
Hari ini bukanlah hari yang baik bagi Rumah Bangsawan Fertiphile. Tentu ini bukan pertama kalinya Keluarga Fertiphile mendapat masalah. Namun masalah kali ini sedikit berbeda ...
Di sebuah ruangan yang mewah dan boros ....
"Jadi, kamu tidak akan mundur?"
Harol saat ini sedang duduk bersama dengan Clara. Keduanya memandang anak sulung mereka dengan tampang bersalah.
"Iya, aku tidak mengerti apa yang kalian inginkan dariku. Namun membawa pelacur kepada anak kalian sendiri hanya untuk menghilangkan impotensi ... aku rasa aku tidak perlu menjelaskan apa yang sedang aku pikirkan terhadap kalian."
Alex memandang kedua orang tuanya dengan tatapan sinis. Ini untuk pertama kalinya dia memandang rendah kedua orang tuanya semenjak meninggalkan barak.
Walaupun dia tahu pola pikir mortal di dunia ini sangat rendah tetapi dia tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi salah satu korban dari praktik medis aneh ini.
Harol dan Clara tentu tidak dapat membantah. Bahkan menyewa pelacur untuk diri sendiri dapat disebut sebagai tindakan memalukan, apalagi membawa pelacur ke tempat tidur anak mereka sendiri adalah sesuatu yang bahkan jauh menjijikan.
"T-tapi Alex ... ini untuk kebaikanmu juga," ucap Clara dengan ragu.
"Jadi maksudmu aku ini hanya seorang pasien yang tidak berhak mengetahui kalau aku ini sakit? Bahkan kalian sama sekali tidak membicarakan masalah ini padaku. Menurutmu aku tidak punya hak untuk memilih yang terbaik bagiku, Ibu?"
"Sudah cukup. Aku tidak ingin tinggal di sini! Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku akan pergi ke pedesaan. Jangan khawatir aku tidak akan menuntut hakku terhadap suksesi warisan atau apa pun. Kalian bisa menganggap aku anak haram atau sebagainya," lanjut Alex.
"Alex!"
Harol marah ketika ia mendengar ucapan Alex. Ia tidak pernah percaya anaknya ini akan mengatakan sesuatu yang sangat mengerikan.
"Jadi apa? Apa kalian masih pantas mengatakan bahwa kalian orang tua yang baik setelah melakukan ini, huh?"
__ADS_1
Alex bangkit dari kursinya. Ia pun pergi dari ruang tersebut meninggalkan kedua orang tuanya yang tidak bisa mengatakan apa pun.
Ruangan menjadi hening ... menyisakan suara hembusan angin dari luar mansion.
Tak berlangsung lama pintu kembali terbuka dan di sana Alex kembali muncul dengan sedikit linglung tetapi tentunya wajahnya tetap tak berekspresi.
"Jangan lupa memberiku uang," ucap Alex.
"Apa?" Harol refleks bertanya ketika mendengar ucapan tiba-tiba dari Alex.
"Tentu saja ... uang. Kalian tidak mau kan mendengar gosip bahwa bangsawan agung penguasa dari county Fertiphile baru saja mengusir anak sulung mereka tanpa membayar sepeserpun koin setelah mereka memaksa si anak untuk berzina dengan para pelacur."
"...."
***
Seorang gadis petani memalingkan wajahnya. Ia melihat sebuah kereta kuda mewah berjalan mulus melewati ladang. Kereta tersebut terlihat sangat kontras dengan suasana pedesaan di sini sehingga sangat mencolok. Semua petani tanpa sadar berhenti beraktivitas sembari pandangan mereka mengikuti kereta hingga kereta tersebut tak lagi terlihat.
Kereta tersebut tergerak hingga pada akhirnya berhenti tepat di depan sebuah bangunan yang terlihat cukup elit untuk sekelas rumah di pedesaan. Di depan pintu rumah tersebut, beberapa orang dengan pakaian pelayan yang sebelumnya hanya berdiri dengan tenang menjadi gugup setelah kereta tersebut masuk melewati gerbang villa sebelum akhirnya berhenti tepat di depan pintu masuk.
