeity, Anahiel (Dewi Air/Laut)


-Aerodeity, Athmiel (Dewi Udara/Langit)


-Terrodeity, Lithrael (Dewa Tanah/Bumi)


-Photodeity, Elirael (Dewa Matahari)


-Nicrodeity, Cearael (Dewa Kegelapan/Dewa Kematian)


 High Priestess Feodora adalah seorang pemimpin Presbhenon (Kuil tingkat Provinsi) di Kota Fertihall, County of Fertiphile.


Feodora memiliki penampilan wanita tua dengan keriput yang telah menunjukkan usianya. Kulitnya tidak lagi kencang dan terkadang mengalami kesulitan dalam berjalan akibat kondisi fisiknya yang semakin lemah. Namun, ia tetap adalah seorang rohaniawati yang taat dan tidak pernah melewati sesi ibadahnya.


Dengan khusyukan amat dalam, ia memejamkan matanya dan terus di terus berdoa. Setelah selesai, dia bangkit dan memanggil seorang priestess.


Seorang Priestess masuk dan memberi hormat. Feodora kemudian bertanya.


"Bagaimana kabarnya?"


"High Priestess, dia masih stabil. Namun kita tidak dapat mengetahui kapan penyakitnya akan kembali bangkit."


"Apa ada korbannya yang bertambah?"


"Tidak, High Priestess. Terakhir kali dia kambuh, kami memberi korban yang sama untuk merawatnya."


"Hah ... baiklah. Setidaknya orang yang tahu tidak bertambah."


Feodora kemudian membuat wajah yang rumit. Kerutan di wajah semakin bertambah. Matanya sedikit memancarkan ekspresi simpati dan mulutnya bergetar.


"Kita akan membawanya ke Kuil Agung setelah musim semi. Pontifex sudah mendengar kondisinya,"ucap Feodora.


"Baik, High Priestess."

__ADS_1


 


 


__ADS_2