Alex menarik napas panjang menghirup udara segar dari pedesaan. Yah, ini sangat berbeda dengan udara kota yang penuh debu dan aroma pesing.
"Baiklah, ambil semua bawaan kalian."
Atas perintah Alex, orang-orang yang berada di kereta yaitu Justin, Rain, dan Erline keluar. Tentu saja barang bawaan mereka secara sigap diambil oleh para pelayanan yang telah menunggu. Kereta ini cukup besar, dapat menampung hingga enam orang dewasa, juga memiliki bagasi yang cukup besar.
Selain keempat orang dewasa itu, seorang bocah dan seorang gadis yaitu Alven dan Merry keluar dari kereta. Keduanya tersenyum bahagia melihat lingkungan sekitar.
__ADS_1
"Hei nak, bukankah tempatnya bagus?" tanya Alex.
Kedua anak itu langsung menganggukan dengan semangat.
"Menjunjung kasih keharibaan Keagungan Tuanku Yang Teramat Mulia telah sudi mengunjungi hamba yang rendah ini."
Pria tua yang terlihat sebagai penanggung jawab vila membungkuk dengan busur yang cukup dalam. Terlihat dia sepertinya akan berlutut bahkan rela bersujud jika Alex memerintahkan.
"Angkat kepalamu."
Alex kemudian bertanya mengenai kesiapan rumah untuk ditinggali.
"Berdasarkan anugrah dari Yang Maha Mulia Count of Fertiphile, hamba yang rendah ini diperintah untuk mengurus segala kelayakan villa yang akan disemayamkan oleh Keagungan Tuanku Yang Teramat Mulia," jawab pelayan tersebut.
Setelah berbagai sambutan kaku dan super formal dari penanggung jawab vila sekaligus yang akan menjadi asisten kepala pelayan dari Alex, mereka pun masuk ke villa. Sayangnya karena kelelahan setelah bepergian cukup lama, mereka langsung pergi ke kamar masing-masing.
Seperti biasa Alex akan berbagi kamar dengan Merry dan Alven. Sementara yang lain memiliki kamar tersendiri. Walaupun villa hanya memiliki dua lantai, tetapi bangunannya cukup luas sehingga setidaknya mampu memiliki jumlah kamar yang cukup untuk 20 orang.
Kedua anak itu langsung tertidur setelah berguling-guling di kasur yang empuk. Walau tidak semewah di mansion, tetapi kamar ini cukup nyaman.
Alex tidak langsung beristirahat. Sebaliknya dia sedang memikirkan beberapa tumpukan sachet yang berisi biji-bijian magicplan yang ia beli setelah singgah sesaat di kota. Magicplan yang ia beli terdiri dari 2 level yaitu level D dan E. Sesuai dengan levelnya, semakin tinggi level magic plant semakin mahal pulalah harganya. Dengan modal 100 keping emas, ia membeli 16 sachet magic plant level D dengan harga 3 koin emas setiap sachet dan 52 sachet magic plant level E seharga 1 koin emas per sachet. Setiap sachet hanya berisi 5 benih, menunjukkan seberapa mahalnya tanaman ini. Ia awalnya berpikir untuk membeli magic plant level C tetapi ia ingat bahwa magic plant dengan level C ke atas memiliki teknik penanaman khusus yang umumnya hanya dimiliki oleh para herbalist ataupun magic florist. Dengan keterbatasan Alex saat ini dan dengan harga benih setinggi langit, adalah bodoh untuk mencoba peruntungan untuk langsung menanam tanaman sihir level C ke atas.
Selain itu membudidayakan magic plant tidaklah sembarang. Faktor produksi terutama pekerja yang digunakan tidak dapat hanya sebatas tenaga kerja kasar. Setidaknya para petani harus mengerti konsep dasar agroteknologi dan kaidah dinamisme untuk memberikan kesuksesan yang optimal dalam penanaman magic plant.
Singkat kata, selain Alex tidak ada yang dapat melakukan pembudidayaan magic plant.
Seperti yang kuduga, Rain dan Alven harus segera menguasai penggunaan mana! pikir Alex.
__ADS_1